
Di lantai atas, Tian Yun tengah berdiskusi dengan wanita pelayan bar yang tidak lain bernama Ji Yun
Ji Yun merupakan orang kepercayaan Xiao Hei. Saat Xiao Hei masih hidup, dia memberikan sebuah kertas yang bertuliskan namanya kepada Ji Yun. Saat dia mati, maka kertas itu akan terbakar dengan sendirinya
Tian Yun menjawab semua pertanyaan yang keluar dari mulut Ji Yun satu persatu tanpa adanya kebohongan
Ji Yun menggigit bibirnya, menahan air matanya yang hampir menetes, "Xiao Hei, seharusnya kau tidak memaksakan diri!!." Gumamnya
Dia mengambil tisu lalu mengelap air matanya, "Tian Yun, apa kau serius akan melanjutkan perjuangan Xiao Hei?!."
Dengan raut wajah serius, Tian Yun menganggukkan kepalanya, "Aku sudah berjanji akan melakukannya sebisa mungkin!!."
Ji Yun tersenyum pahit, "Bagus!!, Mulai sekarang kau adalah Xiao Hei!!, Ingat, jangan sampai ada seorangpun yang mengetahui identitasmu!!, Semasa hidupnya, yang mengetahui identitas asli Xiao Hei hanyalah aku!!."
Ji Yun mulai menjelaskan kepada Tian Yun karakteristik dan sifat-sifat dari Xiao Hei agar Tian Yun tidak kebingungan saat bertemu dengan orang-orang yang ada di bar
"Kakak Yun, apa kau tahu sesuatu dengan benda ini?."
Tian Yun memperlihatkan Kotak Pandora kepada Ji Yun dengan harapan, Ji Yun mengetahui informasi dari Kotak Pandora walaupun sebesar biji sawi
Ji Yun memandangi Kotak Pandora dengan serius. Dia lalu mengkerutkan keningnya
"Jika tidak salah, ini adalah Kotak Pandora. Aku pernah mendengar percakapan Xiao Hei dengan seseorang di masa lalu jika dia harus mempelajarinya setelah membuka bintang ke lima!!."
Tian Yun menghela nafas lalu menghembuskannya, "Sepertinya benda ini belum terlalu berguna?!."
"Kakak Yun, apakah ada tugas yang bisa aku lakukan?."
Tian Yun berinisiatif untuk bertanya karena dia ingin segera meningkatkan kekuatan. Dengan identitas barunya, tentu saja dia tidak perlu khawatir tentang Kerajaan Tiexie dan semua orang yang mengenalnya
"Lihatlah di papan misi!!, Kau bisa menyelesaikan tugas sesuai dengan tingkat yang kau inginkan!!, Tentu saja semakin tinggi tingkat misi maka bayaran dan kesulitannya juga akan bertambah!!." Ji Yun menjelaskan. Dia lalu mengajak Tian Yun untuk melihatnya di lantai pertama
Di dekat meja pelayan, sebuah papan persegi panjang dengan ukuran dua kali satu meter persegi terpasang
Tian Yun melihat-lihat semua kertas misi yang tertempel disana. Tentu saja mencari misi yang cocok dengannya saat ini
Pandangan Tian Yun terhenti di sebuah kertas yang berada di bagian sudut kiri bawah
Misi tingkat B, membunuh bandit yang ada pada gambar. Ada tiga gambar wajah seseorang yang tertempel di kertas itu. Beberapa penjelasan mengenai kemampuan, tingkat kultivasi, juga lokasi persembunyiannya dicantumkan di sana
Ji Yun berjalan menghampiri Tian Yun, "Bagaimana, apakah kau sudah menemukan misi yang cocok?."
"Aku ambil ini!!." Ucap Tian Yun sambil memberikan kertas yang dipegangnya kepada Ji Yun
"Misi ini, sudah banyak orang yang mencobanya akan tetapi mereka semua gagal!!, Misi ini juga bisa dibilang misi tingkat A dan pendapatan akan digandakan jika berhasil membawa salah satu dari mereka kembali hidup-hidup!!." Ji Yun menjelaskan
Tian Yun menganggukkan kepalanya, "Kapan aku bisa berangkat?!."
Ji Yun tersenyum pahit, "Kapanpun kau mau!!."
