S

S
Tugas Pertama



Di lantai atas, Tian Yun tengah berdiskusi dengan wanita pelayan bar yang tidak lain bernama Ji Yun


Ji Yun merupakan orang kepercayaan Xiao Hei. Saat Xiao Hei masih hidup, dia memberikan sebuah kertas yang bertuliskan namanya kepada Ji Yun. Saat dia mati, maka kertas itu akan terbakar dengan sendirinya


Tian Yun menjawab semua pertanyaan yang keluar dari mulut Ji Yun satu persatu tanpa adanya kebohongan


Ji Yun menggigit bibirnya, menahan air matanya yang hampir menetes, "Xiao Hei, seharusnya kau tidak memaksakan diri!!." Gumamnya


Dia mengambil tisu lalu mengelap air matanya, "Tian Yun, apa kau serius akan melanjutkan perjuangan Xiao Hei?!."


Dengan raut wajah serius, Tian Yun menganggukkan kepalanya, "Aku sudah berjanji akan melakukannya sebisa mungkin!!."


Ji Yun tersenyum pahit, "Bagus!!, Mulai sekarang kau adalah Xiao Hei!!, Ingat, jangan sampai ada seorangpun yang mengetahui identitasmu!!, Semasa hidupnya, yang mengetahui identitas asli Xiao Hei hanyalah aku!!."


Ji Yun mulai menjelaskan kepada Tian Yun karakteristik dan sifat-sifat dari Xiao Hei agar Tian Yun tidak kebingungan saat bertemu dengan orang-orang yang ada di bar


"Kakak Yun, apa kau tahu sesuatu dengan benda ini?."


Tian Yun memperlihatkan Kotak Pandora kepada Ji Yun dengan harapan, Ji Yun mengetahui informasi dari Kotak Pandora walaupun sebesar biji sawi


Ji Yun memandangi Kotak Pandora dengan serius. Dia lalu mengkerutkan keningnya


"Jika tidak salah, ini adalah Kotak Pandora. Aku pernah mendengar percakapan Xiao Hei dengan seseorang di masa lalu jika dia harus mempelajarinya setelah membuka bintang ke lima!!."


Tian Yun menghela nafas lalu menghembuskannya, "Sepertinya benda ini belum terlalu berguna?!."


"Kakak Yun, apakah ada tugas yang bisa aku lakukan?."


Tian Yun berinisiatif untuk bertanya karena dia ingin segera meningkatkan kekuatan. Dengan identitas barunya, tentu saja dia tidak perlu khawatir tentang Kerajaan Tiexie dan semua orang yang mengenalnya


"Lihatlah di papan misi!!, Kau bisa menyelesaikan tugas sesuai dengan tingkat yang kau inginkan!!, Tentu saja semakin tinggi tingkat misi maka bayaran dan kesulitannya juga akan bertambah!!." Ji Yun menjelaskan. Dia lalu mengajak Tian Yun untuk melihatnya di lantai pertama


Di dekat meja pelayan, sebuah papan persegi panjang dengan ukuran dua kali satu meter persegi terpasang


Tian Yun melihat-lihat semua kertas misi yang tertempel disana. Tentu saja mencari misi yang cocok dengannya saat ini


Pandangan Tian Yun terhenti di sebuah kertas yang berada di bagian sudut kiri bawah


Misi tingkat B, membunuh bandit yang ada pada gambar. Ada tiga gambar wajah seseorang yang tertempel di kertas itu. Beberapa penjelasan mengenai kemampuan, tingkat kultivasi, juga lokasi persembunyiannya dicantumkan di sana


Ji Yun berjalan menghampiri Tian Yun, "Bagaimana, apakah kau sudah menemukan misi yang cocok?."


"Aku ambil ini!!." Ucap Tian Yun sambil memberikan kertas yang dipegangnya kepada Ji Yun


"Misi ini, sudah banyak orang yang mencobanya akan tetapi mereka semua gagal!!, Misi ini juga bisa dibilang misi tingkat A dan pendapatan akan digandakan jika berhasil membawa salah satu dari mereka kembali hidup-hidup!!." Ji Yun menjelaskan


Tian Yun menganggukkan kepalanya, "Kapan aku bisa berangkat?!."


Ji Yun tersenyum pahit, "Kapanpun kau mau!!."


