Say You Love Me

Say You Love Me
Mimpi yang menyebalkan



Di bangku panjang di sebuah taman bunga terlihat pasangan kekasih yang sedang duduk bersama.


Mereka tampak serasi dan tersenyum bahagia saling memandang satu sama lain.


Wanita itu juga tampak cantik memakai gaun putihnya yang indah dan menawan saat di pandang.


Hingga membuat lelaki itu tidak bisa berkedip memandangi kecantikannya yang begitu mempesona.


"Anita,kau sangatlah cantik hari ini"


"Hah...?"Tersenyum sendiri mendengar pujian itu,ia terlihat malu-malu.


"Aku mohon jangan memujiku seperti itu,aku jadi merasa malu"wanita itu terlihat sekali tersipu malu dengan manis.


Bahkan senyuman manisnya juga terlihat merekah kemana-mana.


Tampak lelaki tampan itu sedang tersenyum manis sambil memegangi tangan Anita lembut.


Ia bahkan terlihat memujinya dengan hangat dan penuh cinta.


"Zayn..."


"Iyah.."


"Kau juga sangat tampan,aku benar-benar beruntung bisa bertemu dengan lelaki seperti mu di dunia ini. Kau tahu?,berkatmu aku jadi merasa nyaman dan senang,aku bisa merasakan rasa keindahan cinta yang sesungguhnya. Terimakasih Zayn"


Keduanya tampak saling pandang dan saling tersenyum.


Mata Anita yang cantik tampak berbinar-binar penuh bahagia menatap Zayn dari sekat.


Tatapan itu semakin lama semakin lekat dan hangat penuh cinta.


"Anita..."


"Iyah.."


"Aku ingin..."Bahkan kedua wajah mereka terlihat saling mendekat untuk mendekatkan bibir mereka.


Sepertinya mereka akan berciuman mesra di bangku panjang di sebuah taman bunga itu.


"JANGANNN!"


Teriakan keras tiba-tiba memenuhi seluruh penjuru ruangan kamar hotel itu di tengah malam.


Teriakan yang tiba-tiba itu juga mengagetkan Anita yang sedang tertidur pulas tadi.


Sementara lelaki yang berteriak keras itu tampak bingung dan terengah-engah menatap kesana-kemari dengan bingung.


Perasaan tadi ia berada di sebuah taman yang indah sebagai figuran sebuah pasangan.


Dan ternyata sekarang Reyfan hanya berada di satu ruangan yang sedikit remang-remang karena cahaya lampu tidur.


"Ohh...,ini hanyalah mimpi"Mengusap kepalanya karena tidak percaya. "Aku mimpi apa?!. menjijikkan sekali!"


Reyfan tersadar dengan kesal karena ternyata itu hanyalah mimpi yang menjengkelkan.


Namun sebagian hatinya merasa lega untuk semua itu karena ini cuma mimpi.


"Apa maksudmu berteriak seperti itu Fan?,kau sungguh mengagetkanku!,apa kau ingin membangunkan seluruh penghuni hotel?"


"Aku hanya bermimpi buruk"


"Cihh, semoga mimpi itu jadi kenyataan,biar kau puas"


"Tidak!,kau gila!"


Anita terbelalak mendengar suara Reyfan yang bernada tinggi di tengah malam.


Kegelisahan wajahnya juga ingin membuatnya tertawa.


"Tidak akan menjadi kenyataan!, karena aku tidak rela!"


Menjawab dengan penuh keseriusan Reyfan. Istrinya yang hanya berniat bercanda dengan perkataannya tadi menjadi penasaran dengan mimpinya itu.


"Memang kau mimpi apa?,ayo ceritakan, kenapa kau merasa kesal sekali?"


"Tidak, tidak ada. Lupakan saja,ini mimpi tidak penting"


"Cihh, sudahlah terserah kau saja, mimpi tidak penting tapi sangat kau khawatirkan,aneh!"


Anita menarik selimutnya kembali karena merasa begitu ngantuk.


Sementara suaminya pun sama mencoba berbaring kembali untuk tidur.


Tapi mimpi itu benar-benar membuatnya terbayang-bayang dan merasa cemburu di malam ini.


Apa pun itu aku harus menjauhkan mereka berdua.


Jika tidak Anita dan Zayn akan semakin dekat. Menjijikkan!


--------------


Pagi hari ini Reyfan kembali sibuk menatap layar leptopnya.


Sebagai seorang atasan tentunya memiliki pekerjaan yang sangat rumit dan banyak sekali untuk di kembangkan.


Ia terlihat sibuk juga dengan ponselnya.


Senyum-senyum manis juga terpapar di wajahnya di pagi hari yang sejuk ini.


Lalu ia terlihat menelfon seseorang dengan ponselnya.


