
Tian Yun menatapnya dengan tatapan membunuh, "Jika kau berhasil mengalahkanku, dengan senang hati aku akan merelakan esensi tingkat empat itu!!."
"Guru, izinkan aku melawannya!!." Ucap Tian Yun dengan lirih
"Jika kau sudah bertekad, baiklah!!." Melihat Tian Yun dengan raut wajahnya yang serius, She Zu segera masuk kedalam tubuh Tian Yun kembali dan membiarkan mereka berdua untuk bertarung
Wanita itu tersenyum dingin, "Benar-benar bocah yang arogan!!, Aku tidak ada waktu untuk bermain-main, aku akan menyelesaikan ini dengan cepat!!." Dia langsung berlari dengan cepat sambil menghunuskan pedangnya kearah Tian Yun
Tian Yun menggertakan giginya. Dia juga berlari kearah wanita itu sambil mengeluarkan Rantai Neraka
Ketika mereka berjarak tiga meter, Tian Yun mengendalikan Rantai Neraka untuk mengikat kaki wanita itu
Karena pergerakan Rantai Neraka masih sangat lambat, wanita itu menghindarinya dengan sangat mudah. Dia melompat lalu menebaskan pedangnya ke udara untuk membuat kumpulan energi berbentuk sabit yang melesat kearah Tian Yun
Tian Yun melebarkan tangan kanannya kearah bulan sabit itu. Lingkaran sihir berwarna merah menyala, mengeluarkan kobaran api yang menyebabkan ledakan yang sangat kuat setelah keduanya bertemu
Wanita itu tersenyum dingin, "Ternyata kau cukup memiliki kemampuan!!." Dia yang baru saja menginjakkan kaki di tanah langsung melesat kearah Tian Yun dengan pedangnya yang dihunuskan
Tian Yun memegang Rantai Neraka dengan kedua tangannya secara horizontal untuk menahan pedang yang hendak menebaskannya
Wanita itu menarik pedangnya kembali dan dengan cepat dia menebaskannya secara horizontal ke tubuh Tian Yun
Reaksi Tian Yun cukup cepat, dia segera membuat bentuk vertikal dengan Rantai Neraka yang masih dipegang dengan kedua tangannya untuk menahan tebasan pedang wanita itu dan dengan sekuat tenaga dia menendang perut wanita itu hingga membuatnya terpental sejauh tiga meter
Wanita itu memuntahkan seteguk darah. Dia menancapkan pedangnya di tanah kasar agar tidak terhempas cukup jauh sambil terjongkok
Tian Yun tidak ingin memberinya kesempatan untuk memulihkan diri. Dengan cepat dia melompat dengan kepalan tangannya yang sudah diselimuti oleh kobaran api hendak digunakan untuk memukulnya
Dengan cepat wanita itu mencabut pedangnya. Dengan kedua tangannya, dia menahan pukulan kuat Tian Yun menggunakan bilah pedang yang dilebarkan
Wanita itu terpental untuk yang kedua kalinya. Kali ini tubuhnya terbaring di tanah. Dia memuntahkan seteguk darah. Pedang pusakanya juga terhempas cukup jauh dari tempatnya
Nafas Tian Yun sudah terdengar berat. Dia berdiri sejenak untuk mengatur ulang nafas
Wanita itu berusaha untuk berdiri. Dia mengusap darah yang ada di bibirnya menggunakan tangan kanannya, "Tidak kusangka ternyata kau cukup hebat!!."
