Say You Love Me

Say You Love Me
Reyfan kesal



"Darimana kamu?"


Menatap tajam wajah istrinya,ia terlihat sekali tidak suka dengan istrinya yang baru saja pulang.


Terlebih melihat Anita yang membawa buket bunga cantik itu membuat raut wajahnya semakin masam"Jam berapa ini!"


"Maaf,aku baru pulang dari rumah sakit"


"Rumah sakit!, ngapain?. Atau kau habis berjalan-jalan dengannya hingga lupa waktu?"


"Apaan si!, ribut di depan rumah!" Anita juga merasa kesal dengan kehadiran suaminya di acara itu bersama Sintya.


Ini yang membuatnya malas untuk berbicara dengannya sekarang.


"Anita!"


Terlihat istrinya yang berjalan pincang sambil naik ke atas tangga.


"Kau kenapa?"


Malah bertanya!,kau tidak lihat apa aku jatuh di panggung waktu kontes?.


Apa kau terlalu sibuk dengan kekasihmu yang terkenal itu.


Anita diam saja dan terus berjalan menuju ke lantai atas. Reyfan juga mengikutinya dari belakang, karena ia merasa ia juga belum selesai berbicara dengan istrinya.


"Anita aku bertanya kepadamu tapi kenapa kau tidak menjawabnya?"


"Bertanya?!"Kali ini Anita yang terlihat begitu kesal menatap suaminya kembali dengan tajam."Kau tidak melihat kejadian di panggung itu?,kau pasti juga menertawakan ku saat aku jatuh kan?, bersama kekasihmu yang terkenal itu"


"Apa yang kau katakan Anita?, bukankah kau cuma berakting bersama lelaki itu?"


"Berakting?,kau tidak menyadari kalau aku itu jatuh beneran?. Apa kau tidak melihat betapa malunya aku jika tidak ada kehadiran Zayn saat itu, mungkin semua orang merasa aku ini berakting dengannya di atas panggung. Tapi kau kemana?,kau terlalu asik duduk santai dengan Sintya sehingga kau tidak memperdulikan istrimu sama sekali"


"Ada hubungan apa kau dengan lelaki itu?"


"Jangan berbicara yang tidak-tidak,aku tidak ada hubungan apapun dengannya"


"Mulut mungkin bisa berkata tidak,tapi tidak dengan hatimu yang berbohong. Apa ini!, bagaimana bisa dia memberikan buket bunga alay ini di hadapan semua orang?!!"


"Kenapa harus dia?, kenapa bukan kau yang memberikan bunga alay ini di hadapan semua orang?, setidaknya Zayn mengucapkan kata selamat dan memberikan hadiah ini untukku. Tidak sepertimu, yang sama sekali tidak memperdulikan perasaan istrinya demi jalan dengan wanita lain"


"Wanita lain kau bilang?,dia Sintya Anita,dia Sintya!"


"Cihh, Sintya?, Sintya Nona SRC itu?!. Kau ini berbicara apa sih?, terserah kau sajalah!"


Anita langsung masuk meninggalkannya ke dalam kamar.


Keduanya kini saling diam di dalam kamar. Bahkan setelah Anita membersihkan diri pun keduanya masih tetap diam.


Mau tidak mau Reyfan mengalah dan memulai pembicaraannya terlebih dahulu.


"Mau makan malam apa kita hari ini?"


"Bukan kita!. Tapi kau,kau yang akan makan malam apa darinya malam ini?, coba tanyakan itu pada kekasihmu!, bukankah dia yang selalu melayani mu dengan baik sekarang!"


"Anita!"


BRAKKK!


"Jangan membuatku kesal!"


Reyfan sudah marah mendengar jawaban istrinya, kemudian ia merebut sisir yang ia pakai dan melempar begitu saja ke lantai.


Bahkan lemparan kesal itu membuat sisirnya patah dan berserakan di atas lantai.


"Re.. Reyfan"Bahkan nyali Anita yang baru melihatnya begitu marah membuatnya takut.


Bukan hanya itu saja, Reyfan langsung menarik Anita dan menjatuhkannya di atas ranjang.


BRUGGHH!


Anita terhenyak di atas ranjang.


Reyfan menindihnya dan menatapnya sengit.


"Sejak kapan kau berani melawan suamimu?!, sejak kau kembali bertemu dengannya yah?!"


