
Reyfan terlihat sibuk menelfon anak buahnya.
Tampaknya ia sedang berbicara serius.
Padahal hari ini sudah malam, tapi ia masih saja sibuk.
"Dia bilang kalau dia tidak ada yang menyuruhnya?, tapi ini tidak mungkin. Gelagatnya saja saat menabrak istriku sangatlah mencurigakan!"
**"Dia bilang dia tidak sengaja Tuan Muda,ia bahkan bilang kalau memang rem sepedanya tak bisa terkendalikan saat itu"
"Cihh, tidak bisa di kendalikan!, Lalu kenapa ia terus mengayuh sepedanya setelah menabrak istriku untuk kabur?, kenapa tidak nyusruk saja dia?. Sepedanya sudah di tahan kan?"
**"Sudah Tuan muda"
"Tindak lanjuti!,aku ingin dia tahu apa yang sedang di rasakan istriku sekarang!"
**"Baik Tuan muda,kita pasti akan segera menjebloskannya ke penjara"
"Bagus!"
"Reyfan..."
"Iyah"
Panggilan istrinya yang tampak merdu di dengar.
"Apa yang sedang kau lakukan?, kenapa kau terlihat marah-marah?"
Anita terlihat seksi sekali malam ini.
Bahkan membuat Reyfan yang sedang kesal itu langsung terdiam menatapnya dari bawah hingga ujung kepalanya.
"Aa....aku..aku tidak marah-marah sayang,aku hanya kesel"
**Kenapa dia pakai baju itu si!,dia sedang berusaha menggodaku yah?
Mata Reyfan tak ada hentinya menatap lekuk tubuh indah istrinya yang seksi itu.
"Apa yang membuatmu kesal..?"Anita malah mendekatinya, membuat jiwa ini semakin terasa gerah dan bergairah.
"Orang yang menabrak mu,dia benar-benar banyak alasan saat di persidangan. Tidak tahu apa kalau aku sendiri yang menyaksikannya,dia terlihat sekali sengaja menabrak mu sayang,aku kesal sekali "
"Aku benar-benar tidak mengerti apa yang kau katakan?"
"Ini sayang yang membuatmu terluka, lihatlah atas semua ini...!"menatap wajah cantik istrinya sambil membelai lembut kepala Anita.
"Kau pasti akan cepat sembuh,apa kamu masih merasakan sakit kepala?"
Anita tersenyum Lalu mencium pipi Reyfan dengan penuh perasaan cinta.
"Hey...,apa yang sebenarnya kau mau?,di tanya kok malah cium pipi"
Reyfan langsung menaruh ponselnya di atas meja. Panggilannya saja belum berakhir. Anak buahnya tidak mungkin berani mematikan panggilan itu terlebih dahulu mendahului majikanya.
Anita tersenyum manis menatap Reyfan,ia terlihat lesu dan lemas.
"Aku ngantuk sekali Fan"ucapnya lembut.
"Kau mau tidur sekarang?"
"Gak mau.."
"Kok gak mau?"
"Gak mau tidur sendiri.."
"Cihh, maunya bersamaku?"Reyfan tampak tersenyum sambil memeluk erat istrinya.
Sementara yang mendengar di panggil itu langsung mengerutkan dahinya setelah mendengar itu semua.
**Mohon maaf Tuan muda aku matiin saja yah, menyeramkan sekali kalian berdua.
"Tut..."panggilan pun berakhir.
Sementara keduanya langsung menuju ke arah ranjang sambil berpelukan.
"Kau mau membunuhku?, izinkan aku bernafas Sayang.."
Sejak tadi Anita terbenam di dadanya kuat, hingga membuatnya terasa sesak nafas.
Reyfan sudah merebahkan istrinya di atas ranjang,ia juga terlihat menatapnya lekat sambil menunduk.
"Yakin kau mau tidur sekarang?"Reyfan terlihat semakin mendekatkan wajahnya ke wajah istrinya.
"Ke...kenapa memangnya?"
"Tapi aku belum ngantuk sayang,muach. Aku sama sekali belum ngantuk..."Sesekali kecupan itu mendarat ke bibir istrinya. Dan senyuman manis pun terpapar jelas di wajah lelaki itu melihat wajah istrinya yang memerah wajahnya.
"Lalu gimana..?"Pertanyaan polos Anita untuk suaminya yang tidak ngantuk itu.
