
Hah,ponselku!.
Anita beranjak dari ranjang untuk mengambil ponselnya yang terkapar di lantai itu.
Kenapa Rendi menelepon?.
Dia sudah sampai kah?.
Ternyata ponsel miliknya mati kena banting dan retak oleh Reyfan.
"Reyfan..., ponselku rusak!"
"Iya sudah tinggal beli lagi"
Cihh, gampang sekali kau berbicara, memang nomor-nomor yang ada di ponselku tidak penting apa.
Gak ada rasa bersalah sama sekali!,dasar manusia menyebalkan!.
Anita sudah berusaha untuk mengaktifkan ponselnya, namun tetap saja ponsel itu tidak mau menyala.
Ini membuat Anita kesal.
"Reyfan ponsel aku rusak!,ini semua gara-gara kamu!. Ih... gimana dong?"
"Iya sudah besok beli!"
"Iya tapikan..."
Reyfan langsung menarik tangan Anita agar ia tertidur di sampingnya.
"Bawel!, tinggal tidur juga"
Entah kenapa Anita yang merasa ingin marah jadi luluh tiba-tiba setelah melihat wajah suaminya dari dekat.
Kenapa si aku harus mencintai orang yang menyebalkan sepertinya!.
Apa yang aku lakukan denganya juga tadi?.
Dia benar-benar mencintaiku?...
--------------
Hari berganti.
Tapi Anita justru merasa bosan, karena apa?. Karena ia tidak bisa bermain ponsel. Ponselnya rusak. Sementara Reyfan sedang sibuk di dalam kamar mandi.
Tak lama ia pun keluar dari kamar mandi dengan memakai jubah handuknya.
Pandangan Anita tampak kusut di pagi hari.
"Kenapa kau menatapku seperti itu?,apa ada masalah?"
"Tentu saja ada. Kau lupa akan ponselku?"
"Ohh ponselmu itu yah?. Baguslah jika kau tidak bisa bermain ponsel,kan jadi ngirit kuota"
"Iyah udah mana ponselmu aku banting juga biar sama!"
"No!, because data-data kantor ku juga sebagian ada di ponsel, jadi jangan asal bicara ya sayang.."
"Tuh kan,kamu sendiri aja nggak mau ponselmu rusak, tapi kau dengan seenaknya merusak ponsel orang. Pernahkah kau sadar kalau kau itu menyebalkan hah?"
"Iya..iya akan aku belikan nanti.Tapi setahuku aku itu tampan dan pengertian"
"Cihh, menurutmu!"
"Ya sudah cepat bersihkan dirimu!,kita jalan sekarang"
Anita pun bergegas membersihkan dirinya di kamar mandi sesuai perintah suaminya.
Urusan membersihkan diri sudah selesai.
Kini keduanya akan berangkat jalan-jalan untuk memenuhi jadwal agenda.
"Kita mau kemana?"
"Ke mall lah,beli ponsel kan?,apa kau tidak mau ponsel lagi?"
"Sembarangan!, cepet berikan aku ponsel!"
Tak lama keduanya sudah sampai di mall terdekat di kota ini.
Keduanya langsung masuk. Tapi jalannya masih berjaga jarak. Jalan Anita yang terlalu santai dan lama juga membuat Reyfan kesal sendiri.
"Kenapa kau jalanya lama sekali?"Langsung menggandeng tangan istrinya begitu saja.
"Apa ini?" berusaha melepaskan gandengan tangan suaminya yang tiba-tiba karena aneh.
"Jalanmu terlalu lambat!. Aku tidak suka!,para pengawal juga mengikuti kita dari belakang kan?"
Cihh alasan, bilang saja kau ingin menggandengku!. Ya kan?.
Ternyata semua mall terlihat sama dimana-mana,mulai dari suasana, arsitektur dan keindahan tempat juga terasa sama.
Hanya tempat dan daerah saja yang dapat membedakan antara mereka.
Suasana mall di sini juga tampak ramai dari kalangan pengunjung.
Tak sedikit pandangan orang yang tertuju pada Anita.
Ini membuat Reyfan heran dan merasa kesal juga.
Kenapa semua orang terlihat menatapnya?,apa penampilannya terlalu cantik!.
Melirik penampilan istrinya dari ujung kaki hingga rambutannya.
