
"Dalam hitungan ketiga!." Hu Yao berbisik kepada Tian Yun
Tidak terucap hitungan sama sekali di mulut Hu Yao. Dia sudah melesat secepat kilat meninggalkan Tian Yun dan Singa Pelangi
"Sialan kau!." Dengan reflek terkejutnya, Tian Yun juga melesat menyusul Hu Yao
Singa Pelangi yang amarahnya sudah memuncak tak bisa tinggal diam. Dia meraung keras dan langsung menembakkan bola cahaya di sekitaran mulut goa
Guncangan yang kuat terjadi. Bebatuan berjatuhan dari langit-langit goa
Masih terlihat sedikit celah di mulut goa. Bersamaan, Tian Yun dan Hu Yao melompat dan akhirnya mereka berhasil keluar dari dalam goa
Nafas mereka sudah terengah-engah. Mereka berdua berusaha untuk tetap berdiri dan tidak mengalihkan pandangan dari goa itu karena mereka sudah tidak akan bisa kabur lagi dari kejaran binatang tingkat delapan
Bebatuan yang menutupi pintu masuk goa bergetar. Sosok Singa Pelangi muncul dari baliknya dan langsung menyerang mereka berdua dengan cabikan cakarnya
Tian Yun dan Hu Yao melompat ke arah yang berlawanan sehingga cabikan kuat cakar itu hanya mengenai permukaan tanah kasar saja
Hu Yao menggertakan giginya, "Xiao Hei, cepat pergi dari sini!. Aku yang akan menahan binatang ini!."
Walaupun tidak akan bisa bertahan lama, akan tetapi dia sangat yakin jika Tian Yun bisa selamat dari kejaran makhluk itu
Akan tetapi, Tian Yun sama sekali tidak memikirkan hal itu. Dia tidak ingin meninggalkan temannya sendirian mempertaruhkan nyawanya demi dirinya
Singa Pelangi mengepakkan sayapnya. Dua buah angin tornado setinggi lima meter muncul di dua arah yang menuju ke tempat Hu Yao dan Tian Yun
Sebuah aura muncul disekitar Hu Yao dan langsung membentuk sesosok Rubah Perak sembilan ekor
Bersamaan dengan itu, Tian Yun menempelkan kedua telapak tangannya yang dirapatkan sehingga sebuah kobaran api yang menyerupai tornado menyelimuti dirinya
Ledakan kuat terjadi di kedua sini Singa Pelangi. Tian Yun dan Hu Yao terpental jauh setelah ledakan besar itu terjadi
Tian Yun menggertakan giginya, "Binatang itu kuat sekali?!."
Menggunakan tanah sebagai pijakannya, Singa Pelangi melesat kearah Hu Yao yang tengah berusaha untuk berdiri
Tian Yun menyadarinya. Dengan cepat dia mengendalikan Rantai Neraka untuk melilit Singa Pelangi sebelum cabikan cakarnya mengenai Hu Yao
Pergerakan Singa Pelangi berhasil dihentikan oleh Tian Yun. Diiringi dengan teriakan, Tian Yun menarik rantainya dan melempar Singa Pelangi agar menjauh dari Hu Yao
Dengan cepat Hu Yao melesat lalu mencabik-cabik Singa Pelangi secara brutal sehingga Singa Pelangi mendapatkan luka gores di sekujur tubuhnya
Ketika Hu Yao sudah selesai, Tian Yun langsung melempar Soul Daggernya kearah Singa Pelangi yang masih melayang di udara
Dengan kepalan tangannya yang sudah diselimuti oleh kobaran api hitam, dia memukul perut Singa Pelangi
Tubuh Singa Pelangi jatuh ke tanah bagaikan sebuah meteorit yang jatuh dari langit menghantam tanah hingga membuat tanah berlubang dengan banyak sekali retakan kecil di tepiannya
Tian Yun kembali berdiri di samping Hu Yao untuk mengatur ulang nafas mereka
Asap tipis yang menghalangi pandangan mereka dari Singa Pelangi perlahan memudar
Terlihat jelas sosok Singa Pelangi yang sudah berdiri seperti semula. Akan tetapi, kali ini raut wajahnya terlihat lebih kesal daripada sebelumnya
Pasalnya, bulu putih cantiknya telah banyak yang rusak akibat perbuatan dari kedua manusia itu
Tanduk yang ada tepat di tengah kening binatang itu menyala. Tiba-tiba saja awan gelap muncul menutupi cahaya matahari senja
Hujan deras disertai badai membuat Tian Yun dan Hu Yao sedikit dirugikan di pertarungan kali ini
Singa Pelangi mengaum keras. Beberapa petir yang memiliki warna yang berbeda-beda langsung menyambar mereka Tian Yun dan Hu Yao
Mereka berdua saling melompat menjauh, menghindari sambaran petir yang sangat kuat itu
Bahkan tanah langsung rusak setelah terkena oleh sambaran petir itu
"Benar sekali!. Hanya saja, tidak keseluruhan dari mereka bisa benar-benar mengendalikan alam!." She Zu menjelaskan
Sebuah petir terlihat tepat diatas kepala Tian Yun saat dia baru saja menginjakkan kakinya di tanah
Sebelum petir itu menyambarnya, dia melempar Daggernya dan langsung berteleportasi. Beruntung dia sudah memasangkan atribut kecepatan tingkat tinggi sebelumnya. Jika tidak, dia pasti sudah mati kali ini
"Guru, apa kau memiliki saran?." Tanya Tian Yun dengan nafas terengah-engah
"Kau lihat Singa Pelangi sama sekali tidak bergerak sedikitpun!." Ucap She Zu
Tian Yun lalu melirik kearah Singa Pelangi yang masih berdiri ditempat semula
"Dalam kondisi ini, jika dia sembarangan bergerak dia bisa saja juga terkena oleh petir ini!. Jika diamati dengan seksama, sambaran petir di wilayahnya sangat kecil dan jarang!."
