
Xiao Da sama sekali tidak mempedulikan Tian Yun lagi karena dihadapannya sekarang adalah seekor binatang buas tingkat delapan
Satu cabikan cakar dilayangkan oleh Singa Pelangi. Walaupun sudah sekuat tenaga Xiao Da menahannya, akan tetapi dia tetap terpental jauh
Para prajurit yang ada dibelakangnya segera menahan Xiao Da yang sedang melesat kearah mereka
Dengan nafsu membunuhnya, Singa Pelangi berjalan selangkah demi selangkah menghampiri Xiao Da dan para prajurit
Tiba-tiba saja langkahnya terhenti karena sesuatu. Binatang itu membalikkan badannya sehingga Xiao Da dan para prajuritnya langsung lari meninggalkan tempat itu
Singa Pelangi menggertakan giginya, "Manusia sialan!. Beraninya kalian memasuki sarangku saat aku sedang mencari makanan?!."
Sepasang sayap dikepakkannya. Singa Pelangi langsung melesat kembali menuju sarangnya
Langkah Tian Yun dan Hu Yao terhenti melihat Singa Pelangi yang terlihat sedang terburu-buru
"Sepertinya seseorang memasuki sarangnya?. Ini kesempatanmu!. Cepat ikuti Singa Pelangi sebelum ketinggalan jauh!." Perintah She Zu
Tanpa basa-basi Tian Yun langsung berlari diikuti Hu Yao dibelakangnya, menuju arah yang sama dengan arah yang dituju oleh Singa Pelangi. Sambil berlari, Tian Yun sambil menjelaskan kepada Hu Yao
Dari arah depan, terlihat sebuah kilatan cahaya terang. Suara ledakan juga terdengar dari arah yang sama
"Sepertinya Singa Pelangi sedang bertarung?!. Ini kesempatan kita untuk mengetahui seberapa besar kekuatan binatang itu!." Ucap Tian Yun
Hu Yao yang paham dengan maksud Tian Yun langsung menganggukan kepalanya
Kemampuan yang masih belum diketahui informasinya, jika mereka langsung bertarung dengan Singa Pelangi maka kemungkinan mereka untuk menang sangatlah kecil
Mereka berdua beruntung karena ada seseorang yang bersedia membantu mereka
Akan tetapi, mereka hanya bisa bertaruh jika orang itu gagal dalam penyerangan kali ini dan meninggalkan luka kepada Singa Pelangi
Jika orang itu berhasil melumpuhkan Singa Pelangi, mau tidak mau mereka berdua harus melawan orang itu
Sedikit jauh dari pertempuran besar antara Singa Pelangi dan tiga orang laki-laki. Salah satu diantara laki-laki itu terlihat seperti seorang pangeran dan masih berusia tidak jauh lebih tua dari Hu Yao. Dua diantaranya adalah seorang laki-laki tua
Akan tetapi, yang membuat She Zu lebih terkejut lagi adalah, sebuah pedang panjang yang dipegangnya. Sebuah pusaka yang sangat tidak asing baginya, dan pastinya, hanya ada satu di dunia ini
Pedang Langit, senjata pusaka yang dimiliki oleh Mei Hina
She Zu sama sekali tidak menyangka jika bocah itu bisa mengendalikan Pedang Langit. Ditambah, gerakannya sangat mulus seperti Pedang Langit telah mengakuinya sebagai tuan
"Yun'er, untuk saat ini, sebisa mungkin kau jangan berurusan dengan ketiga orang itu!." She Zu segera memperingati Tian Yun
Tian Yun sedikit kebingungan dengan ucapan She Zu, "Memangnya kenapa guru?."
"Jadilah kuat dan semuanya akan terbongkar satu persatu!."
Tian Yun masih sangat lemah. She Zu tidak mungkin memberitahu Tian Yun sebuah rahasia yang sudah terpendam bertahun-tahun lamanya dihatinya
"Guru benar-benar pintar menjaga rahasia!. Baiklah, karena guruku sudah bilang seperti itu, maka aku akan secepatnya menjadi kuat!."
