
Entah kenapa dengan Reyfan hari ini.
Ia terlihat murung tanpa berbicara.
Sewaktu makan di ruang makan pun ia tidak banyak bicara.
Hanya seperlunya saja ketika Anita bertanya, baru ia berbicara untuk menjawab,Itu pun hanya perkataan singkat seperti iya dan kata tidak.
Kini keduanya sudah berada di dalam kamar. Anita fokus ke layar ponselnya di atas ranjang .
Sama halnya dengan Reyfan yang fokus memainkan ponselnya juga.
"Iihh.. apaan si ada-ada aja haha"Lagi-lagi Anita tertawa sendiri dengan layar ponselnya.
Ini membuat Reyfan melirik tajam sambil menaruh ponselnya di atas meja samping ranjang.
"Drettttt.. drettt.. drettt"Ponsel Reyfan bergetar. Panggilan masuk dari seseorang tentunya.
"Halo"
Reyfan mendengarkan pembicaraan di panggilan itu setelah mengangkatnya.
"Aku sedang tidak enak badan, maaf aku tidak bisa menemui mu malam ini"
Mematikan panggilan dan menaruh ponselnya kembali ke meja.
Anita sedang memperhatikan Reyfan yang langsung berbaring dan menarik selimut.
Bahkan sangat cuek tidak seperti biasanya.
"Reyfan,kau sakit?"
Reyfan menggelengkan kepalanya. Tentu saja jawabannya tidak.
"Tapi kau bilang tidak enak badan tadi kan?"
Reyfan diam saja,ia bahkan mulai memejamkan matanya untuk mencoba tidur.
"Reyfan!,aku tanya ih.."
"Bukankah aku sudah menjawab tidak ya tidak!, kenapa kau terus bertanya Anita!"Reyfan benar-benar terlihat kesal.
Ini membuat Anita semakin bingung.
Ada apa dengannya?, kenapa dia galak sekali hari ini.
"Aku tanya baik-baik kan, kenapa kau menjawab kesal?"Anita pun ikut kesal sendiri dengan suaminya yang galak itu.
"Kau ingin menurunkan reputasi ku sebagai suami mu?"
"Reputasi?, Reputasi apa yang kau maksud?"
"Masih belum mengaku juga. Bukankah kau terang-terangan berselingkuh di kantor Alexander One bersamanya?"
"Bersama siapa?,aku tidak mengerti Fan?, bukankah kau yang selama ini selalu berselingkuh dengan Sintya!"
"Lihat ini!"Mengambil ponselnya dengan cepat untuk menunjukkan bukti. "Ini kau kan?, apa-apaan berpelukan di lorong!,kau tak tahu malu?,ini di kantor orang Anita!"
Inikan yang tadi sewaktu aku menangis dan Zayn memang memelukku.
Ini pasti ulah Sintya yang sengaja memotretnya dan memberikan pada Reyfan.
"Aku tidak ada hubungan apapun dengannya"
"He'h!,mau sampai kapan?,mau sampai kapan kau akan berbicara seperti ini!,dan nyatanya begini kan,kau saja berani berpelukan di tempat terbuka?"
"Kalau iya kenapa?. Bukankah kau juga berhubungan dengan Sintya?,aku tidak pernah melarang mu untuk melakukan hal itu dengannya Fan!. Selama ini aku diam,aku tidak pernah marah-marah tentang hubunganmu dengannya,tapi ini apa?. Hanya karena sebuah foto saja kau mengira aku yang tidak-tidak"
"Aku hanya tidak suka kau melakukan hal-hal seperti ini di tempat lain, bisakah kau mengerti tempat!"
"Mengerti tempat?, Tempatkan hatimu dulu dengan benar untuk siapa sebenarnya!,baru kau bisa mengajari orang lain!"
"Kau berharap aku akan menempatkan hatiku untukmu"
"Tak usah bertanya!,aku juga tahu kau harus menempatkan hatimu di mana, terlebih jika kau sudah memiliki janji dengannya bahwa kau tidak akan pernah meninggalkannya sampai kapanpun itu!, he'h indah sekali!"
"Kita bulan madu besok!"
"Be.. besok?,kau gila?,aku sedang serius Fan!, jadi jangan mengalihkan pembicaraan bisa kan?!"
"Sejak kapan aku pernah bercanda?.Ini mau mu kan?. Kau ingin secepatnya kita berbulan madu kan?,ya sudah Ayolah kita berbulan madu besok!"
"Kata siapa?"
