Say You Love Me

Say You Love Me
Coklat



Ayo kita ke toko coklat"


"Toko coklat?"


"Iyah, bukankah kau sangat menyukai coklat"


"Lalu apa maksudnya?,kau ingin membelikan ku coklat karena ada mereka dan mencari muka kan?"


"Bisakah kau berpikiran baik tentang ku,aku tidak sejahat itu Anita, gini-gini aku juga suamimu kan"


"Cihh.."


Anita hanya menyerkit sengit, apapun itu Reyfan tetaplah kekasih Sintya yang tidak bisa meninggalkannya itu.


Keduanya langsung masuk ke dalam toko dan menuju ke sofa tamu.


"Tunggulah disini, akan aku pesankan coklat untukmu"


"Iya iya baiklah..."


Kumat apa dia mau membelikan ku coklat!.


Anita menunggu di sofa ruangan itu, sementara Reyfan pergi meninggalkannya untuk memesan coklat.


Pesan masuk juga tiba-tiba datang ke ponselnya.


Membuat Anita langsung tersenyum sambil membuka pesan itu.


"Anita.."


"Yah...?"


"Cepat sekali kau merespon"


"Kebetulan aku sedang memegang ponsel, kenapa?"


"Hasil pemotretan kemaren tembus angka yang begitu fenomenal untuk like dari berbagai kalangan awak media,untuk itu produser menyarankan kita agar kita bisa mengikuti ajang pemotretan dari berbagai majalah nasional. Bahkan habis itu jika kita sukses untuk membintangi berbagai majalah nantinya kita bisa mendapat peluang untuk masuk ke ajang manca negara ataupun internasional, bagaimana menurutmu?,"


"Wah... benarkah?,tapi bagaimana bisa seperti itu, perasaan ini terasa begitu cepat,aku jadi merasa heran untuk hal ini Zayn "


"Sama halnya denganku,aku juga merasa aneh dengan hal ini,tapi apakah kau merasa senang dan lega atas hasil pemotretan kemarin?"


Di sisi lain ada Reyfan yang sedang memperhatikan Anita sejak tadi.


Melihat Anita yang senyum-senyum sendiri membuatnya merasa kesal juga.


Apa yang dia ketik?.


Sedang chatingan dengan Zayn kah dia?


Lalu apa itu?,menyebalkan sekali senyum-senyum sendiri gak jelas!.


Bahkan saat Reyfan sudah mendekatinya pun Anita masih fokus dan tersenyum ke arah ponselnya.


Ia tidak menyadari adanya kehadiran suaminya di situ, hingga membuat Reyfan semakin kesal dan menimpukinya dengan buket coklat itu.


"Aww.. "


Anita terperanjak karena kaget.


Lalu melihat buket coklat yang di berikan suaminya tadi.


"Reyfan,apa yang kamu lakukan?"


"Sampai lupa ya ini dimana?"


"What?"


Melihat buket coklat itu membuat jiwa Anita meronta-ronta. Bahkan ia lupa dengan suasana hati suaminya yang sedang kesal itu,lalu Anita dengan segera membekap coklat itu ke dalam pelukan saking bahagianya.


"Ini untukku..?"Tersenyum manis dan bahagia. Ia benar-benar tidak menyadari suaminya sedang kesal dengannya.


Reyfan pun menariknya begitu saja untuk keluar dari toko coklat itu.


"Kau tahu ini dimana?, kenapa kau selalu memainkan ponselmu di manapun kau berada?, seharusnya kau mengerti tempat Anita!"


"Apa yang salah?, bukankah ini ponsel ku sendiri, lagian kau juga gitu, sering memainkan ponselmu di mana saja kan?"


"Istri di kasih tahu malah ngelawan"


"Sikap istrimu tergantung sikapmu juga Reyfan"


"Iya...iya aku tahu aku memang salah selama ini, aku salah dalam menyikapi istriku,aku selalu melalaikannya dan juga tidak memperhatikannya, untuk itu maafkan aku, mulai sekarang kau juga adalah istriku, hormati aku dengan baik layaknya seorang istri kepada suaminya!,kau mengerti?"


"Kenapa?,kau merasa cemburu antara hubunganku dengan Sintya?"


Suami macam apa yang malah bertanya seperti ini, jelas-jelas ia tahu ini menyakitkan.


"Lalu bagaimana antara hubunganku dengan Zayn,apa kau merasa cemburu juga?"Anita malah bertanya balik sebelum menjawab pertanyaan suaminya itu.


