
Istana Kerajaan Tiexie, sebuah bangunan yang sangat megah, dinding bangunan yang seluruhnya terbuat dari bahan langka berwarna putih kebiruan cemerlang, sangat keras sehingga tidak mudah untuk dihancurkan
Mulut Tian Yun terbuka lebar. Dia tidak menyangka istana kerajaan Tiexie ternyata lebih megah saat dilihat dari dekat
"Paman Gu, apakah kita akan masuk?." Tanya Tian Yun
Gu Jinru menganggukkan kepalanya, "Kau benar, semuanya sudah menunggu didalam!!." Dia mengkerutkan keningnya setelah melirik Tian Yun, "Ada apa denganmu?." Ucapnya setelah melihat kaki Tian Yun yang tak berhenti gemetaran
Tian Yun mengusap-usap rambut belakangnya, "Se, sebenarnya, aku baru pertamakali ke tempat yang seperti ini!!."
Gu Jinru menepuk keningnya, "Sudah kuduga!!." Dia lalu menepuk bahu Tian Yun, "Tenang saja, aku jamin kau tidak akan dimakan oleh mereka!!." Ucapnya menghibur
Tian Yun menghela nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya. Dia tersenyum pahit dan mulai berjalan dibelakang Gu Jinru memasuki istana kerajaan
Seorang berbadan kekar, mengenakan tiga gelang besi yang sangat besar di kedua tangannya, kostum layaknya seorang raja, tengah duduk di singgasana menunggu kedatangan anak berbakat yang baru saja dikatakan oleh Gu Jinru
Tatapan laki-laki itu sangat tegas, aura yang dipancarkannya juga sangat berwibawa. Seorang laki-laki yang memimpin Kerajaan Tiexie, Raja Xie Bei
Gu Jinru sedikit membungkukkan badannya, memberikan salam hormat kepada sang raja dan kepala paviliun begitu juga dengan Tian Yun
"Yun'er, hati-hati dengan orang itu!!." Ucap She Zu dari dalam tubuh Tian
"Yang mulia, aku sudah membawanya." Gu Jinru sedikit melirik Tian Yun. Dia lalu membisikan sesuatu, "Tian Yun, cepat!!."
Tian Yun segera maju dan memperkenalkan dirinya, "Yang mulia, perkenalkan namaku Tian Yun, maaf sebelumnya hamba ingin tahu kenapa yang mulia dan kepala paviliun ingin bertemu dengan hamba?." Ucapnya sambil sedikit membungkukkan badannya, memberikan salam hormat
Raja Xie Bei memandang Tian Yun dengan tegas, memperhatikan setiap lekukan yang ada ditubuhnya. Dia lalu berdiri, "Kudengar kau memiliki bakat yang luar biasa?!, Aku ingin melihatnya dengan kepala mataku sendiri!!."
"Yang mulia terlalu memuji, aku hanyalah seorang bocah yang memiliki sedikit keberuntungan!!." Ucap Tian Yun merendah
"Bocah ini memiliki sopan santun, berbeda jauh dengan anakku!!." Batin Xie Bei
"Anak muda, bagaimana jika aku memberimu tawaran!!." Ucap Xie Bei
Tian Yun sedikit melirik sang raja, dia membuka lebar kedua telinganya dan mendengarkan setiap kata yang hendak dikatakan oleh Xie Bei
"Jika senjata pusaka buatanmu sesuai dengan seleraku, aku akan menjadikanmu sebagai pandai besi pribadiku bersama dengan Xie Jinshu!!."
Tawaran yang sangat menggiurkan. Jika saja bukan Tian Yun yang mendapatkan tawaran itu, orang itu pasti tidak akan berpikir panjang
Tian Yun tersenyum pahit, "Maaf mengecewakan anda yang mulia, tapi, guruku sudah memberikan titah untuk segera kembali karena ada sesuatu yang harus dibincangkan!!."