"Halo Zayn"


Zayn!, sekarang dia mulai semakin melonjak dan berani terang-terangan yah!


Dia benar-benar keterlaluan.


"Maaf aku mengganggu mu di pagi hari,aku hanya ingin mengucapkan selamat ulang tahun untukmu, semoga bahagia,sehat dan sukses selalu"


Ternyata Zayn berulang tahun hari ini. Jadi Anita mengucapkan ucapan hangat penuh doa yang mulia untuknya hari ini.


"Hah,apa... bertemu?, belum bisa Zayn. Mungkin sekitar satu Minggu lagi kita baru bisa ketemu"


Anita terlihat asik mengobrol dengan lelaki itu di telefon.


"Ohh...ada pesta besar sekaligus pameran yah,aku belum bisa untuk Minggu ini, mungkin aku baru pulang Minggu depan,tapi aku pengin ikut,hehe...,tapi apa kau.."


SSSTT!


Ponsel itu langsung tergenggam di lelaki itu dengan kesal.


"Berhenti berbicara dengan istriku!,kau tidak memiliki akal dan pikiran hah?,ini masih pagi loh,ini jam berapa kau berani mengganggu istri orang?"


Tidak ada sahutan di dalam panggilan itu, bahkan tampak begitu sunyi tidak bersuara sedikitpun.


Anita juga terlihat menutup mulutnya dengan tangan karena menahan tawa.


Sebenarnya ia hanya berniat untuk mengetes dan mengerjai Reyfan.


Dan ternyata ini berhasil dan memancing emosinya.


"Halo...,halo.."Merasa curiga dengan istrinya yang terlihat menutup tawa dengan jemari tanganya.


Dan ia juga heran dengan tidak adanya sahutan dari panggilan itu.


"Apa ini?,kau sedang mengerjai ku di pagi hari"melihat ponselnya yang menyala dan tidak ada panggilan yang berlangsung di ponsel itu membuatnya merasa kesal lagi.


"Apa sebenarnya kau cemburu antara hubunganku dengan Zayn, Reyfan?".Pekik Anita langsung


"Katakan kepadaku!,kau sedang mengerjaiku kali ini?"Reyfan terlihat marah beneran, karena ia sudah terbakar api cemburu terlebih dahulu.


"Hehe..."Malah tertawa kecil sambil mengulurkan tangannya." Berikan ponselku!,aku ingin menghubungi Zayn, karena dia sedang berulang tahun hari ini"


"Tidak akan aku berikan!,aku melarang mu berhubungan dengan Zayn mulai dari sekarang!"


"Kenapa?,kau cemburu kan?"


Anita berdiri dari tidurnya mendekati Reyfan untuk merebut ponselnya.


"Kau adalah istriku Anita,jadi kalau kau melakukan apapun itu harus dari izin suami"


"Iya.. tapi katakan dulu kalau kau cemburu dengan semua ini!,aku juga tahu apa yang sedang kau kerjakan di leptop mu,kau sedang menelusuri karir ku kan?"


"Tidak juga,aku hanya melihat-lihat seberapa besar kemampuan mu di bidang ini, dan ternyata cukup lumayan"


"Lalu kenapa kau melarang ku untuk berhubungan dengan Zayn, sedangkan dia memang lawan mainku sejak awal kan?"


"Aku memang tidak suka denganya, kalau aku tidak suka ya tidak"


"Fan..."Suara lembut Anita memanggilnya dengan penuh tatapan hangat."Mau sampai kapan kita akan terus seperti ini?


Kita bahkan sudah lebih dari seminggu berbulan madu kan"Anita tampak berbicara serius namun sangat lembut di dengar. Bahkan lebih konyolnya lagi ia sambil memainkan ujung baju suaminya seperti anak kecil yang sedang merengek.


Dia sedang melakukan apa ini?, apa dia sedang menggodaku di pagi hari.


"Apa kau tidak ingin...,kau tidak ingin...."Anita semakin menarik-narik bajunya memberikan kode keras.


Reyfan pun menjadi lengah dan terdiam menunggu perkataan istrinya yang mendebarkan itu.


"Apa kau tidak ingin..."


Tidak ingin apa maksudnya?,apa yang dia inginkan.


"Apa kau tidak ingin mengembalikan ponselku?"


SSSTT!, HAHA...


Akhirnya ponsel itu berada di genggaman Anita saat Reyfan terlalu lengah tadi.


Cihh,sial!. Aku kira dia meminta sesuatu.


"Kau tegang ya Fan?"


"Apa kau bilang?"


"Tidak, wlee..."Anita tampak menjulurkan lidahnya untuk meledek Reyfan, sambil berlari ke kamar mandi.


"Awas saja kau nanti malam, beraninya membuatku kesal di pagi hari. Apa maksudnya tegang?"