
Tian Yun melirik kearah suara itu. Sosok laki-laki tua, berambut dan berjanggut putih, sebuah mantel yang terpasang sebuah token yang bertuliskan "Akademi Stardust."
Tian Yun lalu memberikan salam hormat kepadanya, "Aku dengar Akademi Stardust akan mengadakan upacara kelulusan?!. Dimasa lalu, aku telah berjanji akan menjemput adikku saat upacara kelulusan!."
Tetua itu sedikit mengkerutkan keningnya. Pasalnya, samar-samar dia teringat seorang murid yang pernah mengatakan hal itu
"Katakan kepadaku, siapa nama adikmu?!. Aku akan memanggilnya sekarang juga!. Dan untuk upacara kelulusan sudah diselenggarakan beberapa waktu yang lalu!."
Ucapan laki-laki tua itu sungguh membuat Tian Yun terkejut. Akan tetapi, setelah sedikit melirik ke sekeliling, dia menyadari jika hal itu karena pernikahan pangeran kerajaan ini
"Ah Yu!." Ucap Tian Yun
Laki-laki tua itu tercengang. Akhirnya dia teringat akan masa lalu, dimana Ah Yu bercerita kepadanya tentang masa kecilnya dengan Tian Yun
Laki-laki tua itu berjalan mendekati Tian Yun lalu menepuk bahunya, "Nak, kuharap kau tidak akan merasa kecewa!. Adik perempuanmu itu, akan segera menjadi keluarga kerajaan!."
"Kapan pernikahan itu akan dilangsungkan?. Aku akan menghadirinya!." Tanya Tian Yun
Laki-laki tua itu menghela nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya, "Kami baru saja selesai rapat!. Nona Ah Yu baru saja kembali dan mengatakan jika dia tidak menemukan kalian!. Maka dari itu, Raja Shi Yewan memutuskan untuk melakukan upacara pernikahan besok!."
Tian Yun sedikit mengkerutkan keningnya, "Kalian?. Apakah Ah Yu benar-benar sudah mengetahui tentang ayah dan ibu?."
Dia lalu kembali memberi salam hormat, "Terimakasih karena sudah memberitahukhu!. Kalau begitu, aku akan pergi dari sini!."
Tian Yun lalu kembali ke goa tempat dia tinggal bersama She Zu di masa lalu. Karena sudah tidak bisa dimasuki, dia lalu pergi ke puncak air terjun yang dulu digunakannya untuk berlatih
Air yang dulunya mengalir deras, setelah kejadian itu, air terjun itu hanya terlihat seperti tebing saja
Tian Yun duduk bersandar dengan sebuah batu besar sambil menatap langit. Langit malam yang tidak tertutupi oleh sedikitpun awan membuatnya teringat dengan Hu Yao
Tian Yun tersenyum pahit, "Benar juga, dia adalah adikku!. Seharusnya aku mendukung pilihannya dan tidak memikirkan egoku?!."
