
Setelah arena pertandingan kembali seperti semula, pertandingan kembali dilanjutkan hingga senja hari dan pertandingan babak pertama sepenuhnya selesai
Tian Yun dan teman-temannya masih menemani Li Hua yang masih terbaring di ranjang
Walaupun lukanya tidak terlalu serius, akan tetapi demi menjaga keamanannya, senior yang bertugas menjaga murid yang sakit menyuruh Li Hua yang sudah tersadar untuk tetap beristirahat selama beberapa waktu
"Xiao Yun, ikut aku sebentar!." Xing Se menyuruh Tian Yun untuk ikut dengannya sambil menjelaskan sesuatu diperjalanan
Tian Yun pun mengikutinya dari belakang setelah menganggukan kepalanya
Setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Xing Se, Tian Yun sedikit terkejut. Dia tidak menyangka jika Kepala Sekte akan secepat ini ingin bertemu dengannya
Padahal dia dan She Zu memperkirakan jika Kepala Sekte akan menyuruhnya menemui setelah pertandingan selesai
Tempat khusus Kepala Sekte, sebuah tempat yang megah. Hanya Tetua Sekte dan orang tertentu sajalah yang bisa memasuki tempat itu. Dan sekarang Tian Yun ada didalamnya
Tempat yang berada hampir di puncak gunung. Didalamnya, ada sebuah tempat pelatihan pribadi. Bentuknya mirip seperti sebuah arena pertandingan
Dia juga bisa melihat pemandangan langit malam dengan jelas dari situ
"Luar biasa!. Aku tidak menyangka tempat ini akan seindah ini saat malam?!." Ucap Tian Yun kagum
Xing Se tersenyum pahit, "Jika kau suka dengan tempat ini, kau bisa tinggal disini bersamaku dan berlatih bersama!. Aku yakin guru akan mengijinkanmu?!."
"A, aku akan mempertimbangkannya!." Jawab Tian Yun
Xing Se menghela nafas lalu menghembuskannya. Dia lalu mengajak Tian Yun untuk masuk ke sebuah rumah yang ada di akhir anak tangga. Tempat yang sedikit lebih tinggi dari tempat latihan itu
Kediaman pribadi Kepala Sekte, rumah yang megah dan sedikit besar. Didalamnya ada banyak sekali rak buku dan beberapa senjata pusaka cantik seperti permata. Bisa dibilang, itu adalah koleksi pribadi Kepala Sekte
Sosok wanita cantik, berbadan langsing, rambut hitam kebiruan panjang tidak diikat, gaun yang sangat anggun berwarna biru langit, tengah duduk di bangku dibalik sebuah meja sambil membaca sebuah buku
Xing Se memberikan salam hormat, "Guru, aku datang membawa adikku!."
Tian Yun juga memberikan salam hormat, "Tian Yun memberi hormat kepada Kepala Sekte!."
Kepala Sekte langsung menutup bukunya lalu berdiri. Sontak aura kewibawaannya langsung memenuhi ruangan
Walaupun terasa kuat, akan tetapi itu tidak membuat Tian Yun gemetar karena aura She Zu dimasa lalu lebih kuat
"Xing Se, kau keluarlah dulu, aku ingin berbicara dengan Tian Yun!. Ucap Kepala Sekte
Xing Se lalu keluar setelah memberikan salam hormat kepada gurunya
"Ada apa Kepala Sekte mencariku?. Apa ada yang anda butuhkan?!." Ucap Tian Yun sopan
"Namaku Luo Siyu!. Dikedepannya, kau tidak perlu sungkan!. Jika ada yang kau perlukan, kau bisa mencari Xing Se atau kau bisa langsung mencariku disini!." Ucap Kepala Sekte
Sesuai dugaan Tian Yun dan She Zu, Kepala Sekte sudah menyadari kemampuannya. Ditambah, Xing Se pasti sudah mengatakannya kepada Kepala Sekte tentang kemampuannya
Tian Yun lalu tersenyum pahit sambil menganggukkan kepalanya
"Kudengar kau bertaruh dengan Xin Nanshi?!. Jika sampai saatnya kau kalah bertaruh, kau tidak perlu mengkhawatirkannya!. Aku yang akan menghadapinya langsung!." Ucap Luo Siyu
"Terima kasih atas niat baik Kepala Sekte!. Tapi, aku berpikir jika masalah yang sebenarnya bukanlah itu!." Jawab Tian Yun
Luo Siyu mengkerutkan keningnya, "Apa maksudmu?."
