S

S
Xing Se



Didalam goa tempat Tian Yun tinggal, seorang wanita tengah menunggu kedatangannya sambil berkultivasi


Perlahan wanita itu membuka matanya, "Sudah hampir larut, kenapa dia tidak kembali juga?." Dia lalu berdiri hendak pergi untuk keluar


Setelah berjam-jam berkultivasi, energinya perlahan mulai kembali pulih. Ketika sedang berjalan santai, dia tak sengaja melirik sekitar


Wanita itu mendapati jika kuali yang terlihat mirip dengan miliknya hancur tak jauh dari tempatnya berdiri. Dia segera mengecek kuali yang ada di dalam cincinnya


Wanita itu mengkerutkan keningnya, "Apa?, Kenapa tidak ada?, Jangan-jangan itu benar-benar kualiku?!." Dia lalu berlari menghampiri kuali yang sudah hancur itu


Wanita itu menyadari jika kuali itu adalah miliknya. Dia menggertakan giginya, "Sialan!!, Ini benar-benar kualiku!!, Jangan bilang jika bocah itu sengaja meninggalkanku karena telah menghancurkan barang berhargaku!!."


Ketika hendak membalikkan badannya, wanita itu dikejutkan dengan suara yang tidak asing baginya


"Kau sudah bangun?, Apa kau akan segera pergi?!." Ucap Tian Yun sedikit heran


Wanita itu menggertakan giginya, "Dasar sialan kau!!, Apa yang telah kau lakukan kepada kualiku?!." Raut wajahnya terlihat sangat marah


Raut wajah Tian Yun terlihat cemas. Dia baru ingat jika kuali milik wanita itu hancur setelah digunakannya, "A, aku tidak tahu jika kuali itu sangat lemah?!, Aku akan menggantinya di kemudian hari, aku berjanji!!."


Wanita itu memalingkan wajahnya dari Tian Yun, "Baiklah-baiklah, aku akan memaafkanmu kali ini!!, Anggap saja kuali itu sebagai bayaran karena kau telah menyelamatkanku!!."


Tiba-tiba saja terdengar sebuah suara dari perut wanita itu. Tian Yun tertawa kecil, "Sepertinya kau lapar?, Baiklah, aku akan memasakkan sup rusa panggang untuk makan malam kita!!."


Wanita itu sedikit malu karena tingkah Tian Yun, "Terserah!!." Dia lalu berjalan ke tempat istirahatnya semula lalu duduk manis disana sembari menunggu makan malam yang dimasak Tian Yun siap


Tidak lama kemudian, sup rusa panggang telah siap. Tian Yun segera membawakan semangkuk penuh kedalam


Mencium aromanya saja sudah membuat wanita itu hampir meneteskan air liur. Dia sama sekali tidak menyangka jika bocah itu bisa memasak makanan yang terlihat sangat lezat


"Ini, makanlah!!." Tian Yun lalu duduk setelah memberikan semangkuk penuh sup rusa panggang kepada wanita itu


Suapan pertama langsung membuat selera makan wanita itu bertambah. Tanpa basa-basi dia langsung menghabiskannya


Melihat tingkahnya, Tian Yun menelan ludahnya, "Wanita itu sepertinya sangat lapar?!." Dia lalu mulai menyantap sup rusa panggang yang dipegangnya


Makan malam telah habis mereka santap. Mereka berbincang-bincang untuk mencairkan suasana


"Ngomong-ngomong, siapa namamu?." Tanya Tian Yun


Wanita itu teringat jika mereka belum saling berkenalan, "Namaku Xing Se!!, Karena kau lebih muda dariku, maka dimasa depan kau harus memanggilku kakak Se!!."


Tian Yun mengeryitkan keningnya, "Wanita benar-benar sangat aneh?!."


Mendadak Tian Yun merasakan dua aura membunuh yang berbeda, "Siapa yang kau bilang aneh?!." Ucap She Zu dan Xing Se bersamaan


Raut wajah Tian Yun terlihat aneh. Dia lalu menggelengkan kepalanya, "Tidak-tidak, maksudku, baiklah kakak Se."


Xing Se menghela nafas lalu menghembusnya, "Lalu siapa namamu?, Apa kau berniat untuk menyembunyikan identitas dari kakakmu sekarang?."


Tian Yun teringat jika dirinya belum memberitahukan namanya, "Namaku Tian Yun!!, Jangan banyak tanya, itu adalah pemberian orang tuaku yang berharga!!."


Melihat penampilan dari Tian Yun, Xing Se merasa jika masa lalu Tian Yun pasti tidak baik-baik saja, "Tian Yun, apakah kau tinggal sendirian selama ini?."


Tian Yun menganggukkan kepalanya, "Tidak enak mengobrol disini!!." Dia lalu menarik tangan kanan Xing Se untuk mengajaknya ke puncak air terjun sambil memandangi langit malam


Pemandangan langit malam yang baru pertama dilihat oleh Xing Se membuat mulutnya tercengang, ", Benar-benar indah, aku tidak menyangka bisa melihat bintang-bintang yang bersinar sangat terang?!."


Tian Yun tersenyum pahit, "Baguslah jika kau menyukainya." Dia lalu duduk di atas batu yang berada di tengah-tengah genangan air yang dangkal


Tian Yun teringat dengan reruntuhan kuno yang dia temui senja hari, "Kakak Se, saat berburu rusa aku menemukan reruntuhan kuno, tapi ... "


Xing Se tersenyum pahit, "Ada binatang buas yang menjaganya bukan?."


Tuan mengkerutkan keningnya, "Bagaimana kau tahu?."