Tian Yun sedikit menganggukan kepalanya, "Aku mengerti!." Sebelum petir hendak menyambarnya, dia melempar kelima Soul Dagger kearah Singa Pelangi
Singa Pelangi tak menghiraukannya sama sekali. Lima buah petir menyambar secara bersamaan Soul Dagger yang dilempar Tian Yun
Tian Yun sedikit terkejut. Dia lalu menembakkan lima buah bola api kearah Singa Pelangi. Hasilnya tetap sama saja
"Binatang itu benar-benar sulit didekati?!. Guru, berapa lama lagi petir ini akan berhenti menyambar?." Tian Yun sudah benar-benar tidak tahan lagi karena staminanya sudah mulai terkuras habis
"Saat stamina Singa Pelangi terkuras habis, maka petir ini tidak akan lagi menyambar!."
Tian Yun menggertakan giginya, "Benar-benar menjengkelkan!." Dia sudah tidak bisa menahannya
Sebuah aura berwarna hitam muncul disekitar Tian Yun. Wujud naga panjang Tian Yun dengan cepat terbentuk
Tak menunggu lama, Tian Yun langsung melesat bersama naganya dengan teriakan kerasnya
Petir yang hendak menyambar Tian Yun semakin kuat. Akan tetapi, tubuh naganya yang sangat lincah dan fleksibel itu dapat menghindarinya dengan mudah
Singa Pelangi mengaum keras begitu juga dengan Tian Yun yang tidak berhenti berteriak keras
Sebuah ledakan kuat lagi-lagi terjadi. Singa Pelangi dan Tian Yun sama-sama terpental ke dua arah yang berbeda
Hu Yao yang menyadarinya langsung menangkap tubuh Tian Yun agar tidak menghantam pepohonan
Hu Yao menggertakan giginya, "Jika terus seperti ini, kita pasti akan mati ditangan binatang itu?!."
Stamina mereka berdua sudah hampir terkuras sepenuhnya. Bahkan untuk berdiri saja Tian Yun tidak bisa
Hu Yao lalu berdiri dan berjalan kedepan Tian Yun yang masih terlutut. Tatapannya tajam menatap Singa Pelangi yang masih berusaha untuk berdiri
Tepat saat Singa Pelangi berdiri seperti semula, binatang itu langsung mengaum keras kembali. Dia lalu membuka mulutnya lebar-lebar, mengumpulkan energi spiritual hingga membentuk sebuah kumpulan energi cahaya
Bersamaan dengan itu, Hu Yao membuat segel dengan tangannya. Lingkaran sihir berwarna ungu menyala tepat di depannya
Hu Yao terus membuat segel dengan kedua tangannya. Satu demi satu lingkaran sihir yang lain juga menyala di depannya
Tian Yun membulatkan matanya, "Tidak Yao Yao, hentikan!. Jika kau menggunakan teknik segel, kau akan kehilangan nyawamu!."
Dia sangat ingin menghentikan Hu Yao akan tetapi dia sama sekali tidak memiliki tenaga
Energi spiritual yang dikumpulkan oleh Singa Pelangi sudah terkumpul sepenuhnya. Diiringi teriakan kerasnya, Singa Pelangi menembakkan sebuah kilatan cahaya kearah Tian Yun dan Hu Yao
Seorang laki-laki berbadan kekar tiba-tiba saja datang dan langsung menghentikan Hu Yao yang hampir sepenuhnya selesai
Laki-laki itu lalu menempelkan telapak tangannya di tanah. Lingkaran sihir berwarna merah menyala dibawah mereka bertiga
Ledakan yang sangat kuat terjadi akibat serangan Singa Pelangi yang menghancurkan daerah itu
Bersambung ...