
"Guru, lalu kenapa kau bisa mengetahui tentang identitasku?!." Tanya Tian Yun
"Tentu saja dengan tanda yang ada di keningmu!!, Aku yakin hanya kau seorang yang memiliki tanda itu!!." Jawab She Zu
Saat mengatakan tanda yang ada dikening Tian Yun, She Zu lebih teringat akan kejadian di masa lalu. Karena tanda itu jugalah Spirit Tian Yun tidak bisa muncul
Tian Yun memegang keningnya, "Tanda ini, sebenarnya kenapa hanya aku yang mempunyai tanda ini?." Ucapnya lirih
"Untuk saat ini, kau tidak perlu memikirkannya lagi karena aku akan bertanya kepadamu. Apa yang kau lakukan selama aku tidak ada?." Ucap She Zu tegas
Tian Yun membulatkan matanya. Dia teringat akan dirinya yang hanya bermalas-malasan, "I, itu, guru, karena kau tidak ada, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan, hehehe."
She Zu menghela nafas lalu menghembusnya, "Sudah kuduga!!."
Setelah perjalanan yang sedikit panjang, akhirnya mereka tiba di goa tempat mereka tinggal
She Zu merasakan Pil YinYang yang berada tidak jauh dari tempat mereka, "Yun'er, karena kau hanya bermalas-malasan selama satu bulan, maka dari itu aku harus menghukummu!!."
Tian Yun mengkerutkan keningnya, "A, hukuman?."
She Zu menganggukkan kepalanya, "Tenang saja, itu tidak sesulit yang kau bayangkan. Kau hanya perlu mengambil liontin giok yang berada tidak jauh dari sini!!."
"Liontin giok?, Apa saat bertarung kau menjatuhkannya?." Tanya Tian Yun
"Benar, mungkin telah diambil oleh Musang Api dan dibawa ke sarangnya?." Jawab She Zu
Tian Yun mengkerutkan keningnya, "A, apa, Musang Api?, Bukankah itu binatang buas tingkat empat?."
She Zu menganggukkan kepalanya, "Benar, kau hanya perlu merebutnya kembali. Tenang saja, aku akan menemanimu!!."
Tian Yun menghembuskan nafas lega setelah She Zu mengatakan akan menemaninya, "Kalau begitu, kapan kita akan berangkat?!."
"Tentu saja sekarang!!." Ucap She Zu tegas
Tian Yun menghela nafas lalu menghembuskannya, "Ba, baiklah!."
She Zu masuk kedalam tanda yang ada di kening Tian Yun setelah Tian Yun berlari ke sarang Musang Api
Tidak jauh dari goa tempat mereka tinggal. Sebuah goa yang terlihat sangat dalam. Dari dalamnya terasa aura Yang yang sangat kuat
"Guru, apakah disini tempatnya?." Tanya Tian Yun
She Zu keluar dari tanda yang ada di kening Tian Yun lalu duduk manis di bahunya, "Jika dilihat-lihat, sepertinya Musang Api sedang tidur?!." Dia lalu menyuruh Tian Yun untuk segera memasuki goa
Tanpa basa-basi lagi, Tian Yun segera berlari memasuki goa sambil mengendap-endap
Semakin masuk kedalam, Tian Yun semakin merasa jika kulitnya seperti terbakar, "Guru, apakah masih jauh?." Dia memastikan kepada She Zu
"Satu kilometer didepan, aku merasakannya!!."
Tian Yun tersenyum puas, "Bagus!!." Dia sedikit mempercepat langkahnya sambil terus berhati-hati karena tidak ingin sesuatu yang tidak diinginkannya terjadi
Tepat di dalam sarang Musang Api, Tian Yun melihat seekor musang yang berukuran tiga kali orang dewasa, memiliki ekor yang ujungnya diselimuti oleh kobaran api kecil tengah tertidur pulas. Dia melihat sekeliling, "Guru, aku melihat liontin giok itu!!."
Liontin giok itu tepat berada diatas batu kecil yang ada didekat Musang Api yang sedang tertidur. She Zu menyuruh Tian Yun untuk mengambilnya dengan hati-hati
Tian Yun menelan ludahnya sendiri. Dia mulai berjalan secara hati-hati ke batu yang ada didekat Musang Api
Liontin giok berhasil diambilnya. Secara tidak sadar Tian Yun berkata dengan nada yang sedikit keras, "Bagus!!."