Wanita itu memusatkan energi sihir di sekitarnya. Lingkaran sihir berwarna biru laut dengan ukuran yang cukup besar menyala terang
Seketika, sebuah ombak yang sangat besar keluar dari dalamnya. Mengarah sangat cepat dan brutal kearah Tian Yun
Tian Yun mengkerutkan keningnya, "Sialan, bisa-bisanya dia mengendalikan ombak yang sangat besar seperti itu!!." Dia yang hanya berjarak lima meter dari ombak itu sama sekali tidak mempunyai celah untuk menghindar
Tubuh Tian Yun tenggelam, terombang-ambing didalam ombak
"Yun'er, gunakan kekuatanku!!." Ucap She Zu sedikit panik. Dia lalu memberikan Tian Yun kekuatan sihirnya
Wanita yang tengah duduk mengatur ulang nafasnya itu akhirnya bisa sedikit merasa lega karena merasa jika Tian Yun sudah mati tenggelam didalam ombaknya. Dia mulai berdiri hendak meninggalkan tempat itu
Belum berdiri dengan sempurna, tiba-tiba saja dari dalam genangan air yang hampir surut itu terlihat sebuah kilatan cahaya
Wujud naga air yang berukuran dua tubuh orang dewasa terbang melayang-layang di udara
Yang membuat wanita berbaju biru itu terkejut adalah, Tian Yun yang berdiri tegak tepat di kening naga air
"Ti, tidak mungkin, bocah itu, bocah itu?!." Raut wajahnya sudah terlihat sangat cemas juga tidak percaya. Bahkan dia tidak bisa berkata-kata lagi
Untuk berjalan saja dia sedikit kesulitan dan sekarang, bocah yang dia kira sudah mati ternyata masih memiliki kekuatan yang sebesar itu. Dia menggertakan giginya, "Jika memang harus menggunakan kekuatan itu, walaupun aku mati aku tidak akan membiarkan reputasi Sekte Bintang Jatuh terlihat buruk!!."
Wanita itu memusatkan energi di sekitarnya. Lingkaran sihir berwarna biru muda menyala terang di bawah kakinya
Wujud Hydra berkepala tiga yang merupakan Spiritnya muncul dari tengah-tengahnya. Walaupun masih belum bentuk sempurna, akan tetapi kekuatannya sangat kuat
"Hachuuu!!." Tian Yun yang sedari tadi berdiri tanpa mengucapkan sepatah katapun sebenarnya sedang menahan bersin. Dia mengusap-usap hidungnya dengan jari telunjuknya, "Sialan, kau telah membuatku masuk angin!!." Teriaknya
Wanita itu tak memperdulikan ucapannya sama sekali. Dengan seluruh tenaganya yang tersisa, dia mengendalikan Hydra untuk menyerang Tian Yun
Begitu juga dengan Tian Yun. Dia berteriak keras sembari mengendalikan naga air untuk menyerang wanita itu
Ketika keduanya berjarak lima meter, wanita itu tiba-tiba saja memuntahkan seteguk darah. Wujud Hydra perlahan mulai memudar membuat wanita itu terjatuh karena tidak memiliki tenaga sama sekali
Tian Yun mengerutkan keningnya, "Kenapa dia?." Dia segera menangkap wanita itu yang masih melayang di udara hendak jatuh ke tanah. Dia menggendongnya menggunakan kedua tangannya
She Zu keluar dan duduk manis di bahu Tian Yun. Dia memandangi wanita yang sedang digendong oleh Tian Yun, "Sepertinya dia kehabisan tenaga?, Apa kau berniat untuk menolongnya?."
Tatapan Tian Yun tegas, "Aku tidak akan menyakiti orang yang tidak berdaya!!."
Ucapan Tian Yun membuat She Zu teringat akan Shen Yuan yang mengatakan kalimat yang sama persis
"Baiklah-baiklah!!, Kalau begitu kita bawa saja ke goa!, Aku akan membantumu mengobatinya!!."
Tian Yun menganggukkan kepalanya. Dia mengendalikan naga air untuk kembali ke goa tempat dia dan She Zu tinggal
...
