
"Halo Papa.."
"Ada apa Fan?,apa ada sesuatu yang kau perlukan?"Terlihat Papa Rey yang sedang sibuk menganalisa data sambil menerima panggilan dari anaknya itu.
"E'mm tidak papa Pa,aku hanya ingin memberitahu kalau Anita mengalami kecelakaan"
"Apa!, kecelakaan?. Bagaimana bisa terjadi?, bukankah para pengawal Papa juga ikut mendampingi kalian"Terbelalak Papa Rey. Ia tak menyangka hal ini yang akan di kabarkan putranya.
Jantungnya juga hampir berhenti tiba-tiba karena tidak terima.
"E'mm.. ceritanya panjang Pa,ya ini semua memang salah Reyfan, Reyfan tidak bisa menjaga istri Reyfan dengan baik, maafkan Reyfan Pa"
"Bagaimana keadaannya?,dia baik-baik saja kan?"
"Dia sedang di rawat Pa,dan kata dokter kondisi Anita sudah lumayan membaik"
"Syukurlah kalau begitu, ada-ada saja kau Fan, besok kita semua akan menyusul kesana"
-------------
Anita masih belum juga sadarkan diri.
Kepalanya masih di balut perban terbaring di atas ranjang.
"Ya ampun Anita kau belum sadar juga, pasti lukamu sangat sakit yah"Mengelus rambut istrinya dengan lembut dan penuh hati-hati. Reyfan benar-benar merasa bersalah kali ini. Bahkan matanya terlihat berkaca-kaca menunggu istrinya yang belum juga sadar.
"Muach.., cepat sembuh. Maafkan aku tidak bisa menjagamu dengan baik"
Reyfan terduduk lemas sambil memegangi tangan istrinya penuh harap.
Tak terasa hari pun sudah malam.
Anita sudah mulai menyadarkan dirinya dari pingsan.
Terlihat suaminya yang sedang menunggunya hingga ketiduran.
Luka itu masih memar. Membuat Anita yang sudah tersadar itupun merasa kesakitan dan cenat-cenut kepalanya.
"Ahh..."Anita tidak jadi bergerak,ia kembali berbaring dengan anteng untuk meredakan sakit di kepalanya.
Reyfan pun tersadar karena suara istrinya yang kesakitan tadi.
Ia merasa senang sekali melihat istrinya yang tersadar.
"Anita!. Syukurlah kau sudah bangun"Menatap istrinya lebar-lebar, jelas-jelas ia terlihat masih ngantuk sekali.
"Aw... kepalaku sakit sekali"Lagi-lagi nyeri itu datang kembali saat Anita akan berbicara.
"Jangan terlalu banyak bergerak Anita, lukamu masih di tahap pemulihan"
"Aku haus"
Tentu saja Reyfan dengan sigap melayani istrinya dengan baik untuk memberinya segelas minuman.
Anita dengan cepat hampir menghabiskan minuman yang ada di gelas itu karena haus.
"Anita.., maafkan aku atas kejadian ini"
"Kau siapa?"Tanya lembut istrinya sambil menatap lekat suaminya karena bingung.
"Hah!"
Ada apa dengannya?, jangan bilang dia sampai hilang ingatan.
Kenapa dokter tidak bilang apapun tentang ini.
"Kau bercanda?,kau tidak ingat siapa aku?, jangan berakting Anita!"
"Zayn,kau pasti Zayn kan?"
"Zayn?, yang kau ingat Zayn"
Anita masih terdiam pucat karena bingung dengan tingkah kesal lelaki di hadapannya.
"Anita jangan bercanda seperti ini?,aku tidak suka,kau benar-benar tidak ingat siapa aku?"
Tiba-tiba dokter datang dan masuk ke ruangan. Pas sekali,kali ini Reyfan memang sedang kebingungan dan tidak percaya akan hal ini.
"Dok, kenapa dia tidak mengenaliku?, jangan bilang dia sampai sejauh ini!"
"Ini yang sedang aku khawatirkan dari tadi Tuan muda. Setelah melihat lukanya secara detail benturan di kepala terlalu keras dan menyebabkan adanya berapa retakan di bagian kepala. Dan ini berpengaruh pada sistem syaraf ingatnya. Jadi hal ini sangat mungkin terjadi padanya"
"Ya ampun, apalagi ini?, bukankah Anda bilang istriku baik-baik saja kan".
