Say You Love Me

Say You Love Me
kebersamaan



"Kenapa dengan istriku Dok?"


"Istri anda sedang hamil Tuan muda, tidak seharusnya ia melakukan pendonoran darah tadi"


Reyfan begitu terkejut mendengar itu, sampai-sampai ia tidak bisa berkedip.


"Ha-hamil?. Aku sungguh tidak tahu jika istriku sedang hamil Dok,tapi dia tidak papa kan Dok?.Dia baik-baik saja kan?"


"Dia sudah tidak papa, untung saja Anda membawanya dengan cepat kemari"


"Lalu bagaimana dengan kondisi kandungannya Dok?"


"Kandungannya juga tidak papa, tapi sesungguhnya orang hamil tidak boleh mendonorkan darahnya itu sangat berbahaya bagi keduanya.Untung saja setelah di periksa Nona tidak mengalami kekurangan darah,tapi sepertinya ia juga terlalu stress dan banyak pikiran, ini juga tidak baik untuk kesehatannya Tuan muda, terlebih dia sedang hamil muda"


"Baiklah terimakasih atas informasinya Dok. Habis ini aku akan lebih memperhatikannya lagi"


Ya ampun Anita apa yang kau lakukan?, kenapa kau tidak memberitahuku kalau kau sedang hamil.


Reyfan menatap istrinya lekat. Ia juga terlihat berkaca-kaca ingin menangis karena bingung harus mengatakan apa.


Kabar kehamilan istrinya juga membuatnya merasa senang sekaligus terharu. Tapi kondisinya saat ini benar-benar membuatnya sedih.


******


Di satu sisi keadaan Sintya saat ini memiliki keajaiban, kondisinya mulai membaik dan semakin normal.


Begitu pula dengan Anita. Tak lama setelah Anita pingsan ia terlihat mulai siuman.


Reyfan yang menyaksikan itu merasa begitu senang dan gembira.


"Apa aku benar-benar pingsan, kenapa aku ada di sini?" Tanya bingung Anita seraya memegangi kepalanya sambil menatap ruangan yang sedang ia tempati.


"Iya Anita kau pingsan di lorong rumah sakit tadi"


Anita terlihat akan turun dari ranjang pasiennya itu.


"Anita kau mau kemana?"


"Aku ingin pulang"


Anita ingin pergi meninggalkan tempat ini untuk kembali ke rumah.


"Anita kau baru sadar, istirahatlah di sini!. Kau juga harus jaga kesehatanmu"


"Aku tidak betah di sini, aku ingin pulang"


"Anita.."Reyfan langsung memeluk istrinya erat yang akan pergi meninggalkan ruangan itu. "Aku mohon jangan pergi, demi kesehatan kamu dan anakku"


Anakku?. Kapan dia mengetahuinya.


"Apa yang kau katakan Fan?"


"Kau sedang hamil kan?. Tidak seharusnya kau melakukan pendonoran darah tadi,ini yang membuatmu pingsan dan ini sangatlah berbahaya Anita"


"Aku hanya ingin kebahagiaan untukmu. Cintamu adalah dia,dan aku ingin dia masih hidup agar kamu tidak bersedih nantinya"


"Makanya kau melakukan pendonoran untuknya begitu,tanpa memikirkan diri dan kandungan mu?. Kau salah Anita,aku tidak lagi mencintainya. Yang aku cintai hanyalah dirimu sekarang"


Reyfan berbicara seperti ini tapi kenapa aku biasa saja. Ohh mungkin karena aku tahu ini hanyalah omong kosongnya.


"Jangan berbicara ngawur Fan,aku benci mendengarnya!. Lagian aku tidak butuh di kasihani olehmu untuk di cintai"


"Kau tidak percaya padaku?. Jika aku tidak mencintaimu aku tidak akan menghamilimu Anita"


"Cukup Fan,aku benar-benar pusing mendengarnya. Aku sedang tidak ingin di bujuk sekarang"


Anita terus melangkahkan kakinya untuk pergi. Tapi lagi-lagi panggilan Reyfan menghentikan langkahnya.


"Sayang. Aku mohon maafkan aku. Mau sampai kapan kau akan memusuhiku begini?. Aku ini suami mu, aku sangat mencintaimu Anita. Aku sangat mencintaimu"


Anita tidak bergeming apa-apa. Menoleh pun tidak,tapi ia mendengar semua perkataan suaminya itu sambil meneteskan air mata. Dan dia hanya mampu berdiam diri saat ini.


Reyfan mendekat. Sambil memeluk Anita dari belakang lagi.


"Aku sangat mencintaimu Anita,aku benar-benar sangat mencintaimu"Memeluk hangat istrinya.


Anita semakin menangis menjadi. Ia tidak tahu harus berkata apa. Ia benar-benar sedih mendengar ini semua,entah karena perasaan bahagia atau apa,yang jelas ia hanya ingin menangis untuk mengeluarkan seluruh rasa yang ada pada dirinya selama ini.


