Say You Love Me

Say You Love Me
Memasak untuk suami



Siang ini Reyfan berserta rekan kantornya yang lain akan mengadakan meeting di ruang rapat.


Mereka semua sudah berada di dalam ruangan itu dan akan membahas tentang hal periklanan kantor.


"Sepertinya untuk prodak baru kita kita juga harus cari artis baru untuk iklan"


"Iya, mencari artis baru di ajang pencarian bakat permodelan bersama universitas xxx yang profesional"


"Kita juga harus mempunyai artis tersendiri untuk mewakili perusahaan kita"


Begitulah perundingan rumit yang sedang di hadapi di ruangan rapat itu.


Setelah berulang kali mengadakan pertemuan dan meeting akhirnya pencarian bakat model dan seminar akan di adakan besok lusa di universitas xxx"


...----------------...


Waktu sudah semakin sore.


Kini saatnya Anita pulang dari kampusnya.


Riko sudah standby untuk menjemput Nona mudanya di parkiran.


Melihat Riko yang sudah menunggu membuat Anita langsung masuk ke dalam mobil.


"Perusahaan Papa Rey sedang mencari artis permodelan dan mengadakan seminar lagi di kampus ini"


Ngomong sendiri sambil membuka sebuah brosur yang sedang ia pegang.


"Semoga saja gaun disain yang aku rancang dapat memuaskan hasil"


"Pastinya Nona, Disain baju yang anda rancang sangatlah bagus"


"Memang kau melihatnya?"


"Tentu saja,aku pernah melihat karya Nona yang terbaik tahun lalu"


"Aku juga tidak tahu akan menjadi desainer seperti ini, seharusnya aku juga ikut mengurus kantor papa,tapi sepertinya Fadil yang lebih ahli dalam bidang perusahaan"


"Ohh.. Tuan Muda kapan pulang Nona?"


"Entahlah, mungkin sekitar dua bulan lagi, karena ia juga harus menyelesaikan semester terakhirnya"


Yang di maksud Fadil adalah adik lelakinya Anita. Yang sekarang sedang berkuliah di luar negeri.


Ia juga tidak bisa menghadiri pernikahan kakaknya waktu itu.


Sesampainya di rumah ia langsung masuk ke dalam kamar untuk membersihkan diri.


Sementara Rico kembali ke kantor untuk menjemput Reyfan.


Selepas membersihkan badan Anita turun ke lantai bawah untuk menyiapkan makan malam untuk suaminya.


Walaupun Anita tidak bisa memasak, ia tetap berkeinginan untuk menyiapkan makan malam untuk suaminya.


Selain ingin hidup bersamanya,ia juga ingin menjadi istri yang baik untuk Reyfan.


Dengan susah payah ia duduk dan terdiam sambil menatap Layar ponselnya.


Menelusuri setiap beranda kuliner yang terpampang begitu banyak makanan di layar ponselnya.


"Mungkin aku hanya bisa bikin makanan yang mudah, praktis namun enak"


Terus memilih,dan pada akhirnya ia memilih satu menu ayam yaitu chicken katsu serta satu sayuran yang lain.


Karena bahan yang tidak sepenuhnya tersedia di rumah,membuat Anita langsung bergegas untuk belanja ke supermarket.


Walupun dengan perlahan ia harus memahami tentang bumbu dapur ia tetap mencoba sabar untuk mengenalinya.


Satu jam berlalu,kini ia sudah belanja semua bahan pokok tambahan dan sayur segar.


Kini ia mulai memasak di dapur sambil melihat tutorial di internet dengan penuh perlahan dan memahami.


Waktu sudah semakin sore, bahkan mungkin hampir segera petang.


Mengingat istrinya yang takut kesendirian membuat Reyfan bergegas untuk pulang ke rumah.


Seharusnya ia lembur hari ini.


Namun karena kantor ini juga miliknya jadi ia bisa dengan bebas untuk melanjutkan bekerjanya di rumah.


Dengan cepat Reyfan sudah turun di parkiran kantor. Ia akan segera masuk ke dalam mobil.


Namun seseorang tiba-tiba datang menghampirinya.


"Sayang,aku sudah menunggumu sejak tadi"Tersenyum manis penuh dengan kegirangan melihat Reyfan yang akan pulang itu.