Tian Yun menolaknya mentah-mentah. Membuat semua orang yang mendengarnya langsung membuka mulutnya
Raut wajah Gu Jinru menjadi khawatir, "Bo, bocah ini berani menolak tawaran yang tiada duanya ini mentah-mentah?!." Batinnya
Xie Jinshu yang duduk di bangku yang sudah disediakan mengkerutkan keningnya, "Bocah ini sangat misterius, aku penasaran siapa guru yang dibicarakan?!, Dia pasti orang hebat karena bisa mendidik seorang bocah yang sangat berbakat!!." Ucapnya lirih
Xie Bei sangat terkejut karena baru pertamakali ini ada seseorang yang berani menolak tawarannya
"Bagaimana jika kau panggil gurumu kesini?!, Aku akan memberikannya pelayanan khusus!!." Xie Bei masih belum menyerah. Dia juga penasaran dengan guru yang dikatakan oleh Tian Yun
"Maaf sekali yang mulia, guruku tidak terlalu terbiasa dengan dunia luar!!." Lagi-lagi Tian Yun menolak tawarannya
"Yang mulia, kalau begitu, aku pamit undur diri dulu!." Tian Yun membalikkan badannya, hendak meninggalkan mereka
"Bagaimana jika aku tidak mengijinkan?!." Ucap Xie Bei sangat dingin. Dengan temperaturnya, seorang bocah menolak tawarannya dua kali berturut-turut sudah jelas membuatnya sangat marah
Laki-laki yang mempunyai wajah dan tubuh yang hampir sama dengan sang raja, Xie Xiao Da, tiba-tiba saja menghadang jalan Tian Yun
Xie Xiao Da, merupakan anak kandung dari Xie Bei dan merupakan satu-satunya putra yang dimilikinya
Tian Yun menggertakan giginya. Dia melempar Soul Dagger kearah Xie Xiao Da sehingga membuat Xiao Da memiringkan badannya
Tian Yun langsung berlari meninggalkan mereka sebelum pintu yang sangat besar itu ditutup oleh para penjaga
Pintu sudah hampir tertutup. Tian Yun mengendalikan dua Soul Dagger untuk menusuk kedua penjaga yang sedang bersusah payah menutup pintu
Zirah baja yang dikenakan oleh kedua penjaga itu berhasil ditembus oleh Soul Dagger sehingga mereka berdua tergeletak di lantai
Kemarahan Xie Bei telah memuncak. Tubuhnya sudah diselimuti oleh aura yang berapi-api. Juga sekumpulan petir yang sesekali terlihat menyelimutinya
"Ayahanda, biarkan aku yang melawannya!!." Xiao Da memberikan salam hormat lalu berlari mengejar Tian Yun
Beruntung, Xie Bei masih bisa sedikit meredam amarahnya. Jika tidak, Tian Yun pasti sudah mati sejak awal
Sebenarnya Xie Bei masih penasaran dengan guru yang dikatakan oleh Tian Yun. Jika dia adalah orang hebat, nyawanya bisa saja terancam saat mengetahui muridnya mati di tangan Xie Bei. Dia lalu duduk kembali di singgasananya, menunggu kabar baik dari putranya
Semua yang ada di ruangannya tidak bisa berkata-kata. Gu Jinru masih bersujud meminta pengampunan kepada rajanya
Xie Jinshu berdiri, memberikan salam hormat kepada sang raja, "Yang mulia, aku akan mengawasi pertarungan mereka!!." Dia lalu berjalan menyusul Tian Yun dan Xiao Da
Tian Yun masih terus berlari menjauh dari gedung istana. Dia menusukkan Soul Dagger ke setiap penjaga yang menghalangi jalannya
Tiba-tiba saja sebuah kapak raksasa berputar dengan sangat cepat kearahnya. Kapak itu terlihat diselimuti oleh kilatan petir
Tian Yun melompat kedepan, menghindari kapak itu. Kapak itu menancap di tanah sehingga tanah disekitarnya mendapatkan retakan
Tian Yun menghentikan langkahnya. Dia menatap tajam laki-laki yang memiliki tampang yang hampir sama dengan sang raja
"Berhenti kabur dan ikutlah bersamaku jika kau masih ingin selamat!!." Ucap Xiao Da mengancam
Tian Yun tersenyum dingin, "Jika kau bisa mengalahkanku, mungkin aku bisa mempertimbangkan apa yang telah kukatakan tadi?."
Xiao Da menatapnya dengan tatapan mengejek, "Hanya seorang bintang dua, berani sombong didepanku yang sudah membuka bintang ke empat?!, Bosan hidup!!."
Xiao Da memusatkan energi di tangan kanannya. Dia lalu mengangkatnya sejajar dengan kepalanya
Lingkaran sihir berwarna biru tua menyala, lima meter tepat diatas Tian Yun. Sambaran petir yang sangat dahsyat hendak menyambar Tian Yun
Sambaran petir itu terlalu mendadak. Walaupun Tian Yun berhasil menghindarinya, akan tetapi, sambaran petir itu sedikit mengenai kakinya yang membuatnya lumpuh selama beberapa saat
"Petirnya memiliki efek melumpuhkan?!, Yun'er, kau harus berhati-hati!!, Jangan sampai petir itu mengenaimu lagi!!." Ucap She Zu dari dalam tubuh Tian Yun
Xiao Da tersenyum dingin, "Lumayan juga!!, Baru kali ini ada seseorang dengan level dibawahku yang bisa menghindari jurusku yang satu itu!!."
