
Tian Yun tidak kabur, hanya saja dia sedikit menjauh agar Ular Zirah Baja mengincar mangsa yang ada didepannya
Dia yang sedari tadi mengintai langsung berlari masuk kedalam goa untuk mengambil Buah Murbai Membara yang dikabarkan ada didalam sana
"Gua ini sedikit lembab!!." Ucap Tian Yun sambil berjalan memasuki lorong goa
Setelah berjalan sejauh setengah kilometer, Tian Yun akhirnya melihat sesuatu dari kejauhan
Sebuah tempat yang sedikit terpancar oleh cahaya matahari yang masuk melalui lubang kecil yang ada di langit-langit goa
Tian Yun tersenyum puas, "Buah Murbai Membara!!, Ternyata memang benar-benar ada!!."
Dia langsung berlari untuk memetik tanaman herbal yang hanya tumbuh satu buah saja
Buah Murbai yang sedikit diselimuti oleh kobaran api kecil, juga sedikit terasa panas saat dipegang
Tian Yun langsung memasukannya kedalam liontin giok
"Hawa energi Yang disini cukup bagus. Yun'er, gunakan kesempatan ini untuk berkultivasi!!."
She Zu yang sedari tadi berdiam diri di dalam tubuh Tian Yun keluar setelah merasakan tidak adanya mara bahaya disekitarnya
Tian Yun sedikit mengkerutkan keningnya, "Apakah tidak apa-apa?, Bagaimana jika ular itu tiba-tiba kembali?!."
Dia tidak tahu jika Ular Zirah Baja sedang melakukan pertarungan sengit dengan kelompok pemburu harta karun
"Tidak perlu khawatir. Ular Zirah Baja tidak akan pernah melepaskan mangsanya begitu saja. Bahkan jika dia harus mati!!."
She Zu sangat paham dengan karakteristik binatang buas terutama ular. Maka dari itu dia berani menyuruh Tian Yun untuk menyerap energi Yang sebelum pergi dari tempat itu
Tian Yun menganggukkan kepalanya karena percaya dengan kata-kata gurunya yang tidak mungkin menjerumuskannya. Dia segera duduk bersila diatas sebuah batu seukuran dua kali tubuhnya karena tanah yang ada disana sedikit basah
"Bocah yang sangat luar biasa!!."
She Zu tersenyum puas melihat muridnya memiliki bakat dan keberuntungan yang luar biasa
...
Beberapa kilometer dari sarang sang ular, sepuluh laki-laki tengah bertarung habis-habisan, mempertaruhkan nyawa mereka demi sebiji tanaman herbal
Tidak sedikit dari mereka yang mendapatkan luka luar dan dalam saat bertarung dengan Ular Zirah Baja. Bahkan, setengah kelompok mereka sudah tak bisa diselamatkan lagi
Walaupun Ular Zirah Baja memiliki kulit keras dan kemampuan khusus tertentu, melawan sepuluh orang yang sudah membuka bintang ketiga tetap tidaklah mudah
"Cepat ikat ular itu!!." Teriak laki-laki berbadan kekar yang memancing Ular Zirah Baja
Empat laki-laki lainnya yang masih berdiri segera melempar rantai dengan ujungnya yang diberikan bilah tajam
Rantai itu berhasil mengunci pergerakan sang ular. Laki-laki berbadan kekar yang sudah bersiap untuk menyerang segera menebaskan pedang besarnya yang sudah dipenuhi oleh energi sihir
Ular Zirah Baja mendesis kesakitan karena tulang punggungnya berhasil diretakkan oleh pukulan kuat pedang besar laki-laki itu
Binatang itu menggeliat, mengibat-ibatkan ekornya untuk melepas paksa rantai yang melilitnya
Empat orang laki-laki itu sudah tidak bisa menahannya lagi. Mereka semua saling terpental dan bertabrakan satu sama lain karena kekuatan sang ular yang luar biasa
Tidak ada satupun dari mereka yang dapat berdiri kembali. Yang tersisa sekarang hanyalah laki-laki berbadan kekar yang merupakan ketua kelompok dan orang terkuat diantara mereka
Laki-laki berbadan kekar itu menggertakan giginya. Dia sangat marah melihat teman-temannya hampir mati seluruhnya
Pedang besar yang dipegangnya menyala terang. Kobaran api perlahan menyelimuti pedangnya
