
Tian berusaha untuk duduk kembali, "Kenapa kau tidak melenyapkannya?."
Melihat Hu Yao menyeret jasad laki-laki berbadan kekar itu membuat Tian Yun sedikit penasaran
Hu Yao melemparkannya ke depan Tian Yun, "Sepertinya aku pernah melihat orang itu?. Tapi aku sama sekali tidak mengingatnya?!."
Tian Yun memandangi wajah laki-laki itu. Entah kenapa dia juga merasa familiar dengan wajahnya. Dia mengeluarkan kertas misi yang diberikan oleh Ji Yun kepadanya
"I, ini, dia ternyata ketua Pembunuh Bayaran Awan Gelap!!. Buruan kita!!. Tidak menyangka kita bisa mengalahkannya?!."
Hu Yao sedikit terkejut karena misi mereka ternyata selesai secara tidak sengaja. Beruntung dia tidak membakar jasad itu. Jika tidak, mereka pasti tidak akan memiliki waktu untuk beristirahat lebih awal
Hu Yao lalu duduk bersandar dengan sebuah pohon, "Aku sangat lelah!!. Biarkan aku istirahat sebentar!!."
Sembari memulihkan tenaga mereka, Tian Yun menyalakan api unggun dan langsung membuat sup rusa panggang
Perasaan aneh tiba-tiba muncul saat Tian Yun tengah menyantap paha rusa. Beruntung Hu Yao telah tertidur lelap karena perutnya sudah terisi penuh
"Yun'er, apa itu bereaksi?." Melihat jika Tian Yun sedikit bertingkah aneh, tentu saja She Zu menyadari jika itu adalah efek setelah menggunakan Spiritnya
Perasaan aneh yang terasa sedikit familiar. Detak jantungnya yang tiba-tiba saja bertambah cepat dan rasa takut yang sekilas muncul dalam hatinya
"Sepertinya begitu?!." Raut wajah Tian Yun berubah menjadi murung. Dia tidak mau memikirkannya lagi dan langsung pergi tidur
...
Didalam bar Mawar Hitam, seorang laki-laki paruh baya yang mengenakan pakaian mewah sedang meluap-luap emosinya
Laki-laki itulah yang melaporkan tentang pembunuhan yang dilakukan oleh Pembunuh Bayaran Awan Gelap karena korbannya adalah anak kandungnya sendiri
"Bagaimana mungkin kau hanya menyuruh satu orang untuk membinasakan mereka?!. Sedangkan kau memiliki sekian banyak orang?!."
Mengira jika Tian Yun dan Hu Yao tidak bisa mengalahkan ketua dari mereka, laki-laki paruh baya itu memarahi Ji Yun
"Tenanglah, kita duduk bicarakan baik-baik sembari menunggu kabar baik darinya?."
Sebenarnya Ji Yun sangat muak. Akan tetapi, demi reputasi kelompok mereka, dia tidak ingin terpancing emosi hanya karena seorang laki-laki paruh baya yang tidak mengetahui apapun tentang Tian Yun
Dia memberikan segelas wine yang diletakkan dimeja tepat di depan mereka berdua
"Sebagai gantinya, anda tidak perlu memberikan biaya dan bisa minum sepuasnya!!."
Dengan tangan kirinya, laki-laki paruh baya itu melempar gelas yang baru saja diberikan oleh Ji Yun ke lantai hingga pecah
"Bicara baik-baik?!. Apa kau pikir aku bisa bicara baik-baik setelah kehilangan anak kandungku?!."
Semua orang yang melihat kejadian itu merasa sangat marah. Hanya seorang manusia yang hanya hidup mengandalkan uang, berani berbuat seenaknya di tempat mereka. Ditambah penghinaan terhadap Xiao Hei
Ji Yun melambaikan tangannya, memberikan kode agar semua orang tidak bertindak gegabah
Seseorang tiba-tiba masuk kedalam bar sambil melempar sesosok jasad dengan raut wajah yang mengerikan. Membuat pandangan teralih ke mereka
"Apa kau menginginkan itu?. Aku sudah membawakannya untukmu!!. Cepat berikan imbalannya dan pergilah dari sini!!."
