
Pagi ini adalah pagi yang sangat indah yang belum pernah mereka lalui sebelumnya.
Anita masih tampak malas untuk bangun dari atas ranjangnya. Ia bahkan terlihat lemas sekali saat ini.
Membuat Reyfan mendekat sambil bertanya perhatian.
"Kau tidak papa kan?"
Anita menggelengkan kepalanya sambil tersenyum kecil.
"Agak sedikit pegel sih.."
"Apa kau terluka...?"
"Tidak sayang, apaan si..."
Reyfan terlihat bersinar dan ceria sekali hari ini. Sepertinya ia baru mendapatkan apa yang ia inginkan semalam.
Setelah mereka membersihkan diri dan wangi keduanya tampak meninggalkan kamar hotel untuk berjalan-jalan.
Banyak orang yang hobi dan gemar berjalan di kota ini.
Bahkan hampir semua orang yang memenuhi jalan raya itu adalah pejalan kaki dan turis-turis asing yang datang untuk menyenangkan diri.
Ada banyak pasangan yang tampak kompak dan so sweet banget di sepanjang perjalanan. Dengan baju yang mereka kenakan serba couple dan senada, hal ini membuat Anita merasa tertarik ingin mengenakannya juga.
"Kenapa kita tidak seperti mereka saja Fan"
"Kau mau kita seperti mereka?"
Setelah melihat istrinya menganggukkan kepalanya Reyfan langsung membawa istrinya belanja ke mall.
"Ayo kita ke mall,beli semua baju yang sama untuk kita..."
Keduanya segera menuju ke mall untuk berbelanja sepuas mereka.
Satu persatu lantai mulai di telusuri oleh Anita dan Reyfan.
Melihat wajahnya yang berada di poster-poster di berbagai sudut mall membuat Anita terdiam lama untuk mengamatinya.
Reyfan pun segera menyadari itu,ia mendekati istrinya untuk bertanya tentang apa yang sedang diamatinya itu.
"Kenapa dia mirip denganku?"
"Dia memang kamu Anita"
"Hah,aku..?"
"Iya, kau pasti akan mengingat semua nya suatu saat"
"Siapa lelaki tampan itu?, kenapa tidak mirip denganmu, kenapa aku berfoto dengannya sedekat itu?"
Itu yang membuatku kesal Anita, beraninya kalian berdua sedekat itu!.
"E'mm..kalian berdua adalah seorang model. Sudahlah ayo kita beli baju couple,akan aku beritahu semaunya nanti".
Mereka langsung masuk ke tempat baju-baju mahal yang terkenal itu.
Melihat berbagai desain pakaian yang bagus juga membuat Anita terdiam kembali.
Ada apa dengan baju ini?, kenapa membuatku ingin mengamatinya.
Mencoba mengingat-ingat apa yang terlintas di pikirannya sesaat, namun ia tidak mengingat apapun lagi.
"Apa kau mengingat sesuatu?"
Anita menggelengkan kepalanya, ia merasa masih belum mengingat apapun.
"Ini adalah desain baju pertama yang kau rancang dan kau pasarkan 3 tahun yang lalu di berbagai pusat mall kota lewat Bahara Sanjaya group"
"Aku yang membuatnya?"
"Iya tentu saja,kau adalah desainer termuda dan terpopuler waktu itu sayang, karena kau juga memenangkan berbagai kontes berbakat model dan kecantikan"
"Wah benarkah?, kenapa terdengar menyenangkan sekali,aku benar-benar ingin ingatanku kembali Fan"
Tapi jika ingatanmu kembali pasti suasana rumah tangga kita tidak akan seperti ini lagi kan.
"Pasti!, pasti sayang. Ingatanmu pasti akan segera kembali"
Ponsel yang ada di kantong celana Reyfan berdering tiba-tiba.
Sepertinya panggilan masuk dari Papa Rey.
Setelah selesai berbicara ia langsung matikan panggilan itu.
"Ada apa Rey?"
"Mungkin kita akan kembali ke rumah besok, kita harus pulang ke rumah kita, karena ada masalah besar di kantor"
"Oh.. gitu, sebesar itukah masalahnya?"
"Hmm"
Keduanya melanjutkan berbelanja dan jalan-jalan untuk menghabiskan waktu hari ini.
--------------
Pagi ini pesawat sudah mendarat di dekat kota tempat tinggal mereka.
Para supir dan bawahan Papa Rey sudah standby sejak tadi menunggu pendaratan pesawat mereka.
Melihat majikanya turun dari pesawat mereka bergegas untuk mengambil barang-barang bawaannya.
Setelah selesai dengan urusan di bandara mereka segera pulang menuju ke rumah.
