Say You Love Me

Say You Love Me
47. Bola basket



Hari ini terasa begitu melelahkan.


Namun karena Reyfan sudah janji untuk mempertemukan istrinya dengan Zayn akhirnya ia memutuskan untuk mempertemukan keduanya di ruangan kerjanya.


"Kau tidak mengingatku Anita?"


"Kau Zayn?"


"Iya aku Zayn"


Zayn menganggukkan kepala pelan sambil menatap Anita dengan heran.


"Aku tidak mengingat apapun tentangmu, yang aku ingat hanyalah namamu saja"


Kenapa aneh sekali, Anita mengingat namaku tapi ia tidak mengingat orangnya.


"Aku harap kau cepat sembuh, supaya bisa mengingatku lagi Anita"Zayn hanya bisa berdoa untuk Anita dengan tulus sambil tersenyum. Sebenarnya ia juga merasa kecewa dengan keadaan Anita saat ini.


Pertemuan mereka tidak berlangsung lama, karena Reyfan tidak ingin istrinya berbincang lama dengan lelaki itu (Zayn).


Keadaan Anita yang masih hilang ingatan pun sangat menuruti perkataan suaminya. Ia juga terlihat melayani suaminya dengan baik di setiap harinya.


Hingga hari-hari pun berlalu.


Kontrak pemotretan dan jadwal Anita memang sudah di batalkan sejak lama oleh Reyfan. Kerugian akibat kontrak kerja Anita pun sudah tuntas dan di tanggung penuh oleh Reyfan sendiri.


Kali ini di ruangan tengah Anita sedang terdiam menatap buku majalah yang ia pegang. Melihat beberapa foto dirinya yang begitu cantik membuatnya merasa heran juga. Terlebih lelaki yang bersandar di sampingnya,ia juga terlihat begitu tampan dan bersinar.


"Bukankah ini lelaki yang kemaren, walaupun di fotonya terlihat begitu tampan tapi aslinya terlihat lebih tampan dari pada di fotonya"


Reyfan yang sengaja memperhatikan istrinya sejak tadi merasa kesal dan langsung merebut majalah itu setelah mendengarnya.


"Apa yang kau lakukan?"Merebutnya, menutup buku itu lalu melemparnya begitu saja ke sofa sebelah.


"Apa yang kau lakukan Fan,aku ingin melihat-lihat kenapa kau kasar sekali melempar buku itu?"


"Tidak perlu melihat yang tidak penting. Ayo sayang kita pergi sekarang!"


"Pe-pergi, pergi kemana Fan?"


"Ke rumah paman,ada undangan acara makan bersama nanti malam, kemaren aku lupa memberitahumu"


Setelah bersiap-siap keduanya langsung berangkat ke tempat tujuan.


Mereka berhenti di halaman rumah yang tampak begitu asri dan indah penuh tanaman bunga.


Terlihat beberapa anak muda yang sedang basket di lapangan sebelah rumah pamannya itu.


"Mereka terlihat seru sekali. Apa kau bisa bermain basket Fan?"


"Basket!. Tentu saja aku bisa,apa si yang aku tidak bisa?"


"Cihh benarkah?, sepertinya aku tidak pernah melihatmu bermain basket sebelumnya"


Iya elah kau saja yang sedang lupa ingatan sayang.


"Tapi coba buktikan,aku ingin sekali melihat mu bermain basket disana"


"Boleh,tapi apa hadiah yang akan kau berikan untukku jika aku begitu jago dan pintar dalam bermain basket"


"Terserah,apa yang kau minta akan aku berikan jika aku mampu"


"Baiklah, aku akan membuatmu terkesan hari ini"


Tanpa pikir panjang Reyfan langsung berlari ke arah lapangan untuk bergabung dan bermain. Sementara saat ini Anita sedang tersenyum ingin melihat suaminya bermain basket.


Aku tidak yakin jika ia pandai bermain basket.


"Kak Anita.." Seseorang memanggilnya setelah melihat keberadaan Anita di pinggir lapangan basket. Ternyata yang memanggilnya adalah Nadira, ponakan dari Reyfan.


"Iyah..,eh Nadira"


"Kakak ngapain di situ,sini masuk"


"Oke baiklah"


Gawat ko bolanya melayang


"Sayang awas!"


BUUGGHH!


"Kakak...!" Teriak Nadira yang syok juga melihat tantenya terkena bola basket.


Tanpa sadar Anita pingsan karena ulah anak-anak yang bermain basket itu.