Sesuai apa yang telah dikatakan oleh Ji Yun, Tian Yun bergegas untuk pergi setelah mendapatkan misi yang cocok dengannya


"Xiao Hei, kenapa buru-buru sekali?." Tanya laki-laki yang menepuk pundaknya tadi


Kali ini Tian Yun tidak menghiraukannya karena Ji Yun sudah memberitahunya salah satu sifat Xiao Hei adalah dingin


Di dalam lebatnya Hutan Bintang Ungu ...


Sesuai petunjuk yang tercantum dalam secarik kertas yang dipegang oleh Tian Yun, dia sudah menemukan lokasi pasti markas dari kelompok bandit itu


"Tempat ini terlalu terbuka!!, Mereka benar-benar tidak takut dengan penyergapan!!." Ucap Tian Yun


"Jika yang dikatakan oleh Ji Yun benar, maka mereka pasti memiliki rahasia!!, Yun'er, sebaiknya kau hati-hati!!." Ucap She Zu di dalam tubuh Tian Yun


Tian Yun menganggukkan kepalanya. Dia mulai berjalan mengendap-endap, mendekati markas para bandit itu


"Bekerjalah dengan baik!!, Jangan jadi pemalas!!." Seorang laki-laki berbadan kekar mencambuk-cambuk setiap budak yang tidak bekerja dengan baik


Tian Yun yang melihatnya merasa sangat kesal, "Mereka benar-benar tidak memiliki hati!!."


"Tidak usah terpancing emosi!!, Sebaiknya kau pikirkan cara untuk masuk ke markas mereka!!." She Zu menenangkan Tian Yun


Emosi hanya akan membuat pikirannya kacau. Jika Tian Yun berhasil terprovokasi oleh mereka, keberhasilan untuk menyelesaikan misi mungkin tidak lebih dari tiga puluh persen


Dua orang bandit sedang berpatroli sehingga membuat Tian Yun harus menyembunyikan dirinya dibalik batang pohon


"Benar-benar sangat membosankan!!, Aku masih belum puas tidur!!." Ucap bandit yang berdiri di kanan


"Kau benar!!, Jika saja bos He Da tidak kembali, mungkin kita masih bisa tidur nyenyak saat ini?!." Sahut laki-laki yang berjalan di sampingnya


Tian Yun mengkerutkan keningnya, "He Da?, Bukankah dia salah satu dari tiga orang yang ada di gambar ini?."


"Sepertinya, bos mereka akan sedikit menyulitkanmu?!, Sebaiknya kau waspadai orang itu terlebih dahulu!!." Ucap She Zu


Kedua bandit itu terus berjalan dan sekarang berada di dalam jangkauan Tian Yun. Keberadaan mereka juga tidak akan membuat markas curiga


Dengan cepat Tian Yun mengeluarkan dua Soul Dagger dan langsung melemparkannya tepat di tenggorokan kedua bandit itu


Kedua bandit itu mati tanpa meninggalkan sepatah katapun. Tian Yun segera mengganti pakaiannya dengan pakaian mereka dan bergegas untuk menyusup ke markas


Walaupun sudah berusaha untuk menghindari keramaian, akan tetapi laki-laki berbadan kekar yang sedang mengatur para budak melihatnya


"Hei kau!!, Apa yang kau dapatkan?!." Laki-laki itu berbicara kepada Tian Yun


Tian Yun segera membalikkan badannya dan sedikit menyembunyikan wajahnya dari laki-laki itu


Sambil memberikan salam hormat dia berkata, "Kondisi sekitar masih aman!!, Aku tidak menemukan adanya binatang buas ataupun seseorang!!."


Laki-laki itu melambaikan tangannya, mengusir Tian Yun karena dia masih sibuk


"Sepertinya, orang-orang bodoh ini semakin mengerti apa itu sopan santun?!." Batinnya dengan perasaan sedikit senang


Tian Yun buru-buru meninggalkannya, menuju tempat yang aman untuk membuat rencana


"Jika dilihat-lihat, laki-laki itu adalah salah satu yang ada di gambar!!." Ucap She Zu


"Sepertinya begitu?!, Wajah dan pakaian yang dikenakannya terlihat mirip!!." Ucap Tian Yun sambil melihat lagi foto ketiga bandit itu


Wang Hu, adalah ketua ketiga dari kelompok bandit itu dan merupakan yang terlemah dari dua ketua yang lainnya


"Yun'er, kau harus segera menemukan tempat ketua bandit beristirahat!!." Ucap She Zu tegas


Tian Yun menganggukkan kepalanya. Dengan berhati-hati dia melanjutkan penelusuran markas bandit ini


"Penyusup!!, Ada penyusup!!."


