S

S
Peringkat 1 VS Peringkat 3



Sesuai yang mereka janjikan, di bukit gunung yang ada didekat sekte luar, Tian Yun dan Xing Se pergi ke sana untuk membicarakan sesuatu setelah mereka selesai dengan makan malamnya


"Kau sering berlatih disini bukan?." Tanya Xing Se


Tempat yang biasanya digunakan Tian Yun untuk berlatih. Sesekali, Xing Se melihat Tian Yun yang tengah berlatih saat dia hendak menjalankan misi


Tian Yun sedikit menganggukkan kepalanya sambil tersenyum aneh, "Suasana disini hampir sama seperti di goa!. Aku sangat nyaman ditempat ini!. Lihatlah, bintang-bintang terlihat sangat jelas dari sini!."


Xing Se tertawa kecil, "Sepertinya, kau sangat menyukai bintang-bintang itu?!."


Tian Yun tersenyum pahit, "Saat aku melihat bintang itu, rasanya aku sama sekali tidak memiliki beban hidup!. Bahkan saat aku sedang sedih ataupun kelelahan, aku selalu mencari tempat untuk melihat bintang dengan jelas!."


Xing Se bisa mengerti apa yang dikatakan oleh Tian Yun. Dia juga menyadari jika Tian Yun memiliki suatu hal yang mungkin tak bisa diberitahukan kepadanya


"Lalu, apa yang ingin kau tanyakan?." Tanya Tian Yun sambil duduk diatas sebuah batu yang ukurannya lebih besar dari tubuhnya


Xing Se pun teringat tentang tujuannya mengajak Tian Yun ketempat ini. Dia lalu duduk disebelah Tian Yun, "Apa yang ingin aku tanyakan sudah kau jawab saat makan malam!. Dan sekarang, aku hanya ingin mendengarkan ceritamu!."


Tian Yun sedikit mengkerutkan keningnya sambil menatap Xing Se, "Maksudnya?."


Xing Se menghela nafas lalu menghembuskannya, "Aku tahu selama ini kau mengalami banyak masalah?!. Dan kau, tidak perlu kau simpan sendiri masalahmu!. Bukankah memendam semuanya dilubuk hatimu sangat menyakitkan?."


Memang benar apa yang dikatakan oleh Xing Se. Kedua mata Tian Yun sudah mulai berkaca-kaca setelah mendengar perkataan dari Xing Se


Tangan Xing Se yang lembut itu pun mulai merangkul Tian Yun dan memeluknya, "Aku bisa melihatnya!. Dari dalam hatimu, sebenarnya kau sangat lelah dengan semua ini!. Sekarang cepat keluarkan semuanya!. Biarkan kakakmu membantumu mengurangi beban hidupmu!."


Air mata Tian Yun benar-benar tak bisa dibendung. Teriakan kesedihan juga kisah-kisah pahitnya mulai keluar dari dalam mulutnya


Benar-benar Xing Se tidak bisa membayangkan semuanya. Semua yang dikatakan oleh Tian Yun langsung melekat dihatinya


Seperti, sebuah perasaan yang saling terhubung satu sama lain


Tian Yun tidak menceritakan soal She Zu yang sebenarnya. Dia hanya mengatakan jika dia bertemu dengan seorang wanita hebat dan menjadi muridnya


Tak terasa Tian Yun meluapkan kesedihannya hingga larut malam


"Sudah larut, apakah kau akan kembali sekarang?." Tanya Xing Se


Tak ada jawaban dari Tian Yun. Yang terdengar hanyalah suara dengkurannya yang membuat Xing Se tertawa kecil, "Dasar kau ini!."


Dia lalu mengusap-usap rambut Tian Yun dan mengeratkan pelukannya


Keesokan harinya ...


Arena pertandingan telah diperbaiki seperti semula. Seperti biasa, Tian Yun dan tiga orang temannya selalu duduk bersebelahan


Xing Se juga masih sama, duduk diantara para tetua. Tentu saja tempat duduknya berada sedikit dibelakang Kepala Sekte


Akan tetapi, Tian Yun melihat satu tempat duduk yang masih kosong. Tempat duduk yang biasa ditempati oleh Tetua Xin Nanshi


Tian Yun sedikit tersenyum, "Sepertinya, mereka berdua masih trauma dengan kejadian ini?!." Batinnya


Fu Sinran menatap Tian Yun. Dia menyadari sesuatu yang berbeda darinya, "Tian Yun, kenapa matamu bengap seperti itu?. Apakah kau tidak tidur semalaman?."


