S

S
Penyihir Misterius



Dapur kediaman Zhang Si ...


Hu Yao dengan raut wajah kesalnya tengah menginterogasi para pelayan yang menyiapkan makanan dan minuman untuk Zhang Si


Semua pelayan dengan gemetaran hanya bisa berdiam diri dengan kepala yang ditundukkan


Hu Yao mengambil teko dan langsung menuangkan teh hangat yang ada di dalamnya kedalam sebuah gelas. Dia lalu menyuruh salah satu dari tiga pelayan untuk meminumnya


Tubuh pelayan itu semakin gemetaran karena mengetahui jika didalamnya ada sebuah racun yang sama dengan yang ada didalam tubuh Zhang Si


Pelayan itu sudah tidak bisa menahan rasa takut dihatinya. Dia langsung bersujud didepan Hu Yao sambil menangis


"Tidak, maafkan kami!. Tetua Yun Peng yang memaksa kami. Jika kami tidak bersedia melakukannya, dia akan membinasakan keluarga kami!."


Kedua pelayan wanita juga ikut bersujud didepan Hu Yao


"Kami hanyalah seorang pelayan biasa!. Jika kami tidak menuruti apa yang dikatakan oleh Tetua Yun Peng, dia akan membunuh anakku satu-satunya!."


Hu Yao menggertakan giginya, "Apa kalian memiliki obat penawarnya?."


"Te, Tetua Yun Peng sama sekali tidak memberikan apapun kepada kami selain racun ini!."


Salah satu pelayan teringat jika dia pernah mendengar pembicaraan Yun Peng dan salah satu penjaga kediaman Zhang Si


"Ke, kemarin lusa aku mendengar Tetua Yun Peng membicarakan tentang seorang penyihir yang sangat ahli dalam bidang racun!. Lalu, tidak lama kemudian seorang yang mengenakan jubah hitam muncul. Aku sama sekali tidak tahu siapa orang itu!?."


Hu Yao meraih pundak pelayan itu dan langsung mengangkatnya, "Apa kau bisa menceritakan detailnya?!."


Pelayan itu menganggukan kepalanya beberapa kali dan langsung menceritakan detailnya kepada Hu Yao


Raut wajah Hu Yao menjadi semakin kesal. Di masa lalu, dia pernah bertemu dengan penyihir yang juga sangat ahli dalam bidang racun


Penyihir itu juga mengenakan jubah hitam sama seperti yang dikatakan oleh pelayan itu


Beruntung Hu Yao dapat lolos tanpa terkena racun waktu itu. Tak disangka sekarang dia akan berurusan lagi dengannya


"Kuharap ini terakhir kalinya kalian melakukan hal jahat ini!." Hu Yao hendak pergi meninggalkan tempat itu, akan tetapi salah seorang pelayan menghentikannya


"Tunggu, nona, bagaimana jika tetua Yun Peng mengancam kami?. Kami tidak mungkin membiarkan keluarga kami ditindas olehnya?!."


"Kalian simpan dulu racun itu sebagai barang bukti!. Selama beberapa waktu ini, aku tidak akan meninggalkan kediaman Zhang Si!." Hu Yao lalu pergi setelah semua pelayan menganggukkan kepalanya


Langkahnya sedikit terburu-buru karena keadaan saat ini sangat darurat. Tepat didepan pintu masuk kamar pribadi Zhang Si, Xiao Hei tengah berdiri sambil memandangi hujan


"Darimana saja kau?!." Tanya Xiao Hei


Hu Yao tak menjawab pertanyaannya dan langsung membisikkannya sesuatu. Xiao Hei membulatkan matanya setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Hu Yao


Dia langsung berlari masuk kedalam kamar Zhang Si, "Kepala kota, ada sesuatu yang harus kita bicarakan!."


Zhang Si yang tengah berkultivasi, segera membuka kedua matanya. Dia langsung berdiri dan menyuruh Xiao Hei dan Hu Yao duduk di sofa yang ada di sana


Zhang Si tertawa terbahak-bahak setelah mendengar penjelasan yang dikatakan ol h Hu Yao, "Tak kusangka, ternyata benar orangku sendiri yang ingin membunuhku?!."


