Say You Love Me

Say You Love Me
Siapa yang pandai berselingkuh?



Anita sudah keluar dari ruangan mencengangkan itu bersama Zayn.


Keduanya sudah menandatangani kerjasama kontrak dengan perusahaan Alexander One.


Walaupun ada kehadiran Sintya di dalam ruangan itu tidak membuat resah keduanya.


Mereka bahkan tidak menganggapnya ada dan sibuk mengobrol tadi.


"Ehem..ehem. Dekat sekali ya kalian. Sampai-sampai lupa yang namanya jaga jarak?"


"What?. Excuse me!, I didn't hear wrong!. Bukannya kamu yang suka rangkul-rangkul suami orang yah!"


"He'h,dia memang suamimu,tapi tidak dengan hatinya, hatinya milikku bukan?. Sampai kapanpun Reyfan tidak akan pernah meninggalkan ku Anita, karena dia sudah berjanji kepadaku!"Sintya mencibir sengit.


"Lihat ini!, pemberian dari Reyfan, bagus kan"Sintya menunjukan sebuah cincin emas yang ada di jemari manisnya.


Lalu tertawa lepas. Seolah-olah perkataannya sudah memenangkan pertandingan sambil pergi meninggalkan keduanya dengan angkuh.


Anita terdiam mendengar perkataan itu, memang inilah yang sebenarnya.


"Hey wanita gila ya kau!, tidak memiliki perasaan apa, bangga sekali menjadi Hama pengganggu!"Zayn sudah gregetan sendiri.


"Beraninya kau mengataiku Hama pengganggu!"Dari kejauhan Sintya memberhentikan langkahnya menatap sengit Zayn karena tidak terima dengan ucapannya itu.


"Apa?, nyatanya kan!"Tidak ingin kalah juga Zayn dengan wanita itu.


"Sudahlah Zayn, biarkan saja dia,dia memang benar!"


Anita terlihat menunduk sedih,ia juga tidak ingin memiliki hubungan rumit seperti ini.


"Maksudnya bagaimana Anita?, benar bagaimana?"


"Aku tidak tahu harus berkata apa, intinya hubunganku sangatlah rumit,aku harus hidup dengan orang yang sama sekali tidak mencintaiku"


Zayn terdiam lama. Ia tidak mempercayai Anita yang berbicara seperti itu.


"Hiks...hiks. Kenapa aku harus menangis"


Air mata Anita mengalir dengan sendirinya.


Ia buru-buru mengusapnya dengan tangan karena malu dengan Zayn.


Bodoh!, kenapa aku harus menangis si!


"Anita kau baik-baik saja?"Melihat Anita yang berderai membuatnya tidak tega.


"Aku baik-baik saja."Terdiam


Dan nyatanya ia tidak bisa menahan kesedihannya. "Hiks..hiks aku tidak baik-baik saja Zayn, kenapa aku harus menangis.. hiks... hiks"


"Huust...tenanglah, jangan bersedih"Zayn bingung harus bagaimana.


Is masih berdiri mematung dan hanya bisa mengusap pundak Anita lembut untuk memenangkannya.


Anita terlihat begitu sedih, selain cintanya yang sebelah tangan ia juga merasa sakit melihat cincin yang di kenakan di jemari Sintya tadi.


"Hiks.. hiks, kenapa aku menangis, aku tidak ingin menangis Zayn,tapi kenapa aku menangis si..."Kesal sendiri dengan perasaannya. Selama ini Anita sudah mencoba untuk menahannya tapi tetap saja terasa sakit juga.


"Huust...,aku tahu apa yang sedang kau rasakan, tenanglah.. jangan bersedih Anita"Akhirnya Anita terbenam di pelukan Zayn.


Seandainya kau tahu Anita bagaimana perasaanku sekarang.


Aku merasa sangat terluka karena kau sekarang milik orang lain,tapi aku lebih terluka lagi jika kau di sikapi begini oleh orang lain.


"Sudahlah jangan menangis,aku jadi bingung Anita, jangan menangis aku mohon"


"Maafkan aku, seharusnya aku tak berbicara tentang hal ini kepadamu"Melepaskan pelukan Zayn.


"Jika kau mau curhat ungkapkan lah!, siapa tahu aku bisa mengurangi beban hatimu yang sedang kamu rasakan itu"


"Tidak,ini tidak penting"


"Iya sudah tenanglah!,aku akan mengantarmu pulang,kamu baik-baik saja kan?"


Anita menganggukkan kepalanya.