Long Hei keluar dari jubah Tian Yun, "Ada apa denganmu tuan?. Apakah ada yang bisa aku bantu?." Ucapnya dengan ekspresi wajah bingung
"Tidak ada!. Aku ingin tidur dan menghadiri acara pernikahan Ah Yu besok!. Setelah itu, kita akan kembali ke rumah Hu Yao!." Tian Yun lalu merebahkan tubuhnya dan langsung memejamkan matanya
Long Hei berputar beberapa kali dan menampakkan ekspresi sedih tanpa ada sepatah kata yang terucap dari mulutnya
Pagi telah tiba. Semua orang tengah berbondong-bondong pergi ke istana kerajaan. Tepatnya di aula istana kerajaan
Tian Yun menghela nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya. Dia tetap memaksakan dirinya untuk tetap tersenyum walaupun hampir seluruh wajahnya tidak terlihat. Dia lalu berjalan menuju istana kerajaan karena upacara akan segera dimulai
"Kedua mempelai, dipersilahkan untuk naik!." Seorang laki-laki yang ditunjuk sebagai penghulu berteriak
Semua orang yang menghadirinya langsung berdiri karena upacara akan dimulai
"Kedua mempelai, harap mengucapkan sumpah dan janji!." Teriak penghulu itu
Tian Yun menggertakan giginya. Dia meremas dada kirinya yang entah kenapa terasa sakit
"Tidak, dia adalah adikku!. Tapi kenapa aku merasa sakit?." Batin Tian Yun. Dia sama sekali tidak sanggup lagi menahannya
Akan tetapi, dia sama sekali tidak bisa meninggalkan tempat itu karena dia bisa menimbulkan rasa kecurigaan
Pangeran Shi Huo dan Ah Yu bersamaan saling menatap satu sama lain. Mereka lalu bergandengan tangan
Ketika hendak mengucapkan sumpah, Ah Yu tersenyum dingin. Dia meremas tangan Shi Huo yang membuat Shi Huo terkejut dan berteriak. Ah Yu lalu menendang perut Shi Huo
Semua orang yang menghadirinya terkejut dengan kejadian yang tak terduga itu, terutama sang raja
Raja Shi Yewan menggertakan giginya"Kau, apa yang kau lakukan?!." Ucapnya kesal
Ah Yu menatapnya dengan tatapan membunuh, "Kalian telah membunuh keluargaku!. Kau pikir aku akan setuju menikahi anakmu?!. Sejak awal, pernikahan ini adalah paksaan atas sepihak!. Setelah melihat keluargaku tidak ada yang tersisa, aku tidak peduli walaupun harus mati hari ini!."
Mulut Tian Yun tercengang mendengar apa yang dikatakan oleh Ah Yu
"Memangnya apa bukti jika kami yang telah membunuh kedua orang tuamu?!." Ucap Shi Yewan
Ah Yu lalu mengeluarkan plat emas yang bertuliskan Kerajaan Tianshi, "Aku menemukannya di samping makam orang tuaku!." Jawab Ah Yu
Shi Yewan sangat terkejut dengan token itu, "Jangan-jangan, itu token milik Biao Zi?." Batinnya
"Itu hanya sebuah token!. Bisa saja seorang prajurit tidak sengaja menjatuhkan benda itu?!." Shi Yewan mencoba untuk menyangkalnya
"Itu benar!. Lagipula, tidak ada saksi mata yang melihat?!." Shi Huo mencoba membujuk Ah Yu
Ah Yu langsung melirik Shi Huo dengan tatapan membunuhnya. Dia mengangkat tangan kirinya dan langsung menyerang Shi Huo dengan sihir esnya
Shi Huo terpental cukup jauh. Para prajurit segera menangkapnya sebelum Shi Huo terjatuh di tanah
Semua tatapan beralih kepada Tian Yun yang tiba-tiba saja berbicara
Mulut Ah Yu langsung tercengang setelah mendengar suara yang tidak asing baginya. Dia langsung membalikkan badannya dan melihat kearah suara itu
Shi Yewan menggertakan giginya. Dia mengangkat tangan kanannya dan langsung Ah Yu dengan lima buah bola api
Ah Yu melirik kearah bola api itu. Serangan bola api Shi Yewan sangat cepat. Dia sama sekali tidak bisa menghindarinya
Dengan cepat Tian Yun langsung melempar Soul Daggernya di samping Ah Yu dan langsung berteleportasi lalu memukul bola api itu dengan kepalan tangannya yang sudah diselimuti oleh kobaran api
Sebuah ledakan terjadi. Tian Yun dan Ah Yu sedikit tergeser kebelakang
Kedua mata Ah Yu mulai berkaca-kaca, "Kakak Yun, itu benar-benar kau?. Kau masih hidup?."