Sesuai apa yang telah dikatakan oleh Ji Yun, Tian Yun bergegas untuk pergi setelah mendapatkan misi yang cocok dengannya
"Xiao Hei, kenapa buru-buru sekali?." Tanya laki-laki yang menepuk pundaknya tadi
Kali ini Tian Yun tidak menghiraukannya karena Ji Yun sudah memberitahunya salah satu sifat Xiao Hei adalah dingin
Di dalam lebatnya Hutan Bintang Ungu ...
Sesuai petunjuk yang tercantum dalam secarik kertas yang dipegang oleh Tian Yun, dia sudah menemukan lokasi pasti markas dari kelompok bandit itu
"Tempat ini terlalu terbuka!!, Mereka benar-benar tidak takut dengan penyergapan!!." Ucap Tian Yun
"Jika yang dikatakan oleh Ji Yun benar, maka mereka pasti memiliki rahasia!!, Yun'er, sebaiknya kau hati-hati!!." Ucap She Zu di dalam tubuh Tian Yun
Tian Yun menganggukkan kepalanya. Dia mulai berjalan mengendap-endap, mendekati markas para bandit itu
"Bekerjalah dengan baik!!, Jangan jadi pemalas!!." Seorang laki-laki berbadan kekar mencambuk-cambuk setiap budak yang tidak bekerja dengan baik
Tian Yun yang melihatnya merasa sangat kesal, "Mereka benar-benar tidak memiliki hati!!."
"Tidak usah terpancing emosi!!, Sebaiknya kau pikirkan cara untuk masuk ke markas mereka!!." She Zu menenangkan Tian Yun
Emosi hanya akan membuat pikirannya kacau. Jika Tian Yun berhasil terprovokasi oleh mereka, keberhasilan untuk menyelesaikan misi mungkin tidak lebih dari tiga puluh persen
Dua orang bandit sedang berpatroli sehingga membuat Tian Yun harus menyembunyikan dirinya dibalik batang pohon
"Benar-benar sangat membosankan!!, Aku masih belum puas tidur!!." Ucap bandit yang berdiri di kanan
"Kau benar!!, Jika saja bos He Da tidak kembali, mungkin kita masih bisa tidur nyenyak saat ini?!." Sahut laki-laki yang berjalan di sampingnya
Tian Yun mengkerutkan keningnya, "He Da?, Bukankah dia salah satu dari tiga orang yang ada di gambar ini?."
"Sepertinya, bos mereka akan sedikit menyulitkanmu?!, Sebaiknya kau waspadai orang itu terlebih dahulu!!." Ucap She Zu
Kedua bandit itu terus berjalan dan sekarang berada di dalam jangkauan Tian Yun. Keberadaan mereka juga tidak akan membuat markas curiga
Dengan cepat Tian Yun mengeluarkan dua Soul Dagger dan langsung melemparkannya tepat di tenggorokan kedua bandit itu
Kedua bandit itu mati tanpa meninggalkan sepatah katapun. Tian Yun segera mengganti pakaiannya dengan pakaian mereka dan bergegas untuk menyusup ke markas
Walaupun sudah berusaha untuk menghindari keramaian, akan tetapi laki-laki berbadan kekar yang sedang mengatur para budak melihatnya
"Hei kau!!, Apa yang kau dapatkan?!." Laki-laki itu berbicara kepada Tian Yun
Tian Yun segera membalikkan badannya dan sedikit menyembunyikan wajahnya dari laki-laki itu
Sambil memberikan salam hormat dia berkata, "Kondisi sekitar masih aman!!, Aku tidak menemukan adanya binatang buas ataupun seseorang!!."
Laki-laki itu melambaikan tangannya, mengusir Tian Yun karena dia masih sibuk
"Sepertinya, orang-orang bodoh ini semakin mengerti apa itu sopan santun?!." Batinnya dengan perasaan sedikit senang
Tian Yun buru-buru meninggalkannya, menuju tempat yang aman untuk membuat rencana
"Jika dilihat-lihat, laki-laki itu adalah salah satu yang ada di gambar!!." Ucap She Zu
"Sepertinya begitu?!, Wajah dan pakaian yang dikenakannya terlihat mirip!!." Ucap Tian Yun sambil melihat lagi foto ketiga bandit itu
Wang Hu, adalah ketua ketiga dari kelompok bandit itu dan merupakan yang terlemah dari dua ketua yang lainnya
"Yun'er, kau harus segera menemukan tempat ketua bandit beristirahat!!." Ucap She Zu tegas
Tian Yun menganggukkan kepalanya. Dengan berhati-hati dia melanjutkan penelusuran markas bandit ini
"Penyusup!!, Ada penyusup!!."
