
"Reyfan Ayo kita pergi ke tempat itu lagi!"
"Itu yang mana?"
"Yang jualan ice alpukat"Anita sudah terlihat cantik sekali dengan pakaian dress birunya.
"Sudah aku bilang kepadamu kita beli jajan sembarangan hanya sekali, tidak boleh lagi!"
"Apanya yang sembarangan si Fan?, buktinya kita baik-baik saja kan sampai sekarang"
"Satu hari setelah kau minum ice itu bukannya kau sakit perut?"
"Bukankah aku sudah bilang itu efek menstruasi. Dan sekarang aku sudah selesai, bahkan aku juga sudah membersihkan diriku sepenuhnya, jadi apa salahnya kita beli lagi,aku sudah seminggu tidak minum es Fan, aku mohon,aku ingin itu"
Cihh lagi-lagi dia merengek dengan wajahnya yang imut itu.
Menyebalkan sekali!.
"Huuh.., iya baiklah"
Akhirnya Reyfan menyempatkan dirinya untuk keluar dari hotel itu bersama istrinya.
Terlihat keadaan di pinggiran jalan raya yang tampak begitu ramai.
Bahkan kemacetan juga terjadi di sore hari ini.
Sementara suasana taman kota sudah tidak bisa di jelaskan lagi, kini sangat ramai dikunjungi oleh wisatawan yang asik menggunakan sepedanya masing-masing.
Pandangan semua orang kembali teralihkan ke arah dua orang yang cantik dan tampan yang telah hadir itu.
Yah... wajah Anita sekarang sudah di kenal di mana-mana, jadi banyak yang tahu dan menggemarinya.
Mereka tampak berbisik, sangat memperhatikan keduanya dan ada juga yang sudah memeluk ponselnya erat untuk meminta foto.
Sementara Anita langsung memesan minuman itu ke penjual yang tampak sibuk melayani.
Tak lama setelah itu mereka berdatangan dan meminta foto.
Anita sebagai artis baru dengan ramah melayani mereka semua.
Hal ini tentunya membuat Reyfan kembali kesal karena istrinya di kerubung oleh banyak orang.
Lagi-lagi istriku seperti tumpeng yang di kerubung lalat
"Sudah cukup sudah!, istriku sedang sibuk,jadi mohon pengertiannya. Ia perlu istirahat"
"Wah.. nona ternyata artis yah,ini nona minumannya"penjual itu juga tampak kagum melihat kehadiran keduanya.
"Wah minumanku sudah jadi, terimakasih ya"
Anita terlihat sangat senang sekali menerima dua gelas minuman ice alpukat pesanannya itu.
Bahkan jumlah nominal yang di berikan mereka sangat besar, membuat penjual itu tercengang untuk memberikan kembalian.
"Kalau gitu lebihannya berikan saja pada anak-anak kecil yang sedang duduk,kasian mereka pasti haus"
"Ohh.. siap Nona"
"Ayo kita langsung kembali ke hotel!, tidak baik di sini lama-lama"
Melihat pandangan para lelaki yang tampak memperhatikan penampilan istrinya juga membuat Reyfan kesal sendiri.
Ia merasa tidak betah lama-lama di situ.
Tapi siapa sangka, seorang berpakaian rapat memakai masker yang datang dari arah berlawanan terlihat membawa sepeda dengan kencang menuju ke arah Anita yang sedang asyik berjalan membawa jus alpukat.
Ia terlihat sekali ingin mencelakakan wanita itu dengan sengaja.
Reyfan yang juga lengah dan tidak mengetahui hal itu tampak tenang dan berjalan santai sambil menggandeng istrinya.
BRUGGHH!
"Aaa.."Anita terlihat langsung kaku dan pisang di tempat sambil memegangi kepalanya.
Tentu saja hal yang tak di sangka tiba-tiba saja terjadi.
Anita hilang dari genggaman tangannya.
Ia terlihat terkapar di lantai dengan ice alpukat yang sudah tumpah kemana-mana karena pingsan.
Yang membuatnya pingsan adalah kepalanya yang terbentur oleh lantai cor-coran sekitaran taman itu.
"Anita!"Teriak Reyfan syok. Ia juga tidak percaya akan ini.