Ketika tengah berjalan, tiba-tiba saja sebuah keributan terjadi. Semua orang terlihat panik, berlari mondar-mandir untuk berkumpul


Tian Yun tetap bersembunyi dibalik sebuah gubuk. Dia menggertakan giginya, "Gawat!!, Tidak disangka bakal secepat ini kita ketahuan?!."


"Cepat cari tempat yang aman!!." Ucap She Zu


Tian Yun berlari menjauh dari keramaian dengan pandangan yang kesana-kemari, mencari tempat aman untuk bersembunyi


"Tempat itu terlihat aman?!."


"Ini terlihat seperti perpustakaan?!." Ucap Tian Yun


Dia terus menyusuri ruangan yang terlihat seperti perpustakaan itu hingga melihat sebercak darah


"Sepertinya, darah ini baru ditinggalkan seseorang?!." Ucap She Zu


Tanpa pikir panjang Tian Yun mengikuti bercak darah itu. Hingga pada akhirnya, dia melihat seseorang tergeletak dengan pisau yang tertancap di perutnya


Ketika hendak mengecek keadaan orang itu, tiba-tiba saja sebuah tombak melesat kearahnya


Dengan cepat Tian Yun memiringkan badannya. Dia lalu menatap tajam kearah tombak itu datang


Terlihat sosok wanita dengan tampang yang garang, rambut merah, dan pakaian layaknya seorang bandit, He Shia


Wanita itu tertawa jahat, "Tak disangka kau akan masuk ke kandang harimau?!."


Melihat wajahnya, Tian Yun merasa sedikit familiar, "Wanita ini ada didalam daftar!!." Gumamnya


Sontak Tian Yun menjadi lebih bersemangat karena sekantung penuh koin emas ada didepan matanya


Tombak yang tertancap di dinding tidak jauh dibelakang Tian Yun tiba-tiba saja kembali melayang dan melesat kearah Tian Yun


Tian Yun melompat tinggi sehingga tombak itu kembali ke tangan He Shia


Tepat saat Tian Yun menginjakkan kaki di lantai, dia langsung menembakkan tiga buah bola api kepada He Shia


Dengan tombaknya, He Shia menebas ketiga bola api hingga terjadi sebuah ledakan kecil


Lima jarum yang sudah diselimuti oleh energi petir keluar di sekitar He Shia. Dia langsung mengerahkannya untuk menyerang Tian Yun


Bersamaan dengan itu, Tian Yun mengerahkan kelima Soul Dagger untuk menahan kelima jarum milik He Shia


Kedua senjata pusaka itu terpental kembali ke pemiliknya. Tian Yun yang tidak ingin memberinya kesempatan langsung melempar empat Soul Dagger secara acak di sekitar He Shia


He Shia menahan satu belati yang mengarah ke wajahnya dengan salah satu jarumnya


Tepat saat itu juga, Tian Yun berteleportasi ke Dagger yang tertancap di rak buku samping kiri He Shia. Dia meraih Dagger yang terpental


Dengan kedua Soul Dagger yang sudah berada ditangannya, Tian Yun menebas He Shia sebanyak empat kali


Pengendalian tombak He Shia tidaklah buruk. Dengan tombaknya, dia menangkis seluruh tebasan belati Tian Yun


Tian Yun kembali berteleportasi ke Dagger yang tertancap di lantai dibalik badan He Shia


He Shia menggertakan giginya. Dengan kelima jarumnya, dia menangkis seluruh tebasan belati milik Tian Yun dan langsung memukulkan tombaknya kepada Tian Yun


Tian Yun menyilangkan Soul Dagger yang dipegangnya untuk menahan pukulan tombak He Shia


He Shia menarik tombaknya dan langsung memukul Tian Yun dengan lebih kuat


Dengan cepat Tian Yun mengerahkan Rantai Neraka untuk mengikat tombak sehingga tombak itu tidak bisa digerakkan oleh He Shia


He Shia sedikit terkejut. Dia lalu mengendalikan kelima jarumnya untuk menyerang Tian Yun


Tian Yun melempar kedua Soul Dagger yang dipegangnya sehingga semua benda itu terpental jauh. Dia lalu menarik tombak He Shia dan langsung melemparkannya


Dengan kepalan tangannya yang sudah diselimuti oleh Api Hitam, Tian Yun memukul wajah He Shia dengan sangat kuat hingga membuat He Shia terpental sejauh tiga meter