Tian Yun kembali mengamati pertarungan dahsyat antara ketiga laki-laki itu dengan Singa Pelangi
"Sepertinya, pertarungan ini akan segera selesai?!." Hu Yao yang mengamati pertarungan itu dengan serius bisa melihat jelas jika ketiga laki-laki itu semakin lama semakin terpukul mundur
Ketiga laki-laki itu menggabungkan kekuatan mereka. Sebuah bola cahaya yang sangat terang terbentuk. Mereka bertiga lalu menembakkannya kepada Singa Pelangi
Tanduk yang ada di kening Singa Pelangi menyala. Sebuah medan penghalang dengan cepat terbentuk, mengelilingi tubuhnya
Sebuah ledakan yang sangat kuat terjadi. Karena cahaya terang itu, tidak ada seorangpun yang dapat melihat dengan jelas
Akan tetapi, Tian Yun melihat samar-samar jika ketiga laki-laki itu melesat meninggalkan tempat itu
Cahaya terang sudah sepenuhnya menghilang. Singa Pelangi mengaum keras setelah menyadari jika musuh yang dihadapinya berhasil kabur
"Manusia sialan!. Aku bersumpah akan membunuh kalian saat kita bertemu lagi nanti!."
Binatang itu langsung masuk kedalam sarang setelah medan penghalang yang mengelilinginya memudar
"Sayang sekali ketiga orang itu sama sekali tidak bisa meninggalkan luka kepada Singa Pelangi?!." Tian Yun menghela nafas lalu menghembuskannya
Hu Yao tersenyum jahat, "Aku punya rencana!." Dia lalu membisikan sesuatu kepada di telinga Tian Yun
Tian Yun mengeryitkan keningnya, "A, apakah itu benar-benar akan berhasil?. Bagaimana jika binatang itu tiba-tiba terbangun?."
"Rencananya boleh juga!. Kau tidak perlu mengkhawatirkannya, aku sangat yakin jika ini satu-satunya rencana yang bisa kau gunakan saat ini!." Ucap She Zu
Tian Yun hanya bisa menghela nafas dan menghembuskannya, "Bagaimana dengan rencana yang lain?. Jika rencana ini gagal, kita juga harus mempunyai rencana cadangan bukan?."
Tian Yun membulatkan matanya, "Ka, kau serius?. Bagaimana jika ... "
Hu Yao tidak ingin mendengar komentar dari Tian Yun. Sebelum Tian Yun selesai berbicara, dia segera menutup mulut Tian Yun dengan jari telunjuknya
"Kau terlalu banyak bicara!. Ayo kita berangkat!." Hu Yao berjalan meninggalkan Tian Yun, menuju goa sarang Singa Pelangi. Tian Yun lalu berjalan di sampingnya
Tepat didepan mulut goa, penciuman tajam Tian Yun dapat mencium aroma yang sangat wangi dari dalam goa
"Benar-benar Kristal Tujuh Warna!. Dari sini pun kita masih bisa mencium aroma wanginya?!." Ucap She Zu
Tian Yun mengkerutkan keningnya, "Bukankah ini akan mengundang kawanan binatang buas?."
She Zu menghela nafas lalu menghembuskannya, "Kau pikir para binatang buas tingkat rendah itu berani melawan binatang tingkat delapan?."
"Benar juga ya?!."
Hu Yao melihat Tian Yun yang masih melamun. Dia segera membangunkannya
"Apa yang kau pikirkan?." Hu Yao bertanya kepada Tian Yun setelah dia tersadar dari lamunannya
Sedikit lama Tian Yun mencari alasan. Setelah dia menemukannya, dia langsung mengatakannya kepada Hu Yao, "A, aku hanya sedikit takut. Baru pertama kali ini berhadapan langsung dengan binatang tingkat delapan!."
