
Hari ini Anita sedang sibuk di dapur sambil menatap layar ponselnya.
Ia ingin membuat omelette untuknya dan suaminya sarapan.
Menyiapkan sayuran tomat dan bahan lainnya untuk membuat masakan itu.
Ia juga tidak tahu bagaimana caranya untuk memecahkan telor dengan baik.
Sudah berulang-ulang kali ia mencoba memecahkan telor itu tapi tetep saja belepotan dan tumpah kemana-mana.
"Kau sedang buat apa?"
"Aku hanya ingin memasak telor untuk sarapan sama roti tawar, tapi aku tidak bisa membuka telornya"
Reyfan mengambil telor itu dari tangan istrinya.
Ia yang akan mengajari istrinya cara memasak telor omelette yang benar.
"Aku rasa kau harus mengikuti kursus masak, supaya bisa menjadi istri yang pandai memasak untukku"
"Oke baiklah,jika itu mau mu"
"Jadi kau akan melakukan apapun yang aku katakan?"
"Iya,jika ini yang akan membuatmu puas"
Segala ucapan Reyfan baik itu canda ataupun tidak akan selalu di anggap serius oleh Anita.
"Jika kau keberatan aku tidak memaksa, mintalah beberapa pelayan untuk membantumu jika kau mau"
"Ting tong..ting...tong"
"Siapa pagi-pagi begini?,kau mengudang seseorang kemari?"
"Tidak, coba cek saja ke depan!, siapa tahu Mama atau Papa yang datang"
Anita bergegas berjalan ke pintu masuk rumahnya.
Terdapat perempuan yang sedang berdiri di depan pintu sambil membawakan tentengan.
"Kau?,ada apa kau kemari?"Tanya Anita heran dengan kekasih Reyfan yang benar-benar tidak tahu waktu saat datang bertamu.
"Hay, Anita yah?, aku hanya mampir saja kok.Ini aku bikinin makanan kesukaan Reyfan, biasanya ia selalu sarapan dengan ini di pagi hari"
"Apa maksudnya ini?!,kau tidak sadar Reyfan sudah memiliki istri. Istrinya bisa membuatkan sarapan sendiri untuknya!"
"Cih benarkah?,aku dengar kau tidak bisa memasak yah"
Apa Reyfan yang memberitahu hal ini kepadanya,apa dia tidak pernah berpikir bagaimana perasaanku saat mendengar hal ini dari mulut orang.
"Kata siapa?,kau saja yang tidak tahu tentang diriku,aku juga sedang memasak bersama suamiku. Bawa saja makananmu kembali ke rumah, karena kita tidak menerimanya!"
"Heh, beraninya!. Reyfan..."
"Pergilah dari sini!" Anita langsung menutup pintu rumahnya rapat-rapat.
"Reyfan aku sudah membawakan sarapan untukmu Reyfan, Reyfan!"Teriakan wanita itu yang terdengar dari depan rumahnya yang berharap Reyfan keluar rumah.
Nggak malu apa teriak-teriak!.
Kemudian ketika Anita mulai melangkah ke ruang tengah Ponsel suaminya bergetar.
Terlihat panggilan dari wanita yang ada di depan rumahnya tadi.
Beruntungnya Reyfan sedang berada di dapur, jadi ia tidak mengetahui panggilan masuk itu.
Sebenarnya Anita sudah merasa sangat kesal dan geram sejak tadi.Namun ia mencoba untuk menahan amarahnya.
Rebut hati suamimu dengan cara mu sendiri Anita.
Tunjukkan bahwa kau bisa menjadi seperti yang ia inginkan!.
Kau lebih darinya Anita, tunjukkan kalau kau bisa melayani suamimu dengan baik.
Anita berjalan ke dapur tanpa membawa apapun untuk menemani suaminya kembali.
"Siapa yang datang?"
"Bukan siapa-siapa, hanya tukang paket"
"Ohh,Potonglah daun bawang seperti apa yang aku contohkan ini!"
"Baiklah" Menerima talenan itu dengan lapang dada,walupun ia sendiri tahu hatinya sedang merasa kesal dengan wanita itu sekaligus suaminya juga.
Kau memberitahu tentang aku yang tidak bisa memasak dengan Sintya itu?,apa maksudnya ini?.
Kau menjelekkan istrimu di depan orang lain?.
"Sabar Anita sabar"
"Apa yang sabar?"
