S

S
Kota Sanctuary



Di tengah-tengah hutan yang sangat luas, Tian Yun sedang berjalan santai kearah barat dari goa tempat dia beristirahat


"Aku tidak menyangka jika Hutan Bintang Ungu ternyata seluas ini?!." Ucap Tian Yun


"Hutan Bintang Ungu merupakan hutan terluas yang ada di seluruh dunia setelah Hutan Abbys!!." She Zu menjelaskan


Tian Yun mengkerutkan keningnya, "Hutan Abbys?, Aku baru pertama mendengarnya?!."


"Tidak ada gunanya menjelaskannya kepadamu sekarang!!, Yang terpenting adalah, meningkatkan kekuatanmu terlebih dahulu!!, Kau harus menyiapkan bahan-bahan untuk menerobos ke bintang selanjutnya!!." Ucap She Zu tegas


Tian Yun menghela nafas lalu menghembuskannya, "Baiklah-baiklah, aku mengerti!!."


Dari arah depan, mereka berdua merasakan adanya aura yang terasa sedikit mengerikan. Tian Yun dan She Zu yang sedang duduk di bahu Tian Yun saling bertatapan


Tian Yun berjalan secara mengendap-endap, mencoba mengecek sumber aura tersebut


Di sebuah batu, seorang laki-laki tengah terbaring dengan darah yang tak berhenti keluar dari perutnya. Beberapa anak panah juga menancap di lengan dan dadanya


Tian Yun buru-buru untuk mendekatinya, "Paman, apa kau baik-baik saja?." Dia hendak menyelamatkan laki-laki itu


Laki-laki itu meraih tangan kanan Tian Yun. Dia lalu memberikannya sebuah kotak yang memiliki enam bidang


Disetiap bidangnya terdapat ukiran ekspresi wajah yang berbeda-beda


"Ini adalah Kotak Pandora, simpan ini baik-baik!!, Bawalah Plat emas ini!!, Benda ini juga bisa membantumu!!, Topeng ini, benda ini bisa menutupi auramu!!." Ucap laki-laki itu dengan lemas


Setelah memberikan kedua barang dan mengucapkan kata-kata terakhir, laki-laki itu menghembuskan nafas terakhirnya dengan senyum di bibirnya


Tanpa sadar Tian Yun meneteskan air matanya setelah mendengar cerita singkat dan pesan-pesan yang diberikan kepadanya


"Paman Xiao, karena kau telah mempercayakan ini kepadaku, maka aku bersumpah tidak akan mengecewakanmu!!."


Tian Yun menguburkan laki-laki yang tidak lain bernama Xiao Hei itu secara layak. Sebuah dupa dan papan ditancapkannya diatas makam Xiao Hei


Tian Yun mengenakan jubah hitam milik Xiao Hei dan langsung pergi meninggalkan makamnya setelah selesai berdoa. Tidak lupa, dia juga memakai topeng hitam setengah wajah


"Plat ini, ternyata dia adalah pembunuh bayaran?!." Ucap She Zu yang sedang duduk di bahu Tian Yun


"Guru, apa kau tahu tentang benda ini?." Tanya Tian Yun sambil memperlihatkan Kotak Pandora


She Zu memandangi Kotak Pandora dengan serius


"Aku pernah mendengar namanya!!, Tapi, untuk kegunaannya, aku sama sekali tidak mengetahuinya!!." Jawab She Zu


Tian Yun menghela nafas lalu menghembuskannya, "Sepertinya, aku akan sedikit sibuk?!." Dia lalu menyimpan Kotak Pandora dan plat emas itu kedalam liontin giok


Sebuah anak panah tiba-tiba saja melesat dari belakangnya. Tian Yun melompat kesamping untuk menghindari anak panah itu


"Cepat serahkan Kotak Pandora itu!!." Teriak salah seorang laki-laki yang berada didalam kelompok yang berisi lima orang


Laki-laki itu memiliki luka di mata kirinya dan merupakan ketua dari kelompok itu


"Xiao Hei, kali ini kau tidak akan bisa kabur lagi!!." Sambungnya


Kelima orang itu langsung mengepung Tian Yun yang mereka kira adalah Xiao Hei


Tiga orang dari mereka termasuk laki-laki yang memiliki luka di matanya memegang sebuah busur panjang. Sedangkan dua diantaranya memegang pedang panjang


Salah satu laki-laki yang ada di belakang Tian Yun menebaskan pedangnya. Tian Yun memutar tubuhnya kesamping. Dengan kepalan tangannya yang sudah diselimuti oleh kobaran api, dia memukul punggung laki-laki itu hingga membuatnya mati di tempat


Walaupun berhasil menghindarinya, akan tetapi bilah pedang berhasil membuat luka gores di lengannya


Laki-laki yang memiliki luka di matanya tertawa jahat, "Tidak lama lagi ajal akan menjemputmu!!, Jadilah orang penurut dan aku akan membantumu agar tidak menderita!!."


Tian Yun tersenyum dingin, "Maksudmu, kau ingin membunuhku dengan racun lemah seperti ini?, Benar-benar bodoh!!."


