Say You Love Me

Say You Love Me
Kembali ke hotel



Raut wajah seorang wanita tampak terlihat cemas dan pucat setelah membaca isi pesan dari ponselnya itu.


Bodoh!, bagaimana si dia ini,lari dari kejaran saja tidak becus!


Sintya tampak begitu kesal, raut wajahnya hampir terlipat seperti karpet kusut.


Ia terlihat kesal sekali hari ini.


"Aku tidak mau tahu!,aku sudah membayar mu mahal. Mau tidak mau kau juga harus terima akibat kecerobohan mu sendiri. Ingat!,kau sudah janji, jangan biarkan semua orang tahu kalau aku yang menyuruhmu. Cari alasan atau cari cara lain agar kau terbebas dari masalah mu sendiri!"


"Lalu bagaimana jika aku di penjara Nona?"


"Kau harus terima itu!. Biaya hidup keluarga mu aku yang akan tanggung, intinya aku tidak boleh terlibat dalam masalah ini, kau saja!,ini semua juga salah mu sendiri,kau mengerti?"


Urusan mereka sepertinya tampak sangatlah rumit. Entah apa yang di lakukan lelaki itu setelah mendengarkan penjelasan dari bosnya tersebut.


------------


Tampak decak-decak suara orang mulai berdatangan ke arah pintu masuk kamar pasien ini.


Reyfan sudah berdiri dari duduknya.


Sepertinya itu adalah keluarganya yang baru saja datang.


"Reyfan, bagaimana keadaan Anita,dia baik-baik saja kan?"


"Dia sudah lebih baik dari yang kemaren Ma"


Mereka yang datang langsung mendekat ke arah ranjang di mana putrinya sedang anteng duduk termenung menatap kehadiran mereka semua.


"Iya ampun sayang,kamu baik-baik saja kan?, kamu tidak papa kan?"


Mama Anjani terlihat begitu sayang dan sangat mengkhawatirkan putrinya.


Ia juga memeluk putrinya dengan hangat saat ini.


Namun putrinya masih terdiam membisu,ia terlihat bingung dan heran dengan kehadiran mereka semua.


Begitu pula dengan anggota keluarga


suaminya yang melihat hal ini juga merasa bingung.


"Em..Anita, kau juga tidak ingat siapa mereka?"Reyfan benar-benar berharap agar istrinya dapat mengenali mereka saat ini juga.


"Ada apa dengannya sayang?,apa dia lupa ingatan?"Mama Ayana juga bingung dengan pertanyaan putranya yang seperti itu.


"Ya ampun,lupa ingatan?"Mama Anjani sudah terbelalak tak percaya dengan kenyataan yang ada.


Lagi-lagi Anita menggelengkan kepalanya sambil menatap mereka satu persatu.


"Kau tidak ingat aku sayang?"Papa Devino memang merasa syok,tapi ia bertanya begitu lembut kepada putrinya yang sedang sakit itu.


Anita tetap sama menggelengkan kepalanya karena tidak ingat mereka.


"Kau juga tak ingat denganku Anita?"Papa Rey masih belum percaya juga akan hal ini.


Sama halnya dengan yang lain, Anita menggelengkan kepalanya karena tidak mengerti dengan mereka semua.


"Reyfan,sebenernya apa yang terjadi bagaimana bisa separah ini?"


"Akan aku ceritakan Pa, sebenernya....bla..bla.."


Reyfan pun menceritakan panjang lebar tentang kejadian yang sebenarnya kepada keluarganya.


"Tapi lelaki brengsek itu sudah tertangkap kan?"


"Sudah Pa,para pengawal Papa juga sudah menyerahkannya ke polisi"


"Sepertinya memang ada yang sengaja ingin mencelakakan istrimu Reyfan, untuk itu lain kali perketat penjagaan dan jangan tolak para pengawal untuk mengawal kalian!"


"Iya Pa, maaf atas semua kecerobohan Reyfan"


"Papa juga akan mengurusnya ke kantor polisi, karena Papa penasaran apa motifnya di balik semua ini"


"Dia masih berada di tahap pemeriksaan Pa,aku juga sedang menunggu kabar dari para pengawal Papa"


Mereka tampak berdoa untuk kesembuhan putri dan menantunya itu.


Walaupun demikian mereka semua tampak menghibur Anita dan menunjukkan kasih sayang mereka sebagai orang tuanya.


Malam pun larut.


