S

S
Desa Kedua



Tian Yun menghela nafas lalu menghembusnya, "Setidaknya aku mendapatkan lima ratus keping koin emas!!." Ucapnya sambil memandangi kantong hitam yang berisikan semua koin emas yang didapatnya. Dia lalu menyimpannya di liontin giok


Tiba-tiba saja Tian Yun merasakan sesak di dadanya. Dia menggertakan giginya, menahan rasa sakit yang tiba-tiba saja datang


"Yun'er?!." She Zu yang berada didalam tubuh Tian Yun juga mulai panik


Tiba-tiba saja tubuh Tian Yun tergeletak tak sadarkan diri


...


Perlahan, Tian Yun membuka kedua matanya. Dia memegang kepalanya yang terasa sangat berat, "Di, dimana aku?." Penglihatannya tidak terlalu jelas karena hari sudah larut


"Kau sudah sadar?." Ucap Dha Che yang masih duduk di bangku kusir


"Paman Dha, sudah berapa lama aku pingsan?." Tanya Tian Yun sambil merelaxkan tubuhnya


"Kurang lebih satu hari!!." Jawab Dha Che


"Kau kehabisan tenaga waktu itu!!, Tidak usah khawatir!!." Ucap She Zu dari dalam tubuh Tian Yun


Tian Yun sedikit menganggukkan kepalanya. Dia mulai duduk bersila untuk mengumpulkan tenaganya yang belum pulih sepenuhnya


Dari arah depan, Tian Yun merasakan hawa membunuh yang sangat kuat. Setidaknya ada lebih dari dua puluh ekor Serigala Yang menghadang jalan mereka


Dha Che melihatnya samar-samar. Dia lalu menghentikan kereta kuda setelah Tian Yun menyuruhnya untuk berhenti


Dha Che mengkerutkan keningnya, "Adik Yun, ada apa?."


Tian Yun menatap kearah depan dengan tajam, "Ada lebih dari dua puluh ekor Serigala Yang didepan?!."


Dha Che sangat terkejut mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Tian Yun, "La, lalu apa yang harus kita lakukan?."


"Paman Dha, apakah didekat sini ada desa atau semacamnya?." Tanya Tian Yun. Tatapannya masih tajam memperhatikan gerak-gerik kawanan Serigala Yang


Dha Che ingat dua kilometer didepan ada sebuah desa, Desa Erhen. Akan tetapi, penduduk di desa Erhen sangat aneh. Dha Che biasanya tidak menginap di desa itu


Kawanan Serigala Yang mulai terlihat akan segera meluncurkan serangan


"Paman Dha, tidak ada waktu lagi!!, Aku akan memberi jalan agar kau bisa lewat!!, Jangan pedulikan aku!!, Kau cukup menungguku di Desa Erhen!!." Ucap Tian Yun tegas


Kening Dha Che sudah dipenuhi dengan keringat dingin, "Ta, tapi ... "


Kawanan Serigala Yang mulai bergerak


"Paman Dha, tidak ada waktu lagi!!." Sebelum Dha Che menjawabnya, Tian Yun sudah melompat sambil menembakkan tiga bola api hitam untuk memperlambat pergerakan Serigala Yang


Satu persatu Serigala Yang melompat, menerkam Tian Yun. Tian Yun mengendalikan Rantai Neraka untuk memukul setiap Serigala Yang yang berhasil mendekatinya


Secepat mungkin dia harus membuatkan jalan untuk Dha Che lewati dengan aman


Tian Yun membuka lebar telapak tangannya kedepan. Lingkaran sihir berwarna hitam menyala. Bola api hitam milik Tian Yun kali ini lebih kuat daripada sebelumnya. Dia lalu menembakkannya


Ledakan kuat terjadi, menghempaskan kawanan Serigala Yang hingga berhamburan. Tanah yang terkena ledakan juga terlihat retak


Tian Yun berteriak, "Paman Dha, sekarang!!."


Dengan menahan rasa takutnya, Dha Che segera mengendalikan kuda putihnya untuk melaju kedepan. Melewati asap tebal yang menutupi pandangan mereka


Tian Yun juga berlari dibelakangnya. Dia tidak ingin buru-buru naik ke kereta kuda karena dia juga harus mengalahkan puluhan Serigala Yang yang terus mengejar dibelakangnya


Sambil berlari, Tian Yun menggertakan giginya, "Sialan!!, Jika hanya ada sepuluh ekor aku bisa dengan mudah mengalahkan mereka!!."