Xiao Hei segera menghentikannya. Dia meraih pundak Zhang Si, "Lebih baik kita tunggu penyihir misterius itu datang!. Racunmu juga belum sepenuhnya hilang!."


Mereka mulai duduk kembali sembari membuat rencana. Dikedepannya, tidak mungkin mereka bertindak tanpa adanya rencana


Tepat akhir bulan, sesuai apa yang telah mereka rencanakan


Hu Yao diam-diam menunggu penyihir misterius itu datang di tempat yang dikatakan oleh pelayan yang kemarin diinterogasinya


Memang benar apa yang dikatakannya. Sedari tadi Yun Peng nampak mencurigakan di tempat itu. Terlihat jelas jika dia sedang menunggu sesuatu


Sembari menunggu penyihir misterius itu datang, Xiao Hei masih memberikan pengobatan kepada Zhang Si di tempat biasanya


Kali ini dia sedikit menambahkan energi saat dia menekan racun agar racun yang keluar lebih banyak daripada biasanya


Walaupun sebenarnya itu tidak terlalu baik karena racun bisa saja tertinggal, akan tetapi Zhang Si tetap memaksanya


Ditempat Hu Yao, sebuah aura berwarna hijau kehitaman muncul di dekat Yun Peng. Sosok berjubah hitam muncul setelahnya


Hu Yao tersenyum dingin, "Kita lihat apa yang akan kau lakukan?!."


Sebuah kotak kecil diberikan oleh penyihir berjubah hitam kepada Yun Peng. Sebelum Yun Peng menyembunyikannya, Hu Yao langsung melesat dan mengambil kotak itu


Kotak itu berhasil didapatkannya, akan tetapi perutnya juga berhasil mendapatkan pukulan keras dari orang misterius itu


Hu Yao berusaha agar tetap berdiri. Dia menatap kedua orang itu dengan tatapan mengejeknya, "Wah-wah, sepertinya ada sesuatu yang sangat penting didalam kotak ini?!."


Yun Peng masih sangat tenang menghadapi Hu Yao, "Sesuai apa yang telah Nona Hu katakan!. Kepala Kota Zhang yang menyuruhku untuk mendapatkan barang yang ada didalamnya!. Jika kau berani membukanya, aku khawatir Kepala Kota Zhang, akan langsung mengusir kalian dari sini!."


Tidak ada tanda-tanda kekhawatiran yang ditunjukkan oleh Yun Peng. Bahkan raut wajahnya sangat terlihat masih tenang


Hu Yao tersenyum dingin, "Apakah itu benar, Kepala Kota Zhang?."


Sontak raut wajah Yun Peng menjadi khawatir. Dia langsung melihat ke belakangnya. Akan tetapi, tidak ada satupun orang yang dapat dilihatnya


"Ada apa tetua Yun?. Kenapa anda terlihat khawatir seperti itu?." Hu Yao memprovokasi Yun Peng


Yun Peng yang langsung terprovokasi, menggertakan giginya, "Dasar jal*ng!. Cepat kembalikan kotak itu, jika tidak ...!."


"Jika tidak apa?!." Suara yang sangat familiar di telinganya. Yun Peng segera membalikkan badannya dan memberikan salam hormat kepada Zhang Si yang tengah berjalan menghampiri mereka


"Kepala kota, Nona Hu membuat keributan disini!. Aku hanya ingin mendisiplinkannya tapi dia hendak menyerangku!."


Melihat orang misterius itu hendak pergi, Hu Yao segera menghalanginya, "Sepertinya, urusan kita waktu itu, belum berakhir pak tua?!."


Dia lalu melempar kotak yang dipegangnya kepada Zhang Si


Raut wajah Zhang Si terlihat sangat kesal. Dia tidak ingin terburu-buru membuka kotak itu


"Aku tidak ingin bertele-tele!. Katakan yang sejujurnya!."


Bersambung ...