Reyfan beralih memeluknya dari depan dengan hangat untuk menenangkan istrinya.


"Aku tahu kau sangat terpukul. Maafkan aku atas segala sikapku selama ini. Aku mencintaimu Anita. Maafkan aku belum bisa menjadi suami yang baik untukmu"


Dari kejauhan tampak senyuman bahagia juga dari Ferland yang tanpa sengaja melihat hal itu. Sudah sejak lama ia mengharapkan hal ini untuk Reyfan dan Anita. Akhirnya hari ini terwujud juga untuk keduanya bersatu.


Suasana itu berlalu. Karena waktu sudah semakin malam keduanya memutuskan untuk segera pulang ke rumah untuk istirahat.


Anita masih tertidur lelap di samping suaminya. Sepertinya malam ini adalah malam ter-nyenyak dimana ia tidur.


Bahkan Reyfan sedang memperhatikan istrinya yang masih tidur itu dengan penuh senyuman.


"Aku janji aku akan selalu menjagamu dan anak kita dengan baik Anita. Aku berjanji hari-hari yang kau lalui bersamaku yang dulu akan aku ganti dengan indah nantinya"


Terlintas senyuman di wajah Anita tiba-tiba. Membuat Reyfan mengerutkan keningnya karena heran setelah berbicara seperti tadi.


"Apa kau sudah bangun?"


"Aku sudah bangun sejak tadi,hanya saja aku ngantuk,aku belum ingin membuka mataku"


"Muach"


Kecupan Reyfan kali ini baru membuatnya membuka mata lebar-lebar.


"Apa yang kau lakukan Fan ini masih pagi"Anita beranjak bangun dari tidurnya sambil tersipu malu.


"Namanya juga kecupan pagi, kalau kecupan siang akan aku lakukan di waktu siang"


"Cihh,dasar"


Keduanya tersenyum malu. Akhirnya di pagi hari ini Anita dapat tersenyum lebar juga.


Hari-hari yang berlalu semakin indah untuk keduanya. Hubungan mereka juga semakin dekat di setiap waktunya.


Kini keduanya akan mempertemukan dua keluarga besar mereka sekaligus untuk merayakan kehamilan pertama Anita.


Keluarga Rey dan Anita terlihat begitu gembira dan bahagia melihat putra-putrinya yang semakin mesra saat ini.


"Anita kau belum makan sejak tadi makanlah dulu, jangan minum es terus!"


"Nggak mau Fan,aku tidak berselera"


"Tapi kau harus mengisi perutmu dulu"


"Nanti sayang aku belum pengin"


"Kau tetap harus makan!. Akan aku suapi"


"Oke"Sambil tersenyum senang lalu menaruh 1 gelas ice cream yang ada di tangannya ke atas meja.


"Ya elah bilang saja mau di suapi alasan gak berselera segala"


"Hehe.."


Anita tersenyum lebar sambil menutupi mulutnya. Ia ingin sekali tertawa bahagia saat ini.


Reyfan pun ikut tersenyum ceria, ia juga terlihat bahagia sekali melihat istrinya senang.


Tiba-tiba di sela-sela suapan terakhir Anita ada seseorang yang tiba-tiba muncul dan tak terduga darimana asalnya.


"Mohon maaf Tuan Muda,Nona, ada seseorang yang ingin bertemu dengan kalian"


"Siapa, apakah tamu penting?"Tanya bingung Reyfan yang sepertinya tidak merasa memiliki tamu spesial hari ini.


"Reyfan Anita"Suara lembut perempuan yang sudah berdiri di depan keduanya.


Ternyata ini adalah kehadiran Sintya yang tak terduga,lalu di susul dengan Ferland yang membantunya untuk menemui mereka.


"Ferland,ada apa ini?"


"Jangan tanyakan Ferland, karena aku yang ingin menemui kalian"


Sintya memberanikan diri untuk berbicara,ia juga terlihat menatap Anita lekat saat ini.


"Anita, apa aku boleh memelukmu?"Dengan penuh suara lembut dan ketulusan Sintya meminta hal itu kepada Anita.


Anita menganggukkan kepalanya dengan bingung dan heran atas kedatangannya yang tiba-tiba itu.


"Terimakasih telah menolongku di rumah sakit. Mohon maafkan aku atas segala sikapku selama ini Anita. Semoga kau bahagia selalu bersama Reyfan"


Apa ini,apa ia benar-benar tulus?.


"Sungguh kau tidak memiliki kesalahan apapun padaku, jangan meminta maaf. Aku selalu menganggap mu teman sejak dulu"


"Terimakasih banyak Anita"Keduanya saling berpelukan hangat.


Akhirnya hubungan mereka semakin membaik dan saling menyayangi. Sintya pun sadar bahwa cinta yang hadir tidak selamanya jodoh, namun bisa jadi hanyalah cinta yang mampir saja.


Tamat.


Terimakasih semua.