Musang Api menyadari sesuatu. Dia segera bangkit dari tidurnya. Ketika membuka kedua matanya, dia sama sekali tidak melihat liontin giok yang berhasil didapatkannya. Dia melirik kearah lorong goa dan melihat seorang anak tengah berlari terbirit-birit
Musang Api mengaum keras. Tanpa pikir panjang dia langsung mengejar Tian Yun yang tengah berlari menjauh darinya
Dengan nafas yang terengah-engah Tian Yun bertanya, "Guru, apa yang harus aku lakukan?!." Dia melirik kearah belakang. Musang Api sudah berada tepat dibelakangnya
Aksi kejar-kejaran pun terjadi antara mereka
"Guru, kau bilang akan membantuku?!." Teriak Tian Yun dengan keras
"Apakah begitu, bukankah aku hanya bilang akan menemanimu saja?, Aku masih sangat lelah, kau bisa melawannya sendiri!!." She Zu lalu kembali masuk kedalam tubuh Tian Yun
Tian Yun menggertakan giginya, "Dasar wanita tua sialan!!." Dia melirik kebelakang. Musang Api sudah berjarak tiga meter darinya
Sebuah cabikan cakar dilayangkan oleh Musang Api tepat dipunggungnya. Tian Yun melompat ke depan untuk menghindari serangannya. Dia berusaha agar tidak jatuh dan mempercepat langkah kakinya
Tian Yun melirik ke belakang. Dia membuka lebar telapak tangan kanannya dan menyerang Musang Api dengan sihirnya
Tian Yun mengkerutkan keningnya, "Apa?, Binatang itu sama sekali tidak terpengaruh dengan api?."
Sambil berlari, Musang Api membuka mulutnya lebar-lebar. Bola api mulai terbentuk di tengah-tengah mulutnya yang terbuka lebar. Dia lalu menembakkannya kearah Tian Yun dengan penuh amarah
Tian Yun menghentikan langkahnya. Dia membalikkan badannya dan langsung menggunakan sihir apinya kembali untuk menahan bola api yang dilayangkan oleh Musang Api
Sebuah ledakan terjadi yang membuat Tian Yun terpental hingga keluar dari dalam goa. Dia terbaring di tanah. Seteguk darah keluar dari mulutnya
Dari dalam goa, Musang Api melompat dengan sangat cepat kearah Tian Yun dengan kedua cakarnya yang sudah diselimuti oleh api, hendak mencabik-cabik Tian Yun
Tian Yun melompat kesamping untuk menghindari serangannya. Jika dia menahannya secara langsung atau membalas serangannya, takutnya dia tidak bisa menahannya
Cabikan Musang Api tepat mengenai sebuah batu. Batu yang berukuran setengah tubuhnya itu perlahan meleleh seperti tersiram oleh lahar yang sangat panas
Tian Yun menghembuskan nafas lega, "Untung saja tidak mengenaliku!."
Musang Api membalikkan badannya. Dia mengaum keras sehingga membuat Tian Yun harus menahan tekanan yang disebabkannya
Tian Yun menggertakan giginya, "Musang sialan!!, Terimalah ini!!." Dia memusatkan energi sihir tepat diatas kepala Musang Api
Lingkaran sihir berwarna merah berukuran tubuh Musang Api perlahan mulai muncul dan kobaran api keluar dari dalamnya, membakar sekujur tubuh Musang Api
Tekanan yang diberikan oleh Musang Api perlahan menghilang. Nafas Tian Yun sudah terdengar sangat berat menahan tekanan yang sangat kuat selama delapan detik
Walaupun Tian Yun tahu api tidak akan berpengaruh kepada Musang Api, akan tetapi tujuannya adalah membuatnya berhenti membuat tekanan kepadanya
Tian Yun melompat kedepan. Dia mengendalikan kelima jarum untuk menyerang kening Musang Api. Tangan kanannya dikepalkan hendak digunakannya untuk memukul Musang Api dengan seluruh kekuatannya
Musang Api hanya memberinya sebuah auman yang membuat Tian Yun dan kelima jarumnya terhempas menghantam sebuah batu yang lebih besar dari sebelumnya
Musang Api berlari kearahnya. Kali ini lebih cepat daripada sebelumnya. Tian Yun menggertakan giginya. Dia berusaha untuk berdiri
Karena sudah tidak ada jalan lain, dia mengepalkan tangan kanannya kembali. Memusatkan seluruh kekuatan sihirnya disana sehingga diselimuti oleh kobaran api. Dia lalu melompat dengan sekuat tenaga. Mengarahkan pukulan tepat di kening Musang Api
Sambil terus berlari Musang Api membuka mulutnya lebar-lebar dan langsung menyemburkan kobaran api yang sangat besar kearah Tian Yun
Tian Yun mengendalikan kelima jarumnya sehingga membuat jalan bagi Tian Yun melalui tengah-tengah kobaran api yang terbelah menjadi beberapa bagian
Tian Yun memukulkan kepalan tangannya tepat di tengah-tengah kening Musang Api sehingga menyebabkan sebuah gelombang angin yang sedikit besar. Menghempaskan batu kerikil yang ada disekitar mereka dan Tian Yun
Musang Api hanya terdiam di tempat itu juga. Perlahan darah mengalir dari tempat tinjuan Tian Yun
Pukulan Tian Yun yang sangat keras berhasil membuat tengkorak Musang Api retak. Api yang menyelimuti kepalan tangan Tian Yun masuk kedalam dan melelehkan otaknya hingga keluar bersamaan dengan darahnya
Kobaran api yang menyelimuti ekor Musang Api perlahan padam. Tubuhnya ambruk ke tanah, jantungnya berhenti berdetak. Darah mulai mengalir dari seluruh lubang yang ada di tubuh Musang Api
Tian Yun mengusap darah yang ada di bibirnya. Dia berusaha untuk duduk dan bersandar dibatu yang ada dibelakangnya
She Zu tiba-tiba keluar dan duduk manis di bahu Tian Yun, "Kerja bagus!!."