Kini terapi dan perawatan Anita pun akan di rujukan ke rumah sakit terdekat sampai ingatannya pulih kembali.
Sehari setelah mereka pulang dan istirahat cukup. Reyfan kembali berkerja seperti biasanya ke kantor.
Anita dengan sangat baik melayani dan menyiapkan perlengkapan suaminya pagi ini.
Bahkan kecupan hangat di pagi hari juga ia berikan kepada Reyfan sepenuhnya.
"Hati-hati di jalan, semangat kerjanya suamiku.."
Perkataan Anita membuat Reyfan tersenyum sendiri sekaligus tercengang. Baru pertama kali juga ia mendengar hal ini.
Baru kali ini ia menyemangati ku bekerja. Kenapa rasanya menyenangkan sekali.
"Pasti. Muach..,ya sudah aku berangkat,jaga diri baik-baik di rumah"
"Iya Fan"
Reyfan langsung berangkat dengan supir pribadinya ke kantor. Sementara Anita tidak memiliki kegiatan di rumah.
Sepertinya ia akan membereskan kamarnya yang berantakan itu.
"Tuan muda.."
"Hmm"
"Sepertinya ada mobil yang mengikuti kita sejak tadi,apa anda mengenalinya?"
Tatapan tajam Reyfan langsung teralihkan ke belakang untuk melihat mobil itu.
"Sintya, kenapa ia mengikuti mobilku begini?,ini sangatlah berbahaya!"
Reyfan terlihat menatap ponsel yang begitu banyak pesan dari Sintya yang belum ia buka.
"Aku ingin berbicara denganmu Reyfan, sudah sekian lama aku menunggu kepulangan mu,tapi ternyata kau begitu cuek kepadaku!. Menyebalkan!" Sintya terlihat sekali mengikuti jalannya mobil Reyfan. Ia juga terlihat masam saat menyetir.
"Berhentilah sejenak,aku ingin berbicara dengannya"
"Baik Tuan muda"
Supir segera memperlambat jalannya mobil,lalu berhenti di tepian jalan yang tampak sepi itu.
Mobil yang di belakangnya pun sama segera berhenti di tepian. Lalu wanita itu turun dari mobil dengan segera untuk mendekati Reyfan.
"Reyfan!. Kenapa kau bersikap seperti ini kepadaku?" Bertanya ketus dengan rona wajah kesal dan jengkelnya itu.
Ia langsung saja to the point ke intinya untuk bertanya.
"Sintya,apa yang kau lakukan?,jangan mengikutiku begini,ini sangat berbahaya..!"
"Jawab pertanyaanku!"
"Sintya,aku mohon maafkan aku,aku harap kau sudah mengerti akan semuanya"
"Mengerti apa maksudmu Reyfan?, aku tidak bisa seperti ini,aku tidak bisa terima kau bersikap seperti ini kepadaku,kau sudah berhubungan baik dengannya?"
"Aku sudah berjanji kepada Papa dan diriku sendiri,aku akan menerima pernikahan ini dengan tulus dan mencintai istriku dengan sepenuhnya juga"
"Ohh...gitu!, lalu bagaimana denganku?. Lalu bagaimana dengan perasaanku Reyfan?,kau benar-benar tidak memikirkan ku?, apa kau tidak punya hati?, dasar jahat!,kau benar-benar jahat Reyfan!"
Mata Reyfan juga terlihat berkaca-kaca melihat kekasih pertama yang pernah hadir di hatinya terluka karena dirinya.
"Aku mohon maafkan aku Sintya,aku yakin kau akan mendapatkan lelaki yang lebih baik dariku"
"Tidak Fan, tidak bisa,aku tidak ingin kau menjauhiku begini,aku tidak bisa seperti ini.. aku tidak bisa Fan!"
"Aku juga tidak bisa Sintya,aku harap kau bisa mengerti itu"
"Gampang sekali kau bilang seperti itu sekarang!,kau sudah jatuh hati padanya sehingga kau melupakanku dan janjimu begitu saja hah?"
"Aku mengerti Sintya apa yang aku lakukan ini adalah yang terbaik untuk kita berdua, tapi aku mohon kau juga mengertilah akan semuanya,aku tidak bisa membahas hal ini sekarang. Mohon maafkan aku.."
Reyfan terlihat terburu-buru masuk ke dalam mobil. Lalu pergi meninggalkan jalan itu begitu saja.
"Reyfan.., Reyfan!"
Terlihat lebih kesal lagi Sintya di tinggalkan oleh Reyfan kali ini. Bahkan tanganya pun terlihat mengepal ingin menonjok-nya.