
Hari ini Anita terlihat sangat cantik sekali.
Memakai dress berwarna hitam brokat bunga yang cocok sekali dengan kulit tubuhnya yang putih.
Tak lupa dengan sepatu talinya yang tinggi juga membuatnya tambah mempesona saat di pandang.
"Kau mau kemana?"
Reyfan memperhatikan istrinya dari ujung kaki hingga rambutannya.
Ia terlihat sangat cantik dan bersinar dengan baju itu.
"Ke kantor lah"
"Dengan pakaian seperti ini?"
"Iyah,apa ada yang salah?, bukankah aku juga ada pemotretan hari ini jadi aku harus terlihat cantik bukan"
Reyfan menelan ludahnya sendiri mendengar hal itu, jujur saja ini membahas resah.
"Karena ada pemotretan atau ada alasan lain?, Ohh.. atau mungkin karena ada rekan kerja lelakimu itu makannya kau berdandan berlebihan kan?"
Berdandan berlebihan lagi yang ia bicarakan?.
Kenapa dia bersikap seperti itu sekarang, apakah dia cemburu antara aku dengan Zayn.
"Hehe...Reyfan"Anita mendekati suaminya agar semakin dekat lagi.
Sesekali ia mengelus leher suaminya yang sedang duduk menikmati kopi dan rotinya.
Membuat bulu kuduk Reyfan berdiri merasakan sensasi sentuhannya yang menggoda di pagi hari.
Sentuhan yang lembut penuh perasaan tentunya. Jujur saja ia merasa nyaman saat di sentuh seperti ini oleh Anita.
Bukan hanya itu saja, lekuk tubuh istrinya yang ideal terlihat begitu seksi juga menempel di sandaran kursinya.
"Apa yang kau lakukan Anita?"Anita masih mengelus lembut lehernya berulang-ulang, bahkan sembari memainkan rambutnya dengan jemari tangannya.
Ini membuat Reyfan semakin nyaman dan merinding di pagi hari yang sejuk ini karena geli.
Apa yang dia lakukan?,dia sedang menggodaku yah!
"Reyfan!,sudah berapa kali kau melanggar perjanjian di rumah ini untuk tidak membahas orang lain?, jadi aku ingin menagih janjimu dan aku ingin kau menuruti kemauanku sesuai perjanjian,boleh?"
Rasanya aku ingin mencekik lehermu ini yang selalu membuatku kesal Fan!.
"Oke..oke baiklah, katakan apa mau mu?",akan aku berikan!"
"Aku mau ke kantor Alexander One dengan Zayn yah,dia sedang kemari untuk menjemput ku,kau tidak perlu mengantarku hari ini!"Mengalihkan tangan dari lehernya untuk mengambil tasnya di atas meja.
"Uhuk.. uhuk.."Keselek mendengar perkataan istrinya saat menikmati kopinya."A..apa ini,apa ini permintaanmu?"
"Kenapa?,apa ada masalah?,katakan kalau kau cemburu Reyfan!"
"Cihh..,cemburu?,tentu saja tidak. Pergilah jika ini permintaanmu!.Berarti aku sudah menurutimu sesuai perjanjian kan?, pergilah bersamanya karena ini akan mempersingkat waktuku untuk pergi ke kantor"
Menyebalkan sekali Reyfan, berarti aku menjadi beban saat dia mengantarku kemarin,
Dasar menyebalkan!.
"Hanya karena perjanjian?,bukan karena terpaksa dan sebenarnya kau ingin mengantarku yang cantik ini kan?,kau cemburu kan?,aku bisa melihat dari tengkuk lehermu ini yang naik turun ke atas Fan"
Masih berusaha untuk menggoda Anita.
Namun tetap saja Reyfan kekeh dengan gengsinya untuk tidak mengakui hal itu.
Reyfan tertawa mendengar perkataan istrinya yang begitu percaya diri.
"Haha...pergilah Anita. Jadi wanita jangan plin-plan, bilang saja kau ingin aku yang mengantarmu kan?"
Tidak ada yang mau mengalah di antara Reyfan dan Anita.
Jika pun sebenarnya sudah ada rasa cemburu di hati Reyfan,Reyfan enggan untuk mengakuinya.
Anita juga tertawa lepas untuk menjawab tawanya balik.
"Haha.. tentu saja tidak Reyfan!. Aku lebih suka berangkat dengan Zayn!. Karena apa?, karena dia asik dan selalu membelikan jajanan untukku.Dia sangat baik dan perhatian,aku suka semua itu"
Mendengar perkataan Anita yang seperti itu membuat Reyfan tambah kesal.
Bahkan ia sudah mengepalkan tangannya di bawah meja.