"Yun'er, sepertinya dia tidak terprovokasi?!." Ucap She Zu
Pengalaman bertarung Xiao Da tidaklah sedikit. Dia tahu jika Tian Yun hanya memprovokasinya
Tian Yun tersenyum dingin, "Dengan kekuatanmu sekarang, tentu saja kau lebih unggul dariku!!, Aku tidak bisa membayangkan jika kau kalah saat bertarung dengan seorang bocah yang kultivasinya dua tingkat lebih rendah?!."
"Kalau begitu, kita buktikan saja sekarang!!." Teriak Xie Xiao Da. Dia meraih kapaknya yang masih tertancap ditanah dan langsung berlari hendak menebas Tian Yun dengan kapaknya yang sudah dipenuhi oleh energi sihir
Tian Yun terkejut karena tiba-tiba saja Xiao Da sudah berada didepannya. Dia langsung memiringkan badannya sehingga kapak milik Xiao Da memukul tanah
Tidak selesai dengan itu, Xiao Da menebaskan kapaknya secara horizontal, membuat sebuah pusaran tornado untuk menyerang Tian Yun
Tian Yun terus melompat kebelakang dan tetap menjaga jarak antara mereka
Saat putaran terakhir, Xiao Da menebaskan kapaknya dengan kuat sehingga kilatan cahaya berbentuk bulan sabit keluar setelahnya, melesat kearah Tian Yun
Tian Yun melompat tinggi ke udara sehingga kilatan cahaya itu menghantam tembok pembatas wilayah istana
Tian Yun yang masih melayang di udara dengan cepat memusatkan energi sihir di sekitarnya
Lima lingkaran sihir berwarna hitam menyala disekitarnya diikuti kemunculan bola api yang langsung digunakan oleh Tian Yun untuk menyerang Xiao Da secara brutal
Xie Xiao Da menebas setiap bola api yang melesat kearahnya dengan kapaknya. Semakin lama bola api itu semakin kuat. Entah kenapa energinya juga terkuras lebih banyak dibandingkan saat dia menggunakan jurus sebelumnya
Xiao Da akhirnya melompat kebelakang. Dia masih tetap dalam posisi siap karena musuh masih berdiri didepannya
Beberapa bola api terakhir yang dikeluarkan oleh Tian Yun berhasil menghancurkan tanah dan membuat retakan di titik jatuhnya sehingga asap tebal menutupi pandangan mereka
Ketika Xiao Da baru saja menginjakkan kakinya ditanah setelah melompat beberapa kali, tiba-tiba saja sebuah belati melesat dari dalam asap tebal kearahnya
Xiao Da sedikit lengah saat itu. Walaupun berhasil menghindarinya, akan tetapi dia tetap terkena luka gores di pipi kanannya
Tidak selesai dengan itu, Tian Yun yang tadinya tidak terlihat tiba-tiba saja berada dibelakang Xiao Da dengan kepalan tangannya yang sudah diselimuti oleh kobaran api
Xiao Da tidak menyadari jurus Tian Yun yang satu itu. Punggungnya terkena pukulan telak sehingga dia terpental sejauh lima meter
She Zu yang melihat kemampuan dari Soul Dagger terkejut, "Teleportasi?!."
Tian Yun tersenyum mengejek, "Bagaimana guru, apakah aku mengecewakanmu?."
