Say You Love Me

Say You Love Me
Anita Cuek



"Zayn..."


"Iya?,kau tidak papa kan Anita?"


"Terimakasih telah bersamaku hari ini"


Aku tahu apa yang sedang kau rasakan Anita,sama halnya seperti ku.


"Kenapa harus berterimakasih,aku mengerti akan perasaanmu Anita,aku kan temanmu"


"Iya sudah aku masuk dulu ke rumah ya"


"Oh iya baiklah"


"Kau tidak ingin mampir dulu?"


"Em...tidak Anita,hari ini aku harus mengurus apartemen, masih banyak kerjaan soalnya"


"Baiklah kalau begitu. Dah.., hati-hati di jalan Zayn"


"Iya dah.."


Sebelum pulang ke rumah, Zayn mengantar Anita terlebih dahulu untuk pulang.


Kebetulan pekerjaannya hari ini selesai lebih awal sekitar pukul setengah 5 sore,jadi Zayn bisa mengurus apartemennya yang sedang di renovasi.


...----------------...


Malam sudah tiba.


Reyfan belum juga pulang ke rumah.


Tapi Anita sudah tidak peduli lagi dengannya.


Bahkan ia sendiri tidak menunggu atupun berharap akan kepulangannya,entah pulang atau tidak ia benar-benar tidak peduli.


Perasaannya yang sakit dan hancur sudah merusak suasana hatinya yang damai.


Kini hanyalah rasa panas dan sakit yang sedang Anita rasakan atas perilaku suaminya itu.


"Tin..Tin.."Klakson mobil sudah berbunyi di depan rumah.


Anita tetep terdiam di atas sofa sambil duduk santai.


Ia tidak menghiraukannya, bahkan menatap kearah pintu pun tidak.


Pelayan dengan segara membuka pintu untuk majikanya yang pulang.


Reyfan segera masuk ke dalam rumah.


Istrinya terlihat serius menonton TV.


Menyapa pun tidak, apalagi menyambut tentu saja tidak.


"Anita!,sikapmu tadi siang benar-benar keterlaluan!,kau tidak seharusnya menyiram air minum mu itu ke kepala Sintya kan!"Reyfan berdiri di samping sofa,ia terlihat berbicara serius dan marah kepada istrinya.


"He'h,aku keterlaluan?"Anita juga tidak terima dengan perkataan suaminya itu. Perasaannya yang sedang marah itu menjadikannya semakin marah lagi ."Lebih keterlaluan mana antara aku atau dirimu Reyfan?"


"Kau tidak seharusnya bersikap seperti itu!,itu di tempat umum kan,kau mempermalukan Sintya di hadapan semua orang Anita!,ini sungguh keterlaluan, sedangkan kau tahu sendiri kan Sintya itu siapa?, tentu saja kau mempermalukannya di hadapan semua orang, karena semua orang mengenalnya"


"Aku juga tahu dia siapa. Dia adalah Wanita pengganggu suami orang!,betul kan?. Kau tahu itu tempat umum tapi kenapa kau malah berselingkuh di sana?, apakah kau pernah berpikir itu!,kau terang-terangan jalan dengannya, siapa yang keterlaluan sekarang!"


Anita langsung pergi meninggalkan ruangan itu untuk kembali ke lantai atas.


Ia malas untuk berbicara dengan suaminya itu.


Sementara Reyfan masih mematung tak dapat mengatakan apapun mendengar perkataan Anita yang juga menyudutkannya.


Tak lama ia juga menuju ke lantai atas setelah mengambil minum.


Reyfan akan membersihkan diri dulu sebelum melanjutkan makan malam.


Ia masuk ke dalam kamar. Suasana kamar terasa begitu sepi, bahkan tidak terlihat kehadiran Anita di situ.


Dia kemana?,apa dia di kamar mandi?


Di dalam kamar mandi pun Anita tidak ada.


Di ruangan pakaian pun ia tidak melihat kehadirannya. Ini membuatnya bingung.


"Dia kemana?, kenapa dia tidak ada di kamar?"


Reyfan pun melanjutkan aktivitasnya untuk membersihkan diri terlebih dahulu. Ia juga mengambil baju dan perlengkapannya sendiri.


Sekitar 20 menit berlalu.


Suasana kamar masih sama.


Istrinya belum juga terlihat di matanya.


Bahkan sampai ia selesai memakai baju dan menaruh handuk di gantungan pun ia masih belum melihatnya juga.


