
Di dalam perjalanan menuju kekantor Reyfan juga tampak murung, terlihat sekali dari raut wajahnya yang kusam.
Panggilan tiba-tiba masuk ke ponselnya.
Ponsel bergetar dan berdering keras pun tidak ia hiraukan.
Reyfan terlihat sibuk menatap jendela kaca mobil sambil melamun.
Bahkan Riko yang sibuk menyetir tidak berani untuk menyenggolnya.
Ponsel yang masih berdering itu juga ia diamkan begitu saja.
Lalu ponsel itu berdering kembali membuat Riko membuka mulutnya.
"Ada panggilan lagi tuan muda,siapa tahu itu penting"
Reyfan baru menoleh menatap ponselnya itu. Terlihat panggilan dari Papa Rey, ayahnya.
"Papa"
Akhirnya Reyfan bergegas untuk mengangkatnya.
"Halo Pa"
"Papa tunggu di kantor secepatnya!.Tanpa terkecuali!. Tut.."
What!
Ada apa dengan Papa, kenapa dia terlihat serius sekali.
Apa ada masalah?
"Riko"
"Iya tuan muda"
"Kau memiliki pacar?"
Hah,ada apa dengannya?, kenapa tuan muda bertanya seperti ini.
"Aku sudah memiliki istri tuan muda"
"Hah!"
"Bahkan aku sudah memiliki satu anak"
"Ka.. kapan kau menikah?,kau tidak mengundangku?. Sombong sekali!"
"Hehe... bagaimana aku bisa mengudang anda tuan muda,jika anda terlalu lama hidup di luar negeri"
"Kau sangat mencintai istrimu?"
"Awalnya tidak,aku bahkan sama sekali tidak mengenalnya"
"Apa!,bagaimana bisa seperti itu?"
"Aku menikahi perawat ibuku. Ibuku yang menyuruhku untuk menikah dengannya sewaktu ia sakit. Ceritanya panjang tuan muda, ibarat kata aku di jodohkan ibuku dengannya. Aku merasa bingung dan tidak terima waktu itu,tapi ibuku bilang insyaallah yang ibu pilihkan untukku adalah yang terbaik, begitulah katanya"
"Lalu?. Ceritakan lagi!,aku tertarik dengan ceritamu"
Eh.. inikan kehidupanku tuan muda, bukan cerita dongeng.
"Tuan muda tahu sendiri bagaimana kesibukanku sehari-hari sehingga lupa akan mengenal wanita. Mau tidak mau aku terima saja perjodohan itu dan menikah dengannya.
Kata ibuku dia wanita yang baik dan sederhana. Bahkan pengertian dan penyayang katanya.Tapi aku tidak tertarik dengan perkataan itu semua. Aku hanya mengiyakannya saja, karena tidak ingin berdebat dengan ibuku juga. Namun seiring berjalannya waktu dengan segala perhatian yang ia berikan kepadaku benar-benar membuatku jatuh cinta dan menyayanginya.Intinya tidak ada orang tua yang ingin mengatur kehidupan anaknya hanya untuk kebaikan mereka saja,melainkan untuk kebaikan anaknya sendiri. Kenali dan pahami bagaimana cara istri kita melayani kita dengan baik tuan muda, maka itulah bentuk cintanya. Bahkan ada yang rela berubah menjadi orang yang lebih baik lagi hanya demi mendapatkan hati pasangnya"
Apa yang di maksud dengan Riko itu seperti Anita.
Ia tidak bisa masak dan bahkan hanya bisa manja saja.
Tapi sekarang ia rela belajar masak, panas-panasan di kompor hanya demi melayaniku.
"Aku turun di kantor Papa,ada hal penting yang harus aku bahas"
"Baik tuan muda"
Tak lama mobil sudah sampai di depan pintu masuk perusahaan Papa Rey.
Pintu masuk juga terbuka secara otomatis jika terdapat tanda mobil pemilik perusahaan ini.
Mobil sudah terparkir di parkiran khusus milik mereka.
Reyfan langsung masuk ke pintu masuk utama untuk menuju ke lantai atas.
Sekitar Beberapa menit akhirnya Reyfan sudah berdiri di depan pintu ruangan ayahnya.
Kenapa Papa menyuruhku kemari?,apa ada proyek yang lebih besar lagi.
"Thok... thok"
Ternyata benar kehadiran putranya yang baru saja datang.
"Papa"
"Duduklah!, Papa akan berbicara hal yang sangat penting denganmu"
"Iya.. iya.."
