
Sontak kedua mata Xiao Du berbinar, "Ini sungguh keren!. Aku baru pertama kali bertemu dengan seseorang yang sangat muda dan berbakat!."
Tian Yun tersenyum aneh sambil mengelus-elus rambut belakangnya, "Bi, bisakah kalian memberitahuku tentang peraturannya?."
Li Hua menganggukkan kepalanya, "Partisipan boleh menggunakan jurus ataupun sihir apapun!. Tapi jika kau menggunakan senjata pusaka atau semacamnya, kau akan langsung didiskualifikasi"
"Itu benar!. Puluhan tahun yang lalu, yaitu saat pendiri sekte berhasil membangun sekte ini, hal seperti itu diizinkan!. Akan tetapi, hal itu terlalu memakan banyak nyawa karena tidak sedikit orang menyimpan dendam satu sama lain!. Tapi jika kau menginginkan pertarungan seperti itu, kau bisa pergi ke arena hidup dan mati!." Sahut Fu Sinran
Xiao Du menganggukkan kepalanya, "Tapi aku sarankan agar kau tidak ke tempat itu karena tempat itu sangat berbahaya!."
Tian Yun menganggukkan kepalanya beberapa kali, "Ternyata ada hal seperti itu juga di sekte ini?!."
Karena sudah paham dengan peraturan dan makanan sudah habis, Tian Yun langsung berdiri dan meninggalkan tempat itu setelah dia berpamitan dengan semuanya
Ada empat kamar di rumah itu, satu ruang tamu, dan dapur. Walaupun sedikit besar akan tetapi terlihat sempit dari dalam
Tetua Sekte memprioritaskan pelatihan siswa. Bahkan mereka membuat tempat latihan pribadi didalam kamar siswa
Tian Yun duduk bersila diatas ranjang, berkultivasi sambil menyerap Cairan Spirit yang didapatnya
Hari demi hari berlalu dan setiap harinya Tian Yun selalu menghabiskannya untuk berlatih keras
Tiga hari sebelum turnamen dimulai, Tetua Pengurus mengadakan acara pendaftaran. Dimana semua murid yang memenuhi syarat untuk mengikuti turnamen, bisa mendaftarkan diri mereka
Tian Yun dan Li Hua sudah berjanji untuk mendaftarkan diri mereka bersamaa
Tidak sedikit murid yang akan berpartisipasi dalam turnamen tersebut. Tian Yun tersenyum puas setelah melihat papan peringkat yang ada disana
"No. 7. Xin Nanxian." Salah satu murid yang membuat Tian Yun penasaran karena waktu itu Xing Se menyebutkan namanya dan berkata jika dia adalah cucu dari Xin Nanshi
Tian Yun merasa lebih bersemangat lagi. Li Hua yang menyadari jika tingkah Tian Yun sedikit bertambah aneh segera menanyainya, "Apa kau mengenal orang itu?." Dia menyadari jika tingkah Tian Yun berubah setelah membaca nama, "Xin Nanxian."
Tian Yun sedikit tertawa sambil menggelengkan kepalanya, "Tidak juga!. Aku hanya pernah mendengar namanya saja!."
Jika Tian Yun berbicara yang sesungguhnya, takutnya Li Hua akan sangat terkejut
"Yo, bukankah ini Nona Li Hua?. Akhir-akhir ini aku tidak sering melihatmu, apakah kau sedang sibuk?." Seorang laki-laki tiba-tiba mendatangi mereka berdua
Chen Fei, Seorang laki-laki berambut hitam panjang yang dikucir ekor kuda. Seragam yang dikenakannya walaupun sama akan tetapi terlihat lebih mewah
Raut wajahnya berubah menjadi jijik setelah melihat Tian Yun yang berdiri di samping Li Hua, "Apakah seperti itu seleramu?. Aku benar-benar tidak menyangka?!."
Li Hua tak memperdulikan ucapannya, "Sebaiknya kita segera mendaftar!." Dia langsung menarik tangan Tian Yun dan mendaftarkan diri mereka
"Tunggu, Li Hua!." Chen Fei menggertakan giginya lalu tersenyum dingin, "Tunggu saat di arena nanti!. Aku pasti akan membalaskan dendam ini!."
Langkah Li Hua sedikit lebih cepat karena dia tidak ingin melihat wajah laki-laki itu lagi. Sudah berkali-kali Li Hua menolak laki-laki itu akan tetapi dia masih saja bersikeras. Hal itu membuat Li Hua semakin jijik dengan Chen Fei
Tian Yun dan Li Hua menyerahkan plat perak mereka masing-masing kepada Tetua Pengurus
"Aku pikir, pak tua Xin ada disini?!." Batin Tian Yun
Padahal Tian Yun sudah berniat untuk memprovokasi Tetua Xin. Akan tetapi, setelah melihat sekeliling dia sama sekali tidak melihat keberadaannya
Perasaan sedikit kecewa dirasakan oleh Tian Yun. Akan tetapi, dia sama sekali tidak mempedulikan hal kecil seperti itu
Mereka berdua berjalan meninggalkan tempat itu
"Setelah ini, apa rencanamu?." Tanya Li Hua
Tian Yun sedikit mengkerutkan keningnya, "Sebenarnya, aku juga tidak mempunyai rencana sama sekali!."