Ketika tengah berjalan, tiba-tiba saja sebuah keributan terjadi. Semua orang terlihat panik, berlari mondar-mandir untuk berkumpul
Tian Yun tetap bersembunyi dibalik sebuah gubuk. Dia menggertakan giginya, "Gawat!!, Tidak disangka bakal secepat ini kita ketahuan?!."
"Cepat cari tempat yang aman!!." Ucap She Zu
Tian Yun berlari menjauh dari keramaian dengan pandangan yang kesana-kemari, mencari tempat aman untuk bersembunyi
"Tempat itu terlihat aman?!."
"Ini terlihat seperti perpustakaan?!." Ucap Tian Yun
Dia terus menyusuri ruangan yang terlihat seperti perpustakaan itu hingga melihat sebercak darah
"Sepertinya, darah ini baru ditinggalkan seseorang?!." Ucap She Zu
Tanpa pikir panjang Tian Yun mengikuti bercak darah itu. Hingga pada akhirnya, dia melihat seseorang tergeletak dengan pisau yang tertancap di perutnya
Ketika hendak mengecek keadaan orang itu, tiba-tiba saja sebuah tombak melesat kearahnya
Dengan cepat Tian Yun memiringkan badannya. Dia lalu menatap tajam kearah tombak itu datang
Terlihat sosok wanita dengan tampang yang garang, rambut merah, dan pakaian layaknya seorang bandit, He Shia
Wanita itu tertawa jahat, "Tak disangka kau akan masuk ke kandang harimau?!."
Melihat wajahnya, Tian Yun merasa sedikit familiar, "Wanita ini ada didalam daftar!!." Gumamnya
Sontak Tian Yun menjadi lebih bersemangat karena sekantung penuh koin emas ada didepan matanya
Tombak yang tertancap di dinding tidak jauh dibelakang Tian Yun tiba-tiba saja kembali melayang dan melesat kearah Tian Yun
Tian Yun melompat tinggi sehingga tombak itu kembali ke tangan He Shia
Tepat saat Tian Yun menginjakkan kaki di lantai, dia langsung menembakkan tiga buah bola api kepada He Shia
Dengan tombaknya, He Shia menebas ketiga bola api hingga terjadi sebuah ledakan kecil
Lima jarum yang sudah diselimuti oleh energi petir keluar di sekitar He Shia. Dia langsung mengerahkannya untuk menyerang Tian Yun
Bersamaan dengan itu, Tian Yun mengerahkan kelima Soul Dagger untuk menahan kelima jarum milik He Shia
Kedua senjata pusaka itu terpental kembali ke pemiliknya. Tian Yun yang tidak ingin memberinya kesempatan langsung melempar empat Soul Dagger secara acak di sekitar He Shia
He Shia menahan satu belati yang mengarah ke wajahnya dengan salah satu jarumnya
Tepat saat itu juga, Tian Yun berteleportasi ke Dagger yang tertancap di rak buku samping kiri He Shia. Dia meraih Dagger yang terpental
Dengan kedua Soul Dagger yang sudah berada ditangannya, Tian Yun menebas He Shia sebanyak empat kali
Pengendalian tombak He Shia tidaklah buruk. Dengan tombaknya, dia menangkis seluruh tebasan belati Tian Yun
Tian Yun kembali berteleportasi ke Dagger yang tertancap di lantai dibalik badan He Shia
He Shia menggertakan giginya. Dengan kelima jarumnya, dia menangkis seluruh tebasan belati milik Tian Yun dan langsung memukulkan tombaknya kepada Tian Yun
Tian Yun menyilangkan Soul Dagger yang dipegangnya untuk menahan pukulan tombak He Shia
He Shia menarik tombaknya dan langsung memukul Tian Yun dengan lebih kuat
Dengan cepat Tian Yun mengerahkan Rantai Neraka untuk mengikat tombak sehingga tombak itu tidak bisa digerakkan oleh He Shia
He Shia sedikit terkejut. Dia lalu mengendalikan kelima jarumnya untuk menyerang Tian Yun
Tian Yun melempar kedua Soul Dagger yang dipegangnya sehingga semua benda itu terpental jauh. Dia lalu menarik tombak He Shia dan langsung melemparkannya
Dengan kepalan tangannya yang sudah diselimuti oleh Api Hitam, Tian Yun memukul wajah He Shia dengan sangat kuat hingga membuat He Shia terpental sejauh tiga meter