Kelima Soul Dagger dikerahkan oleh Tian Yun untuk menyerang He Shia yang sedang terbaring


He Shia menyadarinya. Dia segera bangkit lalu melompat-lompat kebelakang seiring belati itu hendak menusuknya


He Shia menempelkan kedua telapak tangannya yang dirapatkan tepat di depan dadanya


Sebuah lingkaran sihir berwarna biru menyala di depannya. Wujud naga berwarna biru dengan petir yang menyelimuti sekujur tubuhnya keluar dari dalamnya, melesat hendak menerkam Tian Yun


Tian Yun sedikit terkejut. Dengan kecepatan sang naga, dia sama sekali tidak bisa menghindarinya. Dia lalu mengendalikan Rantai Neraka untuk membuat tornado yang melingkarinya


Tiga detik lamanya Tian Yun menahan terkaman wujud naga itu menggunakan Rantai Neraka yang membuat energinya hampir terkuras habis


Sebuah ledakan yang cukup keras terjadi setelah wujud naga itu menghilang sepenuhnya


Tian Yun terpental sejauh tiga meter ke dalam


Dibalik asap tebal, He Shia sudah melompat dengan kedua tangannya yang sudah terlihat seperti cakar naga yang terbuat dari kumpulan energi petir. Dia lalu menghunuskan kepada Tian Yun


Dengan cepat Tian Yun memusatkan energi di kepalan tangan kanannya yang akan digunakannya untuk beradu pukulan dengan He Shia


Sebuah ledakan keras terjadi akibat bentrokan energi yang sangat kuat dari kedua orang itu


Tubuh mereka berdua terpental. Tian Yun menghantam dinding bangunan hingga memuntahkan seteguk darah. Dia berusaha untuk duduk, menatap wanita yang ada didepannya dengan serius


Walaupun terpental, He Shia masih berdiri dengan kepalanya yang ditundukkan. Tak ada tanda pergerakan sama sekali


Tiba-tiba saja tubuhnya terjatuh dengan kelima Soul Dagger yang menancap di pinggangnya hingga menembus ke perut


Saat mereka berdua terpental, Tian Yun mengerahkan Soul Daggernya yang masih tergeletak untuk menusuk He Shia dari belakang. Oleh karena itu He Shia masih tetap berdiri karena adanya dorongan dari kedua sisi yang saling berlawanan


Tubuh He Shia kini sudah tak bernyawa lagi. Tian Yun mengelap darah yang tertinggal di bibirnya


"Wanita ini sungguh merepotkan!!." Ucapnya kesal karena sekantung koin emas sudah melayang


Tian Yun memandang jasad laki-laki yang ada disampingnya. Dia sangat terkejut karena wajah laki-laki itu adalah salah satu yang ada didalam daftar


"Tidak mungkin?!, Koin emasku!!."


He Da sudah terbunuh oleh adiknya sendiri sebelum Tian Yun masuk ke bangunan ini


Pertarungan mereka yang sangat sengit memancing para bandit yang masih berkumpul di luar


"Kakak Shia!!, Apa yang terjadi?!." Wang Hu merasa ada yang tida beres dengan markas utama mereka


Sontak raut wajahnya menjadi sangat terkejut setelah melihat Tian Yun dan kedua seniornya telah tewas


Dia menggertakan giginya, "Kau, beraninya kau membunuh kedua kakakku!!."


Dengan cambuknya yang sudah dialiri oleh energi petir, Wang Hu menyerang Tian Yun dengan sekuat tenaga


Mencambuk-cambuk dengan penuh amarah setiap kali Tian Yun melompat untuk menghindar


Menggunakan lantai sebagai pijau, Tian Yun melesat dengan tangannya yang kembali diselimuti oleh kobaran api hitam. Tatapannya sangat dingin


"Aku tidak ada waktu untuk bermain denganmu!!."


Wang Hu sama sekali tidak bisa menghindarinya. Perutnya yang terbuka lebar terkena langsung oleh pukulan kuat Tian Yun


Wang Hu terpental, menghantam hingga menghancurkan gubuk-gubuk yang ada di belakangnya


Malam yang dipenuhi oleh darah. Ketiga orang yang ada didalam daftar berhasil dibunuh oleh Tian Yun


Pembantaian yang terjadi selama beberapa jam dilakukan oleh Tian Yun. Dia tidak ingin menyisakan satu orang banditpun


Bersambung ...