Mereka semua tampak masih berasa di ruangan itu.


Reyfan juga menawarkan kepada keluarganya untuk tinggal di hotel yang lebih nyaman dan dekat juga.


Sementara ia akan senantiasa menemani tidur istrinya di ruangan pasien itu.


Hingga tak terasa hari sudah pagi lagi.


Keadaan Anita semakin membaik di setiap harinya.


Sakit kepalanya sudah berkurang dan tak terasa lagi.


"Bagaimana keadaannya dok?"


"Nona sudah boleh pulang,tapi harus tetap kontrol di setiap minggunya, agar ia dapat pulih dengan maksimal"


"Baik dok, terimakasih atas semuanya"


"Sama-sama"


Jadwal bulan madu mereka yang awalnya sekian hari kini jadi tambah lama dan berkepanjangan.


Mungkin bisa sampai 1 bulan penuh mereka berada disini.


Jadwal pemotretan Anita pun kini di undur karena keadaannya yang belum begitu pulih.


Lagian untuk Reyfan sendiri memang tidak ingin istrinya menjadi model dan semakin jauh darinya.


Perihal ini pun sampai terdengar di telinga Sintya.


Karena ia merasa Anita akan semakin dekat dengan Reyfan, hal ini juga yang membuatnya merasa geram sekarang.


Kenapa tidak mati saja wanita itu!


------------


Karena keadaan Anita yang sudah membaik membuta keduanya dapat kembali ke hotel.


"Aduh.."


"Kau kenapa?, kepalamu pusing lagi?"


"Tidak papa"Anita terlihat memegangi lehernya yang terasa pegal itu.


"Jangan sembunyikan apapun dariku jika kau merasakan sesuatu"


"Iya baiklah"


Anita tampak tersenyum sendiri di pinggiran ranjang.


Ia juga terlihat memperhatikan suaminya yang sedang sibuk memberesi bajunya.


Suamiku tampan sekali,dia perhatian dan baik sekali, kenapa aku tidak ingat apapun akan dirinya.


Beruntunglah kau Reyfan, karena istrimu yang tidak ingat akan mu membuatnya memujimu di dalam hati dan merasa kagum kepadamu.


Seharusnya dia sedang cuek kepada mu sekarang karena kau masih berhubungan dengan Sintya.


Zayn?. Dan siapa Zayn?. Kenapa tiba-tiba terlintas nama itu di kepalaku.


Sebenarnya dari mana nama itu?.


Tanpa sadar Anita sedang memegangi kepalanya sendiri karena pusing untuk mencoba mengingat tentang mereka semua.


"Kau kenapa lagi?"


"Aku merasa pusing kalau aku ingin mengingat semuanya"


"Jangan memaksakan dirimu Anita, lukamu juga belum terlalu pulih kan"


"Kau beneran suamiku?"Menatap Reyfan lekat karena mencoba mengingat semuanya lagi.


"Yah, kau benar-benar tidak percaya?,apa perlu aku tunjukkan buku nikah kita"


Reyfan terlihat panik saat istrinya bertanya seperti itu. Ternyata ia takut jika istrinya tidak mempercayainya kalau ia adalah suaminya.


"Bukan begitu, kenapa kau hanya memanggilku nama saja?, kita seperti tidak terikat hubungan apapun"


"Oke baiklah,kau mau di panggil apa supaya kau percaya kalau kita itu suami istri?"


"Memang biasanya panggil apa?"Malah bertanya balik Anita. Semua ini membuat Reyfan bingung.


"Oke baiklah sayang, mulai hari ini aku akan panggil kamu sayang, supaya kita lebih romantis kedepannya.."


"Terus Zayn siapa?"


Pertanyaan ini membuat Reyfan yang sedang tersenyum langsung datar menatap istrinya.


Zayn lagi Zayn lagi,apa yang di ingatnya cuma Zayn.


"Zayn adalah tukang kebun kita, jadi tak perlu lah kau ingat-ingat terus tentangnya,tak penting"


"Tukang kebun?"


"Sudahlah, lupakan tentang Zayn,kau mau makan malam apa sayang?"


"Tidak mau,aku merasa kenyang sekali,aku ingin tidur saja"


"Iya sudah baiklah,kau istirahatlah dulu,aku akan berganti baju"


Karena sebelumnya Anita sudah makan roti di jalan jadi ia bisa langsung minum obat sebelum tidur.