Dia memperlihatkan dengan jelas saat tubuhnya menyerap racun di lukanya dan membuat luka itu sembuh seketika


"Kebetulan sekali, aku belum mencoba kekuatan baru dari Soul Dagger!!." Ucapnya angkuh


Raut wajah laki-laki yang memiliki luka di matanya itu terlihat tidak percaya. Menurut informasi yang didapatkannya, Xiao Hei sama sekali tidak bisa menetralisir racun


Selama berbulan-bulan mereka mencari seseorang yang pandai akan racun. Dan sekarang perjuangan keras mereka dihancurkan begitu saja oleh Tian Yun yang mereka kira adalah Xiao Hei


Semua bawahannya berteriak seiring menyerang Tian Yun dengan hasrat membunuh mereka


Tian Yun menghindari setiap tebasan pedang dan anak panah yang melesat kearahnya dengan sangat lincah. Tubuhnya sudah seperti seekor belut yang sedang menari-nari di lumpur


Tidak hanya menghindarinya saja, Tian Yun juga mengerahkan Soul Dagger untuk menusuk mereka ketika mereka lengah


Satu persatu laki-laki yang menyerangnya berhasil dilumpuhkannya. Dan yang tersisa sekarang hanyalah laki-laki yang memiliki luka di matanya


Tian Yun berdiri dengan angkuh dihadapan laki-laki itu, "Mereka sangat lemah. Aku bahkan tidak bisa melihat perbedaan kekuatan dari Soul Daggerku!!." Gumamnya


"Itu hanya tingkat menengah. Tidak akan menambah banyak daya rusak dari Soul Daggermu!!." She Zu menjelaskan


Laki-laki itu sangat marah melihat bawahannya mati didepan matanya. Tanpa basa-basi dia menembakan anak panah yang sudah terselimuti oleh energi petir kearah Tian Yun


Bersamaan dengan anak panah yang melesat kearahnya, Tian Yun melempar Soul Dagger untuk menangkisnya


Keduanya saling terpental kearah yang berbeda. Tian Yun mengendalikan Rantai Neraka untuk melilit laki-laki itu dengan kuat


Dia lalu melesat kearah laki-laki itu sambil melayangkan pukulan terkuatnya


Laki-laki itu memuntahkan darah dan terpental menghantam pepohonan hingga menumbangkannya


Melihat laki-laki itu masih bisa bergerak, Tian Yun segera menembakkan tiga bola api kepadanya


Laki-laki itu mati terbakar tak menyisakan apapun


She Zu melata, duduk manis di bahu Tian Yun, "Sepertinya Kotak Pandora ini sangat penting bagi mereka?!, Yun'er, jangan lupa cari informasi tentang benda ini!!."


Tian Yun sedikit menganggukkan kepalanya. Dia lalu melanjutkan perjalanannya menuju ke Kota Sanctuary


Kota yang damai dan sangat maju. Bahkan sering juga disebut dengan pusat benua Bintang Ungu


Letaknya yang strategis, sedikit jauh dari kawasan hutan, membuat orang-orang yang ada di sana merasa nyaman. Ditambah kepala kota yang dikabarkan memiliki kekuatan yang tidak kalah dari para raja yang ada di Benua Bintang Ungu


Akan tetapi, sampai sekarang masih sedikit orang yang tahu tentang latar belakang kepala kota Sanctuary


Berada di dalam kota itu membuat Tian Yun seperti hidup kembali. Udara yang sejuk dengan keramahan hati para penduduk membuatnya seakan enggan untuk meninggalkan kota


"Berhentilah bermain!!, Ingat tujuanmu datang kemari!!." Ucap She Zu tegas


Tian Yun yang sedari tadi berkeliaran akhirnya teringat akan tujuannya, "Baiklah-baiklah, aku mengerti!!."


"Sesuai yang dikatakan oleh pembunuh itu, Bar Mawar Hitam terletak tidak jauh dari alun-alun kota!!." She Zu yang ada didalam tubuh Tian Yun menjelaskan


Tian Yun sedikit menganggukkan kepalanya. Dia berjalan menuju alun-alun kota sesuai petunjuk yang tertulis di papan yang tertancap di pinggir jalan


Bar Mawar Hitam, terlihat biasa-biasa saja saat dipandang dari luar. Akan tetapi, dekorasi yang ada didalamnya membuat Tian Yun menelan ludahnya


"I, ini sungguh menakjubkan!!." Gumamnya kagum


Tiba-tiba saja sebuah telapak tangan menepuk bahunya, "Xiao Hei, kau terlihat sedikit aneh belakangan ini?!."


Seorang laki-laki paruh baya, pakaian rapi dan sepatu kulit terlihat jelas di kedua mata Tian Yun saat dia membalikkan badannya


"Xiao Hei!!." Seorang pelayan wanita turun dari lantai dua melalui tangga dan memanggil namanya


Tian Yun yang kebingungan segera menghampiri wanita itu untuk menghindari percakapan dengan laki-laki yang menepuknya


Yang membuat semua orang merasa kebingungan adalah, Xiao Hei yang biasanya tidak pernah mengatakan sepatah katapun kini memberikan salam hormat kepadanya sebelum pergi


Keramaian dalam bar seketika berubah menjadi hening. Semua orang saling bertatapan satu sama lain, bertanya-tanya jika yang baru saja mereka lihat adalah mimpi


Semua orang bersorak-sorai setelah Tian Yun tak terlihat lagi di lantai pertama


"Xiao Hei, itu benar-benar Xiao Hei?!."


"Dewa memberkatinya!!, Hatinya kini telah tercairkan!!."


Bersambung ...