
"Tidak ada cara lain!."
Lingkaran sihir berwarna merah menyala dibelakang tubuh Tian. Rantai Neraka menjalar dan melilit kaki kanan Orc itu
Dengan sekuat tenaga, Tian Yun menariknya agar tubuhnya keluar dari wilayah pijakan kaki kiri Orc yang hendak menginjaknya
Tanah berguncang kuat saat kaki raksasa itu menginjak tanah. Hembusan angin yang kuat membuat Tian Yun terhempas menghantam kaki kanan Orc itu
Seteguk darah keluar dari mulutnya. Tian Yun berusaha untuk berdiri kembali
Beruntung semua orang tengah sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Ditambah, asap tebal yang keluar saat kaki raksasa itu menginjak tanah membuat pandangan mereka terhalang
Palu raksasa diangkat hendak digunakannya untuk memukul Tian Yun. Tian Yun menyadarinya. Dia melempar kelima Soul Dagger secara acak
Salah satu belatinya berhasil menancap di tembok pembatas Kota Sanctuary. Sosok Tian Yun berteleportasi ke lokasi itu sehingga palu raksasa itu hanya berhasil membuat retakan besar di tanah saja
Tian Yun meraih belatinya dan berlari menaiki tembok pembatas yang setinggi hampir lima meter itu. Terlihat jelas dari atas sana, pasukan iblis yang masih terus berdatangan. Bahkan dia tidak melihat ujungnya
Sebuah pukulan dilayangkan oleh Orc itu kepada Tian Yun. Dia lalu melempar belatinya tepat di kening sang Orc dan langsung berteleportasi ke belati itu
Pukulan keras langsung menghancurkan tembok pembatas kota Sanctuary
Tian Yun melempar belatinya ke mata kiri sang Orc. Bersamaan dengan itu, dia juga mengendalikan Rantai Neraka untuk menusuk mata kanan sang Orc
Ketidak siapan Orc itu berhasil membuat kedua matanya mengalami kebutaan. Dengan instingnya, dia menampar Tian Yun yang masih melayang di udara
Bagaikan meteor yang jatuh, tubuh Tian Yun terhempas sangat kencangnya setelah menerima langsung tamparan kuat sang Orc
"Xiao Hei!." Hu Yao melihat jika Xiao Hei tertampar oleh Orc itu. Dia langsung melesat dan menangkap Xiao Hei sebelum dia menghantam tanah kasar
Hu Yao menyandarkannya di tempat yang masih aman, sedikit jauh dari tempat pertarungan mereka. Para Minion juga belum sampai ke wilayah itu
Seteguk darah dimuntahkan oleh Xiao Hei yang membuat raut wajah Hu Yao menjadi cemas
"Xiao Hei, makan ini!." Hu Yao memberikan Pil Putih yang disimpannya kepada Xiao Hei
Tian Yun mengatur ulang nafasnya yang terengah-engah setelah tubuhnya sedikit pulih
"Minion itu tidak akan ada habisnya!. Lebih baik kalahkan Orc itu terlebih dahulu. Biarkan para penyihir yang memiliki serangan area membersihkan para Minion!. Setelah itu, para penyihir yang memiliki serangan tunggal bersamaan menyerang Orc itu!."
Tidak ada waktu bagi Hu Yao untuk berpikir. Dia langsung memanggil beberapa orang untuk menyebarkan informasi kepada yang lainnya
Penyebaran informasi yang sangat cepat. Mereka langsung menjalankan rencana yang sudah ditentukan
"Para Minion sudah selesai dibersihkan!."
Walaupun masih ada beberapa Minion yang masih berlarian, akan tetapi itu sudah cukup untuk menjalankan rencana mereka
Semua penyihir yang memiliki serangan tunggal segera melesat mendekati Orc itu untuk menyerangnya secara bersamaan
Kedua matanya sudah tidak bisa melihat. Akan tetapi, insting yang dimiliki oleh Orc itu sangat tajam
Dengan brutalnya dia memukul-mukulkan palu raksasanya kepada para penyihir. Tidak sedikit penyihir yang tumbang saat itu karena tidak siaga dengan serangan sang Orc
Tidak waktu untuk berduka. Semua orang terus menyerang Orc itu secara brutal. Entah itu sambaran petir, bola api, dan lain-lain
Semua penyihir yang masih bisa menyerang terus melayangkan serangan kepada Orc itu
"Semuanya menjauh!!." Hu Yao berteriak karena persiapan yang dilakukan oleh Xiao Hei telah selesai
"Makhluk menjijikkan, matilah kau!!."
