
Diluar, semua orang tengah sibuk menyiapkan jamuan setelah Tetua Hu Sha mengumumkan kepada mereka
Hu Dunshi melihat Hu Yao yang berjalan meninggalkan goa. Dia lalu berteriak memanggilnya, "Tuan putri, kenapa kau keluar?. Apakah kau tidak ikut berendam?."
Hu Yao melirik kearah suara yang sangat dikenalinya itu. Dia lalu berjalan menghampiri Hu Dunshi
"Aku tidak ingin mengganggu konsentrasi mereka!. Lebih baik aku membantu menyiapkan jamuan disini!." Jawab Hu Yao. Dia lalu membantu mereka menyiapkan jamuan
Didalam goa, Tian Yun benar-benar memberikan kejutan kepada She Zu. Pasalnya, peningkatan kekuatannya sangat pesat tidak seperti manusia pada umumnya
Seumur hidup, ini baru pertama kali bagi She Zu melihat pemandangan itu. Ditambah, Tian Yun adalah satu-satunya murid juga keluarganya saat ini. Hati She Zu benar-benar dipenuhi oleh rasa haru
"Hanya membutuhkan tujuh tahun sejak kau pertama kali berlatih, dan sekarang kau sudah menunjukkan tanda-tanda akan terbukanya bintang selanjutnya?!."
Inti spiritual milik Tian Yun kembali melebar, bahkan pelebaran kali ini lebih besar daripada sebelumnya
Tekanan kecil terjadi membuat air yang sangat bening yang ada didalam kolam tidak lagi tenang
She Zu tersenyum puas, "I, ini benar-benar bekerja!." Setengah bagian tubuh Tian Yun yang mengerikan perlahan mulai kembali seperti semula
"Setelah ini, seharusnya kau sudah bisa lebih leluasa dalam penggunaan Spirit?!."
Aura pelangi yang menyelimuti Tian Yun tidak kunjung menghilang. Tian Yun sendiri juga belum membuka matanya. She Zu merasakan ada sesuatu yang aneh
Lingkaran sihir berwarna merah menyala di sekitar tangan kiri Tian Yun. Bersamaan dengan itu, lingkaran sihir berwarna putih kekuningan menyala disekitar tubuh Tian Yun
Rantai Neraka dan kelima Soul Dagger muncul dan melayang-layang mengitari tubuh Tian Yun
Yang membuat She Zu lebih terkejut lagi adalah, Kotak Pandora yang selama ini disimpan Tian Yun keluar dengan sendirinya dari dalam liontin giok lalu melayang diatas kepala Tian Yun
"Ba, bagaimana mungkin?!. Kotak Pandora beresonansi dengan Kristal Tujuh Warna?." Ucap She Zu tidak percaya
Terlihat jelas dimata She Zu jika ketiga senjata pusaka itu juga menyerap energi spiritual yang terlihat seperti aura berwarna pelangi
Ketiga senjata pusaka masih melayang di udara. Tian Yun perlahan membuka kedua matanya
She Zu segera melata menghampiri Tian Yun, "Yun'er, bagaimana perasaanmu?."
Tian Yun tersenyum puas, "Kolam Air Asal Muasal benar-benar hebat!. Dalam sekejap aku bisa membuka bintang ke lima?!."
She Zu mengeryitkan keningnya, "Apa maksudmu sekejap?!." Gumamnya
"Lalu, apa kau tahu kenapa semua senjata pusakamu tiba-tiba seperti itu?. Jujur saja, aku baru pertamakali ini melihat pemandangan seperti ini!." Tanya She Zu
Tian Yun mengkerutkan keningnya, "Aku juga tidak tahu!. Tapi, aku rasa ada beberapa peningkatan atribut?!."
She Zu memperhatikan lagi secara seksama. Memang benar dia merasakan adanya peningkatan atribut
Akan tetapi, dia sama sekali tidak tahu kenapa hal ini bisa terjadi, "Apa mungkin ini efek lain yang dimiliki Kristal Tujuh Warna?." Gumamnya
Ketiga senjata pusaka mengeluarkan tekanan yang sedikit kuat. Hu Yao, Hu Dunshi, dan Hu Sha bisa merasakannya. Mereka bertiga segera berlari menuju goa
Ketiga senjata pusaka milik Tian Yun tidak lagi berputar-putar. Kotak Pandora turun dengan perlahan. Tian Yun meraihnya dengan kedua tangannya
She Zu mengkerutkan keningnya, "Seharusnya seperti itu?. Yun'er, coba kau teteskan darahmu ke Kotak Pandora!."