Kelima Soul Dagger dikerahkan oleh Tian Yun untuk menyerang He Shia yang sedang terbaring
He Shia menyadarinya. Dia segera bangkit lalu melompat-lompat kebelakang seiring belati itu hendak menusuknya
He Shia menempelkan kedua telapak tangannya yang dirapatkan tepat di depan dadanya
Sebuah lingkaran sihir berwarna biru menyala di depannya. Wujud naga berwarna biru dengan petir yang menyelimuti sekujur tubuhnya keluar dari dalamnya, melesat hendak menerkam Tian Yun
Tian Yun sedikit terkejut. Dengan kecepatan sang naga, dia sama sekali tidak bisa menghindarinya. Dia lalu mengendalikan Rantai Neraka untuk membuat tornado yang melingkarinya
Tiga detik lamanya Tian Yun menahan terkaman wujud naga itu menggunakan Rantai Neraka yang membuat energinya hampir terkuras habis
Sebuah ledakan yang cukup keras terjadi setelah wujud naga itu menghilang sepenuhnya
Tian Yun terpental sejauh tiga meter ke dalam
Dibalik asap tebal, He Shia sudah melompat dengan kedua tangannya yang sudah terlihat seperti cakar naga yang terbuat dari kumpulan energi petir. Dia lalu menghunuskan kepada Tian Yun
Dengan cepat Tian Yun memusatkan energi di kepalan tangan kanannya yang akan digunakannya untuk beradu pukulan dengan He Shia
Sebuah ledakan keras terjadi akibat bentrokan energi yang sangat kuat dari kedua orang itu
Tubuh mereka berdua terpental. Tian Yun menghantam dinding bangunan hingga memuntahkan seteguk darah. Dia berusaha untuk duduk, menatap wanita yang ada didepannya dengan serius
Walaupun terpental, He Shia masih berdiri dengan kepalanya yang ditundukkan. Tak ada tanda pergerakan sama sekali
Tiba-tiba saja tubuhnya terjatuh dengan kelima Soul Dagger yang menancap di pinggangnya hingga menembus ke perut
Saat mereka berdua terpental, Tian Yun mengerahkan Soul Daggernya yang masih tergeletak untuk menusuk He Shia dari belakang. Oleh karena itu He Shia masih tetap berdiri karena adanya dorongan dari kedua sisi yang saling berlawanan
Tubuh He Shia kini sudah tak bernyawa lagi. Tian Yun mengelap darah yang tertinggal di bibirnya
"Wanita ini sungguh merepotkan!!." Ucapnya kesal karena sekantung koin emas sudah melayang
Tian Yun memandang jasad laki-laki yang ada disampingnya. Dia sangat terkejut karena wajah laki-laki itu adalah salah satu yang ada didalam daftar
"Tidak mungkin?!, Koin emasku!!."
He Da sudah terbunuh oleh adiknya sendiri sebelum Tian Yun masuk ke bangunan ini
Pertarungan mereka yang sangat sengit memancing para bandit yang masih berkumpul di luar
"Kakak Shia!!, Apa yang terjadi?!." Wang Hu merasa ada yang tida beres dengan markas utama mereka
Sontak raut wajahnya menjadi sangat terkejut setelah melihat Tian Yun dan kedua seniornya telah tewas
Dia menggertakan giginya, "Kau, beraninya kau membunuh kedua kakakku!!."
Dengan cambuknya yang sudah dialiri oleh energi petir, Wang Hu menyerang Tian Yun dengan sekuat tenaga
Mencambuk-cambuk dengan penuh amarah setiap kali Tian Yun melompat untuk menghindar
Menggunakan lantai sebagai pijau, Tian Yun melesat dengan tangannya yang kembali diselimuti oleh kobaran api hitam. Tatapannya sangat dingin
"Aku tidak ada waktu untuk bermain denganmu!!."
Wang Hu sama sekali tidak bisa menghindarinya. Perutnya yang terbuka lebar terkena langsung oleh pukulan kuat Tian Yun
Wang Hu terpental, menghantam hingga menghancurkan gubuk-gubuk yang ada di belakangnya
Malam yang dipenuhi oleh darah. Ketiga orang yang ada didalam daftar berhasil dibunuh oleh Tian Yun
Pembantaian yang terjadi selama beberapa jam dilakukan oleh Tian Yun. Dia tidak ingin menyisakan satu orang banditpun
Bersambung ...