Xiao Hei datang bersama Hu Yao tepat waktu. Semua orang akhirnya bisa tersenyum puas kecuali laki-laki paruh baya itu
Raut wajahnya terlihat cemas, "Ba, bagaimana mungkin mereka berdua bisa mengalahkan ketua kelompok itu?!. Masa bodoh, aku tidak mempedulikannya!!." Batinnya
Dia lalu berjalan dengan perasaan yang sedikit ketakutan menghampiri Xiao Hei, "Tu, tuan, ini imbalan karena telah membawakan jasad ketua Pembunuh Bayaran Awan Gelap!!."
Xiao Hei duduk di meja yang ada didepan pelayan
"Hei nona, apa kau ingin bergabung bersama kami?."
Seseorang menawarkan kepada Hu Yao tentang judi dadu mereka. Sontak kedua mata Hu Yao berbinar melihat empat buah dadu yang dimatanya terlihat sangat berkilauan
"Sudah lama aku tidak bermain ini!!. Cepat berikan aku tempat dan biarkan aku mengalahkan kalian!!."
Judi dadu adalah permainan kesukaannya. Di kampung halamannya, tidak ada seorangpun yang bisa mengalahkannya dalam permainan dadu
Ji Yun tertawa kecil melihat tingkah Hu Yao yang bisa dikatakan sedikit kekanak-kanakan, "Wanitamu sungguh diluar dugaan?!."
"Lebih baik daripada mengacaukan tempat ini!!." Segelas wine dihabiskan olehnya dalam satu tegukan. Tian Yun lalu berdiri hendak pergi ke lantai dua, "Selama beberapa hari ini aku akan sibuk didalam kamar!!. Jadi jangan ganggu aku!!."
Lima buah esensi tingkat lima sudah berhasil dikumpulkannya. Dan sekarang adalah saatnya untuk berkultivasi membuka bintang ke empat
Pintu masuk ditutup rapat-rapat, tidak lupa dia juga menguncinya
Lima esensi diletakkannya secara melingkar, membuat sebuah pola bintang jika digabungkan dengan sebuah garis
Tian Yun duduk bersila ditengah-tengahnya, memejamkan kedua matanya dan mulai berkonsentrasi menyerap energi yang terkandung didalamnya
Kelima buah enseni sedikit menyala, mengeluarkan sebuah aura yang menyelimuti tubuh Tian Yun
She Zu memandanginya dengan senyuman pahit sambil duduk diatas meja kayu
"Murid kecilku sudah mulai dewasa!!."
...
Satu minggu telah berlalu, Inti Spiritual milik Tian Yun sudah terasa sedikit melonggar. Energi spiritual yang sudah mengalir di dalam sel darahnya perlahan mulai masuk dan menyatu dengan energinya
Sebuah tekanan kecil terjadi didalam ruangannya. Perlahan, Tian Yun membuka kedua matanya
"Akhirnya aku berhasil!!." Ucapnya dengan senyum puas yang menghias bibirnya
She Zu melata menghampiri Tian Yun, "Lebih cepat dari yang kukira?!. Setelah ini ... "
Belum selesai She Zu berbicara, tiba-tiba saja sebuah gempa bumi mengguncang Kota Sanctuary
Sontak Tian Yun langsung berdiri. Raut wajahnya terlihat sangat kebingungan, "Ada apa ini?."
She Zu melata masuk kedalam tubuh Tian Yun, "Cepat periksa!!. Aku merasakan hawa membunuh yang sangat kuat!!."
Tian Yun menganggukkan kepalanya dan langsung pergi meninggalkan ruangannya hendak melihat apa sebenarnya yang sedang terjadi di luar
Semua orang sedang berlari keluar dengan mode bertarung yang diaktifkan
"Hu Yao, ada apa?."
Hu Yao menggertakan giginya, " Sekumpulan iblis menerobos masuk kedalam kota!."
Tian Yun membulatkan matanya, "I, iblis?. Bagaimana bisa mereka masuk kemari?."
Bersambung ...