S

S
Kebenaran



Tian Yun menghancurkan bebatuan yang ada disekitarnya untuk melampiaskan kemarahannya. Dia sangat kecewa dengan dirinya yang begitu bodoh dan lemah


Tian Yun berpikir karena dirinyalah She Zu terluka bahkan hampir mati


Hampir satu bulan telah berlalu. Tian Yun yang masih menunggu gurunya siuman hanya berbaring dipuncak air terjun setiap harinya


Tiba-tiba dia teringat akan orang tuanya Fu Mu dan Yin Ji. Dia segera pergi untuk menjenguk mereka berdua karena firasatnya mengatakan sesuatu terjadi kepada mereka


Tian Yun berjalan menuruni pegunungan. Setiap binatang buas yang bertemu dengannya dibunuhnya menggunakan jarum. Dia bahkan tidak mengambil esensinya sama sekali


Pikirannya sedikit kacau karena She Zu belum juga siuman ditambah perasaan aneh yang ada didalam hatinya. Seakan mengatakan, "Temuilah orang tuamu."


Dari kejauhan, sebuah gubuk tempat tinggal Tian Yun dan keluarganya terlihat. Suara teriakan terdengar dari dalamnya. Tian Yun segera mempercepat langkahnya karena khawatir dengan keadaan orang tuanya


"Ayah, ibu!!, Apa yang terjadi?!." Tian Yun mendobrak pintu yang tertutup rapat


Sontak kedua matanya berkaca-kaca. Tubuh Yin Ji sudah terbaring dilumuri oleh darah dilantai


Sesosok wanita yang memakai perlengkapan khas Kerajaan Tianshi, Biao Zi. Tengah terlihat berdiri tegak dengan bilah pedang panjangnya yang masih tertancap di perut Fu Mu


Tian Yun menggertakan giginya, "Apa yang kau lakukan kepada ayah dan ibuku?!." Dia berlari dengan seluruh kekuatannya yang dipusatkan ke kepalan tangan kanannya


Biao Zi menatap dingin kepalan tangan yang mengarah tepat di wajahnya. Dengan sangat mudahnya dia menangkap kepalan tangan Tian Yun


Dengan jarumnya, Tian Yun menyerang Biao Zi secara brutal


Biao Zi menendang Tian Yun hingga menghantam meja yang biasa digunakan untuk makan lalu memutar-mutarkan tubuhnya, menghindari jarum terbang yang melesat kearahnya. Akan tetapi, salah satu jarum berhasil mengenai pipinya yang mulus


Biao Zi mengusap pipinya yang mengeluarkan darah. Dia menggertakan giginya, "Dasar bocah sialan?!, Beraninya kau melukaiku!!."


Dengan cepat, dia meraih gagang pedang lalu berlari kearah Tian Yun yang masih berusaha untuk berdiri dengan pedangnya yang dihunuskan tepat di perutnya


Sebelum bilah pedang menusuk perutnya, Tian Yun mengendalikan lima jarumnya untuk menahan serangan Biao Zi


Percikan api terlihat ketika kedua senjata pusaka itu saling beradu kekuatan


Biao Zi menyalurkan energi kedalam pedang panjangnya sehingga membuat Tian Yun terpental sejauh lima meter menghantam dinding gubuk hingga membuat gubuk itu roboh


Tian Yun memuntahkan seteguk darah dari mulutnya. Dia berusaha untuk berdiri dengan sekuat tenaga


Sebelum Tian Yun berdiri sepenuhnya, Biao Zi melompat kearah Tian Yun. Dengan pedang panjangnya yang sudah dialiri penuh oleh kekuatan sihir, dia hendak menebas leher Tian Yun


Tian Yun menyadarinya, dia segera melompat ke samping untuk menghindari bilah pedang yang akan menebas lehernya


Alhasil, Biao Zi menebas tanah kasar hingga membuat lubang yang sedikit besar


Tian Yun membuka lebar telapak tangannya kearah Biao Zi


Lingkaran sihir berwarna merah menyala. Kobaran api keluar dari dalamnya hendak membakar Biao Zi. Tian Yun terjatuh di tanah karena hampir kehabisan tenaga. Seteguk darah keluar dari dalam mulutnya


Biao Zi yang menyadarinya segera menebaskan pedangnya tepat di tengah-tengah kobaran api yang mengarah kearahnya


Kobaran api terbelah menjadi dua, membakar sekitaran tempat Biao Zi berdiri. Dia tersenyum mengejek, "Bocah, sebenarnya kau memiliki kemampuan. Tapi kau masih sangat sangat lemah!!."


Melihat Tian Yun yang sudah terduduk kehabisan tenaga dan nafas yang sudah terengah-engah, Biao Zi berjalan mendekati Tian Yun. Dia lalu menendang tubuh Tian Yun hingga terpental sejauh satu meter


Biao Zi mengulanginya lagi, menendang tubuh Tian Yun dan berjalan mendekatinya sebanyak tiga kali karena dia masih ingin menyiksa bocah kecil yang sudah melukai wajahnya


Biao Zi sudah merasa puas setelah tendangan yang kelima. Dia mulai merasa kasihan dengan Tian Yun yang sudah memasang raut wajah kesakitan


"Bocah, lebih baik kau temani orang tuamu di alam kekal saja!!."