Anita juga bingung harus menjawab apa. Ia juga bingung dengan tingkah suaminya yang seperti ini. Rasanya jantung ini ingin meledak saat melihat Reyfan bersikap seperti itu.
"Be.. bermain..?"
"Iyah,aku akan buat kamu tidak mengantuk malam ini"
Reyfan langsung merenggut bibir istrinya dengan lahap.
Anita dengan gelagapan dan diam melayani ciuman suaminya itu.
Ia juga terhanyut dalam cinta manis malam ini.
Sepertinya rasa ngantuk itu sudah menghilang dari dirinya karena tingkah lembut Reyfan.
Perlahan tingkah Reyfan mulai terlihat tidak bisa di kontrol lagi.
Tangannya sudah menjalari tubuhku istrinya kemana-mana.
Ia tidak bisa mengendalikan hasrat dirinya yang sudah memuncak itu.
Terlebih melihat penampilan istrinya yang selalu menarik dan seksi setiap malam, membuatnya merasa tidak bisa menahannya lagi.
Sudah sekian lama juga ia memendam rasa ini, mungkin malam inilah ia akan meledakkan rasa yang terpendam-nya itu sepuasnya.
Tangan itu mulai menyelinap masuk ke dalam baju milik istrinya.
Karena merasa geli Anita hanya memegangi tangan suaminya yang menyelinap itu dengan lembut.
Tepat di area dada sensitif milik istrinya.
Mendapati kedua gunung itu membuat Reyfan semakin bergairah panas.
Sesekali ia mulai merengkuh dan bermain pijatan lembut sambil ******* bibir istrinya kuat.
Sementara tangan Anita yang sedang bertopangan itu tidak berpengaruh apapun pada tangan Reyfan yang sedang sibuk beraksi.
Selama istrinya masih terdiam melayani saat itulah Reyfan merasa begitu nyaman.
Ciuman masih berlangsung mesra, keduanya tampak menikmati malam yang panas ini.
Penyangga dua gunung kembar itu tampak mengganggu sekali bagi lelaki itu.
Membuat Reyfan menghentikan ciumannya dan kedua tangan itu tampak menyelinap ke dalam baju istrinya untuk melepaskan kancing itu.
Kebetulan Anita selalu menggunakan penyangga kepemilikannya itu tanpa tali, jadi mudah bagi Reyfan untuk melepaskannya.
Akhirnya dengan bebas tangan Reyfan bermain pijat-pijatan di area yang selalu di dambakan para lelaki itu.
Membuat Anita tak berdaya dan mengeluarkan suara merdunya karena geli sekaligus enak.
Pikirannya sudah terbang entah kemana.
Ia juga tidak sabar untuk menikmati kedua gunung kembar itu dengan mulutnya.
Namun tiba-tiba panggilan masuk dan berdering keras ke ponsel Reyfan.
Keduanya tampak berhenti sejenak dan menatap layar ponsel itu.
Lalu mereka berdua terlihat tidak memperdulikannya dan melanjutkan aktivitas mereka kembali untuk bercinta.
Pemanasan masih berlangsung lama.
Setelah mereka saling merasakan panas bergairah yang berkobar, Reyfan mulai membuka bajunya sendiri dan membuangnya ke lantai.
Sementara istrinya masih tertegun melihat dada bidang milik suami itu, hingga Reyfan kembali menciuminya dengan panas.
Tak lama kemudian setelah itu Reyfan mulai membuka kancing baju tidur istrinya satu persatu agar lebih bebas lagi mendapatkan kepuasannya.
Saat itu juga pemandangan terindah baru saja Reyfan lihat pertama kalinya di depan mata.
Tentu tidak bisa di tahan lagi malam ini.
Rasa gairah jiwanya semakin memuncak hebat.
Pertempuran pun sepertinya akan segera terjadi di antara keduanya.
----------
Seorang wanita sedang merasa kesal sambil memegangi ponselnya.
Sudah hampir sebulan Reyfan begitu bersikap cuek denganya.
Chatting-nya saja jarang di balas,dan telvon pun jarang di angkat oleh Reyfan. Ini yang membuat wanita itu begitu kesal.
**Awas saja kau Reyfan!, setelah berani mengkhianati ku kau beraninya mengabaikan ku juga!
Lihat saja,aku pasti akan menghancurkan pernikahanmu!.
Melempar ponselnya sendiri ke atas ranjang dengan kesal. Karena sikap Reyfan akhir-akhir ini yang membuatnya benar-benar marah dan emosi jiwa.