Yah aku sadar dia sangat cantik, bisa di bilang ia sangat manis juga saat bertingkah,tapi aku baru menyadari semua itu.
Bahkan pakaian yang di kenakan Anita terbilang anggun dan sopan,ia tidak menggunakan baju-baju yang menonjol kecuali di dalam kamar.
Karena dia juga pemalu dan sensitif terhadap sikap orang lain.
"Kak"Ada beberapa anak muda yang tiba-tiba datang dan menghampirinya.
"Boleh kami minta foto kak?. Kakak yang ada di poster itu bukan?. Kakak yang bernama Anita Putri Bahara Sanjaya kan?. Model fashion show sekaligus iklan produk baru yang kemaren"
Seseorang itu juga menunjukkan sebuah foto antara Anita dan Zayn yang sedang mengiklankan sebuah produk terkenal.
"Hah.."
Anita sedikit terkejut. Namun tanpa ia sadari namanya memang sudah tersebar kemana-mana.
Bahkan wajahnya yang cantik itu sudah berada di berbagai banner,poster, dan bahkan ada pula yang tersebar di baliho jalan raya mengiklankan produk makeup yang di bintangi Anita.
"Boleh kan kak kami minta foto?"
"Ohh iya tentu saja boleh"
"Kak saya boleh foto juga kan kak?"
"Kak saya juga mau ya kak"
Waduh malah semakin ramai dan menjadi.
Reyfan sejak tadi hanya terdiam geram sambil melipatkan tangannya.
Melihat istrinya berdekatan dengan banyak orang membuat kesal juga.
Kenapa ini semua terasa aneh, tidak mungkin dengan secepat itu Anita dan Zayn cepat terkenal!.
Dan bukan hanya itu saja.
Ternyata poster-poster tentang keduanya sudah banyak terpasang di area mall ini.
Reyfan langsung membuka ponsel dan menelpon Ferland.
Tak lama setelah beberapa kali panggilan Ferland pun akhirnya mengangkat panggilannya.
"Ferland, selidik jejak karir Anita..!. Kenapa ini bisa melonjak pesat tiba-tiba?,ragu diriku untuk mempercayai hal ini, bukannya tidak bersyukur tapi ada sesuatu yang gak beres!"
"Siap Tuan Muda"
"Sejak kapan kau memanggilku begitu hah?!"Reyfan malah kesal mendengar panggilan dari sahabatnya itu.
"Iya..iya baiklah Reyfan,akan aku selidiki. Tapi ngomong-ngomong itu brisik banget di situ? "
"Iya biasa. Bay!"
Telpon sudah berakhir.
Reyfan langsung menyelinap masuk ke orang-orang gak jelas itu untuk membawanya pergi dari kerumunan.
Ketampanan Reyfan juga membuat orang-orang terpana melihatnya.
Namun yang membuat orang-orang keheranan adalah lelaki itu berbeda dari orang yang ada di poster itu.
Namun ia tak kalah tampan, bahkan terlihat lebih bening dari lelaki yang ada di poster itu.
"Permisi-permisi, waktu kalian sudah habis, mohon pengertiannya, karena istriku masih ada urusan"Reyfan langsung menarik tangan istrinya keluar dari kerumunan itu dan segera membawa ke tempat tujuan.
Kini keduanya sudah berada di konter ponsel terbesar di mall ini.
Lebih kesalnya lagi ketika melihat baner istrinya yang sedang mengiklankan produk bersama Zayn di konter ini juga.
"Kau juga mengiklankan ponsel dengannya?"
"Iyah...,iklan ini juga pemotretan terakhir waktu sebelum aku berangkat bulan madu denganmu beberapa hari lalu"
Kenapa semuanya tampak menyebalkan bagiku!.
Aku tidak rela melihatnya terus berdampingan dengan lelaki itu di mana-mana!.
"Iya sudah cepat pilih ponsel yang kau mau!, sebaiknya kita cepat pergi dari sini!"
"Kenapa tiba-tiba kau terlihat kesal?,apa ada sesuatu yang salah?"
Reyfan tiba-tiba terlihat cemburu tak ceria.
"Aku hanya tidak suka dengan suasana yang ada di sini!"
"Cihh benarkah?,ya sudah..."
Melihat berbagai iklan istrinya dan Zayn di berbagai sudut ruangan mall membuatnya merasa kesal dan moodnya menghilang.