
Sesuai rencana.
Pihak kampus dan pihak dari beberapa perusahaan sudah melakukan kerjasama pencarian bakat.
Termasuk salah satu perusahaan yang di miliki oleh keluarga Reyfano.
Suasana kampus terlihat begitu sibuk untuk menggelar acara pameran dan permodelan kecantikan.
Begitu juga dengan Anita yang sedang sibuk merapikan gaun itu yang akan di pakai untuk fashion show dengan salah satu modelnya di acara ini.
Akan ada beberapa model terkenal yang akan menjadi juri sekaligus tamu undangan di acara itu.
Para atasan pemimpin perusahaan juga tampak hadir dan duduk di barisan kursi terdepan.
Tentunya mereka yang akan menilai dari rangkaian acara tersebut.
"Acara akan segera di mulai, kenapa dia belum datang juga?, belum lagi makeup"
Anita sedang menantikan modelnya yang belum juga tiba ke lapangan.
Terlihat ia yang sedang berjalan bolak-balik menunggu modelnya yang belum datang itu.
"Anita! An..."Dia terlihat berlari terbirit-birit menghampiri Anita dari pintu ruangan.
"Yah, kenapa?, slow.."
"Clara An..di..dia.."
"Iya kenapa si?, kenapa kau terengah-engah begitu, kenapa dengan Clara?"
"Clara nggak bisa datang,dia kecelakaan"
"Apa!"
Yang di maksud dengan Clara adalah model andalan Anita yang memenangkan pementasan tahun lalu.
Ia juga sudah memasuki ke tahap kejuaraan nasional, bahkan Clara akan memasuki Ajang Miss internasional bulan depan.
Namun kita juga tidak tahu nasib seseorang, apakah Clara akan dapat mengikuti Ajang Miss internasional itu atau tidak.
"Dia sedang di rawat di rumah sakit sekarang. Dia tidak bisa mengikuti kompetisi permodelan ini"
"Tapi bagaimana dengannya?,dia baik-baik saja kan"
"Dia mengalami cedera dan luka ringan, untung saja dia tidak terlalu parah"
"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?, kita tidak bisa tampil?, sehabis ini kita juga harus tengok Clara kan"
"Sayang jika kita tidak tampil.Ini adalah kesempatan emas untuk mendapatkan peluang yang lebih besar di tingkat desainer dan busana Anita. Terlebih banyak sekali perusahaan-perusahaan yang mengeksplor dan mendominasi acara ini di bidang kecantikan"
"Iya aku tahu,tapi apa yang harus kita lakukan sekarang?"
"Kau saja yang tampil sendiri ke panggung!,kau yang jadi modelnya sendiri"
"Haha...kau gila!, mengerti tentang gaya model saja aku tak tahu "
"Ayolah Anita kau pasti bisa!,kau saja yang tampil. Kau yakin akan rela dengan gaun super waw mu ini yang akan terbengkalai begitu saja?,aku rasa dia harus tampil"
"Tidak,aku tidak bisa Lia,aku tidak tahu apapun tentang permodelan. Semua itu butuh pelatihan dan bakat"
"Tapi setidaknya disain mu ini tampil!. Performa mu akan turun nanti jika kau mundur begitu saja"
Pendapat Lia teman dekat Anita di kampus ini sangat tidak masuk akal.
Anita sendiri juga tidak tahu apapun tentang permodelan,ia juga enggan untuk tampil di hadapan semua orang.
"Ayolah Anita kita belajar berjalan yang elok dan rupawan sekarang"
"Kau gila!"
"Iyah aku rasa kita harus mengambil langkah gila tahun ini!"
"Tapi!"
"Ayolah Anita!, percayalah kau pasti bisa!,demi performa mu!"
"Tapi bagaimana jika aku malah mempermalukan diriku sendiri nanti,aku takut jatuh ataupun tergelincir nanti di panggung"
"Kau belum mencoba Anita,apa salahnya mencoba. Ini adalah gaun impianmu!,gaun yang tidak pernah aku lihat seindah ini sebelumnya. Percayalah kau pasti bisa!"
