
Reyfan pulang ke rumah lebih awal hari ini.
Bahkan ia hanya setengah hari kerja.
Sementara di rumah tidak ada kehadiran istrinya karena Anita juga belum pulang.
Reyfan sendiri sudah mengirimkan pesan padanya untuk menanyakan dimana keberadaannya. Namun tidak ada respon apalagi balasan darinya, bahkan di baca saja tidak. Ini membuat Reyfan benar-benar menyadari bahwa istrinya sedang marah besar kepadanya.
Reyfan duduk di sofa sambil menyalakan remote TV.
Ia ingin merebahkan tubuhnya sambil bersantai menghilangkan rasa lelah setelah bekerja.
Tak lama ponsel berdering nyaring di samping ia duduk.
Tampak panggilan masuk dari Sintya.
Terlihat juga ada beberapa pesan masuk sejak tadi, namun tidak di pedulikan oleh Reyfan karena bukan Anita yang ia harapkan.
Ponsel terus berdering nyaring, mengganggu telinganya yang sedang mendengarkan acara TV.
Bisa gak tidak meneleponku sehari saja!
Suasana hati Reyfan kurang membaik hari ini, jadi dia tidak ingin di ganggu walaupun sedang santai sekalipun.
Namun karena panggilan yang terus berdering membuatnya gregetan dan mengangkatnya.
"Halo, Sintya maafkan aku, jangan menghubungiku untuk sementara waktu!,aku mohon,Tut.."Panggilan berakhir begitu saja.
Bahkan Sintya belum memulai pembicaraan sama sekali,ini membuatnya merasa heran sekaligus kesal."Tidak seperti biasanya Reyfan seperti ini"
"Ada apa dengan Reyfan?, kenapa dia bersikap seperti ini tiba-tiba?. Ini pasti ulah Anita!, wanita itu benar-benar menyebalkan!. Awas saja kau Anita, ulah mu di mall itu tidak akan aku maafkan!,aku pasti akan membalas mu nanti!"
...----------------...
Waktu sudah mulai magrib.
Bel rumah berbunyi.
Pertanda ada orang yang datang.
Reyfan yang masih duduk di sofa langsung bergegas membukakan pintu.
Berharap itu istrinya yang pulang.
Dan ternyata hanyalah tukang paket barang miliknya.
Ini membuatnya merasa sedikit kecewa.
"Paket buat tuan Reyfan"
"Ohh ya baiklah, terimakasih banyak"
Merogoh salah satu kantung sakunya untuk mengeluarkan selembar uang"Ini tips buatmu"
"Wah, makasih tuan,ini terlalu banyak"
"Sudahlah ambil saja!"
Tukang paket itu pun segera pergi.
Sementara Reyfan masih mematung di depan pintu.
"Kenapa Anita belum pulang jam segini?, bukankah dia selalu pulang siang saat kuliah.Dia kemana?,apa dia tidak mau pulang ke rumah"
Menatap komplek yang tampak sepi di hari yang menjelang malam ini.
"Gawat jika sampai Anita tidak pulang ke rumah!.Aku pasti akan di cincang mentahan sama Papa"
Reyfan kembali menutup pintu rumahnya.
Terlihat juga para pelayan yang sedang menyiapkan makan malam untuk majikanya.
Sementara Anita belum juga pulang. Ini membuat Reyfan gelisah sendiri.
Sekitar dua jam berlalu.
Hari semakin malam.
Membuat Reyfan yang merasa lapar memutuskan untuk makan malam terlebih dahulu.
Berulang-ulang ia menatap layar ponselnya, namun tetap saja tidak ada kabar dari istrinya yang membalas pesannya itu.
Panggilan akhirnya di luncurkan oleh jemari tangan Reyfan untuk menelpon istrinya yang belum pulang itu.
Namun nomor itu tidak aktif dan tidak dapat menerima panggilan. Membuat Reyfan semakin gelisah saja jadinya.
Kemana dia pergi?, kenapa belum pulang juga?
Reyfan memutuskan untuk mencari istrinya keluar rumah.
Ia segera mengambil jaket dan kunci mobilnya. Namun belum sampai ia pergi dan membuka pintu, Anita sudah berdiri di depan pintu yang akan memencet bel.
"Kenapa?,kau mau marah,ya marah saja!. Tak perlu bertanya kan aku dari mana, toh kamu juga tidak peduli."jawab ketus Anita.