Lalu mengikuti langkah Zayn yang akan menuju ke mobil untuk mengantarnya pulang.


"Masuklah Anita"


Anita akan langsung masuk begitu saja, sampai-sampai dia hampir terpentok bagian atas mobil karena melamun. Untung saja Zayn sigap dan melindungi kepala Anita dengan tanganya itu supaya tidak terbentur.


"Hati-hati Anita"


"Oh maaf, aku tidak melihatnya. Terimakasih Zayn"


Reyfan!, kenapa kau membuat Anita sedih,aku benar-benar membencimu!.


Keduanya langsung pergi meninggalkan tempat itu untuk balik.


"Anita, e'mm..kau mau makan dulu?"


Anita menggelengkan kepalanya. Ia tidak memiliki selera makan.


"Ya udah kita ngemil aja sambil beli minuman terus habis itu pulang yah"


"Iya boleh"


"Jangan bersedih Anita,aku tidak ingin melihatmu sedih, selama ini aku selalu melihatmu ceria. Dan untuk sebelumnya aku pun juga belum pernah melihat wanita bersedih, jadi aku bingung untuk mengatasinya"


"Hehe.."


Eh malah ketawa!


"Aku yang bersedih kau yang terlihat panik Zayn, maafkan aku. Kekasihmu pasti sangat bangga memiliki pasangan sepertimu yang tidak pernah menyakiti dan selalu membuatnya bahagia"


"Justru itu, kekasihku sekarang milik orang lain, itu yang membuatku sedih"Tersenyum palsu menatap Anita yang sedang berbicara.


"Hah, bagaimana bisa,kau belum mengungkapkan rasa cintamu padanya wanita itu,apa dia menolaknya?"


Seandainya kau milikku Anita,aku tidak akan membuatmu sedih seperti ini!.


"Bisa, karena kita tidak tahu antara takdir dan cinta,aa.. sudahlah, jangan di bahasa semuanya sudah terlambat ini sudah terjadi"


Pernahkah kau tahu Anita, Wanita itu ya kamu,lalu bagaimana aku harus mengungkapkannya padamu,jika kau sudah bersanding dengan Reyfan.


...----------------...


Anita sudah membersihkan diri.


Ia sedang duduk di sofa depan TV ruangan bawah sambil menunggu suaminya pulang.


Waktu sudah menunjukkan pukul setengah 7 malam.


Mungkin sebentar lagi Reyfan akan sampai ke rumah.


Anita sudah masak juga untuknya.


Mulai dari tahap belajar dan belajar, akhirnya Anita mulai bisa memasak untuk melayani suaminya.


Ya walaupun masih banyak kekurangan dalam bidang memasak, Anita tetap saja wanita hebat yang ingin melayani suaminya dengan baik.


"Hehe..lucu sekali, bagaimana dia bisa melakukan ekspresi wajah seperti ini"


Anita senyum-senyum sendiri sambil menatap layar ponselnya lekat.


"Tampan juga kalau di lihat-lihat haha.."


"Siapa yang tampan?"


Reyfan yang tiba-tiba sudah berdiri di samping sofa.


Anita pun kaget melihat kehadirannya.


"Reyfan!"Anita Terperanjak,ia kaget atas kehadiran suaminya yang tiba-tiba itu.


"Ka.. kapan kau datang?"


"Siapa yang tampan?. Aku sedang bertanya kepadamu, kenapa bertanya kembali!"Menatap tajam suaminya.


Sepertinya suasana hati Reyfan sedang buruk. Terlihat sekali dari raut wajahnya yang masam menatap istrinya.


"Ti.. tidak ada"Menyembunyikan ponselnya ke kebelakang.


"Berikan ponsel mu!"


"Untuk apa?"


Anita menggelengkan kepalanya,ia menolak permintaan suaminya.


"He'h,pandai juga kau berselingkuh!"


"Apa!"Anita menjadi bingung dengan ucapnya itu.


Reyfan diam saja, wajahnya terlihat masam sekali. Ia bergegas meninggalkan ruangan itu begitu saja untuk menuju ke kamar.


Apa maksudnya dia berbicara seperti itu!.


Siapa yang pandai berselingkuh?.


Aku atau dirinya?,dasar aneh!


Anita juga bingung atas perkataan suaminya itu.


Ia juga tidak tahu bagaimana Reyfan bisa datang tiba-tiba tanpa suara.


"Kapan dia pulang?, bahkan aku tidak mendengar suara mobilnya sama sekali"