Ia segera menghubungi beberapa anak buahnya yang sedang berada di sebrang jalan untuk mengejar orang tak di kenal itu.
Orang-orang di sekitaran juga tampak syok dan terkejut akan kejadian ini.
Bahkan mereka semua tampak ingin mengejar pria yang menggunakan sepeda kencang itu.
Sebenarnya para anak buahnya sudah turut menawarkan jasa atau bahkan memaksa untuk mengawal kepergian keduanya tadi.
Namun Reyfan bersikeras untuk menolaknya. Karena ia pikir ia juga bisa menjadi istrinya sendiri.
"Anita.., bangunlah,kau tidak papa kan?"
"Ya ampun"
Lalu terlihat ada bercak darah yang cukup banyak menempel di tangan Reyfan.
Ini benar-benar membuat Reyfan panik.
Ia segera menelfon salah satu supir andalannya untuk segera membawakan mobil ke lokasi.
Dengan cepat Riko sudah sampai di tujuan karena letak hotel yang sangat dekat dengan membawa mobil majikanya.
"Ya ampun nona,apa yang telah terjadi pada anda"
"Ayo kita ke rumah sakit terdekat, cepetan!"
Dengan terburu-buru, namun penuh dengan hati-hati Riko mengantar majikanya itu ke rumah sakit.
Ya ampun apa yang terjadi?, menjaga istriku saja aku tidak bisa!.
Maafkan aku Anita.. maafkan aku,kau baik-baik saja kan?.
Wajah Reyfan terlihat sangat pucat dan berkeringat penuh dengan kekhawatiran.
Ia juga merasa marah dengan dirinya sendiri yang telah lalai itu.
Melihat darah yang masih mengalir membuatnya ingin menyuruh supir untuk menerobos lampu merah.
Tak lama setelah itu,yang penuh dengan kecemasan ini akhirnya mobil berada di lingkungan rumah sakit.
Penanganan tercepat langsung di berikan oleh pihak rumah sakit itu setelah kehadiran Reyfan yang menggendong istrinya dan meminta tolong.
Anita pun segera di bawa ke ruangan IGD oleh beberapa pengurus rumah sakit.
"Aku harap istriku tidak mengalami cidera"
Reyfan sangat khawatir sekali saat ini. Ia bahkan tidak bisa tenang untuk duduk.
Ia masih tetap berdiri sejak tadi karena bingung dan gelisah.
"Brengsek!, siapa lelaki itu?.
Dia terlihat sekali sengaja melukai Anita"
Reyfan kembali menelfon anak buahnya dengan gemetar dan juga marah.
"Kalau bisa tangkap lelaki itu sampai dapat!,aku ingin sekali membunuhnya"
Reyfan tampak berbicara lama di telepon dengan anak buahnya itu.
Kurang lebih hampir satu jam dokter menangani Anita dalam ruangan darurat.
Akhirnya dokter pun muncul dan keluar dari ruangan itu.
"Bagaimana keadaan istriku dok?,dia baik-baik saja kan?,dia tidak cidera kan dok?"
"Syukurlah anda membawanya kemari dengan tepat waktu, jika tidak istri anda akan kehilangan banyak darah dan mengalami luka serius"
"Istriku baik-baik saja kan?"Semakin panik Reyfan karena tidak sabar dengan penjelasan dokter.
"Tenanglah, semuanya sudah baik-baik saja. Kami juga sudah memberikan penanganan yang terbaik untuknya
Hanya saja butuh beberapa hari untuknya di rawat di sini agar bisa sembuh dengan maksimal. Soalnya ini luka di kepala Tuan muda,kami takut terjadi apa-apa,tapi yang kita harap sesuai prediksi, Nona akan baik-baik saja"
"Kalau begitu berikan ruangan yang terbaik untuk istriku!. Bila perlu yang paling mahal di rumah sakit ini!, berikan penanganan yang terbaik untuknya juga,aku tidak ingin istriku kenapa-kenapa"
"Kami akan segera memindahkan istri ada ke ruangan pasien VIP, supaya anda juga bisa menjaganya dengan nyaman di sana"
"Baiklah, terimakasih banyak dok"
"Sama-sama"