Say You Love Me

Say You Love Me
Jalan-jalan



Anita terlihat keluar dari dalam kamar mandi. Sepertinya ia habis membersihkan dirinya.


Reyfan sudah terbangun dari tidurnya.


Mengingat hal semalam juga membuatnya tersenyum sendiri di atas ranjang.


Anita yang melihat itu merasa heran dengan apa yang sedang di pikiran suaminya.


"Kau sudah bangun, bagaimana keadaanmu sekarang,apa sudah membaik?"Terlihat Anita yang sedang menggosok-gosok rambutnya dengan handuk seraya mendekati istrinya.


Bukan hanya itu saja, tampilannya yang hanya memakai celana pendek tidur juga membuat Reyfan tercengang.


Sekaligus pahanya yang putih mulus juga tampak bersinar terang di matanya.


Kenapa dia terlihat seksi sekali hari ini!.


"Fan"


Melihat suaminya yang justru terdiam saat di tanya membuat Anita geram.


Sepertinya Reyfan terpana dengan pemandangan yang menarik di pagi hari di depan matanya itu.


"Mmm, seperti yang kau lihat,aku sudah baik-baik saja"Reyfan terlihat mengalihkan pandangannya. Namum Anita sudah tahu pasti kalau suaminya sedang memperhatikannya sejak tadi.


"Aku sudah memesan bubur ayam untukmu sarapan, pelayan mungkin akan segera mengantar kemari"


"Iya baiklah"


"Nanti langsung di makan mumpung masih hangat, jangan menungguku untuk menyuruhmu, karena sudah dingin tidak enak!"


"Iya iya.."


----------------


Setelah sarapan pagi Anita juga bingung harus melakukan apa.


Sementara ia juga tidak memiliki jadwal atau kegiatan pergi.Ia juga baru datang ke tempat ini, jadi ia tidak tahu daerah dan tempat wisata ataupun tempat-tempat indah yang ada di kota ini untuk di kunjungi.


Terlebih suaminya yang sedang sakit juga membuatnya tidak bisa pergi kemana-mana.


Sementara Reyfan yang terus melihat istrinya menatap pemandangan dari balik jendela hotel membuatnya mendekat.


"Kau ingin pergi kemana hari ini?"


"Tidak ada,aku tidak ingin pergi kemanapun"


"Tapi aku merasa bosan di sini terus,ayo kita pergi keluar"


"Fan,kau belum pulih,kita tidak mungkin pergi keluar"


"Tapi aku sudah sembuh"


"Baru tadi pagi kan kamu baru sembuh. Jika kita pergi dan kalau terjadi apa-apa padamu bagaimana?,jika kau pingsan bagaimana?,lalu siapa yang akan menolong mu?"


"Kan ada prajurit kita di depan"


"Prajurit?, prajurit apa maksud mu?"


"Lihatlah sendiri!"


Reyfan tampak tersenyum kecil melihat istrinya yang bingung dan langsung berjalan ke arah pintu.


Lalu di lihat oleh Anita saat ia sudah membuka pintu. Sudah ada 6 orang yang sedang berdiri sigap memakai seragam kerja di depan ruangan kamar itu.


Kenapa mereka ada di sini?, itukan anak buahnya Papa Rey,apa mereka juga bertugas untuk mengawasi orang berbulan madu.


Anita bergegas menutup pintu kembali.Terlihat juga para anak buah yang ada di depan ruangan itu juga menganggukkan kepalanya melihat kehadiran Anita tadi.


"Kenapa mereka semua ada di sini?"


Anita pun bingung dengan kehadiran mereka yang tiba-tiba.


"Bukankah kau yang memberitahu Papa tentang keadaanku semalam?"


"Aku hanya menjawab pertanyaan Papa karena kebetulan ia menanyakan kabar kita semalaman, jadi aku menjawab apa yang sebenarnya terjadi padamu"


"Iya begitulah makanya mereka datang ke mari, mereka juga yang akan mengawal kita selama bulan madu berlangsung. Bukan hanya itu saja, segala apapun yang mereka dapatkan dari sikap kita pasti akan di laporkan kepada Papa,baik dari berbagai bukti foto, rekaman, video atau apapun itu,aku sudah hafal dengan semua ini"


"Segitunya mereka harus mengikuti kita?. Mendengarnya saja sudah membuatku merasa risih, bisakah mereka di suruh kembali saja"


"Silahkan saja jika kau berani menentang perintah Papa,aku juga merasa pasrah sekarang"


Maafkan aku Anita aku harus berbohong kepadamu,ini demi kebaikan kita berdua.


Apa yang di sembunyikan oleh Reyfan?, dan apa maksud yang ia katakan dari berbohong itu.


Apakah ia sedang menyembunyikan sesuatu dari istrinya.


"Ya kenapa jika kau tidak menginginkan semua ini tapi kau selalu memaksakan dirimu?. Bilang saja kalau kau tidak ingin bulan madu!. Kau juga tidak ingin dikawal kan sebenarnya"


"Sudahlah ayo kita jalan-jalan!"Reyfan malah menarik tangan istrinya begitu saja untuk segera keluar dari kamar itu.