"Anita?"


Tidak ada sahutan sama sekali di dalam kamar ini.


"Kemana dia?"


Reyfan keluar kamar.


Ternyata Anita terlihat sedang tidur di atas ranjang kamar itu menggunakan selimut.


Bahkan ia terlihat anteng tertidur pulas.


Apa maksudnya dia tidur di sini?, dia tidak ingin tidur seranjang denganku?.


Reyfan menutup pintu kembali dengan perlahan dan hati-hati supaya tidak brisik.


Kemudian turun ke bawah untuk makan malam.


Menu makanan juga terlihat sangat lengkap dan banyak, bahkan terlihat belum terkurangi sedikitpun di matanya.


Reyfan pun memanggil salah satu pelayannya untuk bertanya sambil mengambil satu porsi makan miliknya.


"Apa istriku sudah makan malam?"


"Sepertinya belum tuan muda, kami tidak melihatnya menyentuh meja makan"


Pantas saja makanan ini masih terlihat begitu banyak.


Reyfan menyuap sesuap nasi ke mulutnya.


"Baiklah,aku sudah selesai makan"


Hah, bahkan tuan muda baru sesuap makan,tapi kok dia bilang udah selesai, bagaimana ini mereka sedang kenapa sebenarnya?, kenapa tidak makan bareng seperti biasanya.


Pelayan pun bingung menerima piring itu, lalu pergi meninggalkan ruang makan tanpa berpikir panjang lagi.


Reyfan kembali ke lantai atas.


Masuk ke dalam kamar yang di tiduri istrinya itu.


Anita masih anteng tertidur, Reyfan perlahan menghampirinya untuk mencoba berbicara.


"Anita"Memangil pelan.


Belum ada sahutan darinya juga.


Lalu menyentuh bahunya untuk membangunkannya.


Anita pun terbangun menatapnya samar karena mengantuk.


"Makan malam lah dulu sebelum tidur!,kau belum makan kan?, nanti malah lapar di tengah malam"


"Aku tidak lapar, pergilah!"Melihat kehadiran suaminya membuat suasana hatinya terasa buruk kembali.


"Kau akan tidur di sini malam ini?"


"Iyah, pergilah!"


Reyfan pun meninggalkan ruangan itu begitu saja sesuai yang di perintahkan Anita,ini benar-benar menunjukkan sikapnya yang tidak memiliki perasaan walau istrinya sudah marah dan pindah kamar sekalipun.


Dia benar-benar keterlaluan, tidak ada rasa cinta sedikitpun untukku,dia bersikap sangat tenang seolah-olah tidak ada masalah.


Apa dia tidak memiliki rasa bersalah sedikitpun?.


Ini sungguh keterlaluan!.


Baiklah jika ini kemauannya!


...----------------...


Hari sudah pagi.


Anita sudah berpenampilan rapi akan pergi ke kampusnya.


Menikmati kopi dan roti yang ada di tangannya dengan nikmat di ruangan itu.


Sesekali ia tersenyum sendiri menatap ponselnya dari kejauhan.


Tak lama suaminya turun dan terlihat rapi juga dengan pakaian kantornya.


Anita tidak menyiapkan apapun untuk suaminya.


Ia akan bersikap sesuai apa yang di lakukan suaminya juga kepadanya.


Bahkan ia segera menghabiskan kopi dan rotinya lalu berangkat begitu saja meninggalkan Reyfan dari ruangan itu.


Tak pula ia menyapa ataupun berbicara, apalagi bertanya, menatap wajah suaminya saja tidak.


Bahkan baru kali ini juga Anita bersikap seperti itu kepada Reyfan.


Ia tidak pernah secuek ini sebelumnya walaupun Anita sedang marah sekalipun padanya.


Reyfan merasakan segala sikap Anita kali ini. Ia juga merasa bersalah sendiri jadinya.


Apa yang telah aku lakukan?,segitu marahnya dia kepadaku sehingga tidak mau berbicara sama sekali pagi ini.


"A...Anita"


Anita terlihat tidak menggubrisnya sama sekali walau mendengar panggilannya.


Bahkan sekarang Reyfan terlihat menyiapkan sarapannya sendiri dan membuat kopinya sendiri juga.


Reyfan terlihat berpikir di atas kursinya.


Bahkan ia terlihat melamun sambil mengaduk-aduk kopi agar cepat larut untuk di minum.