Tian Yun menghela nafas dalam-dalam lalu menghembusnya. Dia benar-benar sudah kehabisan tenaga, "Guru benar-benar jahat, bagaimana jika aku sampai mati disini?!."
She Zu tertawa kecil, "Tenang saja, aku tidak akan membiarkanmu mati di tempat seperti ini!!."
"Dimana liontin giok itu?, Aku ingin melihatnya!!."
Tian Yun lalu memperlihatkan liontin giok yang disimpannya di sakunya
She Zu menghembuskan nafas lega, "Untung masih ada!!." Ucapnya lirih, "Yun'er, pakailah, liontin giok ini bisa membantumu menyimpan barang-barang!!."
Tian Yun mengkerutkan keningnya, "Apakah sehebat itu?." Dia lalu memakai liontin giok itu sesuai apa yang sudah dikatakan oleh She Zu
She Zu menganggukkan kepalanya. Dia lalu melirik kearah Musang Api yang terbaring tak bernyawa di tanah, "Yun'er, apa kau tidak ingin mengambil esensinya?."
Sontak kedua mata Tian Yun berbinar. Tubuhnya juga dipenuhi dengan semangat yang membara, "Benar juga!!." Dia langsung bangkit dan berlari dengan cepat menghampiri tubuh Musang Api, "Esensi tingkat empat, aku datang!!." Ucapnya kegirangan
Ketika tengah memandangi perut Musang Api dia teringat jika jarumnya sudah terbakar hangus menahan kobaran api barusan
Tian Yun membuka lebar telapak tangan kanannya dan mengarahkannya ke tubuh Musang Api. Dia hendak membakar tubuh Musang Api sampai hangus dan menyisakan esensinya saja
"Hei-hei, apa yang ingin kau lakukan?!." She Zu segera mencegahnya
"Semua jarum yang kau berikan kepadaku sudah hangus terbakar, maka dari itu aku akan membakar tubuhnya saja!!." Ucap Tian Yun menjelaskan
She Zu menghela nafas lalu menghembusnya, "Dasar bodoh, bukankah kau sudah melihatnya sendiri jika api tidak mempan terhadap tubuhnya?."
Tian Yun akhirnya teringat jika tubuh Musang Api tidak bisa dibakar oleh api. Dia lalu duduk bersandar di tubuh Musang Api sambil memikirkan cara untuk mengambil esensinya
"Guru, apakah didalam liontin giok ini kau menyimpan pisau atau semacamnya?." Tanya Tian Yun
She Zu menggelengkan kepalanya, "Tidak, didalamnya hanya ada Pil legendaris yang diinginkan oleh semua penyihir hebat, dan beberapa barang tidak berguna!!."
Tian Yun mengkerutkan keningnya, "Maksudmu, pil ajaib yang bisa membantuku menjadi kuat?, Apa aku boleh memakannya?."
"Tidak, Pil YinYang hanya bisa dikonsumsi oleh seseorang yang akan membuka bintang terakhir, Bintang ke Dua belas. Jika kau memaksa untuk memakannya kau akan mati. Satu hal lagi, kau harus merahasiakannya karena kau bisa mengkonsumsinya tanpa bersusah payah membuatnya saat kau hendak membuka bintang ke dua belas!!." She Zu menjelaskan
Tian Yun menghela nafas lalu menghembusnya, "Baiklah-baiklah, aku mengerti!!."
"Yun'er, aku merasakan ada sesuatu di dalam sarangnya, kenapa kau tidak masuk kedalam saja untuk melihat-lihat?." Ucap She Zu yang merasakan sesuatu dari dalam sarangnya
Bersambung ...