S

S
Pertandingan ( 3 )



Semua orang yang melihat Tian Yun merasa jika pertandingan kali ini akan selesai dengan cepat


Seperti yang diharapkan. Xing Se menyuruh semua orang yang melihat pertarungan Tian Yun saat pertama kali datang ke sekte agar tidak menyebar luaskan kejadian itu


"Apakah dia bocah yang kau maksud?." Kepala Sekte yang duduk di kursi khusus yang sudah disediakan, berbisik kepada Xing Se yang berdiri di sampingnya


Xing Se menganggukan kepalanya, "Dia memang masih sangat muda!. Tapi, bakatnya luar biasa!. Aku yakin guru tidak akan kecewa jika menjadikannya sebagai muridmu!."


"Adik junior, sebaiknya kau tidak perlu membuang-buang waktuku karena waktuku sangat berharga!." Ucap Chu Xuan angkuh


Sesuai dengan informasi, jika lawannya adalah seorang penyihir bintang lima dengan Spirit Sanca Air


Tian Yun tersenyum pahit saat menjawab perkataan Chu Xuan, "Kakak senior, aku harap kau tidak perlu menggunakan kekuatan penuhmu!."


Chu Xuan tertawa jahat, "Baiklah jika itu yang kau inginkan, maka aku akan menemanimu bermain-main sebentar!."


"Kebetulan aku juga sedikit bosan hari ini!. Kuharap senior bisa menemaniku bermain untuk menghilangkan kebosananku?!." Jawab Tian Yun sedikit meledek


Chu Xuan merasa direndahkan oleh Tian Yun. Bagaimanapun juga, bocah yang ada didepannya masih sangat muda dan dia percaya jika dia akan menang telak


Chu Xuan menatap Tian Yun dengan dingin, "Kau benar-benar bocah yang arogan!. Terimalah ini!."


Lingkaran sihir berwarna biru menyala disekitar Chu Xuan. Tiga buah pusaran air keluar dari dalamnya, melesat kearah Tian Yun


Tian Yun tersenyum dingin. Ketika pusaran air itu berjarak beberapa sentimeter di depannya, dia memutar-mutar tubuhnya


Tubuh Tian Yun terlihat sangat lentur ketika menghindarinya, melalui sela-sela kecil yang terbuat dari ketiga pusaran air itu


Semua orang yang melihatnya dibuat tercengang. Pasalnya, dengan sela-sela sekecil itu, sungguh mustahil bagi seseorang bisa menghindarinya seperti itu


Walaupun tidak menyangka jika Tian Yun akan dengan mudahnya menghindari serangan yang dia luncurkan, Chu Xuan tidak mau memperdulikannya


Dia memusatkan energi sihir disekitarnya. Lima buah lingkaran sihir berwarna biru menyala disekitarnya. Lima buah jarum yang terbuat dari energi air perlahan terbentuk


Diiringi dengan teriakan, Chu Xuan mengendalikan jarum air itu untuk menyerang Tian Yun yang baru saja menginjakkan kakinya di tanah


Tian Yun menyadarinya. Kelima buah jarum sudah berjarak beberapa centimeter dari tubuhnya


Kejadian yang sama terulang kembali. Tian Yun menghindari setiap jarum yang melesat kearahnya


Hal itu sangat membuat Chu Xuan kesal. Dia menggertakan giginya, "Sampai kapan kau akan terus menghindar!."


Tepat saat Tian Yun menginjakkan kakinya di tanah, dia tersenyum dingin, "Karena kau sangat ingin aku menyerangmu, maka aku tidak akan sungkan!."


Menggunakan lantai sebagai pijakan, Tian Yun melesat kearah Chu Xuan. Kecepatan yang tak pernah dibayangkan oleh semua orang


Xing Se sendiri bahkan sampai terkejut melihat kecepatan itu


Tangan kanan Tian Yun sudah terselimuti oleh kobaran api. Dia langsung memukulkannya ke wajah Chu Xuan


Reflek Chu Xuan termasuk cepat. Dia langsung menyadari serangan itu sehingga dia sempat menyilangkan tangannya yang membuatnya hanya sedikit tergeser kebelakang saat menerima pukulan Tian Yun