Setelah menemukan tempat yang sedikit terbuka, Tian Yun segera membalikkan badannya sambil terus menembakkan bola api hitam


Beberapa Serigala Yang bisa menghindarinya. Tian Yun memusatkan energi di tangan kanannya. Dia lalu berlari kearah Serigala Yang dan langsung memukuli mereka hingga beberapa Serigala Yang berhasil dilumpuhkan


Tian Yun kini dalam kepungan Serigala Yang. Ada lima belas ekor Serigala Yang yang melingkari Tian Yun


Semua ekor Serigala Yang melompat secara bersamaan, menerkam Tian Yun dengan aura membunuh mereka


Tian Yun mengendalikan Rantai Neraka untuk membuat sebuah pusaran yang mengelilinginya sehingga dia berhasil selamat dari terkaman Serigala Yang bahkan Tian Yun juga berhasil membuat mereka semua terhempas


Tiga ekor Serigala Yang patah tulang kaki, dua ekor lainnya berhasil dilumpuhkan karena menghantam pohon hingga tulang punggung mereka patah


Kini hanya tinggal sepuluh ekor Serigala Yang yang masih berdiri dengan tatapan membunuhnya


Nafas Tian Yun sudah terdengar berat. Menggunakan Rantai Neraka secara berlebihan seperti tadi menguras banyak tenaganya


Tiga ekor Serigala Yang mulai menerkam Tian Yun. Keberuntungan baginya karena dia baru bisa mengendalikan tiga rantai secara bersamaan. Tian Yun mengendalikannya untuk memukul mereka dengan kuat


Nafas Tian Yun sudah sangat terengah-engah. Dia lalu memusatkan energi sihir disekitarnya. Lima buah lingkaran sihir berwarna hitam menyala disekitarnya


Tian Yun melirik sekitar. Tepatnya, posisi Serigala Yang yang tersisa. Tanpa basa-basi, Tian Yun langsung menembakkan bola api secara brutal kearah mereka


Semua Serigala Yang berhasil dilumpuhkannya. Tian Yun memuntahkan seteguk darah. Energinya yang belum terisi penuh sudah hampir terkuras habis lagi. Dia terduduk lemas di tanah


"Yun'er, kau baik-baik saja?." Ucap She Zu sambil melata keluar dan duduk di bahu Tian Yun


Tian Yun mengusap bibirnya, "Aku lelah sekali!!." Dia berbaring ditanah, memandangi langit yang dipenuhi oleh bintang-bintang


Setelah mengatur ulang nafasnya kembali, Tian Yun lalu berlari menyusul Dha Che setelah dia mengumpulkan esensi yang didapatnya


Dha Che yang sudah hampir sampai di Desa Erhen melirik kebelakang. Dia sama sekali belum melihat keberadaan Tian Yun


Hawa yang ada disekitar Desa Erhen membuat bulu kuduk Dha Che berdiri. Dia menelan ludahnya. Mau tidak mau, dia harus menunggu Tian Yun didesa itu sesuai perjanjian


Tidak ada penjaga sama sekali didalam desa. Semua warga yang berpapasan dengannya menatap Dha Che dengan tatapan kosong mereka


"Benar-benar seperti mayat hidup?!." Ucap Dha Che sedikit ketakutan. Keningnya sudah dipenuhi dengan keringat dingin


Salah satu warga laki-laki memegang kereta kudanya. Dha Che segera menepis tangan orang itu, "Jangan sentuh itu!!." Ucapnya sedikit jijik


Laki-laki aneh itu lalu menatap Dha Che dengan tatapan membunuhnya. Tiba-tiba saja kedua matanya berubah seperti mata iblis. Memancarkan cahaya merah


Dha Che mengkerutkan keningnya, "A, ada apa denganmu?!, Kumohon jangan sakiti aku!!." Dia benar-benar sangat ketakutan


Dha Che melirik kedepan. Dia hendak menyuruh kudanya untuk kembali. Akan tetapi, sudah banyak sekali orang yang menghadangnya


"Sial, seharusnya aku tidak masuk kesini?!." Dia sudah tidak bisa pergi kemana-mana lagi karena para warga yang seperti mayat hidup sudah mengepungnya


Perlahan semua orang mulai berjalan selangkah demi selangkah mendekati Dha Che


"Ti, tidak!!, Jangan mendekat!!." Dha Che sudah tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Dia menundukkan kepalanya


"Paman Dha, cepat pergi dari sini!!." Teriak Tian Yun dari kejauhan


Dha Che menyadari jika Tian Yun yang sudah menolongnya. Dia segera mengendalikan kuda putihnya untuk pergi secepatnya dari desa itu


"Adik Yun, apa kau tidak mau ikut?." Ucap Dha Che


"Paman Dha, aku akan menyelesaikan ini terlebih dahulu!!." Jawab Tian Yun


"Baiklah!!, Aku akan menunggumu di Desa Sancun!!, Kau carilah aku di penginapan nomer tiga!!." Teriak Dha Che yang terus meninggalkan Tian Yun


Tian Yun menghela nafas lalu menghembusnya, "Sepertinya, malam ini akan sangat panjang?!."


