
Reyfan langsung membaringkan istrinya di atas ranjang.
Anita terlihat kesakitan dan pucat sekali sambil memegangi perutnya.
Lebih kaget lagi dengan lengan tangannya yang terdapat bercak darah karena menggendongnya tadi.
"Da... darah apa ini?"
"Sudah aku bilang aku datang bulan, belikan aku pembalut wanita Fan!"
"Hah"
"Aku mohon..,perutku sakit sekali"
"Jangan konyol Anita.., bagaimana juga cara membelinya coba?"
"Ya ampun tinggal beli saja,perutku sakit sekali..huhu..,aku tidak memiliki persediaan pembalut karena aku juga lupa untuk membawanya Fan,aku mohon.."
"Bukankah dari hotel juga di kasih begituan kan?"
"Aku tidak biasa pakai yang lain Fan,aku hanya pakai merek xxxx. Cepetan aku mohon Fan, beliin.."Dengan rona wajah yang memerah dan begitu memohon karena kesakitan.
Apalah daya Reyfan untuk menolak permintaan itu jika sudah melihat wajah istrinya yang begitu pucat.
"Iii...i..iya sudah"
Ada-ada saja.
Kenapa wanita menyeramkan sekali kalau sedang datang bulan,bisa berdarah seperti itu.
Beberapa menit kemudian Reyfan kembali ke kamar hotel dengan membawa apa yang di minta istrinya tadi.
Anita terlihat anteng tengkurep di atas ranjang.
"Hey, jangan bilang kau pingsan.Anita..."
"Mana ada pingsan bilang-bilang. Mana?"
"Ini, apakah yang ini?"
"Yah..,ini pasti bukan kau yang membelinya kan,kau pasti menyuruh seseorang untuk membelinya"Anita terlihat berlari ke arah kamar mandi sambil memegangi perutnya.
"Sudah aku bawakan bukannya berterima kasih malah mengoceh, dasar wanita"
--------------
Hari sudah mulai gelap.
Sejak membersihkan dirinya Anita tiduran di atas ranjang sampai tertidur pulas.
Magrib-magrib malah tidur.
"Anita bangun,jam segini jangan tidur!"
"Siapa yang tidur si Fan,aku hanya tiduran"Anita juga masih terlihat pucat sekali. Ternyata dia hanya memejamkan matanya sejak tadi.
"Sebentar lagi dokter datang"
"Iya ampun aku sudah terbiasa begini Fan, kenapa harus panggil dokter segala?"
"Mungkin kau sudah terbiasa seperti itu Anita, tapi aku tidak terbiasa melihat wanita kesakitan..."
"Cihh, terserah kau saja"
Anita terlihat mencibir sengit penuh dengan tawa kecil mendengar perkataan suaminya yang lumayan perhatian itu.
Namun ekspresi suaminya justru terlihat serius dan peduli sekali kepadanya.
Reyfan benar-benar belum pernah melihat wanita kesakitan di depannya, jadi melihat keadaan istrinya yang seperti ini membuatnya khawatir dan gelisah sendiri.
Terlebih jadwal sore ini yang harusnya ke pantai dan makan malam di luar menjadi tertunda karena Anita yang sakit perut.
Tak lama panggilan masuk tiba-tiba datang ke ponsel Reyfan. Sepertinya dokter yang sedang ia panggil sudah datang di depan kamar hotelnya.
Dan ternyata benar, Reyfan terlihat berjalan ke arah pintu dan membukakan pintu untuk tamunya itu.
"Masuklah..!"
"Terimakasih Tuan muda"
"Tolong periksa istriku..!, dia sakit perut"
"Baik Tuan muda"
Dokter itu segera menghampiri Anita yang terbaring di atas ranjang.
Dia benar-benar mengundang dokter?, memalukan sekali!.
Padahal ini adalah nyeri haid biasa.
"Permisi Nona,mari saya periksa"
"Iya Dok"
Keduanya terlihat terbelalak dan bertatapan lama ketika saling melihat satu sama lain.
"Rendi..."Anita tiba-tiba memanggil nama dokter itu setelah terdiam lama, sepertinya mereka saling kenal.
Apa-apaan ini!, sekarang mereka saling kenal?.
Rendi!, siapa Rendi?
Reyfan yang mendengar keduanya saling memanggil nama merasa heran sekaligus kesal.
"Kau masih merasa sakit juga saat menstruasi?"
"Iya begitulah,kau benar-benar menjadi seorang dokter sekarang?"
Oh, jadi gitu yah lelakimu banyak!