"He'h, tentu saja tidak"


"Iya itulah jawaban ku juga,aku tidak merasa cemburu antara kau dengan Sintya. Jujur saja dulu aku merasa cemburu antara kedekatan mu dengannya, namun perlahan aku baru sadar,ada seseorang yang begitu tulus mencintaiku dan menyayangiku dengan sepenuh hati, selain baik hati ia juga sangat tampan,ini yang membuatku merasa bahagia sekarang"


Cihh, pandai sekali kau berakting Anita, padahal aku sangat cemburu antara kedekatannya dengan Sintya.


Aku benar-benar merasa cemburu ya tuhan,hanya saja lelaki ini tidak mempunyai hati dan perasaan.


Dan bohong besar apa ini, jelas-jelas kau tidak tahu dengan perasaan Zayn yang sesungguhnya, dia pasti sudah punya kekasih Anita.


Aku pasti sudah gila menggunakan nama Zayn untuk memanas-manasi Reyfan.


Reyfan hanya terdiam mendengar perkataan Anita itu, jujur saja hatinya semakin merasa panas mendengar pujian Anita untuk Zayn.


"Sudahlah ayo kita kembali ke hotel,aku capek"


"Coklat ini beneran untukku?, bukan untuk Sintya?"


"Memang aku sedang berbulan madu dengan siapa?,kau atau Sintya?"


"Iya aneh saja jika kau tiba-tiba memberikan ku coklat sebanyak ini untukku,apalagi di bikinin buket segala"


"Jangan berlebihan!,ini hanyalah rasa terimakasih ku karena kau telah merawat ku semalam"


"Tapi aku sungguh sangat tulus merawat mu semalam, karena aku masih memiliki hati dan perasaan manusia,jadi tak perlu lah kau susah payah memberikanku seperti ini"


"Perasaan manusia,apa yang kau maksud perasaan manusia itu?"


"Iya intinya ini hanya perasaan biasa, tidak lebih dari perasaan itu, sesama manusia kan kita harus saling tolong menolong bukan"


Apa ini?,apa maksudnya dia berkata seperti itu, tidak adakah rasa cinta lagi di hatinya untukku.


Beraninya dia menganggap ku sesama manusia, bukan suaminya?.


"Iya intinya aku juga memberikan coklat itu tulus untukmu, selamat hari Valentine juga"


"Va.. Valentine?" Anita tercengang, bahkan ia tidak ingat akan hari itu,ia juga tidak merasa hari ini adalah hari valentine."Sekarang tanggal berapa Fan?, masih kurang sehari besok,kau sakit?"


"Iya seharusnya kau bersyukur atas ini, ada seseorang yang memberikanmu coklat di hari yang mendahului valentine,itu artinya, orang itu berbeda dari yang lain"


"Iya kau memang berbeda dari yang lain, sangat menyebalkan,angkuh dan tidak memiliki perasaan kau puas!"


"Terserah kau saja"


Dari pada Zayn duluan yang memberikan coklat di hari valentine besok lebih baik aku duluan Anita.


Sudah tidak mau jujur dengan perasaannya,tetapi tetap saja Reyfan tidak mau kalah dengan Zayn,ia tidak ingin Zayn yang memberikan hadiah pertama untuk Anita di hari valentine besok.


Tak sampai setengah jam keduanya sudah sampai di dalam gedung hotel. Kini keduanya tinggal masuk ke dalam kamar saja.


Di dalam kamar pun keduanya masih saling diam dan hanya saling pandang sesaat.


Reyfan mulai merebahkan dirinya di atas ranjang sambil beristirahat.


Iya juga terlihat membuka layar laptopnya untuk bekerja.


Sementara istrinya tak terlihat disampingnya, sepertinya ia sedang berada di dalam kamar mandi.


Tak lama Anita muncul dari balik pintu kamar mandi. Ia terlihat seksi dan sangat memukau,bahkan membuat Reyfan tercengang dan menelan ludahnya sendiri menatapnya.


"Apa yang kau lihat?,apa aku terlihat sangat cantik?"


Apa yang dia lakukan?,apa dia sedang menggodaku..


"Ti... tidak..,bi.... biasa saja"


"Lalu kenapa kau gemetaran?"


"Di...dingin,yah... suasananya sangat dingin"


"Haha.... baiklah"


Anita terlihat tertawa meledek dan malah berbaring seksi, membuat Reyfan semakin menghindari pandangannya melihat paha Anita yang tampak mulus dan terumbar.