Hanya saja, itu hanyalah serangan pembuka dari Tian Yun. Dia langsung duduk berjongkok lalu memutar kaki kanannya


Kali ini Chu Xuan tidak memiliki persiapan. Alhasil, tubuhnya ambruk ke lantai


Tian Yun lalu melompat tinggi hingga berada diatas Chu Xuan dan memukulnya secara brutal


Sepuluh pukulan beruntun dilayangkan oleh Tian Yun dari segala arah. Bahkan tubuh Chu Xuan terlihat hanya berhenti di satu titik


Tian Yun sudah berada tepat diatas Chu Xuan kembali. Dia memusatkan energi penuh di tangan kanannya yang membuat kobaran api menyelimutinya


Dengan kekuatan penuh, dia memukul perut Chu Xuan. Tubuh Chu Xuan bagaikan sebuah bintang jatuh, menghantam arena bahkan meretakkan lantai disekitar titik jatuhnya


Penampilan pertama Tian Yun sangat membuat semua orang yang melihatnya tercengang


Seorang bocah berusia tujuh belas tahun itu ternyata memiliki kemampuan yang sangat hebat


"Pe, pemenangnya adalah Tian Yun!." Juri bahkan hampir lupa untuk mengumumkan hasil dari pertandingan


Semua orang akhirnya bersorak setelah melihat pertandingan yang sangat mengejutkan itu


Tian Yun pun berjalan meninggalkan arena pertandingan, menuju ke ruang perawatan untuk menjenguk Li Hua


Dikarenakan arena pertandingan sedikit mengalami kerusakan, maka dari itu pertandingan selanjutnya akan ditunda beberapa waktu karena panitia akan secepatnya memperbaiki kerusakan itu


"Anak yang luar biasa!." Kepala Sekte yang terkenal dingin bahkan memuji Tian Yun


"Suruh dia untuk menemuiku malam nanti!." Kepala Sekte berbisik kepada Xing Se


Xing Se tersenyum pahit sambil menganggukkan kepalanya. Kepala Sekte sudah mengatakan hal seperti itu, oleh karena itu kekhawatirannya berkurang karena Kepala Sekte pasti akan menjadi dukungan yang kuat bagi Tian Yun


Xing Se lalu pergi meninggalkan tempat itu setelah memberikan salam hormat kepada gurunya. Tujuannya adalah ke ruang perawatan untuk menemui Tian Yun dan membicarakan semuanya


Didalam ruang perawatan, Xiao Du dan Fu Sinran tengah merawat Li Hua yang masih terbaring di atas ranjang


Tiba-tiba saja terdengar sebuah ketukan pintu dan sebuah suara, "Apa aku boleh masuk?." Suara yang sangat dikenali mereka. Yang tidak lain adalah Tian Yun


Xiao Du langsung membukakan pintu agar Tian Yun bisa masuk


Raut wajah Xiao Du terlihat keheranan, "Apakah kau sudah selesai?. Bagaimana pertandinganmu?."


Tian Yun memasang ekspresi aneh sambil mengusap-usap kepala belakangnya, "Ah, itu ... "


Tiba-tiba saja suara seorang wanita yang dikenali oleh Tian Yun terdengar dari belakang, "Pertandingan yang bagus!. Selamat karena telah memenangkan pertandingan pertamamu!."


Xiao Du terkejut mendengarnya. Pasalnya, ini masih kurang sepuluh menit dan ternyata Tian Yun sudah memenangkan pertandingannya tanpa mendapatkan luka sama sekali


Ditambah, seorang dewi pujaannya memberikan selamat secara langsung kepada Tian Yun


Xiao Du langsung menarik Tian Yun dan berbisik kepadanya, "Tian Yun, aku tidak peduli dengan pertandinganmu!. Yang jelas, bagaimana kau bisa mengenalnya?!."


Xing Se yang mendengar pembicaraan mereka langsung menarik Tian Yun, "Memangnya kenapa jika aku mengenalnya?!. Apakah seorang kakak beradik tidak berhak untuk saling kenal?."


Sontak Xiao Du langsung terkejut, "A, apa?!. Kenapa kau tidak mengatakan itu sebelumnya?."


Tian Yun hanya memasang ekspresi aneh sambil tertawa aneh


Bersambung ...