Baru kali ini juga Reyfan berbicara bernada tinggi. Ia terlihat sangat marah dengan jawaban-jawaban istrinya yang sengit.


"Sejak kau berani terang-terangan dan masih berhubungan dengan Sintya. Satu hal lagi! jangan membawa nama Zayn di rumah ini!"


"Kenapa? bukankah kau suka dengan lelaki itu!"


"Iyah jika aku suka dia kenapa?,kau juga tidak memperdulikannya bukan?"


"Iyah tentu saja aku tidak akan memperdulikannya"


Reyfan terlihat kesal sekali.


Lalu mengambil kunci mobil yang ada di meja TV dan pergi meninggalkan kamar begitu saja.


Lihatlah dia!,


Apa sebagai suami dia punya hati!


Setelah marah-marah dia meninggalkan istrinya begitu saja, lelaki brengsek!.


Suami katanya,suami apaan!


Anita duduk di tepian ranjang.


Sebenarnya perasaan hatinya sangat terluka dan sedih dengan suasana ini.


Suasana rumah tangga yang hanya di bina oleh cinta sebelah tangan.


Bahkan perasaan cinta itu perlahan terasa memudar dan semakin menghilang setiap kali melihat kedekatan Reyfan dengan Sintya yang selalu dekat.


Ia tidak tahu lagi harus berbuat apa.


Selain mempertahankan rumah tangganya ia juga hanya bisa pasrah untuk kelanjutan hidup keduanya ke depan.


Anita turun dari kamarnya ke lantai bawah.


Kemudian masuk ke dapur untuk memasak mie instan kuah.


Sepertinya malam-malam makan mie instan kuah akan terasa nikmat baginya.


Anita di temani beberapa pelayan di dapur. Mereka sembari bercerita dan bertanya-tanya tentang hal yang tak penting untuk menumbuhkan suasana kehangatan di dalam dapur dengan majikan barunya itu.


"Ting tong..Ting tong"


"Siapa itu?,apa Reyfan yang pulang, kenapa cepat sekali?!"


Pelayan bergegas membukakan pintu.


Sementara Anita mengaduk mie di mangkuknya yang baru saja matang.


Keduanya sama-sama bertemu di ruang santai.


Anita membawa semangkuk mie dan Reyfan membara beberapa tentengan makanan ke meja makan.


Walaupun keduanya saling tatap, namun tetap saja tidak ada yang mulai berbicara.


"Kau makan mie instan?, jangan terlalu sering makan begituan, tidak baik untuk kesehatanmu"


"Aku hanya ingin mencoba saja"


"Aku belikan minum dan makanan untukmu, makanlah jika kau belum kenyang"Reyfan menaruh makanan itu di atas meja dan pergi meninggalkan ruangan setelah mengambil satu minuman dan Burger di tangannya.


Ia terlihat menuju ke lantai atas menuju ke kamar.


Biarkan saja dia, lelaki tidak punya hati, bisanya cuma marah dan tidak intropeksi diri.


Pernahkah dia sadar kalau dia salah karena jalan dengan wanita lain.


Setelah kenyang Anita kembali ke kamar.


Semuanya masih diam. Reyfan juga terlihat fokus ke layar leptopnya.


Lalu Anita masuk ke dalam kamar mandi untuk menyikat giginya.


Setelah itu ia kembali ke dekat ranjang dan langsung membaringkan tubuhnya begitu saja di samping Reyfan tanpa menyapanya.


Reyfan sadar akan kehadiran Anita yang sangat cuek kepadanya.


Ia juga merasa bersalah akan itu.


"Anita.."Panggilan lembut Reyfan.


"Mmm?"Masih membelakangi Reyfan yang berbicara menatapnya dari samping.


"Apa kakimu baik-baik saja?"


"Sudah baik-baik saja,aku hanya keseleo"


"Ini untukmu"Menyodorkan sebuah kotak yang tertutup rapat dan cantik.


Namun Anita sama sekali tidak meliriknya.


"Taruh saja di meja"Padahal Anita tidak tahu apa yang di berikan suaminya itu.


"Kau tidak ingin membukanya?"


"Tidak aku ngantuk!"


"Baiklah, tidurlah!,good night.." Reyfan pun ikut membaringkan tubuhnya untuk beristirahat setelah menaruh kotak itu di atas meja.