Tian Yun tidak menghiraukannya karena Shi Yewan sudah melompat hendak memukul mereka. Dia langsung menggandeng tangan Ah Yu dan melompat menghindari pukulan kuat itu
Lantai yang semula berkilau telah dihancurkan oleh pukulan Shi Yewan. Semua orang yang ketakutan langsung lari meninggalkan tempat itu
Shi Jinzi tiba-tiba saja melesat kearah Tian Yun. Dengan tangannya yang sudah terlihat seperti cakar singa, dia mencabik-cabik Tian Yun dengan brutalnya
Tian Yun menghindari setiap serangan itu. Tubuhnya terlihat sangat fleksibel. Tiba-tiba saja sebuah bola api melesat kearah mereka
"Kakak Yun, awas!." Ah Yu langsung membuat medan penghalang disekitar Tian Yun sehingga, bola api itu meledak saat mengenai medan penghalang
"Pergilah dari sini!. Aku akan menghadapi mereka!." Ucap Tian Yun serius
"Tidak bisa!. Aku sudah bertemu denganmu!. Kau pikir aku akan meninggalkanmu begitu saja?!." Jawab Ah Yu sedikit kesal
Shi Jinzi kembali melompat hendak memukul Tian Yun. Dengan cepat Tian Yun menggandeng tangan Ah Yu dan melompat menghindari pukulan itu
Tepat saat menginjakkan kakinya di tanah, Tian Yun langsung menyerang Shi Jinzi dengan lima bola api hitamnya
Shi Jinzi menggertakan giginya. Dia mencabik-cabik setiap bola api yang melesat kearahnya
Bola api yang sangat cepat itu tidak semuanya dapat dihadangnya. Shi Jinzi terpental ke belakang saat bola api itu meledak setelah mengenainya
Shi Yewan segera menangkapnya sebelum Shi Jinzi menghantam tanah. Shi Jinzi berteriak keras karena tubuhnya tiba-tiba terasa seperti terbakar selama beberapa saat
"Shi Jinzi, ada apa denganmu?!." Shi Yewan sedikit panik karena Shi Jinzi tiba-tiba berteriak
"Apinya, memiliki efek burning!." Jawab Shi Jinzi dengan nafas yang terengah-engah
Shi Yewan benar-benar terkejut. Dia sama sekali tidak menyangka karena bocah yang sedang dilawannya memiliki sedikit ketrampilan
"Jika membiarkan bocah sepertimu terus hidup, itu hanya akan menyebabkan bencana bagi Kerajaan Tianshi!." Gumamnya
"Kepala akademi, apa yang harus kita lakukan?." Le Sha yang merupakan salah satu tetua Akademi Stardust berbisik kepada kepala akademi, Le Ta Li. Laki-laki tua yang ditemui oleh Tian Yun kemarin saat mencari Ah Yu di Akademi Stardust
"Lebih baik kita tidak mencampuri urusan mereka!." Jawabannya
"Kemungkinan untuk menang melawan mereka sangatlah kecil!. Aku harap kau secepatnya tinggalkan tempat ini!." Ucap Tian Yun serius
Ah Yu tersenyum pahit, "Kakak Yun, aku tidak ingin kehilanganmu!. Aku akan bertarung bersamamu sampai akhir!."
Shi Huo melesat mendekati Shi Yewan bersamaan dengan para tetua, "Yang mulia, anda tidak perlu turun tangan!. Biarkan kami yang melawan bocah ini!." Ucap salah seorang tetua
"Ayah, aku menginginkan gadis itu!. Aku akan mendapatkannya!." Ucap Shi Huo. Dia langsung melesat dengan kepalan tangannya yang sudah diselimuti oleh kobaran api
Bersamaan dengan itu, Tian Yun juga melesat dengan kepalan tangannya yang juga sudah diselimuti oleh kobaran api
Sebuah tekanan yang cukup besar terjadi saat kedua pukulan itu saling bertemu. Mereka berdua saling terpental kearah yang berbeda
"Kakak Yun!." Ah Yu segera menahan Tian Yun agar tidak terjatuh
"Tuan muda, biarkan kami yang melawan bocah itu!." Ucap salah satu tetua
Ketiga tetua langsung melesat hendak menyerang Tian Yun. Dengan cepat Tian Yun langsung mendorong Ah Yu kebelakang
Tian Yun yang tidak bisa menahan serangan ketiga tetua terpental menghantam dinding dinding. Dia memuntahkan seteguk darah
"Kakak Yun!." Ah Yu hendak berlari menghampirinya. Akan tetapi, Shi Huo langsung menghadangnya
Ah Yu menggertakan giginya, "Apa yang kau inginkan?!."
Shi Huo tertawa jahat, "Tentu saja aku ingin menikmati tubuhmu!."
Bersambung ...