Tian Yun menganggukkan kepalanya. Dia menggigit ibu jarinya lalu menekannya sedikit kuat. Setetes darahnya keluar tepat mengenai Kotak Pandora
Mereka berdua membulatkan matanya. Kotak Pandora mengeluarkan cahaya terang yang membuat kedua mata mereka sedikit silau
Semakin lama Kotak Pandora berputar semakin cepat. Sebuah tekanan yang lebih kuat lagi-lagi terjadi. Tekanan itu bahkan menimbulkan sebuah gelombang angin kecil
"Dimana aku?."
Mereka berdua lagi-lagi dibuat terkejut oleh Kotak Pandora yang tiba-tiba saja berbicara
"Kau, kau bisa bicara?." She Zu terheran-heran
Kotak Pandora berputar beberapa kali. Dengan ekspresi wajah kebingungannya dia menatap She Zu, "Kau bisa bicara, lalu kenapa aku tidak bisa?."
Tian Yun lalu menjelaskan kepada She Zu saat Kotak Pandora sedikit memperlihatkan masa lalunya
She Zu menganggukan kepalanya beberapa kali, "Kau benar-benar tidak ingat semuanya?. Lalu, apa kau mengingat namamu?."
"Nama, nama, nama?!." Sedikit lama Kotak Pandora mengingat, "Aku sedikit ingat!. Jika tidak salah, Dewa Naga memanggilku Long Hei!. Tunggu-tunggu, siapa Dewa Naga?."
Tian Yun saling bertatapan dengan She Zu. Mereka lalu kembali menatap Kotak Pandora, "Sepertinya, Dewa Naga benar-benar menyegel ingatanmu?!."
She Zu mengkerutkan keningnya, "Jika tebakanku benar, aku yakin ada maksud tersendiri yang tidak dikatakan oleh Dewa Naga?!. Aku juga yakin Dewa Naga juga meninggalkan sesuatu yang bisa membuka segel yang menyegel ingatan benda aneh ini?!."
Kotak Pandora berputar beberapa kali. Kali ini, dia memperlihatkan ekspresi marah, "Aku bukan benda aneh!. Aku adalah Kotak Pandora!. Salah satu senjata pusaka milik Dewa Naga!!." Dia kembali berputar beberapa kali
Ekspresi wajah kebingungan diperlihatkannya, "Tunggu, tunggu, tunggu, siapa Dewa Naga?. Kenapa orang itu selalu muncul dalam pikiranku?."
She Zu tersenyum mengejek, "Memang benar-benar benda aneh!!."
Kotak Pandora kembali berputar dan menampakkan ekspresi marah, "Aku bukan benda aneh!. Kau yang aneh!."
Tian Yun hanya mengeryitkan keningnya melihat mereka saling beradu opini
Tiba-tiba saja terdengar sebuah teriakan yang memanggil namanya, "Xiao Hei, apa yang terjadi padamu?. Apa kau sudah bangun?."
Suara wanita yang tidak asing. Tian Yun segera memasukkan Kotak Pandora kedalam liontin giok, "Ah, Yao Yao, kenapa kau kemari?."
Melihat Tian Yun yang sudah membuka matanya, Hu Yao langsung melompat dan memeluk Tian Yun, "Kau benar-benar sudah bangun?."
Tian Yun yang terkejut tidak kuat menopang tubuh Hu Yao. Mereka berdua lagi-lagi tenggelam didalam kolam air yang dangkal itu. Seluruh pakaian Hu Yao basah. Akan tetapi dia tidak mempedulikan hal itu
Dia lalu duduk disamping Tian Yun sembari membantu Tian Yun untuk duduk. Hu Yao tersenyum manis, "Xiao Hei, apa yang kau dapatkan?."
Tian Yun sedikit memalingkan wajahnya karena adiknya tiba-tiba saja berdiri, "I, itu, bisakah tuan putri menungguku memakai pakaian?."
Hu Yao melirik kebawah. Dia lalu tertawa kecil, "Baiklah-baiklah, cepat pakai pakaianmu dan ceritakan apa yang kau dapat kepadaku!." Dia lalu berdiri dan melompat ke tepian kolam
Bersambung ...