"Li Hua!." Suara yang paling dibencinya lagi-lagi terdengar di telinga Li Hua
Tanpa melirik kearah suara itu, Li Hua langsung mempercepat langkahnya
Chen Fei menggertakan giginya, "Li Hua!. Tunggu sebentar, aku ingin berbicara kepadamu!."
Tangan Li Hua tiba-tiba ditarik oleh Chen Fei. Li Hua benar-benar sudah muak dengan laki-laki itu
Ketika hendak memukulnya, Tian Yun langsung menghentikannya dan menyembunyikannya di belakang tubuhnya
"Sepertinya ada sesuatu yang ingin dikatakan oleh senior?!." Tanya Tian Yun
Chen Fei menggertakan giginya, "Tidak jadi!." Dia menahan amarahnya dan langsung pergi meninggalkan Tian Yun dan Li Hua
Tian Yun menghembuskan nafas lega dan kembali melanjutkan perjalanan mereka
"Te, terimakasih karena sudah membantuku!." Ucap Li Hua sedikit malu-malu
Tian Yun tersenyum puas, "Bukankah kau yang mengatakan jika sebagai teman kita tidak perlu sungkan?!."
Li Hua tersenyum pahit sambil sedikit menganggukan kepalanya
"Ah, itu, kau tidak ada rencana bukan?!. Ba, bagaimana jika kita makan sesuatu di kantin?!." Tanya Li Hua sambil sedikit malu-malu
Dia lalu memalingkan wajahnya dari Tian Yun, "Jangan salah!. Ini hanya ucapan terimakasih karena sudah menolongku!."
Tian Yun tersenyum pahit, "Baiklah, kali ini kau yang traktir!."
Mereka berdua lalu berjalan menuju kantin dan menghabiskan waktu yang tersisa untuk bersantai
Hari mulai berganti, dan sekarang adalah waktu dimana turnamen antar murid luar dilangsungkan
Sebuah arena yang digunakan oleh Tian Yun untuk bertarung dengan dua senior saat baru pertama kali datang ke sekte ini
Akan tetapi, kali ini arena pertarungan itu sedikit lebih bagus. Tempat duduk para penonton saja bahkan adalah sebuah bangunan yang melayang di udara
Untuk menaikinya, para penonton harus menaiki tangga yang merupakan sebuah batu yang tersusun rapi yang melayang di udara
Kepala Sekte sendiri juga menyaksikan turnamen ini. Tempat duduknya tentu saja sedikit terpisah dari para murid
Bersamaan dengan para tetua, Kepala Sekte duduk di kursi yang berada di paling tengah diantara lima kursi. Letaknya ada di dekat arena pertarungan
Diantara sekian banyak murid luar, hanya ada seratus orang yang bisa mendaftarkan diri mereka dan itu sudah termasuk banyak
Tian Yun dan Li Hua mendapatkan urutan sedikit terakhir. Oleh karena itu, mereka berdua menyaksikan pertandingan bersama dengan dua teman mereka yang lain, Xiao Du dan Fu Sinran
Seorang senior laki-laki berteriak jika turnamen sudah resmi dimulai dan langsung memukul lonceng raksasa yang ada disana
Semua murid luar maupun murid dalam yang menyaksikan pertandingan itu langsung bersorak sorai
Senior itu langsung membanggil dua nama, "Xin Nanxian dan Yu Bai, dipersilahkan untuk naik ke arena!."
Sosok laki-laki berambut panjang yang dikucir ekor kuda, pakaian yang terlihat sedikit bagus, juga wajah yang tampan. Xin Nanxian, langsung melompat dan berdiri diatas arena
Tian Yun sedikit tersenyum dingin, "Jadi dia yang namanya Xin Nanxian?!. Kurasa, itu bukan masalah buatku?!."
"Kau benar, hanya saja, laki-laki yang kalian temui waktu itu sedikit membuat pikiran!. Sepertinya hanya ada dua orang yang akan membuatmu kesulitan?!." Ucap She Zu
Dua orang yang dimaksud She Zu adalah peringkat pertama dan kedua karena mereka sudah membuka bintang ke enam
Peringkat pertama tentu saja Tian Yun sudah mengetahuinya. Dia adalah, Chen Fei sendiri. Sedangkan peringkat kedua adalah seorang wanita yang sama sekali belum pernah dilihat oleh mereka
Sementara itu, seorang pria yang memiliki badan sedikit kekar, rambut hitam acak-acakan, wajah yang terlihat sedikit garang, dan seragam yang sama dengan murid yang lain. Yu Bai, juga berdiri di arena
Sifatnya yang terlihat sedikit dingin membuat para gadis terpesona. Tidak sedikit dari mereka yang sangat mengagumi sosok Yu Bai
"Kedua pihak siap?." Tanya senior yang bertugas sebagai wasit
Senior itu langsung mengatakan pertandingan dimulai setelah kedua pihak menganggukkan kepalanya
"Junior Yu Bai, sebaiknya kau tidak perlu membuang-buang tenaga dan langsung menyerah kalah saja!." Ucap Xin Nanxian angkuh
Dia sama sekali tidak mengetahui jika setelah kalah darinya saat itu, Yu Bai terus berlatih keras tak kenal lelah
Tanpa mempedulikan ucapan Xin Nanxian, Yu Bai langsung melesat dan menyerangnya
Bersambung ...