"Fan..Fan,kau belum sembuh Fan!. Kita mau kemana?"Anita sudah khawatir sendiri mengingat keadaan Reyfan semalam.Ia takut terjadi apa-apa nantinya jika Reyfan memaksakan diri untuk tetap keluar hotel.


"Aku baik-baik saja Anita, tenanglah,kan ada banyak prajurit"


"Terserah kau saja!. Jika terjadi apa-apa padamu aku tidak ingin menanggungnya yah"


Reyfan tidak mendengarkan ocehan istrinya itu.Ia terus menarik istrinya untuk turun dari hotel agar bisa berjalan-jalan.


Melihat itupun justru membuat Anita mengerutkan dahinya sendiri.


Kenapa dia tiba-tiba bersikap seperti ini?, kesambet apa setelah ia sakit semalam.


Ohh..ataukah ia sedang berakting karena ada banyak prajurit ini, jadi laporan yang akan tersampaikan kepada Papa Rey akan baik-baik saja kan.


Anita masih terdiam dan hanya menatapnya aneh. Bahkan ia merasa enggan untuk menggandeng tangan suaminya itu.


"Ini demi kebaikan kita berdua, mereka pasti akan melaporkannya pada Papa, karena salah satu dari mereka juga pastinya membawa kamera"


"Iya benarkan, sudah kuduga!"


"Apanya?"


Setelah menengok ke belakang Anita juga melihat salah satu dari mereka yang ber-kalungan kamera.


Mau tidak mau Anita harus merangkul tangan suaminya dengan penuh akting yang menyebalkan ini.


"Mau sampai kapan kita akan berakting seperti ini,aku sudah lelah"


"Sudah lelah atau memang sudah ada pengganti baru di hatimu,ya kan"


"Iya setidaknya kita saling menyukai bukan malah saling akting seperti ini, lagian Zayn ganteng,baik dan pengertian pula"


Reyfan yang mendengar itu semua merasa geram dan terus meremas tangan istrinya yang sedang ia gandeng itu.


"Aw.. sakit,apa yang kau lakukan?"


"Diam, bisakah kau berhenti mengoceh!"


Aku tidak suka Anita jika kau terus membahas lelaki itu, sehebat itukah lelaki yang kau banggakan itu.


Lihatlah saja nanti.


Mereka berjalan di sebuah alun-alun yang ada di tengah kota besar ini.


Terdapat banyak orang yang sedang bersantai-santai dan menikmati pemandangan juga.


"Aku haus"


"Iya sudah mau minum apa?


"Tuh"Anita menunjuk sebuah banner jus alpukat yang terlihat sangat segar dari salah satu penjual keliling di sekitaran alun-alun ini.


"Tidak!, jangan makan ataupun beli jajan sembarangan Anita!"


"Fan, please aku haus" Memohon dengan raut wajah seimut dan mata yang berbinar penuh harap.


Reyfan yang melihat semua itu menjadi luluh seketika.


Kalau kau sampai memohon imut begini aku bisa apa, kenapa kau selalu menggunakan wajahmu yang manja itu.


"Iya.. iya baiklah, hanya sekali saja jangan nambah lagi!"


"Siap" Anita tampak senang dan mendekat ke arah gerobak jualan itu.


Tak lama mungkin sekitar 15 menit karena mengantri Anita berhasil mendapatkan satu gelas just alpukat segar itu.


Tampak ada campuran coklat di dalamnya.


Anita langsung menyeruput minuman itu dengan nikmat di depan suaminya.


"Kau tidak menawariku dulu?. Tidak sopan sekali kepada suamimu!"


"Kau sendiri yang bilang jangan jajan sembarangan kan,iya sudah aku tidak ingin menawari-mu"


Cih, pintar sekali kau menjawab.


"Aku juga haus kali"


"Iya udah beli sendiri lah!"


Hari yang cukup terik membuat Reyfan juga merasa haus dan ingin minum yang segar-segar.


"Bang,beli sedotan satu!"


"Sedotan?"Anita sudah curiga,ia sudah mengamankan gelas jus miliknya itu dari suaminya.


Terlebih uang yang di diberikannya kepada Abang jus itu juga sangat banyak,ini membuatnya bingung.


"Kenapa kau hanya beli sedotan saja?"


"Sebagai hukuman karena kau tidak sopan kepada suamimu kau harus berbagi denganku!"


"Tapi uang yang kau berikan untuk beli sedotan itu sungguh banyak Fan, bisa beli 10 gelas kan, kenapa kau tidak mau beli sendiri,aku tidak mau berbagi dengan mu"


"Iya sudah" Reyfan langsung mengalihkan pandangannya ke arah para pengawalnya itu."Lihatlah sikap Nona muda kalian ini!, laporan saja pada Papa,ia tidak ingin berbagi dengan suaminya yang bahkan sedang kehausan ini"


"Reyfan, iya iya aku bagi"Anita tampak begitu kesal melihat sikap Reyfan yang memanfaatkan suasana agar ia yang terlihat bersalah di mata para pengawal dan akan di laporkan kepada Papa mertuanya itu.


Hahaha, gampang sekali untuk menaklukkan istriku.


Dan akhirnya keduanya minum satu gelas berdua agar terlihat romantis.


Ini termasuk ulah murni Reyfan yang jahil dan bukan kemauan istrinya.


Ia sengaja melakukan hal ini agar lebih dekat lagi dengan istrinya.