Biao Zi memegang gagang pedang dengan kedua tangannya. Dia mengarahkannya tepat di perut Tian Yun


Tian Yun berteriak sangat keras. Biao Zi terpental sejauh tiga meter karena tiba-tiba saja medan penghalang muncul mengitari tubuh Tian Yun


Biao Zi menggertakan giginya, "Sialan, bagaimana mungkin bocah ini memiliki kekuatan yang sangat besar seperti ini?!." Ucapnya tidak percaya


Tubuh Tian Yun melayang di udara. Dia membuka kedua matanya. Terlihat pupil mata ular yang sama seperti milik She Zu. Dia menatap Biao Zi dengan tatapan membunuhnya


"Manusia lemah sepertimu, beraninya menyakiti muridku?!." Suaranya terdengar seperti menggema


Dengan cepat, tubuh Tian Yun yang sudah dirasuki oleh She Zu melesat kearah Biao Zi dengan tenaga penuh yang dipusatkan di kepalan tangannya


Biao Zi membulatkan matanya. Serangan yang datang kepadanya sangatlah cepat. Dia sama sekali tidak bisa menghindarinya. Dengan kedua tangannya yang disilangkan, Biao Zi menahan pukulan yang mengarah tepat di kepalanya


Tulang kedua lengan Biao Zi hancur karena menerima serangan yang sangat kuat. Bahkan tanah yang ada disekitarnya terlihat sebuah retakan-retakan kecil


Biao Zi memuntahkan seteguk darah, "Kau, siapa sebenarnya kau?!." Ucapnya diikuti batuk karena memuntahkan darah sebanyak tiga kali


Tian Yun tersenyum dingin, "Orang yang akan mati, tidak perlu tahu siapa aku sebenarnya!!." Dia lalu memukul Biao Zi dengan kekuatan penuh


Tubuhnya hancur berkeping-keping. Dia lalu membakarnya hingga menjadi abu


Perlahan, kesadaran Tian Yun mulai pulih. Dia tergeletak di tanah karena hampir kehabisan tenaga


"Yun'er, kau tidak apa-apa?." Tiba-tiba saja Tian Yun mendengar suara gurunya terngiang-ngiang di telinganya


Mulutnya tercengang, dia berusaha untuk duduk, "Guru, apakah itu kau?, Apakah kau yang menyelamatkanku?." Ucapnya dengan kedua mata yang sudah berkaca-kaca


"Tentu saja!!." Dia lalu keluar melalui tanda yang ada di kening Tian Yun lalu duduk di telapak tangan Tian Yun dengan wujud ularnya, "Kenapa kau menangis?, Laki-laki tidak boleh cengeng!!."


Tian Yun sama sekali tidak bisa menahan tangisnya. Air matanya terus keluar, dia lalu memeluk She Zu dengan sangat erat, "Guru, akhirnya kau siuman!!."


"Hei-hei sudahlah, kau bisa membunuhku jika terus begini!!."


Tian Yun lalu melepaskan pelukannya. Dengan tangan kirinya, dia menghapus air matanya yang sudah membasahi wajahnya


"Oh iya guru, kenapa kau masih berwujud seperti ini?, Apakah kau akan seperti ini selamanya?."


She Zu menghela nafas lalu menghembusnya, "Tenang saja, saat kau sudah kuat nanti, aku yakin kaulah yang akan membantuku!!."


Seketika dalam hati Tian Yun muncul secercah harapan, "Benarkah?."


She Zu menganggukkan kepalanya, "Sebelum itu, apakah kau tidak ingin menguburkan mereka berdua?."


Tian Yun teringat akan orang tuanya yang sudah dibunuh oleh Biao Zi. Dia lalu berlari menghampiri jasad mereka dan langsung menguburkannya secara layak


Tidak lupa, dia berdoa diatas makamnya


She Zu melirik Tian Yun, "Apa kau tidak merasa sedih?."


Tian Yun mengkerutkan keningnya, "Benar juga, kenapa aku tidak merasakan sedih saat kehilangan mereka. Tidak seperti saat aku hampir kehilanganmu. Guru, apakah kau tahu sesuatu?."


She Zu menghela nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya, "Aku akan ceritakan kepadamu sambil berjalan!!."


Tian Yun lalu berjalan meninggalkan makam kedua orang tuanya dan kembali ke goa tempat dia tinggal bersama She Zu


She Zu mulai menceritakannya. Tentang orang tua kandung Tian Yun dan masih merahasiakan tentang kebenaran dirinya yang merupakan sahabat baik dari Mei Hao, ibu kandung dari Tian Yun


Singkat cerita, She Zu hanya menceritakan saat mereka bertemu di masa lalu dan nama orang tua kandung Tian Yun saja tanpa peristiwa yang menimpa mereka sebenarnya


She Zu juga menjadikan dirinya yang sebenarnya adalah siluman sebagai alasan menyuruh seseorang untuk merawat Tian Yun karena manusia lebih mudah merawat manusia


Bersambung ...