"E'... tidak, ternyata memasak itu menyenangkan juga"Mencari alasan lain dengan pertanyaan suaminya itu.
"Nggak jelas!"
Maafkan aku Fan,sebenarnya Sintya yang datang tadi. Tapi aku bilang itu tukang paket.
Padahal aku sudah mencoba untuk mengerti tentang hubungan kalian berdua, tapi aku tidak bisa dengan itu,jujur saja aku cemburu Fan!.
"Aww..ah sakit sekali"Karena terlalu banyak melamun dan memikirkan sesuatu Anita tidak konsen saat memotong daun bawang, sampai-sampai ia tak sengaja memotong jarinya sendiri.
"Kenapa,kau terluka?"
"Iya, hanya sedikit, tapi tidak papa"lanjut memotong daun bawang itu dan."Aww..aduh sakit sekali"
"Ya ampun Anita, sudahlah jangan di lanjutkan kalau kau tidak bisa!"Terlihat panik Reyfan."Lihat tanganmu berdarah!"
Menuntun istrinya untuk masuk ke ruang tengah agar di obati lukanya.
Terlihat raut wajah Reyfan yang sangat kesal melihat kejadian ini.
"Jika kau tidak bisa melakukan apapun jangan melakukan apapun!.Aku akan mencari beberapa pelayan untuk melayani mu di rumah ini"
"Tidak usah!,aku juga ingin mandiri untuk diriku sendiri, biarkan aku yang mengerjakan semuanya"
"Kau ingin mandiri atau menyiksa diri?aku tidak ingin terjadi hal seperti ini lagi dan membuat orang tua kita salah paham nantinya!"
"Aku bukan anak kecil lagi Fan, sudah semestinya aku belajar mandiri"
"Aku tahu,tapi kau tidak seharusnya memaksakan diri kan,kau sudah terbiasa hidup enak dan di layani Anita"
"Aku juga tahu kehidupanku seperti itu Fan,tapi kenapa kau terlihat begitu benci denganku,apa aku salah jika aku berusaha menjadi yang lebih baik lagi untukmu!"
Anita terlihat begitu kesal,ia bahkan meninggalkan tempat duduknya untuk kembali ke kamar.
Reyfan terdiam,ia juga baru sadar kalau ucapannya itu keterlaluan.
Aku tahu pernikahan ini bukanlah karenanya,tapi kenapa aku selalu merasa kesal saat bersamanya.
...----------------...
"Anita, maafkan aku karena sikapku tadi.Mungkin aku keterlaluan"
"Tidak papa,ini bukan salahmu.Lagian aku juga tahu,aku juga tidak sehebat kekasihmu yang luar biasa itu"
"Tahu tentang apa kau tentang kekasihku?"
"Kekasihmu yang pandai memasak itu kan dan aku tidak"Meletakkan ponselnya di atas meja dekat ranjang."Aku rasa aku harus kembali kuliah besok"
"Mau bawa mobil sendiri atau bagaimana?"
"Jika kau tidak berkenan untuk mengantar ku tidak papa,aku akan bawa mobil sendiri"
"Aku yang akan mengantarmu besok, sekalian ke kantor"
"Baiklah,jika kau tidak keberatan"
"Drettt.. drettt.. drettt"Ponsel bergetar di sela-sela pembicaraan mereka.
"Angkatlah!,siapa tahu itu penting"Anita langsung membaringkan tubuhnya dan tidur menarik selimutnya.
Reyfan terlihat pergi meninggalkan ranjang untuk menerima panggilan itu.
Tak lama ia kembali dengan terburu-buru dan membuka lemari pakaiannya.
"Kau mau kemana?, kenapa kau memilih baju?"
"Aku ada urusan,aku harus keluar sebentar"
"Ada urusan atau mau menemui kekasihmu?"
"Yah aku akan menemui Sintya, kasian jika dia pulang sendirian"
"Memang dia dari mana malam-malam begini?,kau tidak kasian kepadaku juga?,kau juga akan pergi meninggalkan istrimu sendirian"
"Tapi kau di rumah. Aku sedang terburu-buru jadi jangan berbelit-belit,aku harap kau mengerti!"
Reyfan tidak tahu betapa takutnya Anita saat sendirian di tinggal.
Ia takut gelap dan ia juga takut sendirian.
Sementara mata ini juga sudah berkaca-kaca menatap kepergian suaminya karena tidak rela di tinggal.