"Tidak usah mengeluh!!, Kau sudah tidur seharian tadi!!." Ucap She Zu dari dalam tubuh Tian Yun


"Guru benar-benar tidak membiarkanku untuk istirahat!!."


Saat dalam perjalanan, She Zu sudah memberitahu Tian Yun jika Desa Erhen adalah desa yang aneh. Dimasa lalu, She Zu pernah melewati desa ini. Dia merasakan aura yang aneh dari dalam desa. Akan tetapi, dia tidak memperdulikan hal itu karena masih mengemban tugas penting


Tian Yun menatap kumpulan warga yang seperti mayat hidup itu dengan tatapan mengejek, "Baiklah-baiklah, kita cari harta karun itu setelah menghabisi kalian!!."


Tian Yun sudah tidak merasakan adanya warga yang masih normal begitu juga dengan She Zu. Maka dari itu, Tian Yun menembakkan bola api hitam secara sembarang dan brutal. Menghancurkan semua bangunan yang ada, terutama para warga yang sudah menjadi mayat hidup


Tak terasa cahaya matahari sudah terlihat. Tian Yun tengah berjalan menyusuri Desa Erhen yang sudah hancur lebur


"Sepertinya kau cukup bersenang-senang semalam?." Ucap She Zu yang sedang duduk manis di bahu Tian Yun


Tian Yun tertawa kecil, "Sepertinya, aku sedikit berlebihan?!." Dia tidak menyangka jika Desa Erhen sudah tidak terlihat seperti sebuah desa lagi


Tian Yun sama sekali tidak menemukan apapun setelah menyusuri semua tempat yang ada di Desa Erhen. Yang ditemukannya adalah, sebuah kolam yang hampir dipenuhi oleh tulang belulang manusia


"Yun'er, bagaimana jika harta karun itu berada didalam kolam air ini?." Ucap She Zu meledek


Tian Yun merasa sangat mual. Mencium aromanya saja sudah membuatnya tidak tahan. Apalagi jika sampai dia masuk kedalam kolam air itu


"Guru, jangan-jangan yang kau katakan itu benar?." Ucap Tian Yun


She Zu tertawa kecil, "Tentu saja tidak!!, Aku merasa ada sesuatu didalam bengkel pandai besi itu?!."


Tian Yun melirik kekanakan. Dia mengkerutkan keningnya, "Guru, kau yakin?, Aku sama sekali tidak merasakan apapun dari sana?." Ucapnya tidak percaya


"Tidak usah banyak bicara!!, Walaupun kultivasiku sudah sepenuhnya hilang, tapi jika itu hanyalah sebuah gulungan sihir, intuisi binatangku masih bisa diandalkan!!."


Tian Yun menyipitkan matanya, merenungkan apa yang baru saja dikatakan oleh She Zu


"Intuisi binatang sangat tajam, begitu juga dengan wanita!!, Berarti, intuisi binatang wanita pasti tidak akan salah!!." Ucap Tian Yun didalam hatinya


She Zu merasa curiga dengan Tian Yun yang terdiam, "Hei-hei, apa yang kau tunggu?!, Cepatlah!!."


Tanpa basa-basi lagi, Tian Yun segera menyusuri bengkel pandai besi yang belum sepenuhnya hancur. Didalamnya masih tersisa beberapa penempa yang masih layak pakai. Juga sedikit batu bara


Yang membuat Tian Yun merasa aneh adalah, sebuah kotak seukuran lima puluh centimeter persegi terlihat masih sangat mulus setelah tertimpa puing-puing bangunan


"Yun'er, sepertinya harta karun itu disimpan didalam kotak itu?." Ucap She Zu sangat yakin


"Jika guru sudah bilang, maka aku tidak akan berlama-lama lagi!!." Tian Yun segera membuka lebar telapak tangannya. Dia lalu menembakkan bola api kearah kotak kecil itu


Asap tebal yang disebabkan oleh ledakan telah menghilang sepenuhnya. Tian Yun mengkerutkan keningnya, "A, apa kotak kecil itu sekuat itu?."


