
Desa Sancun, tempat dimana Dha Che menunggu Tian Yun
Selama dua hari penuh Tian Yun berjalan dari Desa Erhen ke Desa Sancun. Kini dia sudah bisa menghembuskan nafas lega dan beristirahat sejenak di desa yang sedikit maju itu
Jarak antara Desa Sancun dan kota Kerajaan Tiexie yang tidak terlalu jauh membuat tembok besi yang berdiri mengelilingi kota kerajaan terlihat dari desa itu
"Adik Yun, ternyata kau sudah disini?!, Kenapa kau tidak langsung mencariku?." Dha Che tiba-tiba saja menghampiri Tian Yun yang masih duduk di bangku yang ada di pinggiran jalan umum didalam desa
Tian Yun melirik ke kanan. Terlihat Dha Che yang tengah berjalan santai mendekatinya. Dia lalu melambaikan tangannya, "Paman Dha, aku baru saja sampai!!, Perjalanan selama dua hari ini sangat melelahkan!!."
Dha Che lalu memberikan kantung hitam yang berisi lima puluh koin emas, "Ini upah karena telah mengawalku!!, Tidak usah berterimakasih, jika tidak adik Yun aku pasti sudah mati sejak awal!!."
Tian Yun tersenyum pahit, "Baiklah, karena kau sudah bicara seperti itu, kalau begitu, aku tidak akan sungkan!!." Dia lalu mengambil kantung yang diberikan oleh Dha Che dan langsung menyimpannya
"Paman Dha, apakah adalagi yang harus kulakukan?, Jika tidak, aku akan segera pergi ke kota kerajaan!!." Tian Yun tidak ingin menunggu lama lagi
Dha Che menggelengkan kepalanya beberapa kali, "Aku masih harus menyelesaikan urusanku disini!!, Ambilah ini!!." Dia memberikan plat kayu bertuliskan namanya kepada Tian Yun, "Plat ini akan mempermudahmu masuk ke kota kerajaan!!."
Tian Yun tersenyum puas. Dia lalu mengambil plat kayu milik Dha Che dan menyimpannya, "Kalau begitu, aku akan menunggumu di kota kerajaan!!."
Dha Che menganggukkan kepalanya, "Kalau begitu, hati-hati dijalan!!." Dia lalu melambaikan tangannya sambil memandangi kepergian Tian Yun
Tian Yun juga melakukan hal yang sama sambil berjalan meninggalkan Dha Che dan Desa Sancun
...
Kota kerajaan yang sangat berbeda dengan kota Kerajaan Tianshi
Kebanyakan barang disini terbuat dari logam. Jarang sekali Tian Yun menemukan benda yang terbuat dari kayu
Bisa dibilang jika kota Kerajaan Tiexie lebih maju dibandingkan dengan kota Kerajaan Tianshi
"Sudah hampir sore, Yun'er, lebih baik kau secepatnya mencari bengkel pandai besi!!, Dengan bakatmu, aku yakin mereka akan dengan senang hati menerimamu!!." Ucap She Zu
Sesuai rencana, Tian Yun akan mencari bengkel pandai besi dan bekerja disana selama beberapa waktu sambil mencari penghasilan
Walaupun dia mempunyai cukup uang untuk menyewa penginapan, akan tetapi, bekerja di bengkel pandai besi dan tidur bersama para pekerja yang lain akan lebih efektif baginya untuk berlatih membuat senjata. Juga mencari seputar informasi yang belum diketahuinya
Paviliun Pandai Besi, adalah paviliun terbesar atau bisa dibilang paviliun pusat kota kerajaan
Banyak sekali pandai besi profesional yang bekerja disana, termasuk legendaris Xie Jinshu yang juga mempunyai julukan, Dewa Besi
Mulut Tian Yun tercengang setelah melihat begitu megahnya Paviliun Pandai Besi, "Guru, apa kau sangat yakin mereka akan menerimaku?." Ucapnya ragu-ragu
She Zu menghela nafas lalu menghembuskannya, "Percayalah padaku!!, Tidak asa seorangpun kenalanku yang mempunyai bakat sepertimu!!."
