
Suara menggelegar dan antusias kembali di lantunkan oleh pembawa acara itu yang akan menyambut kehadiran tamu penting dan utama.
"Kita lihat kedatangan tamu yang satu ini!. Tentunya tamu spesial. Ia adalah CEO Febri Cho Company City, berikan tepuk tangan untuknya atas kehebatannya!" Suara pembawa acara yang begitu heboh dan antusias menyambut kedatangan Reyfan itu.
Ramai para tamu bersorak gembira sambil bertepuk tangan.
Mereka semua tampak ceria dan bersemangat untuk menikmati acara ini.
Terlebih banyak pemimpin perusahaan besar yang ikut serta dalam mendominasi acara.
"Dan tak lupa dengan wanita cantik yang ada di sebelahnya. Ia adalah model sekaligus selebgram muda terpopuler, bahkan kepopulerannya sampai ke mancanegara. Dia adalah Sintya Ratu Cleopatra. Atau biasa kita kenal dengan sebutan Nona SRC, berikan tepuk tangan yang meriah untuk Nona SRC yang sudah hadir"
Terlihat juga para tamu yang semakin heboh dan memeriahkan lapangan kampus setelah mendengar nama itu.
Kedua tamu itu juga tampak terseyum lebar menyambut para tamu undangan lainnya yang bersorak dan menyambut kehadiran keduanya.
"Kau dengar itu?,ada Nona SRC!. Gila..aku tidak pernah menyangka ia akan di undang ke acara seperti ini"Lia pun begitu terkejut sekaligus penasaran dengan kehadiran Nona SRC.
Lia mengetahui tentang model terkenal itu, walaupun hanya dari namanya."Bukankah kau mengenalinya?, kenapa kau tidak bilang ia akan datang bersama Nona SRC yang ada di TV-TV itu"
Nona SRC!
Nona SRC yang selama ini hanya bisa di lihat dari media sosial dan televisi ternyata ia menjadi tamu undangan sekaligus juri permodelan di acara itu.
Anita memang sering mendengar nama itu, namun tidak terlalu di pedulikan olehnya.
Dan ternyata hari ini ia mengetahui semuanya.
Latar belakang Nona SRC yang selama ini ia lihat secara dekat dan langsung di depan mata.
Ia adalah Sintya kekasih Reyfan yang selama ini membuatnya iri dan cemburu.
Anita masih terdiam dalam lamunan. Ia tidak mempercayai akan hal ini. Kini lawan mainnya dalam percintaan semakin berat.
Pantas saja Reyfan sangat mencintainya. Selain Cantik, sukses dan berbakat wanita itu juga bisa segalanya.
Ini yang membuat Anita hanyut dan termenung dalam lamunan karena terlalu banyak berpikir.
"Anita.."Panggilan datar tidak di sahut olehnya, ia terlihat sangat serius menatap ke orang itu dari kejauhan.
"Anita!"Dengan kesal Lia menepuk pundak temanya ini agar tersadar.
"Hah!"Spontan Anita pun terkejut.
"Hey malah ngelamun,apa yang sedang kau pikirkan?". Merasa heran dengan sikap Anita yang menatap kedatangan kedua orang itu dari kejauhan. Bahkan Anita terlihat sangat lama menatap keduanya."Kenapa kau begitu memperhatikannya, kau ada masalah?"
"Ti.. tidak,a..aku..aku hanya merasa..aku bisa tampil atau tidak, seandainya Clara..ah sudahlah aku ingin duduk"
Anita ingin menangkan diri.
Atas kehadirannya bersama Sintya sungguh membuat mood hatinya semakin menurun dan tak bersemangat lagi.
"Hey apa yang kau katakan?,kau pasti bisa Anita!, tunjukkan kau lebih hebat dari mereka!"
Sintya,Sintya adalah Nona SRC.
Dan Reyfan,ia akan bekerjasama dengannya dalam bidang periklanan.
Berarti dia akan semakin dekat dan melekat dengannya, bahkan Reyfan pasti akan semakin senang jika bekerja di kantor itu bersamanya.
Kini waktunya para model tampil dan bergaya di atas panggung.
Satu persatu mereka mulai naik dan menampilkan gayanya masing-masing.
Para model itu terlihat sangat cantik, elegan dan glamor.
Sungguh mempesona dan menarik saat di pandang.
"Anita sebentar lagi giliran mu tampil, kau sudah siap kan?"
Anita memang menganggukkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan temanya itu.
Namun raut wajahnya terlihat lesu dan tidak bersemangat lagi melihat kehadiran Reyfan bersama wanita lain.
"Kau pasti bisa Anita, percayalah"
Selisih waktu beberapa menit akhirnya nama Anita di panggil oleh pembawa acara itu.
"Kita sambut model kita selanjutnya; Anita Putri Bahara Sanjaya "
Reyfan yang mengamati acara ini dengan seksama terbelalak mendengar nama istrinya yang disebut mengikuti ajang permodelan itu.
"Anita!. Anita ikut menjadi model?"