Sontak pandangan kedua temannya yang lain mengarah kearahnya. Xiao Du sedikit mengkerutkan keningnya, "Benar juga, kenapa aku baru menyadarinya sekarang?."


"Jangan bilang jika kau tidak beristirahat semalaman?!." Ucap Li Hua tegas


"E, itu, sebenarnya aku sudah lama sekali tidak bertemu kakakku!. Semalam kami hanya mengenang masa-masa kami!. Ya, seperti itu!." Jawab Tian Yun sedikit berbohong


Tidak mungkin jika Tian Yun terang-terangan mengatakan jika semalam dia menangis sambil menceritakan kisah-kisah sedihnya kepada Xing Se


Beruntung ketiga orang temannya mempercayai apa yang dikatakannya tanpa memperpanjangnya lagi


Sontak tatapan semua orang mengarah ke arena pertandingan karena dua orang yang akan bertanding kali ini adalah Ba Yuan dan Chen Fei


Semua orang mengharapkan pertandingan yang memuaskan antara kedua kandidat tiga besar itu


"Pertandingan Dimulai!!." Juri berteriak keras


Ba Yuan menatap Chen Fei dengan tatapan tajamnya, "Chen Fei, waktu itu aku lengah dan kau bisa memenangkan pertandingan!. Kali ini, aku akan mengalahkanmu!."


Chen Fei tersenyum mengejek, "Kalau begitu, perlihatkan apa yang kau miliki untuk mengalahkanku!."


Ba Yuan menggertakan giginya. Lingkaran sihir berwarna coklat menyala dibawahnya. Sekumpulan bongkahan batu keras keluar dari dalamnya dan langsung menyatu, membentuk sebuah pedang


Ba Yuan menatap Chen Fei dengan tatapan membunuhnya sebelum dia melesat sambil menghunuskan pedangnya


Diiringi dengan teriakan, Ba Yuan menebaskan pedangnya kepada Chen Fei


Chen Fei hanya tersenyum mengejek dan sama sekali tidak melakukan gerakan sebelum pedang itu berjarak lima centimeter dari pelipisnya


Lingkaran sihir berwarna biru menyala diatas Ba Yuan. Hal itu membuat konsentrasi Ba Yuan terganggu


Sebelum bilah pedang batu mengenai pelipisnya, Chen Fei melesat kearah Ba Yuan yang membuat Ba Yuan sangat terkejut


Chen Fei mengangkat tangannya keatas. Sebuah sambaran petir keluar dari lingkaran sihir dan langsung terserap di tangan kanan Chen Fei


Dengan tatapan dinginnya, Chen Fei memukul perut Ba Yuan dengan telapak tangannya yang dirapatkan


Tubuh Ba Yuan terpental sejauh tiga meter. Tenaganya terasa terkuras dengan cepat setelah terkena oleh pukulan itu. Bahkan aliran-aliran petir kecil masih sedikit menyelimuti tubuhnya


Tian Yun yang sedang menonton pertandingan itu menyadari sesuatu


"Petir milik laki-laki itu terlihat aneh!. Guru, apakah kau tahu sesuatu?." Batin Tian Yun


"Jika dilihat dari pergerakan laki-laki yang bisa mengendalikan batu itu, sepertinya, petirnya memiliki efek menguras stamina lawan?!." Jawab She Zu


Tian Yun sedikit mengkerutkan keningnya. Jika itu petir dengan efek yang melumpuhkan, Tian Yun sangat familiar dengan itu


Tapi kali ini, petirnya memiliki efek menguras stamina. Sungguh kali kali ini Tian Yun harus benar-benar berfikir keras untuk mengalahkan Chen Fei


"Chen Fei, kau benar-benar memaksaku untuk melakukannya!." Ucap Ba Yuan kesal


Lingkaran sihir berwarna coklat menyala dibawahnya. Sebuah aura menyelimutinya dan wujud seekor Gorila setengah badan terlihat


Semua murid terkagum-kagum dengan hal itu. Pasalnya, jika Ba Yuan sudah menggunakan Spiritnya, kekuatan dan pertahanannya akan meningkat secara drastis


Akan tetapi, itu sama sekali tidak berpengaruh terhadap Chen Fei. Dia tersenyum dingin


"Sebaiknya kau lihat baik-baik, Spirit siapa yang lebih kuat diantara kita?!." Ucapnya dingin


Lingkaran sihir berwarna biru menyala dibawahnya dan aura petir mulai menyelimuti tubuhnya


Wujud sempurna dari seekor Elang Petir mulai terlihat oleh semua orang


Semua orang yang melihatnya sangat terkejut karena dalam satu tahun saja, Chen Fei sudah bisa memanggil wujud sempurna dari Spiritnya


Tian Yun sedikit mengkerutkan keningnya, "Guru ...!."


