Say You Love Me

Say You Love Me
Tentang Zayn



Anita terbangun mendengar kegaduhan itu.


Kegaduhan antara suaminya dan teman lelakinya yang baru saja Reyfan usir.


"Baguslah jika kau sudah bangun. Apa maksudnya ini kenapa dia bisa kemari malam-malam?!"


"Aku yang menyuruhnya kemari karena aku tidak berani sendirian, aku juga yang menyuruhnya untuk menemaniku"Dengan mata sayu-nya yang baru saja terbangun menatap Reyfan.


Anita juga jujur apa adanya tanpa menutupi apapun.


"Tidak berani!. Drama apa gimana?. Seharusnya kau izin dulu kepadaku jika akan ada tamu ke rumah, bukankah aku ini suamimu?"


"Duduklah!,jangan marah-marah"


Menuntun suaminya untuk duduk bersama.


Sebenarnya Anita merasa sangat kesal, namun ia mencoba sabar untuk menghadapi suaminya ini.


"Lihatlah ponselmu!, apakah kau membalas pesanku?. Jangankan membalas,membaca saja tidak!.Lalu bagaimana aku mau meminta izin kepadamu?, katakan!"


Belum selesai berbicara Anita,ia merasa kesal sekaligus begitu kecewa karena di tinggal olehnya pergi.


"Satu lagi!. Drama kau bilang?!. Memang sudah berapa lama kau mengenalku?,apa baru kemaren kau mengenalku?. Tidak ingatkah waktu itu saat hujan deras!, apakah aku pernah ber-drama sebelumnya denganmu?"


Reyfan terdiam.


Ia mengingat akan masa lalunya yang kelam. Yang di kelilingi dengan gelap dan hujan waktu itu.


Yah ia baru ingat, Anita takut gelap, kesendirian, maupun hujan,ia pasti trauma akan kejadian waktu itu di pikirannya sekarang.


"Jika kau mengajari istrimu untuk meminta izin sebelum melakukan hal atau pun sesuatu,maka kau juga harus izin dulu kepada istrimu sebelum jalan bersama wanita lain!"Pergi meninggalkan ruangan itu menuju ke tangga untuk naik ke lantai atas.


Karena Anita sendiri sudah sangat kesal sekaligus cemburu atas kepergiannya.


"Maafkan aku juga, bukanya aku berani melawan mu tapi...,e' sudahlah. Akan aku siapkan baju dan air hangat untukmu"


Anita tidak tahan menahan kesedihannya, terlebih harus menatap wajah suaminya yang begitu tampan baginya dan hanyalah milik orang.


...----------------...


Hari ini Anita akan pergi ke kampus sesuai yang ia katakan kemaren.


Suaminya sudah bangun juga di lantai atas.


Terlihat juga Anita yang sedang menyeduh dua kopi sekaligus untuknya dan suaminya.


Kemudian menyiapkan dua lembar roti tawar yang dibaluti selai coklat olehnya untuk sarapan. Begitu juga untuk suaminya,ia menyiapkan dengan baik sebagai seorang istri.


Tak lama Reyfan pun turun ke lantai bawah setelah membersihkan diri.


Mendekati istrinya yang sedang duduk di ruang santai menikmati minumannya.


"Maafkan aku soal semalam,aku tahu aku yang keterlaluan"


"Kau tidak perlu meminta maaf, yang kau perlukan adalah kau mau mengulangi lagi atau tidak. Percuma jika kau meminta maaf tapi tetap mengulanginya lagi"


Reyfan terdiam.


Ia terlihat menunduk menatap layar ponselnya lama.


Meninggalkan kekasihnya yang sangat ia cintai selama 3 tahun adalah hal yang paling sulit.


Terlebih rasa cintanya yang masih melekat pada dirinya. Bahkan tumbuh semakin besar di setiap harinya karena perhatian Sintya yang berlebih kepadanya.


"Aku tahu, yang sepantasnya di salahkan adalah diriku,aku yang seharusnya meminta maaf atas ini. Aku yang telah datang ke kehidupan kalian berdua, menjadi penghalang dan hancurnya hubungan kalian berdua, maafkan aku..."Pergi meninggalkan ruangan itu.


"Kau mau kemana?"


"Aku harus ke kampus"


"Akan aku antar"


"Tidak perlu,aku bisa sendiri. Habiskan kopi dan sarapan mu!. Oh iya..,segala keperluan kantormu sudah aku persiapkan,dasi sudah aku jejerkan bersama kemeja mu. Aku berangkat, hati-hati di jalan nanti."