Reyfan benar-benar tidak percaya sekaligus menantinya karena penasaran.
Aku tahu Reyfan, seharusnya istrimu tidak akan naik ke atas panggung hari ini.
Tapi aku yakin,jika modelnya tidak bisa hadir dia pasti akan mengambil jalan ini.
Karena aku juga tahu,Anita pasti tidak akan mundur begitu saja dari Kontes ini demi kemajuan desainnya.
Terlihat senyuman licik terukir di wajah Sintya.
Sementara Anita sedang berdebar-debar karena akan naik ke atas panggung.
"Lia..aku..."
"Tenangkan dirimu.. percayalah!"
Ia mulai melangkah dengan tenang dan hati-hati. Lalu sampailah dia di tengah-tengah tirai di atas panggung.
Menatap lurus ke depan.
Tenang Anita, banyangkan tidak ada orang di sekitaran mu,kau sedang tampil sendiri di lapangan luas!.
Huhh..
Membuang rasa takutnya dan melangkah dengan penuh percaya diri ke depan.
Kali ini ia terlihat begitu cantik bagai bidadari.
Gaun yang indah dan menjuntai kelantai membuat semua orang terpana.
Pernak pernik itu juga tampak berkilauan saat di pakai.
Reyfan juga terpana melihat kecantikan istrinya yang begitu luar biasa.
Bajunya yang sangat indah, anggun, glamor.
Tubuhnya yang seksi dan putih memukau.
Dia terlihat cantik sekali.
Sejak kapan dia beralih ke bidang permodelan.
Tiba-tiba saat Anita berbalik badan;
CLEKK!
"Ahhh.."
BRRUGHH!
Sakit sekali!
"Anita!"Reyfan juga kaget dan khawatir melihat istrinya jatuh.
Bahkan ia sudah berdiri dari duduknya karena tegang.
Heels sepatunya patah dan menyebabkan Anita terjerembab.
Semua orang terlihat terbelalak tak menyangka, serta ada juga yang menertawakannya, bahkan sudah ada yang menyorakinya dari kejauhan.
"Huu..., haha.. model apaan!"
"Huu.."
Apa yang telah aku lakukan?, kenapa sepatu ini bisa patah tiba-tiba.
Kakiku sakit sekali,aku bahkan tidak bisa berdiri, tolong aku ya Tuhan,aku malu sekali.
Senyum kemenangan langsung terlintas di wajah Sintya,ia terlihat begitu senang melihat Anita yang di permalukan di depan umum.
"Kau mau kemana?, jangan tambah mempermalukannya, semua orang akan tahu dia istrimu Reyfan"Sintya mencegah tangan Reyfan yang akan menyusul Anita ke atas panggung.
Namun seseorang tiba-tiba datang dari arah tak terduga.
Seseorang yang sangat tampan berpakaian jas seperti tamu undangan terhormat lainnya.
Ia dengan gagah berjalan di atas panggung menghampiri Anita yang masih terduduk di atas panggung karena jatuh.
Ia bagaikan pangeran yang tak terduga.
Lelaki itu terlihat menunduk menatap Anita lekat.
Tidak peduli dengan pandangan orang banyak di situ.
Lalu menyodorkan buket bunga warna-warni yang amat sangat cantik dan besar.
"Happy birthday Anita. Buanglah sepatumu selayaknya kau seorang ratu di atas panggung!. Kau harus tenang!. Tahan rasa sakit mu sebentar dan berjalan anggun-lah denganku untuk melewati panggung ini!,kau mengerti?"Bisik lelaki itu seraya memberikan buket bunga.
"Anggap saja jatuh mu ini hanyalah akting!"
Kali ini Anita tersenyum menatap wajah lelaki itu. Ia tahu apa yang harus ia lakukan.
Membuang sepatunya seperti ratu begitu saja menjadi perhatian orang-orang.
Lalu menerima buket bunga itu dengan penuh senyuman bahagia layaknya seorang pengantin.
Semua orang tampak terkejut melihat tingkah model yang sangat berbeda itu.
Mereka mengira ini adalah akting dan duet pasangan model di atas panggung yang begitu romantis.
Anita berdiri dengan tenang sambil menggendong buket itu dengan satu tangan.
Lalu tersenyum dan berjalan anggun sambil bergandengan tangan dengan lelaki itu walau sejatinya ia sedang menahan rasa sakit di kakinya yang begitu luar biasa karena tergelincir.
"Wah ternyata ini hanyalah setingan, tepuk tangan untuk akting keduanya, mereka sangat cocok dan serasi, pertunjukan yang bagus"Suara pembawa acara yang tampak kompak dengan keadaan menegangkan tadi.
Pada akhirnya penonton pun beralih menjadi tepuk tangan yang sangat meriah untuk drama keduanya di atas panggung tadi.
Sial!,aku gagal mempermalukan Anita, darimana datangnya lelaki itu!!
Sintya merasa kalah dan terlihat mengepalkan tangannya sendiri karena kesal dan marah telah gagal untuk mempermalukan Anita di depan umum berkat lelaki itu.