She Zu sudah tahu apa yang akan ditanyakan oleh Tian Yun, "Apa kau ingat dengan Shi Jinzi?. Gampangnya, dia sama seperti itu!. Walaupun wujudnya sempurna, itu hanya terlihat seperti sebuah aura saja!. Lihatlah baik-baik!."


Tian Yun sedikit merenungkan apa yang dikatakan oleh She Zu. Jika dilihat baik-baik, memang Elang Petirnya masih terlihat seperti sebuah aura saja


Ba Yuan berteriak keras. Dia lalu mengendalikan Gorila Batunya untuk memukul Chen Fei secara brutal


Pergerakan Chen Fei sangat cepat. Bahkan lebih cepat daripada sebelumnya. Hal itu membuatnya sangat mudah dalam menghindari setiap serangan dari Ba Yuan


Hingga pada akhirnya, Chen Fei berhasil mendekati Ba Yuan dan langsung memukulnya dengan keras


Reaksi Ba Yuan cukup cepat. Dia langsung menyilangkan tangannya saat itu juga sehingga, dia hanya tergeser sedikit saja


Akan tetapi, pukulan brutalnya terpaksa terhenti. Hal itu membuat seluruh pertandingan berada ditangan Chen Fei


Chen Fei menatap Ba Yuan dengan tajam. Elang Petir mengepakkan sayapnya. Ribuan bulu yang tajam melesat kearah Ba Yuan


Dengan cepat, Ba Yuan melayangkan pukulannya untuk menangkis bulu yang sangat banyak itu


Setiap kali tangannya menyentuh bulu itu, bulu itu ternyata langsung meledak. Bahkan dia juga merasakan sengatan-sengatan kecil


Semuanya sesuai perkiraan Chen Fei. Dia tersenyum dingin. Lingkaran sihir berwarna biru menyala diatas Ba Yuan


Sebuah sambaran petir yang dahsyat menyambar Ba Yuan. Ba Yuan sangat terkejut dengan hal itu


Dia langsung mengangkat salah satu tangannya untuk menahan sambaran petir itu


Walaupun dapat ditahannya, akan tetapi pertahanannya tetap saja sangat terbuka


Chen Fei langsung melesat kearah Ba Yuan. Dengan tatapan membunuhnya, dia memukul-mukul Ba Yuan secara brutal dari segala arah


Puluhan pukulan dilayangkan oleh Chen Fei dan seluruhnya diterima oleh Ba Yuan


Semua orang tercengang melihat kecepatan serang Chen Fei. Bahkan Ba Yuan saja yang memiliki pertahanan terkuat diantara mereka, tidak sanggup menahannya


Tubuh Ba Yuan terbaring di lantai arena. Juri bahkan tak berhenti tercengang


"Pe, pemenangnya adalah Chen Fei!." Hingga pada akhirnya dia teringat jika dirinya adalah seorang juri


Semua murid lalu bersorak sorai, menyoraki Chen Fei


Juri lalu mengumumkan partisipan yang akan bertanding selanjutnya setelah kedua orang itu meninggalkan arena


Tian Yun menghela nafas lalu menghembuskannya, "Kenapa aku selalu mendapatkan jatah pertandingan terakhir!. Terlebih ... ".


Tian Yun sedikit melirik sesosok wanita yang duduk sedikit jauh dari tempat dia duduk, Yu Xian


"Sepertinya, pertandinganku nanti akan sedikit menguras tenaga?!." Gumam Tian Yun


Dia lalu berdiri hendak meninggalkan tempat itu. Li Hua yang menyadarinya langsung bertanya kepadanya, "Mau kemana kau?."


Sambil terus berjalan, Tian Yun menjawab, "Aku hanya ingin kebelakang untuk buang air kecil!."


Mereka bertiga lalu menonton kembali pertandingan yang akan segera dimulai itu


Kondisi sekte kali ini cukup sepi karena semua orang tengah menonton pertandingan


Suasana yang cukup nyaman bagi Tian Yun. Tiba-tiba saja ada seseorang yang memanggilnya dari belakang


"Tian Yun, bisa kita bicara sebentar?." Suara seorang wanita yang familiar baginya. Tian Yun langsung membalikkan badannya


Bersambung ...