Diiringi dengan teriakan, Xiao Hei mengerahkan bola apinya kepada sang Orc sehingga ledakan yang sangat kuat terjadi
Walaupun sudah sekuat tenaga menahan bola api itu, akan tetapi sang Orc tetap tidak bisa bertahan karena ledakan kuat bola api hitam itu. Ditambah dengan efek burning yang dimiliki oleh bola api milik Xiao Hei
Tubuh Orc itu terbakar habis bersamaan dengan raungan kerasnya karena menahan rasa sakit yang diterimanya
Hu Yao menangkap Xiao Hei yang hendak terjatuh ke tanah. Dia lalu mendudukkannya
Kesadaran Xiao Hei sudah mulai memudar setelah menggunakan banyak sekali energi sihir
Walaupun sudah berhasil menumbangkan sang Orc, akan tetapi tidak ada dari mereka yang memasang raut wajah gembira
Tanah kembali berguncang. Pasukan iblis tidak ada habisnya. Bahkan kali ini ada ratusan ekor Minion lagi yang datang bersama dengan dua ekor Orc
Tian Yun tidak memiliki kekuatan lagi. Kesadarannya memudar dan langsung pingsan
Hu Yao segera memapahnya agar Xiao Hei tidak terbaring di tanah. Dia menggertakan giginya
Tenaga mereka sudah terkuras hanya untuk menumbangkan seekor Orc. Dan sekarang muncul lagi dua ekor
Salah satu Orc mengaum keras lalu mengangkat palunya yang hendak digunakan untuk memukul Hu Yao yang sedang memeluk erat Tian Yun
Hu Yao hanya bisa menundukkan kepalanya dengan kedua mata yang terpejam
Tiba-tiba saja sesuatu yang terlihat seperti meteorit jatuh, melesat kearah Orc itu sehingga membuatnya terbaring di tanah karena ledakan kuat saat benda itu mengenainya
Hu Yao membulatkan matanya. Dia melirik keatas. Sosok seorang yang memakai pakaian yang rapi dan bagus berwarna hijau gelap, tengah melayang di udara
Medan penghalang kembali muncul mengitari Kota Sanctuary, menghalau pergerakan dari pasukan iblis
"Itu kepala kota!. Akhirnya dia datang!!." Semua orang akhirnya bisa menarik nafas lega. Mereka juga tidak habis pikir karena kepala kota yang sudah lama tidak terlihat, kini akhirnya muncul di depan mereka
Dua ekor Minion berlari kearah Hu Yao. Dengan bola apinya, Hu Yao menyerang mereka sehingga kedua Minion itu terbakar hangus
Hu Yao tidak mau memikirkan apapun. Yang terpenting sekarang adalah membawa Tian Yun ketempat yang aman dan mengobati lukanya terlebih dahulu
Laki-laki berambut putih yang sedang melayang di udara, atau yang mereka panggil dengan sebutan kepala kota, menatap tajam kearah pasukan iblis
Sebuah tornado yang sangat kuat, bahkan daun-daun yang berjatuhan bisa habis karena tersasat oleh angin bisa membelah sesuatu itu, tiba-tiba saja muncul
Memporak-porandakan para pasukan iblis hingga habis tak tersisa
Hanya membutuhkan beberapa saat baginya saja untuk memusnahkan pasukan iblis
Kepala Kota Sanctuary melirik kearah Hu Yao yang sedang membantu menyandarkan Xiao Hei di sebuah bangunan. Dia lalu menghampirinya
Hu Yao sedikit terkejut karena tiba-tiba saja laki-laki tua itu mendatangi mereka. Tidak ada sepatah katapun yang bisa keluar dari mulutnya. Dia hanya bisa menundukkan wajahnya
Tatapan yang tajam kepala kota membuat Hu Yao sedikit gemetaran
"Bocah itu, apakah bocah itu memiliki api hitam?."
Bersambung ...