"Guru, apa yang harus kita lakukan kepadanya?." Ucap Tian Yun sambil menidurkan wanita itu di batu yang biasa digunakannya untuk tidur
"Lebih baik kita tunggu dia siuman!!." Jawab She Zu
"Apakah hydra itu adalah Spirit wanita ini?." Tanya Tian Yun
She Zu menganggukkan kepalanya, "Walaupun masih membuka bintang ke enam, wanita ini sangat hebat karena hampir bisa membuatnya hampir sempurna!!."
"Lalu, naga itu?." Tian Yun bertanya tentang naga yang ditungganginya
"Lalu, apa Spiritku?. Kapan guru akan mengajariku untuk memanggil Spirit?." Ucap Tian Yun sedikit pasrah. Raut wajahnya juga terlihat tidak ada harapan
She Zu tertawa kecil, "Tidak perlu berkecil hati. Sebenarnya, aku sama sepertimu, tidak memiliki spirit!."
Dimasa lalu, Shen Yuan lah yang membantu She Zu membuka Spiritnya secara paksa. Dia memecah Spirit miliknya yang juga merupakan seekor Naga lalu memberikannya kepada She Zu
Oleh sebab itu, She Zu memiliki Spirit seekor Naga dan bukan ular. Seharusnya, siluman memiliki Spiritnya sejak lahir dan itu memiliki ketergantungan
Jika dia adalah siluman ular, maka Spiritnya adalah seekor ular
Tian Yun mengkerutkan keningnya, "Lalu, bagaimana cara guru memanggil Spirit milikmu?."
"Itu rahasia!!." Lagi-lagi She Zu meledek Tian Yun yang membuat bibir Tian Yun terlihat seperti kerucut
"Tidak perlu buru-buru, aku akan mengajarimu mengenai Spirit setelah kau bisa membuat Pil Ajaib!!."
She Zu lalu melata dan duduk diatas sebuah batu
Akhirnya Tian Yun teringat jika She Zu sudah berjanji akan mengajarinya membuat Pil Ajaib. Dia lalu duduk manis, hendak mendengarkan penjelasan dari She Zu
"Untuk membuat Pil Ajaib, kita memerlukan sebuah Tripod!!." Ucap She Zu
Tian Yun mengkerutkan keningnya, "Tripod?, Lalu diamana aku harus mendapatkannya?, Atau guru bisa meminjamkan milik guru?."
"Aku sudah bertahun-tahun tidak membuat Pil!!, Terakhir kali aku berhasil membuat Pil YinYang dan kuali milikku hancur lebur!!."
"Lalu, bagaimana caraku membuat pil?, Aku bahkan tidak tahu seperti apa bentuk Tripod itu?!." Tanya Tian Yun
She Zu tersenyum dingin, "Kau bisa meminjam Tripod yang dibawa oleh wanita itu!!, Tenang saja, aku berani jamin jika dia tidak akan marah!!."
Tian Yun lalu melirik wanita yang tengah terbaring di tempat tidurnya. Tepatnya, dia tengah memandangi cincin yang dikenakan olehnya karena She Zu pernah bilang jika cincin seperti itu bisa digunakan untuk menyimpan barang-barang
Tian Yun menelan ludahnya, "Guru, apa kau yakin?." Dia meminta penjelasan kepada She Zu
She Zu menganggukkan kepalanya, "Tidak usah khawatir!!."
Tian Yun lalu berjalan menghampiri wanita itu dan langsung mengambil kuali yang ada di dalamnya. Dia lalu menaruhnya tepat didepan batu, tempat She Zu duduk
She Zu menyuruh Tian Yun untuk memperhatikan dengan seksama saat dia sedang mempraktekkan membuat Pil Ajaib
"Tidak perlu terburu-buru, masukkan bahan satu persatu. Ingatlah, suhu api harus sesuai bahan yang hendak kau larutkan, tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Hal itu bertujuan agar khasiat yang dimiliki oleh tanaman herbal masih tetap murni. Masukkan bahan kedua setelah bahan pertama sudah menjadi cairan sempurna!!." Sambil menjelaskan, She Zu sambil mempraktekkan agar Tian Yun mudah mengerti
Setelah merasa bahan yang kedua sudah larut menjadi cairan, dia segera memasukkan bahan yang terakhir
"Semua bahan telah larut menjadi cairan murni!!, Langkah terakhir adalah yang paling sulit. Kau harus memfokuskan pikiranmu agar pil yang kau bentuk jadi dalam bentuk sempurna!!."
