
Sejak kapan dia berani berpakaian seksi seperti itu.
Sepertinya dia benar-benar sedang menggodaku yah.
"Kenapa matamu terlihat melirik-lirik,aku cantik yah...?"
"Cihh, PD sekali"
"Tapi wajahmu terlihat memerah Reyfan, sepertinya kau sedang menahan sesuatu yah..?"
"Gerah sekali"Tanpa di sadari Reyfan memegang kerah bajunya sendiri karena canggung dengan gaya istrinya yang berbaring itu. Bukan hanya berbaring tapi karena gaya Anita yang sedang jahil menggodanya dengan pakaian yang seksi.
"Apa?.Kau bilang apa tadi?, bukanya kau bilang dingin kan sebelumnya,tapi bagaimana bisa kamu tiba-tiba bilang gerah?". Anita juga terlihat tersenyum menatap wajah suaminya yang semakin memerah karena gelisah.
Oh my God aku salah bicara.
"Se..sepertinya aku harus ke kamar mandi"Reyfan beranjak berdiri dan meninggalkan ranjang setelah melihat tawa kecil dari istrinya.
Reyfan Reyfan,ini hanya baju tidur biasa, lalu bagaimana jika aku pakai bikini?. Akan meledak kah wajahmu karena gerah itu.
Tawa sudah hilang setelah beberapa saat.
Anita sebenarnya sedang merasa ngantuk sekali. Namun saat melihat coklat membuatnya teringin tiba-tiba.
Walaupun ia merasa sayang jika mengambil isi buket coklat yang cantik itu satu persatu.Tapi,apa daya jika nafsu untuk memakannya lebih besar dari egonya untuk menjaga keutuhan buket coklat yang cantik itu.
Reyfan tahu saja mana coklat kesukaan ku, bagaimana bisa dia juga memiliki pemikiran untuk memberikanku coklat sebanyak ini.
Reyfan sudah keluar dari kamar mandi.Ia terlihat berganti pakaian tidur juga.
Sementara Anita masih sibuk mengunyah coklat itu sambil mengantuk.
"Kau mau,ini sangat enak Reyfan?"Menawari suaminya saat melihatnya duduk kembali di sampingnya dan memegang laptop untuk bekerja kembali.
"Tidak Anita ini sudah malam,makanlah!. Mau tidur kok makan coklat"
"Kan kepengin.."
Anita kembali melanjutkan makan coklatnya itu. Sementara suaminya sibuk mengurusi urusan laptopnya.
Tak terasa 14 menit berlalu.
Suasana kamar tampak begitu sepi, dan ternyata saat Reyfan menengok ke arah istrinya Anita sudah tertidur anteng di sampingnya.
"Iya ampun Anita kau bahkan makan coklat sambil tidur"Menatap istrinya lekat dengan penuh heran karena tertidur itu.
Tiba-tiba ia juga tersenyum sendiri setelah menatapnya lama.
Aku benar-benar baru menyadari,aku memiliki istri yang cantik, baik dan imut sepertimu Anita.
Ternyata manja mu itu juga menggemaskan Anita, tidurlah dengan nyenyak.
"Much.."Reyfan juga tidak sadar akan tingkahnya yang tiba-tiba mencium Anita.Ia juga baru menyadari bahwa ia bisa melakukan hal ini ke istrinya
Apa yang telah aku lakukan?, kenapa aku malah menciumnya,jika dia bangun bagaimana?,aku pasti benar-benar telah kehilangan kesadaran tadi.
Coklat itu pun terlihat mengotori bibirnya yang merah muda.
Dengan penuh senyuman Reyfan membersihkan bibir istrinya. Jemari itupun tampak lembut mengusapnya. Reyfan juga mengambil coklat itu juga dari istrinya yang belum habis di tangan.
Reyfan kemudian memakannya sambil membuka data-data laporan kantor untuk di periksa kembali.
Biarkan ia tidur dulu,dia pasti belum berkumur tadi
Sesekali ia menyelimuti tubuh istrinya yang tampak terurai seksi itu,agar tidak menganggu pikirannya yang sedang sibuk menganalisa data.
Tak lama ia juga melihat laporan hasil kerja istrinya di bidang periklanan yang masuk dari data Ferland sahabatnya.
Ini membuatnya mengerutkan dahinya tiba-tiba.
"Apa ini?, kenapa pemotretannya seperti ini?, menyebalkan sekali!"