"Kamu ngapain di sini?"


"Eh emang tidak boleh yah?,aku hanya ingin menemui mu saja Reyfan"


Jika sampai orang-orang kantor melihat keduanya pasti akan terjadi badai yang akan menghampirinya.


"Ih kok jutek si!,aku kan hanya mampir saja,ini aku bawakan makanan kesukaanmu"Mengulurkan tentengan coklat yang berisi makanan buatnya."Nanti jangan lupa di makam yah sayang"penuh senyuman karena Reyfan menerimanya.


"Oh..iya iya baiklah, terima..kasih sayang"


"Dah, muach.."


Suasana hati Reyfan memang sedang gonjang ganjing sejak siang.


Entah apa yang ada di pikirannya.


Sepertinya ia sedang memikirkan sesuatu yang terus saja menghantuinya.


Ia langsung masuk ke dalam mobil.


Lalu pulang ke rumah.


Tercium bau wangi dari arah dapur rumahnya.


Tak terlihat batang hitung istrinya saat ini.


Namun tak lama setelah mendengar mobil terparkir di halaman rumah,Anita terlihat keluar dari lorong dapur sambil membawa masakannya yang sudah jadi.


"Kau sudah pulang, duduklah!"Anita menyambut suaminya dengan baik.


Mencopot jaz suaminya,jam tangan dan juga sepatunya yang ia kenakan.


Reyfan terdiam menatap dan memperhatikan Anita. Wajah dan rambutnya terlihat belepotan terkena tepung kemana-mana saat memasak tadi.


Bahkan tangannya yang masih terbungkus plester karena luka kemarin pun masih lengket melekat.


"Kau masak lagi?"


"Iya, sekalian belajar"


"Besok para pelayan akan datang, supaya bisa membantu dan menemanimu di rumah"


"Untuk apa?,aku bisa sendiri,lagian semuanya hanyalah pekerjaan ringan"


"Untuk menemanimu apabila aku lembur kerja dan pulang malem supaya kau tidak sendirian"


Sejak kapan dia mulai memperhatikanku,apa dia salah minum obat!.


"Iya sudah aku naik ke atas. Tapi apa ini?,apa kau sudah membeli makanan?"Melihat tentengan coklat itu membuat Anita penasaran akan Isinya.


"Oh bukan,ini hanyalah makanan sisa, paling sudah basi, nanti juga aku buang"


"Oh.. kebetulan aku juga akan buang sampah, nanti akan aku buang sekalian"


Gawat aku salah bicara lagi!.


Anita langsung berjalan menaiki tangga menuju ke lantai atas untuk menaruh barang-barang Reyfan.


Aku tidak mungkin bilang ini makanan dari Sintya, sedangkan ia sudah memasak makanan untukku sampai berkeringat begitu!


Melihat perjuangan Anita yang tidak pernah menyerah untuk membuatkan makanan untuknya membuatnya tersentuh.


Kali ini ia juga tergoda dengan hidangan yang di sajikan Anita.


Dari tampilan juga telah enak, menarik dan sempurna.


Dia ranjin sekali memasak demi melayaniku.


Anita kembali ke ruangan sambil membawa plastik berisi sampah dari kamarnya.


"Mana?,aku akan buang sampah?"


"Hah?,e'...secepat itukah kau akan buang sampah?"Terdengar bertanya aneh tak masuk akal.


"Pertanyaan aneh, tidak baik menyimpan sampah terlalu lama kan di rumah"


"Tapi ini biar aku saja yang membuangnya nanti,kau buang saja itu dulu"


"Tidak baik suami membuang sampah ke depan dan di lihat oleh tentangga"


Anita langsung mengambil tentengan itu dan terasa begitu berat isinya.


Karena penasaran ia melihat isinya.


Ternyata satu kotak makanan yang ada di dalamnya.


"Oh...kau mau membohongi istrimu?. Ini makanan dari Sintya bukan?,aku yakin kau tidak akan berani membuangnya. Baiklah..aku yang akan makan masakan aku sendiri"


Terlihat kecewa Anita. Ia meletakkan makanan dan tentengan itu kembali ke meja.


Lalu pergi membuang sampah dengan raut wajah yang kecewa.