Ehh, keduanya malah mengobrol akrab.Ini membuat Reyfan bermuka masam mendekati keduanya ke arah ranjang.
"Seperti yang kau lihat"Rendi terlihat tersenyum kecil."Emm..sebaiknya
aku memeriksa mu dulu"
"Iya baiklah.."
Siapa yang memanggil dokter itu? kenapa tidak perempuan saja dokternya, menyebalkan sekali!.
Rendi terlihat memeriksa Anita dengan penuh ketenangan dan serius.
Sebenarnya Anita merasa begitu malu saat bertemu dengannya setelah sekian lama. Terlebih ini di dalam hotel dan di periksa langsung olehnya.
Tentunya Rendi juga tahu pasti kalau Anita dan suaminya sedang berbulan madu.
"Menurutku semuanya normal.Memang kontraksi otot rahim akan bekerja lebih kuat atau bahkan bisa di bilang kejang saat datangnya menstruasi bagi semua wanita. Tapi pemicu nyeri yang berlebihan juga bisa terjadi karena adanya peningkatan hormon prostaglandin yang berlebih akibat stres ataupun makan berlebihan.Jadi sebaiknya Nona mengatur pola makan anda yang teratur mulai dari sekarang"
"Panggil saja aku Anita, jangan membuatku tidak nyaman,kita sudah kenal sejak lama kan"
"Itu dulu,tapi sekarang kau istrinya"
"Iya itu sekarang, dulu juga sama saja kau selalu memanggil ku Nona karena aku anak Papa Devino kan"
"Hehe.. benarkah?,aku sungguh lupa itu"
"Lupa?, atau sengaja melupakan?"
"Hehe bisa saja kau Anita. Aku akan pakaikan penghangat perut untukmu,biar rasa sakit mu cepat mereda"
Dokter itu menempelkan sebuah plester penghangat dengan lembut ke perut Anita.
"Ehem...ehem"
Jiwa kesal ini sudah semakin meronta melihat istrinya di sentuh orang lain. Terlebih orang itu terlihat akrab dengan istrinya.
Bahkan tadi di iringi dengan canda dan tawa,ini membuat Reyfan semakin kesal dan menyesal karena mengundang dokter sepertinya.
"Ini ada obat pereda nyeri Anita, dan ini ada vitamin juga untuk kekebalan tubuh,agar imun tubuhmu tidak semakin ngedrop di malam hari karena nyeri berlebihan yang kau rasakan. Aku rasa darahmu juga rendah,jadi sebaiknya perbanyaklah waktu untuk tidur dan istirahat. Bila perlu kau harus mengkonsumsi makanan yang dapat menambahkan darah"
"Baiklah, terimakasih banyak atas informasinya Dok"
"Hm.."
"Maksudku Rendi. Hehe .."
Bercanda lagi!
"Istriku baik-baik saja kan?, dia tidak ada masalah kan?, tidak ada yang perlu di khawatirkan kan?"
"Tidak Tuan muda, mungkin butuh waktu 2 sampai 3 jam untuk Nona kembali normal seperti semula agar tidak merasakan nyeri lagi. Ia juga memang sering seperti ini sejak lama,jadi mohon pengertian anda saat istrinya menstruasi"
"Baiklah, terimakasih atas semuanya Dok anda boleh pergi sekarang, karena kami perlu istirahat. Selamat malam dan selamat istirahat"
"Baiklah, terimakasih kembali dan selamat malam. Mari Anita semoga cepet pulih"Dokter itu terlihat tersenyum sambil berpamitan mendengar perkataan Reyfan.
Apa-apaan ini,apa dia mengusirnya!.
"Baiklah, terimakasih banyak dokter hati-hati di jalan"
"Sama-sama,mari..."
Dokter pun segera pergi meninggalkan ruangan itu.
Sementara wajah Reyfan terlihat sangat masam menatap istrinya..
Kenapa bisa kebetulan begini?, kenapa dia bisa mengenali dokter itu?
Ternyata lelakimu banyak juga yah!.
"Dia siapa?, kau kenal dekat dengannya?"
"Entahlah, bukankah kau yang mengundang dokter itu!"
"Bukan aku,tapi pengawal yang mengundangnya. Tapi ternyata kau mengenali banyak lelaki yah. Oh....apa memang lelakimu banyak?"
"Iyalah!,apa kau tidak sadar juga istrimu ini cantik.."
Anita terlihat santai menatap Reyfan bahkan ia terlihat tersenyum senang untuk meledeknya. Ini membuat Reyfan semakin kesal.
Cihh, menyebalkan sekali!.