Anita pun tersenyum mendengar teman dekatnya Lia yang begitu mendukungnya.
Ini semakin membuat Anita bersemangat lagi untuk kontes hari ini.
"Thok...thok.."
"Apa ini?"
"Pakailah untuk model mu dari senior"Terlihat salah satu panitia kampus yang tiba-tiba mengantar sepatu itu untuk di pakai Clara.
"Siapa yang memberi?"Anita juga bingung sebagai tuan anggota yang mengikuti kontes itu ia juga tidak merasa memesannya.
"Mungkin itu sepatu Clara yang akan ia kenakan di kontes,tapi ia tidak bisa tampil jadi pakailah saja nanti"
"Tapi"
"Cepatlah Anita!,kita harus latihan. Kontes akan segera di mulai, kau juga harus makeup kan".
Anita dan Lia pun mencoba latihan demi kontes besar itu.
Sementara di ruangan lain;
"Bagaimana,kau sudah memberikan sepatu itu untuknya?"
"Sudah beres bos,kita tunggu saja pertunjukan nanti!"
"Bagus ini untukmu!, terimakasih sudah membantuku.
Terlihat ada pertemuan dua orang wanita yang tampak berbicara serius dan salah satu darinya memberikan amplop berisi uang.
"Lihat saja Anita,aku pasti akan mempermalukan mu tahun ini!"
Kedua wanita itu lenyap, pergi ke lorong lain untuk kembali beraktivitas.
...----------------...
Tak terasa kontes sudah akan di mulai.
Anita sedang berseteru dengan jantungnya sendiri yang berdebar sangat kencang.
Ia merasa grogi dan gemetar sendiri melihat banyaknya orang yang hadir di acara ini.
"Aku rasa aku tidak bisa Lia"
"Kau bisa, percayalah!,tarik nafas panjang keluarkan pelan-pelan"Lia mencoba menenangkan Anita dengan sepenuh hati."Lakukan hal ini secara berulang-ulang, percayalah kau pasti bisa Anita"
Penampilan Anita terlihat sangat cantik anggun dan menawan saat memakai gaunnya.
Ia terlihat sangat cocok menjadi seorang model dengan tubuhnya yang seksi dan ideal itu.
Namun nyalinya saja yang ketar-ketir ingin menolak untuk kontes.
"Kenapa sepatu ini sangat cocok dengan gaun ini?, siapa yang memberikannya"
"Aku bilang pasti Clara, yang tau gaunmu seperti apa kan cuma Clara,jadi ia yang mencocokkannya dengan gaung itu"
Pemimpin acara mulai naik ke atas panggung.
Membuka acara dan memulainya dengan sangat baik dan ramah menghadap ke penonton.
Lalu memanggil satu persatu CEO dan pemimpin perusahaan yang hadir serta membawa model terpopuler-nya masing-masing.
Satu persatu mereka mulai maju dan bergandengan tangan ke tempat duduk yang telah di tetapkan setelah di panggil oleh pemimpin acara.
"Jika mereka hanya sebatas model dan pemimpin kenapa harus bergandengan tangan dan duduk bersama si!, tidak patut sekali"Gerutu Lia merasa heran sendiri.
"Namanya juga acara besar, mereka tidak peduli batasan, yang penting model yang mereka bawa adalah populer dan ternama. Aku juga tidak tahu Reyfan menghadiri acara ini atau tidak"
"Reyfan?, siapa Reyfan"
"Di..dia..dia..CEO Febri Cho Company City"
"Kau mengenalinya?"
"Hah?"
"Itukan perusahaan terbesar di bidang property dan kecantikan yang selalu bekerjasama dengan perusahaan punya Papa mu kan An"
Oh iya aku lupa, jarang ada yang tahu tentang pernikahanku denganya!
Anita hanya bisa menggelengkan kepalanya saja,lalu menjawab pelan tanpa panjang lebar.
"Aku hanya mengenalinya sekilas"
"Maksudnya?"
Tiba-tiba mata Anita sudah tersudut ke arah lain. Ia melihat lelaki yang sedang berjalan itu ke arah kursi tamu dengan wanita lain dan bergandengan tangan.