Perlahan, Pil Ajaib yang dibuat oleh She Zu mulai terbentuk
Pil Putih, pil yang terlihat sama persis seperti mutiara kerang. Hanya saja, Pil Putih mengeluarkan aroma yang sangat wangi
Menggunakan energi spiritualnya, She Zu membuat Pil Putih melayang di udara lalu memberikannya kepada Tian Yun agar dia bisa melihatnya secara langsung pil yang telah dibuat oleh gurunya
Seketika mulut Tian Yun tercengang, "Guru benar-benar hebat!!, Bentuknya terlihat sangat sempurna. Bahkan jika guru tidak memberitahuku, mungkin aku bisa mengira jika ini adalah sebuah mutiara?!."
"Sekarang giliranmu!!." Ucap She Zu
Tian Yun segera menyimpan Pil Putih itu kedalam liontin giok dan langsung mempraktekkan apa yang baru saja diajarkan oleh She Zu
Pada percobaan pertama, Tripodnya mengeluarkan asap karena Tian Yun memberikan suhu api yang terlalu panas sehingga membuat bahan terakhir yang hendak dilarutkan menjadi hangus terbakar
She Zu tersenyum manis, "Tidak apa-apa, masih ada satu bahan tersisa!!."
Walaupun sedikit berat Tian Yun menganggukkan kepalanya. Dia lalu mencoba untuk yang kedua kalinya
"Ingatlah, suhu api harus sesuai!!." She Zu mengulangi penjelasan sambil untuk membantu Tian Yun
Keringat dingin sudah mulai memenuhi keningnya. Bahan yang pertama sudah larut menjadi cairan, Tian Yun segera memasukkan bahan kedua
Lima menit telah berlalu, semua bahan telah sepenuhnya larut menjadi cairan. Sekarang adalah langkah terakhir yang harus dilakukan untuk membuat pil, Pembentukan Pil
Tian Yun memfokuskan pikirannya dan mulai membentuk pil. Perlahan dia menggabungkan tiga cairan yang ada didalam kuali hingga menjadi sebutir pil sesuai apa yang sudah dijelaskan oleh She Zu
Tian Yun menggertakan giginya, "Sedikit lagi!!." Keringat basah sudah membuat keningnya seperti genangan air
Dengan usaha yang sangat keras, akhirnya Pil Putih berhasil terbentuk. Tian Yun tersenyum puas dan langsung mengambilnya didalam kuali
"Guru, aku berhasil!!." Ucapnya kegirangan
She Zu tersenyum puas, "Bagus!!, Ternyata kau sangat berbakat dalam membuat Pil Ajaib!!."
Tian Yun tersenyum manis karena merasa sangat puas setelah She Zu memujinya sangat berbakat dalam membuat Pil Ajaib
Ditengah-tengah kebahagiaan, Tian Yun teringat akan esensi tingkat empat, "Guru, sepertinya tadi aku melihat esensi itu terjatuh saat aku memukulnya?!."
"Kalau begitu, cepat ambil sebelum esensi itu dimakan oleh binatang buas!!." Ucap She Zu sedikit serius
Tian Yun menganggukkan kepalanya, dia segera kembali ke tempat pertarungan mereka
Ketika sudah meninggalkan goa mereka cukup jauh, seekor Harimau Es yang mengintai mereka sejak tadi mulai menampakkan diri dari persembunyiannya. Dia lalu berjalan secara perlahan memasuki goa karena mencium bau yang sangat wangi
Bersambung ...