S

S
Pegunungan Bintang Ungu



Tepat tengah malam di tengah hutan, Tian Yun tengah duduk bersandar dengan sebuah pohon sambil memandangi api unggun


She Zu melata lalu duduk di bahu Tian Yun, "Buah Murbai Membara adalah salah satu tanaman herbal yang disukai oleh binatang buas, terutama ular!!, Terlebih dengan adanya kabar itu, pasti akan ada seseorang yang menginginkannya selain dirimu!!."


Tian Yun sedikit menganggukkan kepalanya, "Aku tidak peduli bahaya apa yang akan kuhadapi!!, Selama itu untuk menyelamatkan guru, neraka pun akan aku terjang!!."


She Zu tertawa kecil, "Kau benar-benar pandai membual!!."


"Beristirahatlah!!, Kau harus mempersiapkan dirimu untuk pertarungan besok!!."


Tian Yun menganggukkan kepalanya. Dia langsung berbaring setelah memadamkan api unggun


Pagi telah tiba. Tian Yun terus melangkahkan kakinya menuju ke Pegunungan Bintang Ungu sesuai arahan dari She Zu


Dari kejauhan dia melihat sekelompok orang yang terlihat sedang mengatur sebuah rencana


Tian Yun mengendap-endap untuk menguping pembicaraan mereka


"Goa itu adalah sarang dari Ular Zirah Baja, bagaimana cara kita memasukinya?." Ucap laki-laki berbadan krempeng


"Kalian berjagalah disini!!, Aku akan memancing ular itu keluar!!, Setelah itu, kalian masuklah kedalam goa untuk mengambil Buah Murbai Membara!!." Ucap laki-laki berbadan kekar yang terlihat seperti ketua kelompok mereka


Laki-laki itu pun berjalan menaiki pegunungan seorang diri. Sesuai apa yang telah dikatakan, dia sendiri yang akan memancing Ular Zirah Baja keluar


"Guru, apakah aku perlu membunuh orang-orang ini?." Tian Yun lirih


"Tidak perlu!!, Kau ikuti saja laki-laki itu!!, Setelah Ular Zirah Baja keluar, kau bisa masuk kedalam terlebih dahulu!!, Usahakan jangan sampai ketahuan!!." She Zu menjelaskan


Tian Yun kembali melangkahkan kakinya secara mengendap-endap, membuntuti laki-laki berbadan kekar yang sedang berjalan menaiki pegunungan


Didepan mulut goa, laki-laki berbadan kekar itu terlihat seperti ketakutan. Kesabaran Tian Yun sudah habis karena laki-laki itu tidak masuk juga setelah puluhan menit mondar-mandir


Dia melompat keluar, menyerang laki-laki itu dengan Soul Dagger


Reaksi laki-laki berbadan kekar itu cukup cepat. Dengan pedang besarnya, dia menebas belati yang melesat kearahnya


Tian Yun langsung berteleportasi ke Soul Daggernya yang belum terpental jauh dari laki-laki berbadan kekar itu


Kepalan tangannya yang sudah diselimuti oleh kobaran api dihunuskannya tepat ke wajah laki-laki itu


Laki-laki itu tidak siaga dengan serangan dadakan Tian Yun. Dia terpental hingga menghantam bebatuan yang ada di mulut goa


Tian Yun tidak ingin memberikan waktu kepada laki-laki itu untuk memulihkan diri. Dia langsung melesat hendak memukulnya untuk yang kedua kali


Laki-laki yang mulai bersiaga dengan serangan dadakan Tian Yun langsung melebarkan bilah pedangnya untuk menangkis pukulan Tian Yun


Laki-laki itu berteriak keras. Teriaknya mengeluarkan sebuah tekanan yang membuat Tian Yun sedikit terpental


Tepat saat Tian Yun menginjakkan kakinya di tanah, laki-laki itu sudah berlari dengan pedangnya yang hendak ditebaskan kepada Tian Yun


Dengan cepat Tian Yun mengeluarkan Soul Dagger yang lainnya. Dia langsung menyilangkannya untuk menahan tebasan pedang laki-laki itu


Kedua orang itu terpental akibat tekanan yang disebabkan oleh benturan kedua senjata pusaka


Tian Yun mengerahkan kelima Soul Dagger yang sudah melayang-layang di belakangnya untuk menyerang laki-laki itu


Dengan energi sihir yang memenuhi pedangnya, laki-laki itu berputar-putar seperti tornado sehingga kelima belati itu terpental ke segala arah


Saat laki-laki berhenti berputar-putar, Tian Yun membuka lebar kedua telapak tangannya. Lingkaran sihir berwarna hitam menyala didepannya diikuti dengan kemunculan bola api sebesar tubuhnya. Dia lalu menembakkannya kepada laki-laki itu


Laki-laki itu menancapkan pedangnya di tanah. Dengan cepat energi api berkumpul di tangan kanannya sehingga membentuk sebuah tangan raksasa. Dia lalu memukul bola api yang melesat kearahnya


Ledakan kuat terjadi. Tian Yun menyilangkan kedua tangannya untuk menahan tekanannya


Asap tipis akibat ledakan menghilang sangat cepat karena hembusan angin. Laki-laki itu masih terlihat berdiri kokoh dengan tangan kanan yang terkena luka bakar


Walaupun terkena efek burning saat memukul bola api secara langsung, laki-laki itu terselamatkan oleh tekanan kuat dan asap tipis yang menyelimutinya


Jika tidak, selama tiga detik itu dia pasti sudah diserang habis-habisan oleh Tian Yun saat menahan efek burning


Nafas laki-laki terdengar berat begitu juga dengan Tian Yun. Mereka berdua saling bertatapan untuk mengatur ulang nafas


"Bocah sepertimu, aku tidak akan membiarkanmu hidup lebih lama!!." Ucap laki-laki itu dengan angkuh


Dia menempelkan kedua telapak tangannya yang dirapatkan tepat di depan dadanya. Lingkaran sihir berwarna merah menyala didepannya


Ketika energinya hampir terkepumpul, tiba-tiba saja sesosok ular keluar dari dalam goa. Binatang itu terlihat sangat marah


"Yun'er, sekarang!!." Ucap She Zu


Tian Yun mengendalikan kelima Soul Daggernya untuk menyerang laki-laki itu


Walaupun dapat menghindarinya, laki-laki itu tak sengaja melompat mendekati Ular Zirah Baja


Kesempatan emas bagi Tian Yun karena Ular Zirah Baja mengalihkan pandangan darinya. Dia langsung berlari meninggalkan mereka dengan Soul Dagger yang melayang di belakangnya


Laki-laki itu menggertakan giginya, "Sialan!!, Aku bersumpah akan membunuhmu nanti!!." Teriaknya sambil berlari menjauh dari sang ular, kembali untuk menemui rekannya. Dia lupa apa tujuan sebenarnya karena pertarungan dengan Tian Yun


Ular Zirah Baja yang merasa kesal mengejarnya dari belakang


Alhasil, laki-laki itu dan kelompoknya harus bertarung dengan Ular Zirah Baja. Walaupun kecil kemungkinan untuk menang, namun hanya itu satu-satunya usaha yang dapat mereka lakukan karena sudah terlambat untuk kabur


Bersambung ...