Tian Yun lalu menjelaskannya kepada Kepala Sekte
Beberapa saat kemudian ...
Luo Siyu mengangguk-anggukan kepalanya, "Apa yang kau katakan cukup masuk akal!. Dan kau sangat percaya diri, berarti kau sudah memikirkan ini sejak awal?!."
Tian Yun mengusap-usap rambut belakangnya. Sebelumnya, She Zu sudah memberitahunya. Jika bukan She Zu yang mengatakannya, Tian Yun tidak akan percaya
"Sudah larut, kau kembalilah ke asrama!." Ucap Luo Siyu
Tian Yun lalu meninggalkan kediaman Kepala Sekte setelah memberikan salam hormat
Tepat saat dia membuka pintu, dia melihat sosok Xing Se yang sedang berlatih. Kecepatan dan kelincahannya saat menggunakan pedang sudah meningkat pesat dibandingkan saat itu
Xing Se menyadari Tian Yun yang sedang berjalan menuruni anak tangga. Dia langsung melayangkan sebuah serangan kecil
Sebuah tornado air seukuran lengan orang dewasa, melesat kearah Tian Yun
Tian Yun yang terkejut langsung melompat ke atas. Dia lalu tersenyum dingin, "Karena Kakak Se ingin bermain, maka aku akan menemanimu!."
Lima buah lingkaran sihir berwarna putih kekuningan menyala disekitar Tian Yun. Lima Soul Dagger langsung dilemparnya kearah Xing Se
Xing Se tidak menyangka jika senjata milik Tian Yun akan memiliki kecepatan seperti itu. Kelimanya memang berhasil dihindarinya
Akan tetapi, itu hanyalah serangan pembukaan sekaligus jebakan milik Tian Yun karena semua Daggernya berhasil menancap di lantai
Xing Se tidak menghindarinya. Akan tetapi dia memilih untuk melawannya. Dia menyelimuti pedangnya dengan kekuatan penuh sehingga aura air menyelimuti pedangnya
Diiringi dengan teriakan, mereka berdua saling mengadu kekuatan mereka
Akan tetapi, sebelum pukulan Tian Yun mengenai bilah pedang, dia langsung berteleportasi ke Dagger yang ada dibelakang Xing Se
Xing Se sangat terkejut karena tiba-tiba saja Tian Yun menghilang dari pandangannya. Dan yang membuatnya lebih terkejut adalah, ternyata dibelakang Tian Yun ada sebuah bola api
Mau tidak mau Xing Se harus memukul bola api itu sebelum mengenainya
Sebuah ledakan keras terjadi. Beruntung tempat itu sedikit jauh dari asrama murid dalam. Sehingga, ledakan itu tidak terdengar sama sekali oleh mereka
Xing Se memang berhasil selamat dari bola api itu. Hanya saja Tian Yun yang ada dibelakangnya sudah menghunuskan belatinya tepat di punggungnya sambil berkata, "Kakak Se, sepertinya kau kalah?!."
Xing Se menghela nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya. Dengan cepat dia memutar tubuhnya, meraih tangan Tian Yun dan mengunci pergerakannya
"Ka, Kakak, apa yang kau lakukan?." Tian Yun meminta penjelasan Xing Se
Xing Se lalu melepaskannya dan langsung memeluk Tian Yun. Dia juga mengusap-usap rambut belakangnya
"Aku benar-benar kecewa karena menghawatirkanmu selama ini!. Selama kita tidak bertemu, ternyata kau sudah semakin bertambah kuat!. Saat aku pergi ke goa itu, yang aku lihat hanyalah sebuah bongkahan batu!. Lalu aku pergi ke kota untuk mencari informasi!. Disana aku mendengar jika seseorang melihat pertarungan dahsyat dan sebuah ledakan besar di puncak gunung!. Saat itu aku berpikir jika tidak bisa bertemu denganmu lagi?!." Air mata Xing Se benar-benar sudah tidak bisa ditahan lagi
Tian Yun tersenyum pahit, "Masa lalu biarlah berlalu!. Kakak tidak perlu lagi memikirkan hal menyedihkan seperti itu!. Bukankah aku sudah bisa mengalahkanmu sekarang?!."