"Aku hanya ingin bertanya saja Anita"
"Aku habis pemotretan mendadak dengan Zayn, kenapa?"Menaruh sepatunya di rak dan langsung masuk ke dalam.
"Kau sudah makan malam?"Kali ini Reyfan benar-benar bertanya dengan lembut penuh perasaan.
"Sudah, bersama Zayn tadi"Sementara Anita masih terlihat ketus dan enggan untuk menatap suaminya.
"Oke baiklah kalau begitu.."
Zayn lagi-Zain lagi!
Di dalam ruangan pun Anita langsung meninggalkannya ke lantai atas.
Reyfan masih berusaha untuk menyesuaikan diri. Melihat tingkah istrinya yang seperti itu membuatnya memahami atas semuanya.
Semua yang telah ia lakukan kepada istrinya selama ini.
"Tumben dia tidak marah-marah?, apa dia kesambet!"Anita menggerutu sendiri di dalam kamar melihat sikap suami yang sedikit aneh.
Ia juga tidak sedang berada di dalam kamar suaminya itu melainkan di kamar sebelah.
Anita juga bergegas membersihkan dirinya, karena hari sudah mulai tengah malam membuatnya harus segera beristirahat.
Selesai mandi tentunya Anita langsung menyiapkan pakaiannya untuk di pakai.
Tapi ketika Anita sedang berganti pakaian Reyfan masuk begitu saja ke dalam kamarnya.
"Hah!,Reyfan" Anita terbelalak sambil mengaitkan handuknya lagi ke tubuhnya dengan erat "Bisakah kau ketuk pintu dulu sebelum masuk ke dalam kamar!"
"Untuk apa?, memang aku ini pelayan apa!. Lagian bukankah kita sudah menjadi suami istri,kenapa harus di tutup-tutupi"
Penyakitnya kambuh lagi!,dia sudah mulai mengoceh.
Iya..suami istri sekarang!, besok juga kau jalan lagi dengan Nona SRC itu kan.
Basi!
"Ada apa?,kau memerlukan sesuatu?"Anita masih berbicara kesal menatap suaminya. Bahkan terbilang sengit juga saat menatapnya karena masih kesal.
"Persiapkan bulan madu kita besok!, tanpa terkecuali!"
"Kenapa kita harus berbulan madu?,memang kita saling mencintai?, lucu sekali!"
"Ini perintah Papa!.Tolak saja jika kau berani untuk menolaknya hari besok!"
"Kenapa bukan kau saja yang menolaknya?!, lagian kau tidak menginginkan ini bukan?"
"Aku adalah lelaki yang berbakti kepada orang tua,jadi apapun yang mereka katakan adalah perintah!"
"Lelaki yang berbakti?,atau memang lelaki yang tidak memiliki pendirian?"
"Apa kau bilang?, beraninya kau mengataiku seperti itu!"
Cih menyebalkan sekali lelaki ini!
"Memang benar!,kau adalah lelaki yang tidak memiliki pendirian, antara memilih masa depanmu dan perintah saja kau tidak tahu yang mana, menikahi orang tapi tidak tahu tanggung jawab,iya kan?"
"Kau sudah selesai mengoceh?,aku suka ceritamu!"
Woy,aku lagi membicarakan mu!, bukan bercerita!
Reyfan malah langsung rebahan di atas ranjang dengan santai mendengar istrinya yang mengoceh. Padahal ia tahu istrinya akan berganti pakaian.
"Kenapa kau malah tidur di sini?,keluar sana!"
"Memang ini rumahmu?. Ini rumah kita berdua jadi tidak ada hak untuk mengusir satu sama lain!"
"Iya tapikan aku akan memakai baju"
"Pakailah!,aku juga tidak akan melihatnya"
"Kau memang tidak akan melihatnya tapi matamu?!"
"Oke-oke baiklah aku akan menutup mataku"
"Reyfan!"
"Jangan membuatku marah Anita!, cepat pakai bajumu mumpung aku sedang menutup mata"
Aku tidak yakin jika dia benar-benar menutup matanya, bisa saja ia mengintip sedikit kan bisa.
"Kau ingin mengintip ya?"
"Sembarangan!, cepetan pakai bajumu!,aku belum selesai berbicara!"
Hii... menyebalkan sekali ini orang!