Anita bergegas pergi meninggalkan rumah untuk berangkat ke kampus melanjutkan kuliahnya.


Ah... kenapa hidupku menjadi rumit sekali,apa yang harus aku lakukan?.


Siapa yang harus aku pilih!.


Sekitar dua jam berlalu.


Terlihat ia yang sedang menyangga kepalanya dengan tangan sambil memutarkan kursi putar yang sedang ia duduki.


Ia terlihat melamun dan berpikir panjang.


"Woy!, pengantin baru tapi seperti pengantin lama yang kebanyakan hutang!,apa yang sedang kau pikirkan?"


"Entahlah,aku sendiri tidak tahu apa yang sedang aku pikirkan"


"Kau ini bagaimana?,apa ada masalah?"Tanya Ferland yang sama-sama berkerja di kantor itu untuk terus mengembangkan perusahaannya agar semakin maju.


"Aku bingung dengan diriku. Sebagian aku merasa bersalah karena masih jalan dan berhubungan dengan Sintya. Tapi aku sendiri juga merasa kesal melihat Anita membawa lelaki lain ke rumah. Tapi aku juga tidak bisa meninggalkan Sintya, karena aku menyayanginya"


"Cih, rumit sekali hidup kau.Yang kau maksud bawa lelaki lain ke rumahmu itu bagaimana?. Anita seperti itu?,aku tidak percaya dia seperti itu"


"Kau tidak percaya. Lihat ini!"Menunjukan sebuah foto yang ia dapat semalam.


Ia terlihat mengambil foto Zayn dengan jelas di samping sofa Anita yang tertidur.


"Tunggu, sepertinya aku kenal dengan lelaki itu"


"Maksudmu?"


"Iyah,dia seperti tidak asing bagiku. Siapa ya?"


Ferland terdiam untuk mengingat lelaki yang ada di foto itu. "Oh..dia kan Zayn"


"Zayn?"


"Iyah,dia adalah teman sekelas waktu aku dan Anita SMK. Dia siswa ternama dan terpopuler waktu itu. Siswa primadona sekolah lah pokoknya. Selain pintar dia juga selalu mendapatkan piagam kejuaraan hampir di bidang apapun"


"Benarkah?, sehebat itukah dia"


"Iyah.."Ferland menyeruput kopinya begitu saja. "Uhuk..uhuk..uhuk"


"Nah rasakan!. Keselek kan kamu main minum kopi orang sembarangan!"


"Aku baru ingat. Uhuk..uhuk..,aduh pahit sekali"


Reyfan hanya menyerkit geram, sebenarnya ia ingin sekali menertawai wajah Ferland yang memerah karena keselek kopinya.


"Kalau tidak salah Zayn menyukai Anita waktu SMK,Iyah dia sangat menyukai Anita waktu itu"


"Apalagi ini?,kau sedang memanas-manasi ku?"


"Haha..,jika kau merasa panas ataupun gerah ya itu artinya kau cemburu. Tapi ini beneran Reyfan. Zayn menyukai Anita waktu SMK,aku takut ia masih menyukai Anita sampai sekarang dan masuk kedalam kehidupan kalian"


"Sudahlah!, membuatku pusing saja"


Mendengar ceritanya membuat Reyfan pusing dan pikirannya kemana-mana.


"Tapi bagaimana bisa dia datang ke rumah mu?"


"Anita yang menyuruhnya datang ke rumah"


"Memang kau kemana?"


"Aku pergi untuk menjemput Sintya tadi malam. Dan aku lupa kalau Anita takut kesendirian, kegelapan dan pada saat itu juga bercampur hujan angin yang deras serta petir"


"Pantaslah dia mencari perlindungan,jika kau saja tidak dapat menjaganya dengan baik"


"Apa kau bilang!"


"Ya buktinya kau meninggalkan istrimu demi perempuan lain"


"Dia Sintya Land,bukan perempuan lain"


"Tapi yang istrimu siapa?"


"Anita"


"Iya kau sudah tahu kalau Anita itu yang istrimu, berarti Sintya yang sekarang itu wanita lain Fan"


"Apa maksudnya ini?,kau mau menyudutkan ku?"


"Fan pernikahan itu harus di pikiran secara matang sejak awal. Jika kau sendiri tidak bisa kehilangan Sintya kenapa kau bersedia untuk menikahi Anita"


"Iya karena aku terpaksa"


"Apakah yang namanya terpaksa itu baik?. Pikirkan baik-baik kau bukan hanya harus menjaga hati istrimu saja,tapi hati kedua keluargamu yang telah bersatu ini Fan!"