"Ba, baiklah!!." Tian Yun masuk untuk mencoba mendaftarkan dirinya
Didalam paviliun, semua orang tengah membuat senjata di tempat mereka masing-masing. Kurang lebih ada lima puluhan pandai besi
"Anak kecil!!, Apa yang kau lakukan disini?." Tiba-tiba saja seseorang menepuk bahu Tian Yun yang membuatnya sedikit terkejut dan langsung membalikkan badannya
Laki-laki berbadan kekar, rambut pendek acak-acakan, kaos oblong yang terlihat kumuh, celana panjang hitam dan sepatu kulit
Tian Yun memberikan salam hormat, "Maaf sebelumnya, perkenalkan, namaku Tian Yun!!, Aku sedang mencari kepala paviliun?!."
"Kepala Paviliun sedang sibuk dan sebagai gantinya, aku ditugaskan untuk menjaga paviliun ini, namaku Gu Jinru!!." Jawab laki-laki berbadan kekar itu
"I, itu, apakah aku boleh bekerja disini?, Guruku bilang jika aku bisa belajar menjadi pandai besi di sini?!." Tanya Tian Yun
Gu Jinru menyipitkan matanya, memandangi setiap lekukan tubuh Tian Yun, "Nak, siapa gurumu?."
Tian Yun sedikit memalingkan wajahnya, "Ah itu, guruku bilang tidak ada yang boleh mengetahui namanya!!."
Gu Jinru lalu mengkerutkan keningnya, "Lalu, apakah kau memiliki surat rekomendasi atau semacamnya?."
Tian Yun mengusap-usap rambut belakangnya, "Guru juga tidak memberikan apapun!!." Ucapnya sedikit malu-malu
Gu Jinru memejamkan matanya, mengusap-usap jenggotnya yang baru saja dicukur, "Lalu, apa yang membuat gurumu sangat yakin?." Ucapnya lirih
Tian Yun mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh laki-laki itu, "Itu, paman Gu, guruku bilang jika aku menunjukkan bakatku, kalian bisa menerimaku?."
Gu Jinru sedikit merasa aneh dengan perkataan Tian Yun barusan. Dia berpikir jika sangat mustahil bagi seorang anak berusia belasan tahun bisa membuat sebuah senjata. Untuk mengangkat palu tempa saja, dia tidak bisa membayangkan
Bahkan legendaris, Xie Jinshu sendiri harus bekerja keras selama puluhan tahun baru bisa mendapatkan julukan Dewa Besi
"Paman, paman!!." Tian Yun mencoba menyadarkan laki-laki yang sedang berdiri didepannya
Laki-laki itu tersadar dari lamunannya, "Kalau begitu, kau coba perlihatkan padaku?, Ikutlah!!." Dia mengajak Tian Yun untuk pergi ke tempat pribadinya
Semua orang yang ada didalam menganggap jika Tian Yun hanya sekedar laki-laki yang kurang kerjaan
Ruangan pribadi Gu Jinru. Alat-alat yang ada didalamnya lebih lengkap daripada yang ada di tempat kerja umum
"Nak, jika kau memang memiliki bakat, aku berjanji akan merimamu, tapi jika kau memang tidak memiliki bakat, aku mohon kau jangan berkecil hati!!, Ingatlah nak, masa depanmu masih panjang, kau masih bisa belajar hal yang lebih mudah daripada pekerjaan berat ini!!." Ucap Gu Jinru yang masih ragu-ragu dengan kemampuan Tian Yun
Sejak saat Gu Jinru berbicara panjang lebar, Tian Yun sudah mulai melebur bijih besi. Awalnya Gu Jinru tidak menyadarinya. Akan tetapi, mulutnya tercengang setelah melihat api milik Tian Yun yang berwarna hitam
Kening Gu Jinru hampir dipenuhi dengan keringat dingin melihat ketrampilan Tian Yun dalam menempa, "Mustahil?!, Anak ini benar-benar memiliki bakat?!, Bahkan dia memiliki api hitam yang selama ini dicari-cari oleh kepala paviliun?!."