"Sepertinya kau harus berusaha keras?!." Ucap She Zu meledek


Tian Yun mengeryitkan kening dan bibirnya. Dia lalu melirik sekitar. Sekilas, dia melihat sebuah kilauan cahaya. Dia lalu berjalan menghampirinya


Mulut Tian Yun tercengang setelah mendapat sebuah kunci yang tertindih oleh sebuah papan kayu


She Zu menghela nafas lalu menghembusnya, "Padahal aku berharap jika kau sedikit melakukan usaha?." Ucapnya sedikit kecewa


"Guru benar-benar jahat!!." Ucap Tian Yun


"Sudahlah, karena kau sudah mendapatkan kuncinya, maka cepatlah buka kotak itu!!." Ucap She Zu memaksa


Tian Yun lalu mengambil kotak kecil itu dan langsung membukanya. Seketika mulutnya tercengang karena didalamnya benar-benar terdapat sebuah gulungan sihir


Gulungan Sihir Enchant. Menggunakan gulungan itu, seseorang bisa membuat senjata pusaka miliknya menjadi Enchantment Weapon. Yang membuatnya berbeda dari gulungan sihir yang lain adalah, Gulungan Sihir Enchant tidak memiliki tingkatan. Artinya, tidak ada batasan untuk menggunakannya ke senjata apapun


"Guru, apa bedanya senjata pusaka dengan senjata Enchantment?." Tanya Tian Yun


She Zu lalu menjelaskan, "Enchantment Weapon adalah senjata pusaka yang sudah diperkuat. Senjata pusaka yang sudah di Enchant akan mendapatkan skill khusus seperti peningkatan kekuatan atau semacamnya. Jika kau beruntung, senjata pusakamu bisa mendapatkan atribut tersendiri!!."


Tian Yun menganggukkan kepalanya, "Lalu, apakah aku bisa memperkuat Rantai Neraka?."


She Zu menggelengkan kepalanya, "Ada tiga buah Enchantment Weapon suci di dunia ini, salah satunya adalah Rantai Neraka. Enchantment Weapon suci sendiri sejak awal sudah berada dalam mode Enchantment, jadi kau tidak perlu meningkatkan kekuatannya. Yang harus kau lakukan hanya memperkuat dirimu agar Rantai Neraka juga semakin kuat karena pada dasarnya, Enchantment Weapon suci terikat oleh pemiliknya!!."


Tian Yun kini semakin menyadari jika masih ada banyak hal yang masih belum diketahuinya di dunia ini


"Yun'er, kebetulan disini ada penempa dan beberapa bahan lainnya!!, Aku akan mengajarimu cara membuat senjata pusaka!!." Ucap She Zu


Sontak kedua mata Tian Yun berbinar, "Benarkah guru?."


She Zu menganggukkan kepalanya, "Cepat ambil bijih besi dan lebur didalam tungku!!."


Tian Yun segera melakukan apa yang dikatakan oleh She Zu. Dia mulai memasukkan batu bara kedalam tungku api lalu membakarnya


Karena dia bisa menggunakan api hitam, panas yang dihasilkan akan lebih sempurna dibandingkan api biasa. Itu juga bisa mempermudah Tian Yun dalam proses belajarnya


Tian Yun mulai melebur bijih besi yang sudah dikumpulkannya didalam wadah. Setelah bijih besi berubah menjadi cairan kental, dia lalu menunggunya agar sedikit memadat lalu meletakkannya di atas penempa


Setelah itu, Tian Yun memukulnya menggunakan palu yang tergeletak disamping penempa yang digunakannya


Sebuah lempengan besi sudah mulai terbentuk. Tian Yun lalu membakarnya kembali agar lebih mudah untuk dibentuk


...


Beberapa jam kemudian. Tian Yun berhasil membuat pisau pertamanya. Walaupun bentuknya terlihat sedikit aneh, akan tetapi, She Zu tetap memujinya karena ini baru pertama kalinya bagi Tian Yun menempa senjata sendiri


"Guru, apakah aku harus mengulanginya?." Tanya Tian Yun


"Tidak perlu!!, Alat disini kurang memadai, batu baranya juga sudah habis. Lebih baik, kau cepat susul laki-laki itu dan pergi ke kota kerajaan!!, Disana pasti ada alat yang lebih bagus!!." Jawab She Zu


Tian Yun menganggukkan kepalanya. Dia membuang pisau buatannya karena tidak layak untuk dipakai dan langsung berjalan meninggalkan Desa Erhen dengan langkah yang dipercepat


Bersambung ...