"Kata Mama"
"Tapi itukan hanya bercanda kemaren, lagian aku bingung harus menjawab apa ketika di tanya soal hal itu kemaren!"
Bagaimana dia tahu pertemuanku dengan Mama dan Mama Ayana itu membahas tentang bulan madu.
Apa Mama Ayana sengaja melapor dengannya.
"Apakah kau dengannya bercanda tentang anak juga?"
Bulu kuduk Anita merinding mendengar perkataan suaminya yang berbisik di telinganya tentang anak.
Bahkan raut wajahnya di imbangi dengan seringai bibir yang sengit dan menyudutkannya.
Apa maksudnya dia tersenyum seperti itu,
hiii..!,apa dia mau anak juga sekarang.
"A... anak?,ti.. tidak, tidak ada percakapan yang menyinggung tentang anak sedikitpun"
"Tidur, selamat malam good night!"
Anita dengan cepat membaringkan dirinya dan menarik selimut. Ia tidak ingin berbicara lagi dengan suaminya.
Ia juga takut jika pertempuran itu akan terjadi malam ini juga.
"Anita"
"Apa lagi..?"
"Kau sudah banyak melanggar janji hari ini,kau menyebut nama orang lain di dalam rumah ini"
"Yang mulai duluan siapa?,kau kan"
"Baiklah,aku memaafkan mu kali ini tapi tidak dengan besok-besok!"
"Bodo"Anita semakin menarik selimutnya.
"Apa kau bilang?"
"Aku harus syuting iklan besok,ini tidak bisa di tunda,aku juga sudah tanda tangan kontrak, batalkan saja bulan madunya "
"Kontrak mu saja yang di batalkan, kenapa harus bulan madunya!".
Dasar raja, maunya ngatur sendiri semuanya!.
"Kau gila?,ini akan begitu merugikan perusahaannya. Lagian aku pasti kena denda jika kontrak ini di batalkan"
"Aku yang akan membayarnya gampang kan!"
"Reyfaaaaaannn..."
"Apa?,Selesaikan?"
"Selesai apanya, jangan membuatku stress dengan tingkah mu yang gila ini!"
***
Keduanya sudah terbaring di tempat tidur setelah lelah ribut sejak tadi.
Belum ada yang bisa tidur.
Keduanya masih saling memandang langit-langit kamar itu.
Pikiran mereka masih sibuk berkelana masing-masing entah kemana.
Hujan mulai menerpa genting rumah mereka.
Rintikan hujan besar mulai terdengar di telinga Anita.
Membuatnya semakin beringsut memeluk selimutnya karena takut petir akan datang.
Hujan,apa ini musim hujan!.
Mata Reyfan mulai teralihkan memperhatikan tingkah istrinya yang takut itu.
"Sepertinya tidak akan ada petir malam ini"
Mendekati istrinya yang sedang beringsut mengumpat diri."Kau merasa begitu takut?,aku tinggal yah"
"Jangan!, ihh..orang takut kok malah di tinggal!"Menahan tangan suaminya yang sedang meledeknya untuk meninggalkannya.
"Haha..,coba katakan!, Reyfan sayang temani aku malam ini!"
"Cih,kau tidak waras"
"Iya sudah aku tinggal"
"Reyfan"
"Ayo katakan!,aku ingin dengar bagaimana saat dirimu merengek dan manja"
"Iihh...sudahlah, kau pergi.. pergi.. pergi.. pergi kau dari sini"
"Baiklah!"Reyfan pergi beneran meninggalkan ranjang.
Anita langsung menutupi seluruh tubuhnya rapat-rapat dengan selimut.
Bahkan tidak ada seujung rambut pun yang terlihat.
Benar-benar sangat rapat.
KRREPP
Reyfan memeluk Anita tiba-tiba dan membuatnya kaget."Haha.. tidurlah!, kau ini benar-benar seperti mayat saat ketakutan yah!"
Beraninya kau mengataiku mayat!.
Bahagia sekali ya kau melihatku ketakutan.
"Ini sudah malam tidurlah Anita,aku akan menemanimu.Semoga tidak ada petir malam ini!"
Anita masih terdiam mendengar perkataan Reyfan yang lembut.
Ia juga terjebak dalam kehangatan pelukannya yang tiba-tiba.
"Tidurlah!,ini sudah malam"Semakin mengeratkan pelukannya ke tubuh istrinya
dengan hangat.
Apa maksudnya ini?, kenapa dia bersikap seperti ini tiba-tiba.