Menggunakan tanah sebagai pijakan, dia melesat dengan penuh hasrat membunuh, mengincar kepala sang ular yang sedikit tidak siaga
Lima pukulan beruntun dilayangkan oleh laki-laki itu. Sang ular yang menerimanya secara langsung hampir kewalahan
Binatang itu menggigit pedang besar laki-laki itu dengan kuat lalu melemparnya ke udara. Laki-laki itu tidak mau melepaskan pedangnya. Dia ikut terbang tinggi di udara bersama pedangnya
Ular Zirah Baja membuka lebar mulutnya tepat di titik jatuh laki-laki itu. Laki-laki itu sama sekali tidak bisa menghindar karena pertarungan udara adalah hal yang menjengkelkan baginya
Tubuhnya tertelan mentah-mentah oleh sang ular
Bukan laki-laki itu yang tumbang, akan tetapi sebaliknya. Sebuah ledakan kuat terjadi didalam perut Ular Zirah Baja
Tubuhnya terbelah menjadi dua bagian dan masing-masing terpental kearah yang berlawanan
Sebelum masuk kedalam tubuh Ular Zirah Baja, laki-laki itu menyelimuti tubuhnya dengan kobaran api. Dia sengaja masuk kedalam tubuh sang ular lalu membuat ledakan kuat didalam tubuhnya
Laki-laki itu berlari menghampiri kelima temannya yang masih hidup
"Cepat makan ini!!." Dia memberikan masing-masing satu Pil Putih dan segera menyuruh mereka untuk memulihkan diri sejenak
Tidak lama setelah itu, mereka menguburkan lima orang rekan mereka yang tumbang akibat pertarungan barusan. Tidak lupa mereka juga berdoa diatas makam rekan-rekan mereka
"Dendam ini, suatu saat aku akan membalasnya!!."
Laki-laki itu sangat kesal dengan Tian Yun yang menyebabkan kematian rekan-rekannya. Mereka lalu berjalan menuju goa tempat keberadaan Buah Murbai Membara
...
Energi Yang sudah sepenuhnya terserap oleh tubuh Tian Yun. Dia membuka kedua matanya
"Energi disini benar-benar luar biasa. Kekuatanku sudah pulih sepenuhnya!!." Dia tersenyum manis setelah merasakan tubuhnya kembali berenergik
She Zu melata menghampiri Tian Yun, "Cepat pergi dari sini. Aku merasakan ada sesuatu yang mendekat?!." Dia lalu masuk kedalam tubuh Tian Yun
Baru saja Tian Yun melompat dari atas batu yang digunakannya untuk alas saat berkultivasi. Seorang laki-laki berbadan kekar bersama empat orang temannya sudah berdiri di hadapannya dengan tawa jahat
"Beruntung sekali karena bisa bertemu denganmu lagi. Kali ini, aku tidak akan melepaskanmu!!."
Melihat Tian Yun dengan kedua matanya, laki-laki itu melupakan Buah Murbai Membara karena dendam yang sudah melekat di hatinya
Empat orang laki-laki yang ada di belakangnya langsung melempar rantai sehingga Tian Yun yang tidak terlalu siaga berhasil terlilit oleh rantai
Tian Yun diam tak melakukan perlawanan dengan senyum dingin di bibirnya
"Mari kita lihat, rantai siapa yang lebih kuat!?."
Lingkaran sihir berwarna merah menyala dibelakang tubuh Tian. Empat buah rantai menjalar dengan cepat melilit keempat orang laki-laki yang memegang rantai
Semakin lama lilitan rantai milik Tian Yun semakin kuat, membuat tulang-tulang empat laki-laki itu remuk
Dengan empat Soul Daggernya, Tian Yun mengendalikannya untuk menusuk mereka dan satu yang tersisa dia kerahkan untuk menyerang laki-laki berbadan kekar
Laki-laki berbadan kekar itu sangat marah melihat semua rekannya yang tersisa mati. Amarahnya yang sudah tak tertahankan itu membuat kobaran api mulai menyelimuti tubuhnya
Tian Yun meraih rantai yang mengikatnya. Dia lalu membuangnya jauh-jauh dan bersiap untuk pertarungan yang sesungguhnya
"Hari ini, salah satu dari kita harus mati untuk menyelesaikan pertarungan ini!!."