"Iya itu karena dia menyukaimu!,apa kau tidak sadar hah?"
"Hah,benarkah?. Aku sangat senang mendengarnya Fan". Tersenyum penuh seperti bulan sabit,seperti orang yang bahagia intinya.
"Bay,aku berangkat Fan...."
Pada kenyataannya Anita tidak mempercayai kalau Zayn menyukainya. Perkataan suaminya itu di anggap sepele olehnya dan itu hanya kebohongan saja baginya.
Ia berangkat begitu saja meninggalkan ruangan itu.
Bukanya kaget mendengarnya?,apa dia memang sudah mengetahuinya sejak awal?.
Ohh... jadi dia sengaja berdekatan dengannya karena dia tahu Zayn menyukainya, menyebalkan!.
Ini!!,sejak kapan aku memiliki rasa peduli begini!.
Dan sejak kapan juga aku merasa kesal setiap kali Anita berdekatan dengan Zayn!.
Ya perasaan memang tidak bisa di bohongi Fan,jika kau sendiri merasa nyaman dengan sentuhan istrimu itulah perasaanmu yang sesungguhnya untuk Anita.
Kau sudah memiliki rasa dan perasaan untuknya walupun sedikit.
...----------------...
"Bagaimana kabar tentang putraku?"
Kedua lelaki yang terlihat sedang bertamu di sebuah ruangan besar itu.
Tentu saja pertemuan antara Ferland dan Papa Rey.
"Seperti yang Om ketahui. Namun akhir-akhir ini Reyfan sering menyebut nama Anita ketika di kantor. Bahkan ia sering ngomong sendiri tak jelas. Sepertinya ia sudah mulai merasa cemburu jika Anita berdekatan dengan orang lain Om"
"Aku tahu Reyfan masih sulit untuk melupakan kekasihnya itu. Tapi yang terpenting sekarang kau harus terus pantau dan melaporkannya padaku"
"Siap Om"
"Satu lagi!,jangan sampai ia melebihi batasan dan membuatku marah!. Mungkin selama ini aku diam, karena aku membiarkan putraku untuk membuka hatinya sendiri untuk Anita,tapi tidak dengan kesabaran ku jika sudah habis. Karena aku tidak menyukai wanita itu Land,aku tahu mana yang terbaik untuk putraku atau tidak"
"Baik Om, akan aku laksanakan selalu"
Tugasku menumpuk gara-gara Reyfan,aku sudah seperti bodyguard yang harus mengawalnya setiap hari, baiklah ini demi balas budiku kepada keluarga Reyfan yang sangat baik kepada keluargaku selama ini.
...----------------...
Terdengar nada dering panggilan bergetar keras.
Panggilan masuk ke ponsel Reyfan yang tergeletak di atas meja itu.
Reyfan terlihat sibuk menatap layar leptopnya sambil berpikir serius.
Bahkan panggilan itu pun di biarkan begitu saja olehnya.
Hingga kedua kalinya ponsel bergetar kembali mendapatkan panggilan lagi.
"Apa lagi si.."
Sintya
Ternyata Sintya yang menelponnya, membuat Reyfan bergegas mengangkat panggilan itu.
"Iya halo"
"Sayang ayo kita keluar hari ini"
"Gak bisa Sin aku banyak kerjaan di kantor"
"Kau lupa hari ini hari apa?"
"Hari Rabu kan"
"Ihh... Reyfan!, benar-benar ya kamu!"Teriaknya di dalam telefon
"Apaan si?"
"Ini hari ulang tahunku Reyfan!,kau benar lupa itu?!, jahat!,aku membencimu"
"Sin.. Sintya" Ternyata panggilan berakhir begitu saja.
Lalu ada pesan masuk dari Sintya setelah panggilan itu berakhir.
"Aku ingin kita bertemu hari ini!,aku tidak perduli kau sibuk atau tidak Reyfan!. Tega sekali kau lupa dan tidak mengucapkan kata selamat untukku!. Aku sangat membencimu"
"Arrgh..,semua membuatku pusing!"Reyfan berdiri dari kursinya dengan kesal.
Lalu mengambil jas yang ada di kursinya itu untuk pergi.
Bagaimana bisa aku lupa dengan ulang tahun Sintya!
"Kau mau kemana Reyfan?"
Kedatangan Ferland yang tiba-tiba dari arah pintu.
"Aku ada urusan!, jagalah ruang ku!"
"Iya sudah, baiklah!"Ferland hanya bisa pasrah mendengar perkataan itu.
Pasti dia akan menemui Sintya, terlihat sekali dari gayanya yang terburu dan meninggalkan apapun demi Sintya.
Reyfan Reyfan!,kau membuatku harus bekerja keras!