
Sesuai apa yang dikatakan, selama satu tahun penuh Tian Yun menghabiskan waktunya untuk berlatih di Pulau Suku Siluman Rubah. Tepatnya, di tepi pantai ditemani oleh Hu Yao dan Long Hei
Terkadang, Tian Yun dan Hu Yao juga berlatih tanding untuk menguji seberapa besar kemampuan mereka
Mereka berdua tengah beristirahat sambil menyantap ikan bakar tangkapan mereka sendiri
"Xiao Hei, kau benar-benar ingin kembali besok?." Tanya Hu Yao
Tian Yun menganggukan kepalanya, "Dua hari lagi adalah hari kelulusan Ah Yu!. Aku sudah berjanji akan menjemputnya saat hari kelulusan!."
Hu Yao menghela nafas lalu menghembuskannya, "Apa boleh buat?!. Lalu, apakah kau akan kembali kesini lagi?."
Tian Yun mengkerutkan keningnya, "Jika guruku belum bangun juga, aku pasti akan langsung kembali kesini!. Sebenarnya, aku merasa jika disini cukup nyaman!."
Hu Yao tersenyum manis sambil tertawa kecil, "Aku benar-benar tidak sabar bertemu rivalku?!."
Tian Yun yang hendak menyantap ikan bakarnya tiba-tiba terhentikan oleh ucapan Hu Yao, "Apa maksud rival?. Apa kalian sudah saling mengenal?."
Perkataan Tian Yun sungguh membuat Hu Yao tertawa, "Benar-benar sangat bodoh!. Tentu saja sebagai wanita kami tidak harus saling mengenal!."
Tian Yun mengkerutkan keningnya, "Memangnya, ada rival yang tidak mengenal satu sama lain?." Gumamnya
Hu Yao menepuk keningnya, "Kau benar-benar sangat bodoh!. Tidak usah pikirkan lagi!. Cepat habiskan makan malam kita dan pergi melihat pemandangan langit malam yang indah ini!."
Tian Yun akhirnya teringat, "Benar juga, malam ini adalah bulan purnama!."
Selama dia tinggal di Pulau Suku Siluman Rubah, setiap malam bulan purnama Tian Yun dan Hu Yao selalu bersantai di atas batu raksasa yang ada di tepi pulau itu sembari menikmati pemandangan langit malam yang sangat indah
Dibawah cahaya bulan yang terang benderang, mereka berdua berbaring diatas batu raksasa
Tian Yun sudah terlelap dalam mimpinya karena perutnya yang sudah terisi penuh membuatnya tidak kuat menahan rasa ngantuk
Seperti biasanya, Hu Yao selalu tidur disamping Tian Yun dengan menggunakan lengan Tian Yun sebagai bantalan. Dia menatap Tian Yun dengan senyumannya
"Seandainya aku juga seorang manusia, apakah kau bisa menerimaku?."
Hu Yao tidak ingin memikirkannya lagi, dia lalu memejamkan matanya dan tertidur lelap
Matahari mulai menyinari Pulau Suku Siluman Rubah, mengusir embun pagi yang menyejukkan kulit
Tian Yun dan Hu Yao tengah berada didalam goa, memastikan kondisi She Zu
Tian Yun menghela nafas lalu menghembuskannya, "Sepertinya, guru masih lama?!."
Hu Yao tersenyum pahit, "Tidak perlu khawatir!. Selama kau tidak ada disini, aku yang akan menjaga kondisi bibi She!."
Tian Yun tersenyum pahit. Mereka berdua lalu berjalan meninggalkan goa karena Tian Yun akan segera kembali ke benua manusia. Tepatnya, Benua Bintang Ungu tempat kelahirannya
"Tuan muda, apakah kau ingin aku antar?." Tanya Hu Dunshi
Tian Yun melambaikan tangannya, "Tidak perlu!."
Semua penduduk terlihat sedikit murung karena Tian Yun secepat itu pergi. Selama satu tahun ini, Tian Yun kerap membantu membantu mereka semua
Tian Yun mengusap-usap rambut Hu Yao yang terlihat agak murung, "Tenang saja, setelah ini selesai, aku akan mengajak Ah Yu untuk kemari!."
Hu Yao tersenyum manis. Dia mengangkat kepalanya, merangkul Tian Yun dan langsung mencium bibirnya dengan penuh ketulusan. Tidak mempedulikan orang yang melihat mereka sama sekali
"Ini hadiah dariku!. Jangan kecewakan aku!." Ucap Hu Yao dengan senyum manisnya
Tian Yun merasa sedikit malu. Dia sama sekali tidak menyangka jika Hu Yao yang mendapatkan ciuman pertamanya
Dia sedikit menganggukan kepalanya, "Kalau begitu, aku pergi dulu!."
Tian Yun sedikit berjalan menjauh dari mereka, "Long Hei!."
"Siap tuan!." Jawab Long Hei
Lingkaran sihir berwarna ungu menyala dibawah Tian Yun. Semua orang yang ada disana saling melambaikan tangannya dan mengucapkan selamat jalan kepada Tian Yun
Tian Yun menatap Hu Yao. Dia lalu tersenyum manis, begitu juga dengan Hu Yao. Hu Yao lalu melambaikan tangannya
"Aku akan menunggumu, Xiao Hei!." Batin Hu Yao
Di Benua Bintang Ungu, tepatnya dihutan yang tidak jauh dari Kerajaan Tianshi, sosok Tian Yun berpindah tempat kesana
Long Hei menampakkan ekspresi wajah kebingungannya, "Tuan, apa yang akan kita lakukan?."