Tatapan laki-laki berbadan kekar itu sangat serius menatap Tian Yun. Kebencian dan dendam sudah benar-benar melekat di hatinya
Dia mengaum sangat keras yang membuat bebatuan yang ada di langit-langit goa berjatuhan karena tekanan yang dihasilkan
Tian Yun menatapnya dengan dingin, "Kalau begitu, persiapkan dirimu untuk pergi ke alam kekal!!."
Laki-laki berbadan kekar itu tak menghiraukan ucapan Tian Yun. Menggunakan tanah sebagai pijakan, dia melesat kearah Tian Yun dengan pedang besarnya yang sudah dipenuhi oleh energi sihir
Tian Yun melompat jauh kebelakang sehingga tebasan pedang itu memukul tanah hingga membuat lubang besar dengan banyak sekali retakan kecil di sekitarnya
Laki-laki itu menebaskan pedangnya ke udara. Kilatan cahaya berbentuk bulan sabit melesat dengan cepat kearah Tian Yun
Tian Yun sedikit terkejut dengan kecepatan kilatan cahaya itu. Dia mengendalikan Rantai Neraka untuk membuat tornado yang melingkarinya
Ledakan yang sangat kuat terjadi setelah keduanya berhentaman. Bebatuan yang terjatuh dari langit-langit goa semakin banyak
Sebuah batu besar yang ada diatas Tian Yun terjatuh. Dia lalu melompat tinggi, menghindari batu besar itu
Laki-laki berbadan kekar itu menancapkan pedangnya di tanah. Sebuah kobaran api seperti air mancur keluar dari tanah tepat di titik jatuh Tian Yun
Dengan kelima Soul Daggernya, Tian Yun mengendalikan mereka agar menjadi batu pijakannya
Tepat saat Tian Yun menginjakkan kaki di tanah, laki-laki berbadan kekar itu sudah berada didepan mata Tian Yun
Dengan pedang besarnya, laki-laki itu menebas Tian Yun dengan sangat kuat sehingga Tian Yun terpental menghantam dinding goa
Tian Yun memuntahkan seteguk darah. Laki-laki berbadan kekar itu kembali melesat dengan pedangnya yang hendak ditebaskan kembali
Tian Yun segera mengerahkan Soul Dagger untuk menahan tebasan pedang itu. Percikan api keluar saat kedua senjata pusaka itu bersentuhan
Mereka berdua saling beradu kekuatan. Tian Yun mengendalikan Rantai Neraka miliknya. Empat buah rantai menjalar, mengincar perut laki-laki berbadan kekar itu sehingga membuatnya terpental menghantam dinding goa
Mereka berdua berdiri seperti semula dengan nafas yang sama-sama terengah-engah
"Sudah cukup bermain-mainnya. Aku akan mengakhiri semua ini dengan jurus andalanku!!."
Laki-laki berbadan kekar itu merapatkan kedua tangannya lalu ditempelkan tepat didepan dadanya. Tatapannya sangat serius menatap Tian Yun
Dia menggertakan giginya. Lingkaran sihir berwarna merah menyala dibawahnya. Kobaran api yang menyelimutinya semakin membesar dan memadat hingga membentuk wujud setengah badan manusia sapi
Sepasang tanduk panjang, kedua mata yang terbuat dari kobaran api yang sedikit terang, kedua tangan yang sangat berotot, telinga yang memiliki tindik. Mahkluk itu mengaum keras. Wujudnya yang sangat besar bahkan menembus langit-langit goa yang tebal
Tian Yun menggertakan giginya dengan tangan yang disilangkan didepan keningnya karena menahan tekanan yang kuat itu
"Yun'er kultivasimu saat ini tidak akan bisa menahan energi yang sekuat itu. Walaupun kau bisa membuat wujud seperti itu, akan tetapi bayarannya pasti juga akan setimpal. Orang itu yang sudah membuka bintang kelima bahkan hanya bisa membuat setengah tubuh saja!!."