Raut wajah Reyfan berubah seketika setelah melihat hasil pemotretan model istrinya dengan Zayn.
"Ini lagi begini, menempel sekali!. Mana ada pemotretan begini!, beraninya mendekati istriku!"Ketika satu persatu hasil pemotretan ia lihat juga semakin membuatnya kesal.
Hasil pemotretan yang tentunya terlihat sangat romantis seperti pasangan kekasih yang sangat cocok.
Terlebih orang itu adalah Zayn,
Reyfan terus menelusuri jejak karir istrinya yang baru saja meluncur itu.
Masih banyak lagi foto-foto kedekatan keduanya yang terbilang mesra baginya.
Entah kenapa ini membuatnya begitu kesal hingga menutup layar laptopnya dengan kasar.
Walupun itu hanya sebatas kerja dan periklanan produk, tapi ini benar-benar membuatnya kesal.
"Siapa produsernya?, kenapa menyuruhnya untuk berpose seperti itu dengan lelaki itu, menyebalkan sekali!!"Menatap Anita kesal juga di sampingnya yang sedang tertidur pulas.
Aku saja yang suaminya tidak pernah berdekatan seperti itu,tapi lelaki itu sudah melakukannya lebih dulu!.
Brengsek!.
Apa ini yah yang namanya cemburu?.
Aku merasa kesal sekali,apa aku benar-benar cemburu!.
Ini sungguh menyebalkan!.
Hari berganti.
Hari ini adalah hari Valentine,hari yang penuh kasih sayang tentunya.
Keduanya sudah saling siap untuk pergi jalan-jalan meninggalkan hotel.
Anita sendiri tidak tahu jadwal hari ini ia akan pergi kemana. Tugasnya adalah mengikuti suaminya kemanapun ia pergi.
Lagian ia sendiri tidak mengerti tempat ataupun daerah di sekitaran tempat ini.
Supir dan para pengawal juga sudah standby untuk mengawal mereka.
"Kita mau pergi kemana Fan?"Anita penasaran akan jadwalnya hari ini.
"Terserah kau saja,kau mau pergi kemana katakan?"
"Entahlah terserah kau saja,aku akan mengikuti mu"
"Mumpung hari ini aku baik aku akan mengikuti semua kemauan mu, katakanlah apa yang kau mau?"
"Aku mau.."Anita terlihat menatap ponsel suaminya dengan lekat yang tampak aktif sejak tadi."Aku mau kau membanting ponselmu yang terus bergetar dan berkedip itu!"
"Yang benar saja Anita, jangan meminta permintaan yang tidak mungkin aku lakukan"
"Iya..iya aku tahu itu pesan dari Si"
Hepp!
Bibir Reyfan sudah mengunci bibir Anita yang akan berbicara itu.
Ia tahu Anita akan menyebut nama Sintya di dalam mobil.
Jika ini terjadi maka pengawal yang ikut bersama keduanya di bangku depan akan melaporkannya kepada Papa Rey.
Ini akan menjadi malapetaka baginya karena sudah melanggar janji untuk tidak berhubungan lagi dengan wanita itu.
Anita masih terbelalak sejak tadi,ia tidak tahu apa yang telah Reyfan lakukan. Ini juga membuatnya bingung sekaligus berdebar kencang karena senang dan tidak menyangka juga akan ciuman pertamanya ini.
Reyfan apa yang telah kau lakukan?,ini di dalam mobil, kenapa kau tiba-tiba meminta seperti ini di hadapan mereka.
Keduanya langsung melepas ciuman itu setelah lama membisu.
"Jangan berbicara di dalam mobil aku tidak suka!"Reyfan juga terlihat merona karena tak sadar dengan apa yang ia lakukan spontan.
"Ta..tapi.. baiklah"Anita benar-benar merasa canggung tak terkira setelah mendapatkan ciuman yang tiba-tiba itu.
Jujur saja ini membuatnya senang sekaligus tak menyangka.
Oh my God apa yang telah kau lakukan Reyfan, kau benar-benar membuatku senang.
Jantungku benar-benar terasa ingin meledak.
Anita benar-benar merasakan hujan deras bunga saking bahagianya.
Tapi sementara Reyfan sedang merasakan cuaca yang begitu gersang karena malu dengan istrinya sendiri akan apa yang ia katakan setelah kejadian ini.