"Tidak usah banyak bicara!!, Musuhmu masih belum kalah!!." Ucap She Zu tegas
Tubuh Xiao Da terbaring di tanah. Dia perlahan mulai bangkit lalu tertawa kecil, "Sudah lama aku tidak bertarung serius seperti ini!!." Tatapannya tajam menatap Tian Yun
Tubuh Xie Xiao Da mulai diselimuti oleh kilatan petir. Aura yang dipancarkannya juga lebih kuat
Xiao Da melesat kearah Tian Yun, menggunakan tanah sebagai tumpuan sehingga terlihat sebuah lubang dengan retakan kecil ditempatnya berdiri barusan
Xiao Da memusatkan energinya di kedua tangannya. Satu pukulan keras dilayangkannya saat dia berada tepat didepan Tian Yun
Tian Yun yang memang tidak bisa menghindar langsung menyilangkan kedua tangannya, menahan langsung pukulan yang dilayangkan oleh Xiao Da
Satu pukulan keras yang membuatnya terpental hingga menghantam tembok pembatas. Tian Yun memuntahkan seteguk darah
Xiao Da sudah berada tepat didepannya. Kepalan tangannya sudah dilayangkan tepat dikepala Tian Yun
Tiba-tiba saja, pukulannya terhenti karena sebuah rantai melilit tangannya dengan kuat
Mulut Xie Jinshu yang menyaksikan pertarungan mereka sejak tadi, terbuka lebar, keningnya juga mulai dipenuhi oleh keringat dingin, "I, itu, tidak salah lagi!!, Itu Rantai Neraka!!." Dia tahu persis tentang Rantai Neraka dan juga sejarah serta beberapa kemampuan khususnya
Xiao Da lengah karena dia tidak sengaja memalingkan pandangannya dari Tian Yun. Dengan cepat Tian Yun mengendalikan kelima Soul Dagger untuk menyerang Xiao Da
Xie Xiao Da menyadarinya. Reaksinya yang bisa dibilang cukup cepat berhasil menyelamatkan nyawanya. Akan tetapi belati giok itu berhasil membuat beberapa luka di tubuhnya
Tian Yun yang hampir kehabisan tenaga itu tetap memaksakan diri. Lingkaran sihir berwarna merah menyala dibelakang tubuhnya. Dia mengendalikan Rantai Neraka untuk melilit kedua tangan, kaki, dan perut Xiao Da sehingga membuatnya tidak bisa bergerak
Xiao Da berusaha melepaskan lilitan itu, akan tetapi semuanya sia-sia. Rantai yang melilitnya sangat kuat
Tian Yun menyelimuti kepalan tangannya dengan kobaran api. Dia berjalan selangkah demi selangkah menghampiri Xiao Da dengan tatapan membunuhnya
Ketika hendak melayangkan pukulan, tiba-tiba saja dia merasakan perasaan yang aneh. Jantungnya berdetak kencang, tubuhnya gemetaran, inti spiritualnya terasa seperti sedang dididihkan
Lilitan Rantai Neraka mulai mengendur. Xiao Da mendapatkan kesempatan untuk melumpuhkan Tian Yun
Tiba-tiba saja ada sebuah bom asap. Xiao Da yang berada didalamnya tidak bisa melihat apapun karena pandangannya terhalang oleh asap hitam
"Nak, ini tidak akan bertahan lama!!, Cepatlah pergi dari sini!!." Seseorang berbisik dengan Tian Yun
Dengan sekuat tenaga, Tian Yun langsung berlari meninggalkan Xiao Da dan pergi ke hutan sambil menahan rasa sakit itu
Tian Yun beruntung karena tidak banyak orang yang melihatnya karena hari belum terlalu pagi
Para prajurit yang menjaga gerbang pun belum mendapatkan kabar dari istana kerajaan. Mereka hanya membiarkan seorang bocah lari memasuki hutan karena menganggapnya seorang bocah gelandangan yang baru saja mencuri sesuatu
Sontak raut wajahnya terlihat sangat kesal. Xiao Da berteriak keras, saat asap hitam yang menutupi pandangannya menghilang
"Bocah sialan!!, Beraninya kau menggunakan trik kotor seperti itu saat bertarung denganku?!."
Untunglah Xiao Da mengira jika asap tebal itu adalah ulah Tian Yun. Xie Jinshu segera menghampirinya, berpura-pura tidak tahu dengan apa yang telah terjadi
"Tuan muda, bagaimana keadaan disini?!." Tanya seorang laki-laki tua, berambut dan berjenggot putih, pakaian khas pandai besi, Xie Jinshu
Xiao Da melirik kearah seseorang yang memanggilnya, "Paman Jinshu, anak itu berhasil kabur!!, Dia menggunakan trik kotor!!."
"Tidak perlu menjelaskannya kepadaku!!, Kembalilah dan jelaskan sendiri kepada ayahmu!!." Ucap Xie Jinshu sambil berjalan meninggalkan Xiao Da
Tujuannya bukanlah istana kerajaan tapi Paviliun Pandai Besi, "Oh iya, setelah kau sampai di sana, jangan lupa kau suruh Gu Jinru untuk kembali ke paviliun!!."
Xiao Da menganggukkan kepalanya dan langsung pergi ke istana kerajaan, menemui ayahnya untuk menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya
Bersambung ...