Tidak ada waktu bagi She Zu untuk menjelaskannya secara detail. Dia hanya bisa memberikan penjelasan singkat kepada Tian Yun
Walaupun seperti itu, tidak mustahil bagi Tian Yun untuk memanggil wujud spiritnya secara paksa
Tian Yun tersenyum dingin, dia memusatkan energi sihir disekitarnya. Lingkaran sihir berwarna hitam menyala dibawahnya. Aura api hitam perlahan mulai menyelimuti tubuh Tian Yun
"Apa guru melupakan perkataanmu waktu itu?."
She Zu tiba-tiba teringat saat masa lalu dimana dia mengatakan sesuatu
...
"Aku yakin, dewa menciptakan keberuntungan hanya untukmu!!."
...
"Tapi, dengan kekuatanmu saat ini, kau tidak akan bisa menahan kekuatan itu!!." Raut wajah She Zu terlihat cemas
Rasa khawatir tentang masa depan Tian Yun setelah ini, ditambah dengan kondisinya, dia sama sekali tidak bisa melakukan apapun
Tian Yun tak menghiraukan ucapan She Zu. Dia berteriak keras dan terus menambahkan kekuatan sihirnya sehingga wujud naga utuh yang terbuat dari energi Api Hitam terbentuk, menari-nari di udara hingga menghancurkan seisi goa
Bahkan untuk menyebutnya lagi sebagai goa, itu sudah mustahil
Wujud naga panjang dengan sepasang tanduk, rambut lebat di kepala, empat buah kaki dengan cakar tajam, ekor yang diselimuti oleh kobaran api hitam mengaum keras setelah menari-nari di udara
Raut wajah laki-laki berbadan kekar itu terlihat sangat cemas
"Mu, mustahil. Dengan kultivasimu saat ini, seharusnya kau tidak bisa memanggil wujud spirit utuh?!."
Rasa ketidak percayaan terhadap seorang bocah yang masih membuka bintang ketiga berhasil memanggil wujud spirit utuh muncul di hatinya
Akan tetapi, tidak ada waktu untuk kembali saat ini. Laki-laki berbadan kekar itu hanya bisa melanjutkan pertarungannya. Sesuai apa yang telah dijanjikan. Pertarungan tidak akan selesai jika salah satu dari mereka belum ada yang mati
Dia berteriak sangat keras, mengendalikan wujud spiritnya untuk menyerang Tian Yun beserta naganya
Kepalan tangan yang sudah teraliri penuh oleh kekuatan sihirnya dilayangkan olehnya
Bersamaan dengan itu, Tian Yun berteriak keras, mengendalikan Naga Hitam untuk menyerang laki-laki berbadan kekar beserta wujud spiritnya
Sebuah ledakan yang sangat kuat terjadi di Pegunungan Bintang Ungu. Satu kilometer dari tempat mereka bertarung telah rata tersisa puing-puingnya saja
Kerajaan Tiexie, Tianshi dan Shuanghei, termasuk Kota Sanctuary yang memiliki jarak terdekat dengan Pegunungan Bintang Ungu menyadarinya
Para pemimpin kerajaan memutuskan untuk bergegas mengecek kondisi Pegunungan Bintang Ungu secara langsung
Hu Yao yang tengah duduk merendamkan kakinya di aliran danau langsung terbangun karena peristiwa itu
Xing Se, dia sedang berada di dalam goa tempat dimana Tian Yun tinggal. Tatapannya serius menatap arah dari ledakan barusan
Dia menempelkan tangan kanannya di dadanya. Kedua matanya juga tak berkedip sama sekali
Entah kenapa firasatnya mengatakan jika Tian Yun ada di sana
"Adik Yun, semoga tidak ada yang terjadi padamu!!."
Bersambung ...