Xing Se melepaskan pelukannya dan langsung mengelap air matanya, "Kau benar!. Selain bertambah kuat, sepertinya kau juga semakin dewasa?!."
Tian Yun tersenyum manis, "Tentu saja!. Selama ini aku terus berlatih!."
Xing Se sedikit familiar dengan belati yang digunakan oleh Tian Yun. Warna dan auranya, hampir sama seperti belati yang dibuatnya
"Apakah kau membuat belati itu dengan giok bintang?." Tanya Xing Se
Tian Yun menganggukkan kepalanya. Dia langsung mengambil kelima Soul Daggernya dan memperlihatkannya kepada Xing Se
Xing Se memperhatikan setiap lekukannya dan ketajamannya. Belati milik Tian Yun juga terasa lebih ringan dibandingkan dengan belatinya
"Ini benar-benar belati terbagus yang pernah kulihat!. Bahkan belatiku yang dibuat oleh seorang penempa tingkat tinggi saja, tidak ada apa-apanya jika dibandingkan!." Ucap Xing Se sambil memperlihatkan belatinya
Auranya memang mirip. Hanya saja, bentuk dan kemampuannya berbeda jauh
"Adik Yun, siapa yang membuat belatimu?. Aku yakin jika dia adalah Master Tempa tingkat tinggi?!." Tanya Xing Se sambil mengembalikan belati milik Tian Yun
"Ah itu, sebenarnya, aku yang membuat sendiri belatiku!." Jawab Tian Yun diikuti tawa aneh
Xing Se sungguh terkejut. Dia mengeryitkan keningnya, "Kau, kau juga bisa membuat senjata sebagus ini?!."
Dia lalu menghela nafas dan menghembuskannya, "Aku benar-benar bodoh karena telah mengkhawatirkanmu selama ini?!."
Tian Yun memasang ekspresi aneh sambil tertawa aneh. Sontak dia teringat dengan giok bintang yang masih disimpannya
"Kakak Se, apa disini ada tempat untuk menempa senjata?." Tanya Tian Yun
Xing Se sedikit mengingat sesuatu, "Seingatku tidak ada!."
Tian Yun menghela nafas lalu menghembuskannya, "Sepertinya aku harus bekerja keras lagi?!."
"Bukankah aku sudah pernah bilang jika kau bisa meminta bantuanku?!." Ucap Xing Se
Tian Yun tersenyum pahit, "Sebenarnya, aku ingin berusaha semampuku sampai aku benar-benar tidak bisa melakukannya!. Jika hari itu tiba, aku pasti akan meminta tolong kepada seseorang!. Lagipula, aku sudah biasa melakukan hal-hal keras sendirian!."
Xing Se menghela nafas lalu menghembuskannya, "Sepertinya, hari-harimu selama ini cukup berat?."
"Kakak Se, ini sudah larut!. Aku ingin beristirahat agar tidak kecapekan saat pertandingan besok!." Ucap Tian Yun
Dia lalu pergi setelah Xing Se menganggukan kepalanya. Tian Yun kembali ke asramanya di sekte luar. Teman-temannya ternyata sudah berada di asrama
Sesuai apa yang dijelaskan, Li Hua memaksa untuk pulang karena dia sudah merasa baikan
Keesokan harinya ...
Pertandingan dilanjutkan. Tian Yun dapat memenangkan tiga pertandingannya dengan mudah dan masih menunggu untuk pertandingan keempatnya hari ini
Disamping itu, peringkat tiga teratas tahun lalu juga memenangkan pertandingan dengan mudah
Tian Yun sedikit kagum karena murid-murid Sekte Bintang Jatuh benar-benar berbakat. Walaupun hanya murid luar, akan tetapi mereka sangatlah hebat
"Pertandingan babak kedua sesi keempat!. Tian Yun dan Xin Nanxian!. Dipersilahkan untuk memasuki arena!." Juri mengumumkan pertandingan
Tian Yun sedikit terkejut karena lawannya kali ini adalah Xin Nanxian. Walaupun lebih cepat daripada perkiraannya, dia tidak terlalu mempedulikannya karena dia ingin segera menunjukkan kepada Xin Nanshi siapa dirinya
Bersambung ...