Terpaksa Tian Yun harus berbohong. Jika dia mengatakan tentang She Zu, dikedepannya pasti akan lebih rumit
Sejak dulu, setiap ras tidak akan bisa akur. Akan terjadi pertumpahan darah jika kedua ras saling bertemu satu sama lain. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan jika ada yang saling jatuh cinta antara ras yang satu dengan yang lain
Hu Yao menghela nafas lalu menghembuskannya, "Kupikir, kau ketagihan akan bau wangi ini?!. Ayo kita masuk!."
Mereka berdua langsung berjalan memasuki lorong goa yang gelap setelah Tian Yun menganggukan kepalanya
"Didalam kegelapan ini, bagaimana kita bisa menemukan Kristal Tujuh Warna?." Tanya Tian Yun
"Ikuti saja baunya!." Hu Yao memang tidak pernah melakukan hal ini. Akan tetapi, instusi wanitanya memberitahunya
Mereka berdua berjalan dengan sangat hati-hati karena didepan mereka adalah seekor binatang tingkat delapan
Tian Yun tersenyum puas, "Benar-benar sedang tertidur!. Yao Yao, darimana kau mengetahui hal ini?."
Hu Yao lalu sedikit menjelaskan kepada Tian Yun. Dahulu, dia tidak sengaja membaca tentang Singa Pelangi
Bau wangi yang tercium di hidung mereka semakin pekat. Mereka berdua bahkan sudah bisa menentukan lokasi pastinya
Tanpa pikir panjang, mereka terus berjalan mengendap-endap. Tian Yun langsung memetik Kristal Tujuh Warna dari tangkainya
"Apa ini sebenarnya adalah bunga?." Tanya Tian Yun sambil memandangi Kristal Tujuh Warna yang sekarang ada di tangannya
"Memang kau berpikir seperti apa?." Tidak menjawab pertanyaan Tian Yun, She Zu malah melontarkan pertanyaan kepadanya
Tian Yun mengeryitkan keningnya, "Bagaimana aku tahu?. Kau bahkan tidak pernah mengatakannya kepadaku?!."
Tiba-tiba saja Singa Pelangi menggeliat sambil mengaum keras. Hal itu membuat Tian Yun terkejut
"Gawat dia bang ... !." Reaksi Hu Yao yang sangat cepat langsung menutup mulut Tian Yun dengan tangannya
"Diamlah!. Dia hanya mengigau!." Ucap Hu Yao
Tian Yun sedikit melirik Singa Pelangi yang masih tertidur pulas
"Kemarilah gadis-gadisku." Ucap Singa Pelangi lembut
Tian Yun hendak tertawa karena suara sang singa yang sangat menggemaskan. Dengan sekuat tenaga, dia menahan tawanya
Hu Yao yang sedikit jijik segera menyuruh Tian Yun untuk meninggalkan tempat itu
Penciuman tajam Singa Pelangi dapat mengetahui jika aroma wangi Kristal Tujuh Warna perlahan memudar
Kedua matanya perlahan terbuka. Dia sangat marah karena sama sekali tidak melihat Kristal Tujuh Warna. Tian Yun dan Hu Yao yang masih ada di lorong goa menyadarinya mereka hendak kabur
Akan tetapi, Singa Pelangi yang menyadari keberadaan mereka berdua langsung melesat dan menghadang mereka
"Manusia rendahan!. Beraninya kalian mencuri Kristal Tujuh Warna yang sudah sudah payah aku dapatkan setelah dua abad?!." Singa Pelangi sangat marah kepada mereka berdua
Tian Yun dan Hu Yao saling bertatapan satu sama lain, "Karena sudah seperti ini, kita harus menjalankan rencana B!." Ucap Hu Yao
Dengan raut wajahnya yang sangat serius, Tian Yun menganggukan kepalanya
Bersambung ...