Alat-alat yang ada di ruangan pribadi Gu Jinru benar-benar sangat berbeda dengan alat yang digunakannya saat di Desa Erhen
Tian Yun kali ini bisa lebih mudah dalam pembuatan senjata pusaka. Barang yang akan dibuatnya kali ini adalah, Pedang Panjang
Gu Jinru benar-benar tidak bisa berkedip sama sekali saat melihat penampilan Tian Yun. Dia masih belum bisa mempercayainya, ditambah, Tian Yun terlihat tidak memiliki kesulitan sama sekali
Tak lama kemudian, pedang panjang yang dibuat oleh Tian Yun sudah jadi sepenuhnya. Gu Jinru lalu melihatnya dengan seksama. Tidak ada kecacatan sama sekali. Dia benar-benar terkejut, baru pertama kali ini dia melihat bocah yang memiliki bakat dalam membuat senjata
"Tunggu sebentar!!, Aku akan memberitahu kepala paviliun secepatnya!!." Gu Jinru berlari meninggalkan Tian Yun sambil membawa pedang yang baru saja selesai dibuat
Tian Yun tersenyum puas, "Sepertinya, aku tidak salah memilih guru?!." Ucapnya meledek She Zu
Tak lama kemudian, Gu Jinru kembali dengan perasaan sedikit kecewa, "Sayang sekali, kepala paviliun masih ada urusan yang sangat penting di istana!!, Tapi tenang saja, aku sudah mengirimkan surat!!."
Tian Yun yang sedang melihat-lihat koleksi senjata pusaka yang dipajang di tembok, membalikkan badannya, "Paman Gu, apakah aku diterima?."
Gu Jinru meraih bahu Tian Yun, "Apa yang kau tanyakan?!, Dengan bakatmu, seharusnya kau tidak perlu mengkhawatirkannya bukan?."
Tian Yun tersenyum pahit. Dia sangat lega karena dia bisa sangat mudah untuk mendapatkan job ini
"Yun'er, jangan lupakan tujuanmu!!." Ucap She Zu dari dalam tubuh Tian Yun
Tian Yun akhirnya teringat tujuan sebenarnya datang ke kota Kerajaan Tiexie
"Paman Gu, maaf sebelumnya, apakah aku bisa meminjam ruangan pribadimu selama beberapa waktu?, Aku ingin mencoba membuat sesuatu yang diajarkan oleh guruku!!." Tanya Tian Yun sopan
Gu Jinru menepuk punggung Tian Yun, "Tentu saja!!, Aku akan mengambil cuti sampai kepala paviliun kembali!!, Anggap saja sebagai perayaan hari kesenangan kita!!, Kalau begitu, aku pergi dulu!!." Dia pergi sebelum Tian Yun dapat mengatakan sesuatu
Tian Yun sebenarnya masih ingin mengatakan beberapa patah kata lagi kepada Gu Jinru. Akan tetapi, karena Gu Jinru sudah terlanjur pergi, dia memutuskan untuk langsung membuat senjata pusaka dari batu giok yang didapatnya
Tian Yun menutup pintu dan menguncinya dari dalam. Dia lalu mulai mengeluarkan satu pecahan batu giok setelah She Zu bilang tidak ada satupun pengintai
She Zu duduk manis diatas meja kayu sambil memandu Tian Yun karena bahan yang digunakannya kali ini adalah bahan langka yang tidak sembarang orang bisa meleburnya
Tian Yun mulai memasukkan pecahan giok kedalam wadah yang ada didalam tungku dan mulai meleburnya menggunakan api hitam
"Dilihat dari bahannya, mungkin membutuhkan sehari penuh untuk meleburnya secara sempurna?!." Ucap She Zu memberi tahu
Tian Yun menganggukkan kepalanya. Dia sangat konsentrasi saat melebur pecahan giok itu
Kening Tian Yun sudah dipenuhi dengan keringat dingin. Pecahan giok perlahan mulai menjadi sebuah cairan kental
Setelah meleleh, pecahan giok yang hanya sebesar kepalan tangan itu terlihat menjadi sangat banyak
Tian Yun mulai membuatnya menjadi lempengan panjang agar dia bisa lebih mudah membentuk pusakanya
"Yun'er, senjata apa yang ingin kau buat?." Tanya She Zu
"Sejak kecil aku ingin sekali melihat pisau terbang!!, Karena aku belum bisa melihatnya secara langsung, maka dari itu akan membuatnya sendiri dan mengendalikannya sesuka hatiku!!." Jawab Tian Yun yang masih fokus memukul lempengan yang sangat keras itu
She Zu mengeryitkan bibirnya, "Memangnya, sudah sebesar apa kau sekarang?." Gumamnya
Hari telah berganti. Tian Yun masih berkonsentrasi membuat pisau terbangnya. Sejak kemarin dia belum menyentuh empuknya kasur
Tian Yun ingin secepatnya menyelesaikan pembuatan pisau terbangnya dan segera mencobanya. Dia benar-benar sudah tidak sabar
Akhirnya, lima buah belati yang terbuat dari pecahan giok yang sangat keras itu telah selesai dibuat oleh Tian Yun
Tian Yun menghembuskan nafas lega. Dia lalu duduk di bangku yang ada didekat meja, "Melelahkan sekali?!!."