Lebih kesalnya lagi bagaimana bisa Anita mengingat nama Zayn di kepalanya. "Aku tidak terima semua ini dok, bagaimana bisa dia ingat kepada orang lain dan kepadaku saja tidak"
Dokter kembali mengambil alat medisnya dan stetoskop untuk memeriksa Anita.
Suster juga senantiasa mendampinginya seperti biasa.
Tak lama setelah mendata kembali, dokter itu pun kembali menjelaskan kepada Reyfan.
"Tenang saja Tuan muda, istri anda hanya akan mengalami amnesia sementara, karena luka yang di alaminya memang tidak terlalu parah"
"Tapi bagaimana bisa dia lebih mengingat orang lain daripada diriku dok?"
"Mungkin peran temannya sewaktu ia sadar orang itu sangat penting dan berharga baginya. Atau mungkin orang itu pernah melakukan sesuatu yang sangat spesial untuknya yang selalu ia ingat,makanya nama itu yang selalu ia ingat sampai sekarang.
Jika tidak,memang bisa saja Nona tidak sepenuhnya kehilangan ingatannya,kita lihat saja nanti tuan muda, ketika ia bertemu dengan orang terdekatnya atau mungkin keluarganya, apakah ia bisa mengingat mereka atau tidak. Kita permisi, pengobatan terbaik akan selalu saya berikan untuk istri anda"
Reyfan terjebak di dalam perkataan dokter tadi.
Ia sungguh memikirkan dan tidak terima akan hal ini.
Terlebih istrinya yang malah mengingat Zayn dan bukan dirinya.
"Kau yakin tidak mengenaliku?"
Anita menggelengkan kepalanya sangat pelan.
"Zayn"
Lagi-lagi nama itu yang ia sebut dari mulutnya.
Lagi-lagi Zayn yang dia pertanyakan, apakah segitu berharganya dia bagimu.
"Aku Reyfan suami mu!"
"Suami?"
"Apa yang kau ingat tentang Zayn?"
Anita terlihat menggelengkan kepalanya tidak tahu.
Ia sungguh tidak mengingat apapun.
Hanya nama itu yang terlintas di kepalanya saja.
Apa benar yang di katakan dokter, kalau Zayn adalah orang spesial yang sekarang berada di hati istriku. Sehingga ia saja tidak mengingatku lagi.Tapi Zayn lah yang dia ingat.
"Iya sudah, istirahatlah!. Kau perlu istirahat yang cukup"
Tak lama ada salah satu suster yang mengirimkan makanan masuk ke ruangan itu.
"Kau lapar?"
Melihat makanan itu juga membuat Anita mengelus perutnya sendiri karena lapar.
Tentu saja tanpa di jelaskan pun Reyfan sudah tahu kalau istrinya sedang kelaparan sejak tadi.
Ia segera mengambil sendok dan menyuapi makanan untuk istrinya agar bisa minum obat.
Cepat sembuh Anita,aku benar-benar tidak terima jika kau tidak mengenaliku seperti ini.
Penabrak itu juga harus di tangkap,aku benar-benar ingin sekali menamparnya dan menghempaskan-nya ke tanah.
Gelagat pesepeda itu sungguh aneh,ia terlihat sekali memang sengaja melukai istriku.
Kira-kira apa motif di balik semua ini?,siapa yang menyuruhnya?,dasar brengsek!.
Lihat saja,aku pasti akan menangkap mu!.
------------
Hingga hari esok pun tiba.
Reyfan masih tidak percaya akan istrinya yang hilang ingatan sejak kemarin.
"Kau sudah ingat aku?"
Bahkan di pagi hari pun yang di pertanyakan oleh Reyfan adalah ingatan istrinya. Ia ingin sekali Anita segera pulih akan amnesianya.
Jawaban Anita masih tetap sama. Ia menggelengkan kepalanya dengan sangat pelan karena belum juga ingat akan suaminya itu.
"Iya sudah,kau harus sarapan dulu karena kau perlu minum obat 3 kali dalam sehari"
Reyfan berusaha untuk merawat istrinya dengan baik sambil menunggu kedatangan anggota keluarganya yang juga sedang menuju ke kota itu.