Reyfan pun duduk di sofa itu menghadap ayahnya yang sedang duduk di sofa juga.
"Kau menggunakan uang 60 juta itu untuk apa?"
Kenapa tiba-tiba Papa menanyakan soal hal ini, bukankah sebelumnya ia tidak pernah menanyakan soal uang pengeluaran ku sendiri.
"Pa..Papa... hanya ingin menanyakan soal ini?"
"Iya tentu saja. Ayo jawab!"
"Aku menggunakannya untuk keperluan Pa, lagian papa tumben bertanya tentang pengeluaran uangku sendiri, bukankah ini uang Reyfan sendiri"
"Ini memang uangmu!, Papa tidak akan melarang mu untuk menggunakan apapun untuk membeli keperluan mu sendiri. Tapi yang Papa pertanyakan kenapa kau sampai belanja di sebuah toko tas yang harganya fantastis,apa kau membelikannya untuk Anita?"
Apa yang harus aku katakan sekarang.
Tas itu untuk Sintya buka Anita.
"A...a..aku.. itu, itu buat"
"Siapa?, kenapa kau bersama wanita lain di toko itu, kau masih berhubungan dengannya?"
"Papa mengetahui semua ini dari siapa?, apakah Anita yang bilang?"
"Anita tidak pernah bilang apapun pada Papa, bahkan bertemu saja tidak!. Sebaik itukah istrimu, hingga selalu diam atas segala perbuatan mu!. Dan kau menghabiskan uang segitu banyak untuk membelikan tas untuknya?, benarkah itu!"
"I.. itu semua karena...."
"Karena apa?, karena kau masih mencintainya!"
"Yah, Reyfan memang masih mencintainya Pa!, kemarin dia ulang tahun, makanya aku membelikan tas itu untuknya, maaf!
"Maaf?!,ini sungguh keterlaluan Reyfan, kau pandai sekali berbohong, dia yang memintanya kan, bukan inisiatif mu sendiri untuk membelikannya"
"Iya Pa tapi.."
"Tapi kau sungguh keterlaluan!,selain jalan denganya kau juga tidak memikirkan perasaan istrimu Reyfan!. Kau sudah menjadi suaminya tapi kau tidak bisa menjaga martabat mu sebagai seorang suami. Papa benar-benar kecewa kepadamu!"
Darimana Papa bisa mengetahui semua ini?
Apa papa benar-benar membayar mata-mata untuk membuntuti ku.
"Maafkan Reyfan Pa, Reyfan belum bisa melupakan Sintya, Reyfan masih mencintainya dan Reyfan..."
"Cukup!. Papa sangat muak mendengarnya!, Jangan sebut namanya di depan Papa!. Sekarang kau pilih dia atau Anita?"
"Pa..."
"Selama ini Papa diam!.Papa membiarkanmu melakukan hal ini dari sejak awal pernikahan.Papa tahu semuanya Reyfan, tapi Papa diam!.Dan sekarang, Papa sudah kehabisan kesabaran, Papa benar-benar tidak mengerti akan dirimu!.Papa kecewa, sungguh kecewa!"
"Maafkan Reyfan Pa, Reyfan janji akan berusaha untuk melupakan Sintya"
"Pilih keluargamu atau dia?!"
Reyfan terdiam lama, namun akhirnya dia menjawab juga dengan lembut.
"Keluarga..."
"Kalau begitu tinggallah dia!,demi keluargamu!. Apa seorang Anita itu kurang untukmu?, apa dia kurang cantik?,apa dia kurang baik?. Kurang baik apa dia untukmu Reyfan?"
"Ti..tidak ada,aku akui tidak ada kekurangan satupun darinya Pa, Anita wanita yang sangat baik untuk Reyfan"
"Kalau begitu cintai dia sepenuhnya,dia istrimu, tanggung jawab mu, jangan main-main dengan pernikahan,papa tidak akan segan-segan mencoreng mu dari keluarga!"
"Iya Pa"
"Papa tegaskan sekali lagi!, jika kau masih terus seperti ini, jangan anggap Papa ini ayahmu lagi!"
"Iya Pa, Rey...Reyfan janji!"
Reyfan tidak bisa melakukan apapun di saat ayahnya marah,walaupun sebenarnya hatinya juga terluka karena ini.
Namun,walaupun begitu Reyfan sangat menghormati orang tuanya.
Ia juga memiliki rasa bersalah atas segala perilakunya selama ini.
"Persiapkan dirimu untuk berbulan madu dengan istrimu, secepatnya!"
"Iya Pa..."