S

S
Medusa



She Zu menggertakan giginya, menatap tajam kearah datangnya bola api itu, "Apa yang kau lakukan disini!!."


Aura yang sangat familiar, kekuatan yang sangat dahsyat, bahkan membuat Tian Yun sedikit merasakan sesak di dadanya


Tian Yun bertanya kepada She Zu, "Guru, siapa yang menyerang kita?, Apa kau mengenalnya?!."


Seketika terdengar suara tawa jahat dari balik asap tebal yang menutupi pandangan mereka


Sesosok wanita yang memiliki aura yang sangat kuat, memakai perlengkapan layaknya seorang ratu, dan yang membuat Tian Yun tercengang adalah, wanita berparas cantik itu memiliki setengah tubuh manusia dan setengah ular, Ratu Medusa. "Adikku, sudah lama tidak bertemu!!." Ucapnya dengan sangat dingin


Tian Yun mengkerutkan keningnya, "Adik?, Apakah dia kakaknya guru?." Batinnya


She Zu menggertakan giginya, "Tian Yun, cepat pergi dari sini!!."


Tian Yun melirik kearah She Zu, "Guru, sebenarnya ada apa?."


"Cepat pergi!!." She Zu membentak Tian Yun agar dia segera pergi dari tempat ini


Melihat bocah laki-laki yang membawa Rantai Neraka hendak pergi, Medusa membuka lebar telapak tangan kanannya


Sebuah lingkaran sihir berwarna merah menyala tepat didepannya. Tiga buah bola api keluar melalui tengah-tengahnya dan melesat dengan sangat cepat kearah Tian Yun


She Zu dan Tian Yun saat itu belum memiliki persiapan sama sekali. She Zu segera menggunakan badannya untuk menahan serangan itu agar tidak mengenai Tian Yun


Mereka berdua terpental sejauh lima meter


"Ce, cepat pergi!!." Sambil berusaha berdiri, She Zu menyuruh Tian Yun agar segera meninggalkan tempat ini


Tian Yun segera berlari menjauh dari pertarungan mereka. Dia bersembunyi di balik pohon yang terlihat sedikit besar


"Perpisahan yang menyedihkan!. Aku sangat terharu." Ucap Medusa diikuti tawa mengejeknya


She Zu menatap Medusa dengan tatapan serius. Lingkaran sihir berwarna biru laut menyala didepannya


Sosok wujud naga air keluar melalui tengah-tengahnya. Berputar-putar di udara dan dengan cepat melesat kearah Medusa dengan auman kerasnya


Medusa tersenyum dingin. Dia memusatkan energi di kepalan tangan kanannya. Lingkaran sihir berwarna merah muncul diikuti dengan pedang panjang yang diselimuti oleh aura berwarna merah


Medusa menatap wujud naga air dengan tajam dan langsung melesat, menghunuskan pedangnya ke mulut sang naga


Wujud naga air hancur bagaikan pecahan kaca seiring Medusa menusuknya


Tidak berhenti dengan itu, Medusa menambahkan energi kedalam pedangnya untuk menyerang She Zu


Dengan pedang gandanya yang disilangkan, She Zu menahan tebasan pedang Medusa sehingga membuat mereka berdua terpental kedua arah yang berbeda karena tekanan yang dihasilkan


She Zu menggertakan giginya, "Tidak ada urusannya denganmu!!." Dengan cepat dia melesat kearah Medusa dengan pedang gandanya yang disilangkan sehingga membuat tubuhnya diselimuti oleh kumpulan energi yang membentuk bulan sabit


Medusa sama sekali tidak menghindar, dia juga melesat, menghunuskan pedangnya kearah She Zu sehingga membuat mereka saling beradu pedang


Yang terlihat hanya sebuah kilatan cahaya di langit karena kecepatan mereka setara. Nafas She Zu sudah terdengar sedikit berat. Medusa menambahkan lagi energi kedalam pedangnya sehingga, saat mereka beradu pedang untuk yang ke sepuluh kalinya, She Zu terpental dan jatuh menghantam tanah hingga membuat tanah disekitarnya memiliki retakan kecil


"Sejak kau bersama manusia-manusia itu, kau menjadi sangat lemah!!." Ucap Medusa dengan tatapan membunuhnya


She Zu menggertakan giginya, kedua tangannya membuat sebuah pola yang mengaktifkan energi sihir tepat dibawahnya. Menyala terang berwarna ungu gelap


Medusa menggertakan giginya, "Dasar wanita jal*ng!!, Kau memang berniat untuk mati!!." Dia hendak pergi menjauh sejauh-jauhnya dari She Zu


Akan tetapi, persiapan yang dilakukan oleh She Zu sudah sepenuhnya selesai. Sebuah rantai sihir berwarna ungu keluar dari lingkaran sihir dengan sangat cepat


Medusa tidak bisa kabur lagi karena badannya sudah terikat oleh rantai sihir itu. Perlahan, tubuh She Zu melayang. Wujud manusianya perlahan memudar dan berubah menjadi sosok ular berwarna ungu yang sangat besar


Tian Yun yang sedari tadi melihat pertarungan mereka tercengang setelah melihat wujud ular She Zu, "Guru, jadi dia adalah siluman?."


Wujud itu merupakan kumpulan dari energi sihir yang dimiliki oleh She Zu, bukan wujud aslinya


Dia lalu melesat dengan cepat menabrak Medusa yang ada didepan matanya


Sebuah ledakan yang sangat dahsyat terjadi


Wujud ular ungu seukuran ibu jari terjatuh ke tanah. Itu merupakan wujud ular dari She Zu yang sesungguhnya. Wujudnya mengecil karena tidak memiliki energi sama sekali


Tubuh Medusa terpental sangat jauh ke pedalaman hutan Bintang Ungu. Walaupun masih berhasil hidup, Medusa tetap tidak bisa menangkap She Zu karena tenaganya juga sudah habis


Medusa berusaha untuk berdiri. Dia menggertakan giginya, "Dasar wanita jal*ng sialan. Aku tidak menyangka dia berniat mengorbankan nyawanya demi seorang bocah!!." Dengan sisa tenaganya, Medusa berjalan menuju Benua Iblis untuk memulihkan dirinya di Kerajaan Suku Ular


...


Tian Yun segera berlari menghampiri She Zu dengan air matanya yang tak berhenti menetes, "Guru!!." Dia meraih tubuh ular ungu dan memeluknya erat-erat, "Seharusnya, aku tidak membeli rantai itu!!."


Tubuh ular She Zu sedikit bergerak, "Jangan salahkan dirimu, aku tidak apa-apa. Hanya saja, butuh beberapa hari untuk memulihkan diri!!."


"Aku pinjam tubuhmu sebentar!!." Wujud ular ungu She Zu dengan cepat masuk kedalam tubuh Tian Yun melalui tanda yang ada di keningnya


Tian Yun mengusap air matanya yang memenuhi seluruh wajahnya, "Guru, apapun akan aku lakukan untuk menyelamatkanmu!!."


Bersambung ...