"Sebenarnya aku pergi ke hutan untuk menjelajahi reruntuhan kuno itu, tapi aku sama sekali tidak bisa melawan binatang itu. Maka dari itu, aku kembali untuk melapor kepada ketua sekte dan tak sengaja bertemu denganmu!!." Xing Se menjelaskan


"Apa kau berniat untuk menjelajahinya lagi?." Tanya Tian Yun


Xing Se membalikkan badannya, menghadap Tian Yun, "Apa kau punya rencana?."


Tiga hari kemudian ...


Xing Se tengah menyusuri sendirian reruntuhan kuno itu


Sesuai rencana, dia akan masuk kedalam kuil untuk memancing makhluk misterius itu keluar


Xing Se kini telah berada tepat didepan pintu masuk kuil kuno. Dia tersenyum dingin, "Makhluk jelek!!, Sepertinya kita bertemu lagi?!." Ucapnya sangat angkuh


"Sepertinya kau belum puas mengganggu tidur siangku?!." Ucap makhluk misterius itu dingin


Sepasang mata berwarna merah menyala dari dalam kegelapan di lorong kuil. Mahkluk itu mengaum sangat keras untuk menggertak Xing Se


Dengan sekuat tenaga Xing Se menahannya dengan tangan kanannya yang dia tempelkan di keningnya


Tiga detik lama raungan tersebut sudah membuat Xing Se berkeringat dingin. Walaupun sedikit takut, akan tetapi Xing Se sudah tidak bisa mundur lagi karena Tian Yun sudah bersiap di belakang


"Apa hanya itu yang kau miliki?, Makhluk rendahan?!." Ucap Xing Se dengan angkuhnya


Makhluk yang ada didalam kuil itu sedikit terkejut dengan apa yang baru saja didengarnya. Dia tertawa kecil, "Sudah lama sejak aku mendengar ucapan itu dari seorang manusia!!, Sepertinya, aku harus menemanimu bermain sebentar!!."


Dengan sangat cepat makhluk misterius itu melesat melalui lorong kuil


Sesosok singa yang berukuran empat orang dewasa, memiliki sayap seperti elang, empat kakinya pun terlihat seperti kaki burung. Memiliki rambut kepala yang diselimuti oleh aura api yang berwarna hitam. Rambut di ujung ekornya pun sama. Griffin Api Hitam


Xing Se tidak sempat menghindar. Cakar griffin itu mencengkeramnya dengan sangat kuat. Terbang dengan sangat cepat menghantamkan tubuh Xing Se yang dicengkeramnya ke puing-puing bangunan lalu terbang sedikit tinggi dan menjatuhkannya


Xing Se memuntahkan seteguk darah bersamaan dengan tubuhnya yang jatuh menghantam tanah kasar. Dia berusaha untuk bangkit dengan bantuan pedangnya, "Sepertinya, aku harus lebih serius dibandingkan sebelumnya!!."


Xing Se melesat keatas dengan menggunakan tanah sebagai batu pijakan hingga membuat tanah yang baru saja diinjaknya sedikit retak


Pedangnya dihunuskan tepat di kening Griffin Api Hitam


Binatang itu menghindari serangan Xing Se dengan sangat mudah


Belum selesai dengan itu, Xing Se menggunakan udara sebagai pijakannya lalu melesat dengan pedangnya yang dihunuskan tepat di tubuh sang Griffin


Gerakan yang sama mereka lakukan secara berulang-ulang, hingga pada akhirnya, serangan Xing Se berhasil menebas sedikit rambut Griffin Api Hitam


Griffin Api Hitam menggertakan giginya, "Dasar jal*ng!!, Beraninya kau memotong rambutku?!." Dia lalu memusatkan energi api di tengah-tengah mulutnya yang terbuka lebar


Dengan cepat Xing Se terbang menjauh karena jika dia terkena serangannya, dia bisa saja mati di tempat


Xing Se menggertakan giginya, "Tian Yun!!, Aku sudah hampir dibatas!!, Semoga berhasil!!." Ucapnya dalam hati


Sebuah kilatan cahaya yang sangat besar dan cepat mengarah kearah Xing Se terbang menjauh


Dengan cepat Xing Se memutar tubuhnya untuk menghindari serangan tersebut


Kilatan caha itu meledak tidak jauh didepannya karena menghantam suatu bukit yang sedikit tinggi


Griffin Api Hitam sangat marah karena merasa dipermainkan oleh manusia. Dia lalu mengejar Xing Se karena tidak ingin mangsanya terlepas. Aksi kejar-kejaran pun terjadi antara mereka. Xing Se terus memancingnya untuk menjauh dari sarangnya menuju pedalaman hutan agar Tian Yun bisa lebih leluasa


Sementara itu, Tian Yun yang sedari tadi memperhatikan pertarungan mereka dari kejauhan langsung berlari setelah mereka tidak terlihat dari pandangannya


Dia segera memasuki kuil dan mencari harta karun yang ada didalamnya


Semakin dalam Tian Yun memasuki lorong yang sangat besar itu, dia semakin tidak bisa melihat apapun. Suhu udara juga meningkat seiring dia melangkahkan kakinya


Tian Yun mengkerutkan keningnya, "Guru, apakah kau merasakannya?." Dia tiba-tiba merasakan ada sesuatu yang sangat kuat tepat didepannya


"Suhu udara semakin panas, bisa jadi yang tersembunyi adalah gulungan api tingkat tinggi!!."


She Zu tiba-tiba teringat dengan sebuah catatan kuno yang pernah dibacanya. Dia sedikit terkejut setelah menyadarinya, "I, ini, tidak salah lagi!!."


Tian Yun tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh She Zu. Dia mengkerutkan keningnya, "Memangnya, apa yang salah guru?."


Bersambung ...