"Pergi ke kota Kerajaan Tianshi dan mencari penginapan terlebih dahulu!." Jawab Tian Yun
Ketika hendak melangkahkan kakinya, Tian Yun merasakan aura yang tidak asing baginya. Aura milik seseorang yang yang sedang dicarinya
Dia melompat keatas pohon. Terlihat sesosok wanita yang memakai gaun berwarna biru keputihan, rambut panjang tak diikat, sepatu hak tinggi dan perhiasan layaknya seorang putri, tengah menaiki kuda putih. Wanita itu terlihat sedang terburu-buru
"Apakah itu benar-benar kau?. Apakah itu Ah Yu yang kukenal?." Tian Yun masih terheran-heran dengan penampilannya
Dia lalu mengikuti gadis itu dari belakang bersama dengan Long Hei karena dia bisa sedikit menyembunyikan aura Tian Yun
"Gadis itu, kenapa dia menuju ke tempat itu?." Sudah beberapa tahun Tian Yun tinggal didalam hutan Bintang Ungu, tentu saja dia sangat familiar dengan lokasi dan jalanannya
Yang membuat Tian Yun terkejut adalah, gadis itu yang menuju ke goa tempat dia tinggal dengan She Zu di masa lalu
Tian Yun bisa melihat raut wajah kesedihan dari gadis itu setelah sampai di goa yang sudah menjadi reruntuhan itu
"Ada apa dengan gadis itu?. Apakah dia benar-benar Ah Yu?. Tapi, Ah Yu sama sekali tidak tahu tentang tempat ini?. Lantas, siapa yang memberitahunya?." Benar-benar Tian Yun sangat keheranan
Dia sangat ingin menghampiri dan menanyainya. Akan tetapi, tiba-tiba saja ada sekelompok prajurit yang menghampiri gadis itu
Mereka nampak sedang mendiskusikan sesuatu. Tian Yun menatap mereka dengan tatapan mengejek, "Ternyata hanya anj*ng kerajaan?!."
Gadis itu terlihat marah-marah. Dia lalu meninggalkan tempat itu diikuti para prajurit kerajaan Tianshi
Tian Yun tidak mengikutinya lagi, dia langsung pergi ke kota Kerajaan Tianshi dan mencari tempat penginapan disana
...
Di suatu tempat terpencil. Gadis bergaun biru itu tercengang setelah melihat penampakan rumah masa kecilnya yang sudah hancur lebur
Kedua matanya juga sudah berkaca-kaca. Air matanya tidak bisa tertahankan setelah melihat kedua makam yang bertuliskan nama "Fu Mu." dan "Yin Ji."
"Ayah!. Ibu!. Apa yang terjadi pada kalian?." Gadis itu yang ternyata adalah Ah Yu menangis diatas makam orang tuanya
"Siapa, siapa yang berani mencelakai kalian?." Ah Yu benar-benar dipenuhi dengan amarah
Dia melirik ke segala arah akan tetapi sama sekali tidak melihat satu makam lagi yang tidak lain adalah makam Tian Yun
"Kakak Yun!. Apakah kau masih disini?." Teriaknya
Ah Yu menundukkan kepalanya. Air matanya tak berhenti mengalir, "Kerajaan Tianshi!. Karena kalian telah membunuh semua keluargaku, maka aku juga akan memusnahkan kalian!. Pernikahan ini, aku akan membuat Kerajaan Tianshi menjadi kolam darah!."
Dengan segala amarahnya, Ah Yu menunggangi kudanya dan kembali ke kota Kerajaan Tianshi
Kota Kerajaan Tianshi, Tian Yun tengah melihat-lihat suasana kota yang sudah terlihat berbeda dari sebelumnya
Para warga juga terlihat sangat sibuk. Tian Yun bertanya kepada salah seorang warga, "Permisi paman, apakah Kerajaan Tianshi akan mengadakan perayaan?."
Laki-laki paruh baya itu melirik kearah Tian Yun, "Sepertinya tuan ini bukan berasal dari kerajaan ini?. Putra pertama Raja Shi Yewan, Shi Huo akan menikah dengan gadis yang sangat berbakat dari Akademi Stardust!."
Tian Yun mengkerutkan keningnya, "Akademi Stardust?. Paman, kalau boleh tahu, siapa nama gadis itu?."
"Jika tidak salah, gadis itu bernama Ah Yu?!. Aku juga tidak terlalu ... !." Belum selesai orang itu berbicara, Tian Yun sudah berlari meninggalkan laki-laki paruh baya itu
"Mengerti?!." Laki-laki paruh baya itu menghela nafas lalu menghembuskannya, "Sepertinya, hubungan mereka cukup rumit?!." Dia lalu melanjutkan pekerjaannya yang masih belum selesai
Tian Yun terus berlari menuju Akademi Stardust. Raut wajahnya terlihat sangat serius, "Ah Yu, apakah itu benar-benar kau?. Apakah kau mencariku hanya untuk memberitahuku jika kau sudah menemukan cinta sejatimu?."
Akademi Stardust terlihat sangat ramai. Semua orang nampak tengah menyiapkan sesuatu
Tian Yun hendak melangkahkan kakinya masuk kedalam akademi. Akan tetapi, langkahnya mendadak terhenti karena seseorang berteriak kepadanya
"Berhenti!. Apa urusan anda datang kemari?."
Bersambung ...