She Zu melata menghampiri belati giok yang masih sangat panas jika disentuh itu. Dia memperhatikan setiap lekukannya
Ketajamannya sangat sempurna. Tian Yun juga membuatnya agar dia bisa lebih mudah menggunakannya
"Yun'er, cepat teteskan darahmu!!." She Zu menyuruh Tian Yun untuk membuat kontrak dengan belati giok itu agar belati itu bisa segera diaktifkan
Kelima buah belati giok menyala terang, memancarkan cahaya berwarna giok. Itu pertanda jika senjata pusaka telah memiliki seorang tuan
Tian Yun mencoba menggerakkannya menggunakan sihir. Kelima buah belati perlahan terbang dan berputar-putar seiring Tian Yun mengangkat tangan kanannya
Tian Yun tersenyum puas, dia sangat kagum dengan pisau terbang yang sedari kecil diimpi-impikannya, "Ternyata sangat indah?!."
"Yun'er, apa kau melupakan sesuatu?." Tanya She Zu
"Tentu saja tidak!!." Jawab Tian Yun tegas. Dia lalu mengambil gulungan sihir Enchant dari liontin giok dan membukanya lebar-lebar diatas penempa
Tian Yun meletakkan salah satu belati miliknya diatas lingkaran yang tertulis didalam gulungan sihir
"Yun'er, bagaimana dengan sisanya?." Tanya She Zu
Tian Yun tersenyum dingin, "Guru tidak usah mengkhawatirkannya!!, Aku akan menunjukannya setelah ini semua selesai!!."
She Zu menghela nafas lalu menghembuskannya, "Terserah!!."
Energi sihir yang ada didalam gulungan sihir sudah sepenuhnya terserap oleh belati giok. Seketika, lingkaran sihir berwarna putih kekuningan menyala disekitar kelima belati giok
She Zu sedikit terkejut, "Mungkinkah, kelima belati itu saling terhubung satu sama lain?." Walaupun belum pernah melihat sebelumnya, She Zu pernah membaca hal serupa di catatan kuno. Akan tetapi, dia sama sekali tidak bisa menemukan cara untuk membuat pusaka seperti itu
Tian Yun menganggukkan kepalanya, "Bagaimana guru, apakah sekarang kau bisa memujiku?."
She Zu menghela nafas lalu menghembuskannya, "Baiklah-baiklah, kali ini keberuntunganmu memang patut dipuji!!."
"Ini belum seberapa!!, Aku yakin guru akan lebih terkejut setelah melihat kemampuannya!!." Ucap Tian Yun
"Baguslah!!, Semoga kau tidak membuatku kecewa!!."
"Yun'er, apa kau sudah memberikannya nama?." Tanya She Zu
Tian Yun menganggukkan kepalanya, "Sudah kuputuskan, aku menamainya, Soul Dagger!!."
"Tian Yun, cepatlah keluar!!." Tiba-tiba saja Gu Jinru berteriak menyuruhnya keluar. Tian Yun segera keluar untuk menemuinya setelah menyimpan Soul Dagger
"Ada apa paman Gu?, Pagi-pagi sudah berteriak-teriak?!." Jawab Tian Yun sambil berpura-pura masih mengantuk
"Cepat cuci muka dan ikut aku ke istana kerajaan!!, Yang mulia Raja dan kepala paviliun ingin bertemu denganmu!!." Ucap Gu Jinru sangat senang. Dia pasti akan mendapatkan kompensasi yang sangat besar kali ini
Bersambung ...