
POV Rachel
Setelah membalas pesan dari nomor asing yang belum kuberi label nama itu. Kini pandanganku tertuju pada seorang wanita yang berjalan mendekatiku, kedua tangannya tengah sibuk memegang sebuah nampan yang berukuran cukup besar. Sebuah aroma masakan semakin jelas tertusuk di indra penciumanku seiring terkikisnya jarak antara Aku dan Anita.
“Ini, spesial kubuat untuk sahabatku tercinta.” Anita meletakkan nampan yang dibawa dari dapur itu di meja, tepat didepan sofa tempatku duduk sekarang. Setelah meletakkan nampan itu, ia ikut duduk disampingku.
“Capek juga, ya. ‘huffh’” ucapnya sambil menghembuskan nafas panjang.
“Ini lo bilang special?!” ucapku sambil menunjuk makanan didepanku. Sebuah mie instan yang nampak tidak ada spesial-spesialnya.
“Iya, spesial kubuat dengan taburan cinta,” sambil cekikikan. Aku langsung menyantap mie instan itu, pada saat suapan pertama, kedua alisku tertaut dengan mata menyipit. Asin. Kesan pertama yang aku rasa saat mie itu memasuki rongga mulutku, tapi aku tidak menunjukan sikap protes sedikitpun, bagiku seorang Anita yang mau bertaut dengan peralatan dapur sudah cukup membuatku kagum. Selama ini ia hanya mengandalkan jasa delivery online. Cacing-cacing di perutku yang sudah sedari tadi merengek minta diberi jatah membuatku tak menghiraukan rasa mie instan itu. Terbukti, baru beberapa menit mie instan itu sudah ludes kuhabiskan. Aku mengambil gelas di meja yang berisi air putih itu kemudian meneguknya. Ahh, segar… Gumamku sambil mengelus-elus kerongkongan leherku.
“Buset! Lu makan gak ada anggun-anggunnya. Rakus..” Aku tak bergeming dengan ucapan sahabatku itu.
“Jadi lo mau ngomong apa sampe ke Apart gua segala?” lanjutnya. Ehh, jadi lupa ‘kan tujuan awal aku kesini.
“Gua kesini mau curhat, Ta.”
“Lu ada masalah apa lagi? Ehh, tapi sebelum lu curhat, cerita dulu dong lu kemana aja kemarin. Habis kecelakaan tiba-tiba aja ngilang. Udah kek drama korea gitu, menghilang diculik Sang Pengeran,” ucapnya senyum sambil menatap keatas. Biar kutebak, pasti ngehalu lagi deh. Ngomong-ngomong soal ‘kepo’ menurut riset sebagian cewek terlahir ke dunia dengan tingkat ke-kepo-an yang tinggi, syukur-syukur kalau kepoin yang bermanfaat. Lah, ini kepo cuma buat menuhin hasrat ghiba-nya doang, kayak temen aku nih, Anita.
“Emang semalem gua diculik pangeran.” Ucapku sambil melayangkan pikiranku pada sosok Bima.
“Tampan gak? trus semalem lu diapain aja? Gak di ‘itu-itu-in’ kan?”ucap Anita sambil memperbaiki posisi duduknya. Menatapku intens. Bima memang terbilang tampan, bisa dibilang masuk kategori Cogan ala-ala korea gitu, tapi yang membuatku kagum bukan ketampanannya melainkan kebaikannya.
“Ngelamunin apa lu? Nah, bener ‘kan, apa kata gue semalem lo di ‘itu-itu-in’ hayoloh, ngaku!”goda Anita
“Gua gak diapa-apain, semalem gua cuman ditolongin”
“Itu karma buat lu. Siapa suruh ninggalin gua sendirian. Gua hampir aja luntang-lantung di jalan sendirian. Untung ada Mas Pacar yang nganterin gua pulang.” Ucapnya sambil tergelak. Apa dia bilang, Mas Pacar? Cih!
“Bokap lo gak marahin elu ‘kan?” tanyanya.
“Gua cuma dapet ceramah, trus katanya gua mau dijodohin,” Aku memasang wajah lesuh nan putus asa. Sedangkan Anita ada guratan terkejut dari sorot matanya.
“Dan gua gak setuju sama perjodohan ini.” ucapku mengetahui apa yang akan ditanyakan Anita.
“Menurut lo? Apa sebaiknya gua kabur aja, ya, dari rumah?!”tambahku meminta pendapat.
“Mending lo kawin lari aja ama cowo yang lo suka,” Anita berpendapat.
“Ya mana bisa gua kawin lari, trus siapa cobak yang mau gua ajak?!”
Anita tampak berfikir, “Ya juga, sih.”
“Nanti aja kita cari solusinya. Kita ngampus dulu, bentar lagi kelasnya mulai. Lo mau kena sembur lagi ama tu Korong Empedu.”ucapnya sambil menyinggung salah satu dosen killer—Ibu Nurmi—yang kebetulan hari ini adalah jadwal mata pelajarannya. Aku hanya membalas ucapannya dengan anggukan.
“Aku siap-siap dulu.” Imbuhnya lalu melenggang pergi menuju kamarnya.
**************
**Halo Reader, jangan lupa klik '❤' suka, tinggalkan komentar, dan jika suka dengan cerita ini jangan lupa masukin ke daftar favorit, ya.
Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan😊**