"Iya ampun sayang,kau baik-baik saja kan?"


Anita tidak sadarkan diri membuat Reyfan semakin panik dan khawatir. Begitu pula dengan anak-anak yang bermain basket tadi mereka bubar mendekati Anita yang pingsan karena pukulan bola basket.


"Iya ampun Kak maaf,aku benar-benar tidak sengaja"Salah seorang anak remaja yang sangat jujur dan mau mengakui kesalahannya sendiri.


"Tenanglah, lanjutkan saja main kalian. Aku akan membawanya masuk ke dalam rumah"


Hanya sekitar lima belas menit saja Anita pingsan,ia juga terlihat sadar saat ini.


"Aduh kepalaku pusing sekali?"


"Maafkan aku sayang, seharusnya aku tidak meminta melempar bola basket kepada anak-anak tadi"


Sayang?. Mudah sekali dia memanggilku sayang.


"Sejak kapan kau memanggilku sayang semudah ini?"


What!. Jangan bilang ingatanmu telah kembali.


"Ki-kita kan suami istri sudah sepantasnya juga aku memanggilmu sayang kan?"


"Aneh sekali. Apa hubunganmu sudah berakhir dengan Sintya?. Aduh kepalaku pusing sekali"


"Kakak, kakak udah siuman. Ini aku bawakan minuman untuk kakak"


Sintya,dia mengingat namanya berarti ingatannya sudah kembali kah?.


Reyfan langsung mengambil minuman itu dan menyuapkannya pada Anita. Anita yang merasa haus juga langsung mau meminumnya.


"Huekk...huekk"


"Sayang kamu kenapa?"


"Minuman apa ini tidak enak sekali?"


"Ini just alpukat Sayang minuman kesukaanmu"


"Jangan panggil aku Sayang!,aku geli mendengarnya,terlebih panggilan ini juga kau berikan kepada wanita itu!"


"Ingatanmu sudah kembali?"


"Memangnya aku kenapa,aku hilang ingatan sebelumnya?"


"Anita kau sudah siuman. Kamu baik-baik saja kan?"Tiba-tiba Om Ray datang memecahkan percakapan yang ada dengan mereka berdua.


"Eh Om Ray,aku tidak papa kok"


"Reyfan, jangan seperti Papamu yang cuek di awal pernikahan. Bahkan ia terjebak dengan tingkah lakunya sendiri waktu itu. Sayangi dan cintai istrimu dengan baik"


"Maksudnya bagaimana dengan awal pernikahan Papa dan Mama Ayana Om?. Aku rasa Papa begitu mencintai Mama"


"Ceritanya sangat menarik sampai tidak bisa aku ceritakan, layaknya sebuah novel mungkin haha.."


"Ya elah Om aku jadi penasaran"


"Sebaiknya setelah makan malam di sini kalian berdua menginap saja, kasihan juga Anita habis di timpuk bola basket kan"


"Huekk.. huekk"Anita terlihat mual-mual dan langsung berlari ke belakang.


"Ada apa dengan istrimu,dia baik-baik saja kan?"


"Aku rasa dia merasa enek karena habis meminum jus alpukat ini, biasanya dia sangat suka dengan ini,tapi entah kenapa dia tidak mau meminumnya lagi"


"Mungkin dia masih merasa pusing karena tadi"


Kenapa aku merasa sedih jika ingatannya telah kembali,aku jahat sekali seharusnya aku merasa senang bukan.


Malam pun tiba. Sepertinya ingatan Anita benar-benar telah kembali. Ia terlihat begitu cuek kepada Reyfan tidak seperti sebelumnya. Bahkan kali ini Reyfan juga lebih memilih diam dan bersikap seadanya.


Hingga malam semakin larut keduanya memilih untuk menginap di rumah itu.


Di dalam kamar pun Anita masih bersikap cuek kepada Reyfan. Namun Reyfan tidak menyerah akan itu,ia berusaha untuk mengajak istrinya berbicara.


"Kau baik-baik saja kan?. Apa kepalamu masih sakit?"


"Aku baik-baik saja, lagian sejak kapan kau begitu peduli denganku?"


"Anita,aku tahu apa yang telah aku lakukan ini salah. Aku sangat ingin memperbaiki hubungan denganmu, maafkan aku"


"Tidurlah ini sudah malam, lagian hubungan kita baik-baik saja kan"


Anita seperti benar-benar mengantuk dan bersiap-siap untuk tidur nyenyak.